BAB V. KESIMPULAN, KETERBATASAN, DAN SARAN
A. Kesimpulan
korelasi Spearman rank menunjukan probabilita 0,762. Nilai p = 0,762 > 0,05, maka Ho diterima dan Ha ditolak, atau bisa
dikatakan bahwa tidak ada hubungan positif dan signifikan prestasi
belajar lmu pengetahuan sosial dengan minat baca siswa.
Untuk melihat kuat atau lemahnya hubungan dapat dilihat dari
nilai rhitung sebesar 0,032, jika dibandingkan dengan tabel
interpretasi koefisien korelasi menunjukan hubungan yang sangat
lemah hal ini didukung dari analisis deskripsi data responden yang
menunjukan bahwa sebagian besar mempunyai minat baca sedang
dengan jumlah 68 orang atau sebesar 75,6% dari keseluruhan
responden.
Minat baca siswa sekolah Menengah Pertama di Semin masih
terhitung sedang, hal ini disebabkan siswa dalam membaca buku
baik buku pelajaran maupun non pelajaran masih dirasa cukup
yaitu tidak tinggi dan tidak rendah. Analisis ini didukung dalam
hasil jawaban responden yang sebagian besar frekuensi membaca
buku pelajaran maupun non buku pelajaran dalam seminggu hanya
Berdasarkan analisis deskripsi data responden yang
menunjukan bahwa sebagian besar responden mempunyai nilai
kognitif sedang dengan jumlah 57 orang atau sebesar 63,3%. Hal
ini ditunjukan bahwa prestasi belajar siswa tidak terlalu tinggi dan
tidak terlalu rendah dalam belajar ilmu pengetahuan sosial. Siswa
sebatas mendengarkan penjelasan materi yang diberikan guru pada
saat jam pelajaran dan sumber belajar siswapun dirasa cukup hanya
membaca modul yang diberikan guru di sekolah, dapat
disimpulkan siswa hanya mengandalkan penjelasan dari guru pada
saat jam pelajaran dan hanya membaca buku modul yang diberikan
oleh guru mata pelajaran ilmu pengetahuan sosial tanpa mencari
sumber- sumber lain yang dirasa mendukung belajarnya.
Diketahui bahwa secara umum siswa Sekolah Menengah
Pertama memiliki minat baca sedang, serta dari analisis data
responden yang menunjukan bahwa sebagian besar prestasi belajar
ilmu pengetahuan sosial siswa adalah sedang. Oleh karena itu bila
dikaitkan dengan analisis data maka minat baca tidak berhubungan
secara signifikan terhadap prestasi belajar siswa.
Hal ini dikarenakan sebagian besar siswa kurang
memanfaatkan sumber bacaan yang mendukung prestasi ilmu
pengetahuan sosialnya, hal ini terbukti dari frekuensi membaca
yang sedang atau bisa dikatakan kurang yaitu sebagian besar siswa
bacaan novel, majalah, dan komik-komik yang menarik dari buku
pelajaran ilmu pengetahuan sosial.
5. Hubungan Prestasi Belajar IPS dengan Status Sosial Ekonomi
Berdasarkan analisis data dapat diketahui bahwa tidak ada
hubungan yang signifikan prestasi belajar ilmu pengetahuan sosial
dengan status sosial ekonomi orangtua. Kesimpulan ini didukung dari
hasil perhitungan korelasi Spearman rank menunjukan probabilita 0,91. Nilai p = 0,91> 0,05, maka Ho diterima dan Ha ditolak, atau bisa
dikatakan bahwa tidak ada hubungan positif dan signifikan prestasi
belajar lmu pengetahuan sosial dengan status sosial ekonomi orangtua.
Untuk melihat kuat atau lemahnya hubungan dapat dilihat dari nilai
rhitung sebesar 0,179, jika dibandingkan dengan tabel interpretasi
koefisien korelasi menunjukan hubungan yang sangat lemah hal ini
didukung dari analisis deskripsi data responden yang menunjukan
bahwa sebagian besar mempunyai prestasi belajar ilmu pengetahuan
sosial sedang dengan jumlah 57 orang atau sebesar 63,3% dari
keseluruhan responden.
