• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V. KESIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan analisis data dan pembahasan, dapat ditarik kesimpulan: 1. Ada perbedaan pengaruh antara penggunaan pendekatan quantum learning

melalui metode demonstrasi dengan pendekatan keterampilan proses melalui metode demonstrasi terhadap kemampuan kognitif Fisika siswa sebab Fobs =

6,31 > Ftabel = 3,98. Siswa yang diberi pembelajaran dengan menggunakan

pendekatan quantum learning melalui metode demonstrasi memiliki kemampuan kognitif Fisika yang lebih baik daripada pendekatan keterampilan proses melalui metode demonstrasi.

2. Ada perbedaan pengaruh motivasi belajar Fisika siswa tinggi dan rendah terhadap kemampuan kognitif Fisika siswa, sebab Fobs= 8.37 > Ftabel = 3,98.

Jadi siswa yang memiliki motivasi belajar Fisika tinggi memiliki kemampuan kognitif yang lebih baik daripada siswa yang memiliki motivasi belajar Fisika rendah.

3. Tidak ada interaksi antara pengaruh penggunaan pendekatan pembelajaran dengan motivasi belajar Fisika siswa terhadap kemampuan kognitif Fisika siswa, sebab Fobs = 0,66 < Ftabel = 3,98. Jadi antara penggunaan pendekatan

pembelajaran quantum learning dan keterampilan proses melalui metode demonstrasi dengan motivasi belajar Fisika siswa mempunyai pengaruh sendiri-sendiri terhadap kemampuan kognitif Fisika siswa pada pembelajaran Fisika pokok bahasan Bunyi.

B. Implikasi

Dengan diperolehnya hasil penelitian, implikasinya adalah sebagai berikut:

1. Pembelajaran Fisika dengan menggunakan pendekatan quantum learning melalui metode demonstrasi dapat membantu siswa dalam menemukan dan mengembangkan sendiri fakta dan konsep.

cxii

2. Tingkat motivasi belajar Fisika siswa yang tinggi dengan ditunjang oleh penggunaan pendekatan quantum learning melalui metode demonstras dapat menghasilkan nilai kemampuan kognitif Fisika lebih baik dibandingkan dengan pendekatan keterampilan proses melalui metode demonstrasi.

C. Saran

Penulis mengajukan beberapa saran sebagai berikut:

1. Guru diharapkan dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik, salah satunya yaitu dengan menyesuaikan pendekatan dan metode pembelajaran yang akan digunakan dengan karakteristik materi yang akan diajarkan.

2. Guru sebaiknya menggunakan pendekatan dan metode pembelajaran yang bervariasi dan interaktif, sehingga siswa akan lebih tertarik untuk mengikuti proses pembelajaran. Melalui pembelajaran tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan kognitif Fisika siswa.

3. Guru hendaknya selalu memberikan motivasi belajar untuk siswa agar siswa lebih bersemangat dalam mengikuti pelajaran, sehingga diharapkan dengan motivasi belajar yang tinggi dapat meningkatkan kemampuan kognitif Fisika siswa.

cxiii

DAFTAR PUSTAKA

Arends, Richard I. 2008. Learning to Teach (Belajar Untuk Mengajar) Buku I. Terjemahan Helly Prajitno Soetjipto dan Sri Mulyantini Soetjipto. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Arko Pujadi. 2007. ”Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Belajar Mahasiswa: Studi Kasus Pada Fakultas Ekonomi Universitas Bunda Mulia.” Business and Management Journal Bunda Mulia. Vol. 3, No. 2, September 2007.

Badan Standar Pendidikan Nasional. 2006. Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta.

Bobbi DePorter dan Mike Hernacki. 2003. Quantum Learning: Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. Terjemahan Alwiyah Abdurrahman. Bandung: Kaifa.

Budi Prasodjo. 2006. Teori dan Aplikasii Fisika SMP Kelas VIII. Bogor: Yudhistira.

Budi Purwanto. 2007. Sains Fisika 2 Konsep dan Penerapannya untuk Kelas VIII SM dan MTs.Solo: Tiga Serangkai.

Budiyono. 2004. Statistika untuk Penelitian. Surakarta: Sebelas Maret University Press.

Carl J. Wenning. 2005. “Teacher Training or Education: Which is it?”. Journal Of Physics Teacher Education OnlineVolume 2 No. 3 February 2005. Dimyati dan Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta. Dwi Astuti. 2009. Pembelajaran Pemantulan Cahaya Menggunakan Metode

Eksperimen dengan Pendekatan Quantum Learning Dan Ketrampilan Proses Ditinjau Dari Kemampuan Awal Siswa SMP. Surakarta.

Em Zul Fajri dan Ratu Aprillia Senja. 2007. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Aneka Ilmu.

Etsa Indra Irawan. 2008. Pelajaran Bilingual IPA Fisika untuk SMP/ MTs. Kelas VIII. Bandung: Yrama Widya.