Hal ini ditunjukan bahwa prestasi belajar siswa tidak terlalu tinggi
dan tidak terlalu rendah dalam belajar ilmu pengetahuan sosial. Siswa
sebatas mendengarkan penjelasan materi yang diberikan guru pada saat
jam pelajaran dan sumber belajar siswapun dirasa cukup hanya
siswa hanya mengandalkan penjelasan dari guru pada saat jam
pelajaran dan hanya membaca buku modul yang diberikan oleh guru
mata pelajaran ilmu pengetahuan sosial tanpa mencari sumber- sumber
lain yang dirasa mendukung belajarnya.
Berdasarkan analisis data sebagian besar responden mempunyai
status sosial ekonomi sedang dengan jumlah 70 orang atau sebesar
77,8% dari keseluruhan responden. Hal ini ditunjukan sebagian besar
masyarakat di Semin mempunyai status sosial menengah yaitu tidak
terlalu tinggi dan juga tidak terlalu rendah hal ini didukung sebagian
besar masyarakat mempunyai pekerjaan sebagai petani dan
wiraswasta, sehingga penghasilan mereka bisa dikatakan rata-rata atau
cukup, sebagian besar pendidikan orangtua siswa juga tidak tergolong
tinggi dan rendah hal ini terbukti orangtua siswa masih mengenyam
pendidikan rata-rata mencapai Sekolah Menengah Atas.
Diketahui bahwa secara umum siswa Sekolah Menengah Pertama
memiliki prestasi belajar ilmu pengetahuan sosial sedang, serta dari
analisis data responden yang menunjukan bahwa sebagian besar status
sosial ekonomi orangtua siswa adalah sedang. Oleh karena itu bila
dikaitkan dengan analisis data maka prestasi belajar ilmu pengetahuan
sosial tidak berhubungan secara signifikan terhadap status sosial
ekonomi orangtua siswa.
Hal ini dikarenakan sebagian besar siswa status sosial
pendidikan orangtua siswa masih tegolong rata-rata, kemampuan
orangtua untuk membantu anaknya belajar masih tergolong rendah
sehingga dalam belajar siswa hanya mengandalkan penjelasan guru
dan modul yang diberikan guru, selain itu kesadaran untuk membeli
buku pelajaran di daerah pedesaan masih sangat kurang hal ini terlihat
dari bacaan yang mereka konsumsi yaitu terbitan buku lama dan masih
kurang terupdate.
6. Hubungan Minat Baca dengan Status Sosial Ekonomi
Berdasarkan analisis data dapat diketahui bahwa ada hubungan
yang signifikan minat baca dengan status sosial ekonomi orangtua.
Kesimpulan ini didukung dari hasil perhitungan korelasi Spearman rank menunjukan probabilita 0,018. Nilai p = 0,018> 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima, atau bisa dikatakan bahwa ada hubungan
positif dan signifikan minat baca dengan status sosial ekonomi
orangtua siswa.
Untuk melihat kuat atau lemahnya hubungan dapat dilihat dari nilai
rhitung sebesar 0,248, jika dibandingkan dengan tabel interpretasi
koefisien korelasi menunjukan hubungan yang lemah ha l ini didukung
dari analisis deskripsi data responden yang menunjukan bahwa
sebagian besar mempunyai minat baca sedang dengan jumlah 68 orang
Hal ini ditunjukan minat baca siswa sekolah Menengah Pertama di
Semin masih terhitung sedang, hal ini disebabkan siswa dalam
membaca buku baik buku pelajaran maupun non pelajaran masih
dirasa cukup yaitu tidak tinggi dan tidak rendah. Analisis ini didukung
dalam hasil jawaban responden yang sebagian besar frekuensi
membaca buku pelajaran maupun non buku pelajaran dalam seminggu
hanya 2-3 kali atau kadang- kadang.