Eugenia Etkina. 2005. ”Physics Teacher Preparation: Dreams and Reality.” Journal Physics Teacher and Education Online3 (2), Desember 2005. Hamzah B. Uno. 2008. Model Pembelajaran: Menciptakan Proses Belajar

Mengajar yang Kreatif dan Efektif. Jakarta: Bumi Aksara.

2008. Teori Motivasi dan Pengukurannya (Analisis di Bidang Pendidikan). Jakarta: Bumi Aksara.

Handy Susanto. 2006. “Meningkatkan Konsentrasi Siswa Melalui Optimalisasi Modalitas Belajar Siswa.” Jurnal Pendidikan Penabur No. 06/Th.V/Juni 2006

Herbert Druxes, Gernot Born, Fritz Siemsen. 1986. Kompendium Didaktik Fisika. Terjemahan Soeparmo. Bandung: Remadja Karya CV.

Lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 tahun 2006 tanggal 23 Mei 2006. Diakses tanggal 28 April 2010 melalui http://www.puskur.net/download/uu/11Kerangka_Dasar.pdf

cxiv

Lauren Hinton, Glenn Simpson dan Denecia Smith. 2006. Increasing Self-efficacy Beliefs in Middle School Students Using Quantum Learning Techniques. Piedmont College.

Muhibbin Syah. 2006. Psikologi Belajar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Ozek, Nail dan Selahattin Gonen. 2005. “Use of J. Bruner’s learning theory in a

physical experimental activity”. Journal of Physics Teacher Education Online. Volume 2 No. 3 February 2005.

Pujiyanti. 2010. Pembelajaran Kuantum Pada Pokok Bahasan Gerak Melalui Teknik Bermain Peran dan Teka-Teki Silang Ditinjau dari Semangat Belajar Fisika Siswa SMP N 1 Sawit Boyolali Tahun Ajaran 2008/2009. Surakarta

Ratna Wilis Dahar.1989. Teori-Teori Belajar. Jakarta: Erlangga.

Riduwan. 2009. Belajar Mudah Penelitian Untuk Guru-Karyawan dan Peneliti Pemula. Bandung: Alfabeta.

Rinie Pratiwie. 2008. Contextual Teaching and Learning Ilmu Pengetahuan Alam SMP/ MTs Kelas VIII. Pusat Perbukuaan Depdiknas: Jakarta.

Saeful Karim. 2008. Belajar IPA Membuka Cakrawala Alam Sekitar untuk Kelas VIII Sekolah Menengah Pertama/ Madrasah Tsanawiyah. Jakarta: Depdiknas.

Sardiman A.M. 2004. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Seifert, Kelvin. 2008. Manajemen Pembelajaran & Intruksi Pendidikan [Manajemen Mutu Psikologi Pendidikan Para Pendidik]. Terjemahan Yusuf Anas. Yogyakarta: IRCiSoD.

Septiawan Santana Kurnia (http://depdiknas.go.id/jurnal/34/editorial34, 11 Agustus 2009

Shawn M. Glynn, Taasoobshirazi, dan Brickman. 2009. ”Science Motivation Questionnaire: Construct Valdidation With Nonscience Majors.” Journal of Research in Science Teaching. Vol. 46, No. 2. PP. 127-146

Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Sudjana. 1996. Metoda Statistika. Bandung: Tarsito.

Sugiyanto. 2008. Modul Pendidikan dan Latihan Profesi Guru: Model-Model Pembelajaran Inovatif. Surakarta: UNS Press.

Suharsimi Arikunto dan Cepi Syafrudin Abdul Jabar. 2009. Evaluasi Program Pendidikan: Pedoman Teoritis Praktis Bagi Mahasiswa dan Praktisi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Suharsimi Arikunto. 2008. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan (Edisi Revisi). Jakarta: Bumi Aksara.

Sukardi. 2008. Metodologi Penelitian Pendidikan: Kompetensi dan Praktiknya. Jakarta: Bumi Aksara.

Syaiful Sagala. 2009. Konsep dan Makna Pembelajaran: Untuk Membantu Memecahkan Problematika Belajar dan Mengajar. Bandung : Alfabeta. Tatak Prapti Uliyati. 2005. Reformasi Pendidikan Dasar di Indonesia. Diakses

melalui

cxv

PENDIDIKAN-DASAR-DI-INDONESIA.html. Diakses pada tanggal 1 Juni 2010.

Tri Saptuti Susiani. 2007. ”Kinerja Calon Guru Sekolah Dasar.” Jurnal Inovasi Pendidikan Jilid 8 No. 2, November 2007, ISSN 0216-1303

Udin S. Winataputra, dkk. 2008. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Universitas Terbuka.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003.

Widagdo Mangunwiyoto. 2000. Pokok-Pokok Fisiika SLTP Untuk Kelas 2. Erlangga: Jakarta.

Wina Sanjaya. 2009. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana.

Zuhdan K. Prasetyo. 2008. Metode Inquiry dalam Pembelajaran Fisika untuk Menggugah Minat Belajar Siswa. Universitas Negeri Yogyakarta.

http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/ilmu_alamiah_dasar/bab10-isika.pdf http://id.wikibooks.org/wiki/Fisika_itu_mudah/Pendahuluan

Dokumen terkait