Berdasarkan analisis data sebagian besar responden mempunyai
status sosial ekonomi sedang dengan jumlah 70 orang atau sebesar
77,8% dari keseluruhan responden. Hal ini ditunjukan sebagian besar
masyarakat di Semin mempunyai status sosial menengah yaitu tidak
terlalu tinggi dan juga tidak terlalu rendah hal ini didukung sebagian
besar masyarakat mempunyai pekerjaan sebagai petani dan
wiraswasta, sehingga penghasilan mereka bisa dikatakan rata-rata atau
cukup, sebagian besar pendidikan orangtua siswa juga tidak tergolong
tinggi dan rendah hal ini terbukti orangtua siswa masih mengenyam
pendidikan rata-rata mencapai Sekolah Menengah Atas.
Diketahui bahwa secara umum siswa Sekolah Menengah Pertama
memiliki minat baca sedang, serta dari analisis data responden yang
menunjukan bahwa sebagian besar status sosial ekonomi orangtua
siswa adalah sedang. Oleh karena itu bila dikaitkan dengan analisis
data maka minat baca berhubungan secara signifikan terhadap status
Tingginya penghasilan orangtua, pendidikan orangtua, pekerjaan
orangtua, pemilikan atau kekayaan dapat mempengaruhi pemilihan
fasilitas yang akan digunakan siswa, semakin tinggi status sosial
orangtua akan berhubungan dengan pemilihan fasilitas seperti dalam
pembeliian buku untuk meningkatkan minat baca siswa. Orangtua
yang mempunyai penghasilan memadai akan memberikan fasilitas
buku-buku yang beragam untuk menumbuhkan minat baca anaknya
sehingga anak akan lebih gemar membaca ketika buku-buku yang
81 BAB V
KESIMPULAN KETERBATASAN DAN SARAN A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis data, pengujian hipotesis dan
pembahasan masing – masing penelitian yang telah diuraikan pada bab IV, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Dari analisis data yang pertama dapat disimpulkan bahwa tidak ada
hubungan signifikan antara prestasi belajar ilmu pengetahuan
sosial dengan pemanfaatan jejaring sosial siswa Sekolah Menengah
Pertama di Semin. Hal ini ditunjukan oleh nilai sig (probabilitas)
sebesar 0,109 lebih besar dari 0,05.
2. Dari analisis data yang kedua dapat disimpulkan bahwa tidak ada
hubungan signifikan antara minat baca dengan pemanfaatan
jejaring sosial siswa Sekolah Menengah Pertama di Semin. Hal ini
ditunjukan oleh sig (probabilitas) sebesar 0,175 lebih besar dari
0,05.
3. Dari analisis data yang ketiga dapat disimpulkan bahwa ada
hubungan signifikan antara status sosial ekonomi orangtua dengan
pemanfaatan jejaring sosial siswa Sekolah Menengah Pertama di
Semin. Hal ini ditunjukan oleh nilai sig (probabilitas) sebesar
0,005 lebih kecil dari 0,05.
4. Dari analisis data yang keempat dapat disimpulkan bahwa tidak
sosial dengan minat baca. Hal ini ditunjukan nilai sig (probabilitas)
sebesar 0,762 lebih besar dari 0,05
5. Dari analisis data yang kelima dapat disimpulkan bahwa tidak ada
hubungan signifikan antara prestasi belajar ilmu pengetahuan
sosial dengan status sosial ekonomi. Hal ini ditunjukan nilai sig
(probabilitas) sebesar 0,91 lebih besar dari 0,05
6. Dari analisis data yang keenam dapat disimpulkan bahwa ada
hubungan signifikan antara minat baca dengan status sosial
ekonomi. Hal ini ditunjukan nilai sig (probabilitas) sebesar 0,018
lebih kecil dari 0,05