• Tidak ada hasil yang ditemukan

TRANSKRIP WAWANCARA YANG SUDAH DIREDUKSI Hari/ Tanggal : Rabu, 27 April 2016

Waktu : 14.00 WIB - selesai Narasumber : ST

SW : Apakah motivasi Saudara mengikuti Program Kapal Pemuda Nusantara?

ST : “Aku dari SMP atau SMA itu memang udah bergerak di bidang bidang kepemudaan dan kebudayaan yang kaya gini. Untuk mempererat dan memperkuat rasa kebhinekaan dengan para pemuda di Indonesia, mempromosikan budaya Daerah Istimewa Yogyakarta dan saling berbagi kebudayaan dengan provinsi lain, serta membangun jejaring pemuda nasional”.

SW : Budaya apa yang Anda tampilkan saat di kegiatan Kapal Pemuda Nusantara?

ST : “Kemaren nampilin tari gumrincing, tari gumrincing itu tarian rakyat, pokoknya menggambarkan semangat pemuda Yogyakarta yang isinya positif dan ditampilin secara kelompok”.

SW : Dengan mengikuti Kapal Pemuda Nusantara ini apakah

memberikan kesadaran bahwa Indonesia satu Kepulauan, memiliki suku, budaya dan adat istiadat yang berbeda?

ST : “Sangat jelas, tau kalau Indonesia itu banyak budaya tetapi pelum pernah lihat wujudnya disini liat secara langsung dan orang-orang yang kemaren kebetulan memang bergerak di bidang seni budaya kaya sanggar-sanggar kesenian asli daerah mereka dan mereka ketuanya jadi kalau mau tanya- nama tariannya, gerakan tariannya jadi lebih memperkaya lah kalau tentang budaya”.

SW : Apa saja Kegiatan Kapal Pemuda Nusantara?

ST : “Selain kegiatan di kapal dan pentas seni. Selama singgah kegiatannya adalah yang pertama audiensi dengan tempat yang kita singgahi, biasanya yang ngisi Bupati atau bidang yang terkait misalnya ke bagaimana perkembangan daerahnya kawasan pesisir dan nantinya buka

sesi tanya jawab tentang pengelolaan disana trus ada penanaman mangrove di pantai dan bersih pantai. Kemudian ada kelas inspirasi, masuk ke kelas-kelas buka forum dan yang paling lama itu adalah home stay jadi kita selama empat hari tinggal di rumah orangtua angkat di daerah singgahnya itu”.

SW : Salah satu kegiatan adalah penyampaian materi, apa saja materi yang disampaikan? Bagaimana metode penyampaian materinya? ST : “Materi yang disampaikan adalah tentang seni budaya, trus kebaharian,

wawasan nusantara, kemaritiman, pertahanan dan keamanan trus ada kelas fotografi kemudian ada diskusi group dan pentas seni. Wawasan nusantara cenderung terkait dengan penanaman nasionalisme dan cinta tanah air . Penyampaiannya dengan cara diskusi, ceramah dan presentasi”.

SW : Bagaimana sarana dan prasarana selama kegiatan?

ST : “Kalau tahun saya Sail Tomini kemaren bagus KRI Bintuni 520, itu kapalnya masih baru”.

SW : Apakah melalui Kapal Pemuda Nusantara dapat menjadi wadah para pemuda untuk berinteraksi dan diskusi mengenai potensi dari berbagai daerah?

ST : “Pasti, pasti ada jadikan kegiatan di kapal itu ada kaya diskusi project FGD (Focuss Group Discusion) jadi kita sekelompok kumpul kita ngrumusin proyek-proyek, seperti contoh kongkritnya program ONCOM. Jadi ONCOM itu kaya program pasca sailnya jadi dirintis oleh alumni nya Sail Raja Ampat programnya itu One Child One Mangrove jadi mengajak anak di SD Srandakan Bantul Yogyakarta ditanam mangrovenya. Program berjalan setelah selesai Program Kapal Pemuda Nusantara setelah dua bulan”.

SW : Hambatan apa yang dihadapi selama mengikuti Kapal Pemuda Nusantara? Lalu bagaimana solusi untuk menghadapi hambatan tersebut?

sebulan dengan orang senusantara dengan latar belakang yang berbeda apalagi beda karakternya antara barat timr dan tengah. Nada bicara yang berbeda maknanya. Lebih ke penyesuaian adat istiadatnya”.

SW : Setelah mengikuti Kapal Pemuda Nusantara manfaat apa yang diperoleh?

ST : “Pertama jelas memperluas link, kalau ikut KPN ini tahun berikutnya tidak bisa jadi panitia, hubungannya lebih intens dan lebih dekat. Saya walaupun alumni tahun lalu tetapi sekarang bisa deket dengan pemegang program karena memang kemaren saya aktif. Membangun jejaring nggak cuma kenalan. Terlibat hubungan lebih dalam sehingga memperluas jaringan apalagi ini se-Indonesia ya”.

TRANSKRIP WAWANCARA YANG SUDAH DIREDUKSI Hari/ Tanggal : Rabu, 27 April 2016

Waktu : 12.30 WIB - selesai Narasumber : IT

SW : Apakah motivasi Saudara mengikuti Program Kapal Pemuda Nusantara?

IT : “Saya ingin melihat Indonesia secara luas dan komprehensif dari berbagai sendi”.

SW : Budaya apa yang Anda tampilkan saat di kegiatan Kapal Pemuda Nusantara?

IT : “Dulu saya nari yaitu tari … sebagai modal kita untuk merepresentasikan kalo ini lo Jogja”.

SW : Dengan mengikuti Kapal Pemuda Nusantara ini apakah

memberikan kesadaran bahwa Indonesia satu Kepulauan, memiliki suku, budaya dan adat istiadat yang berbeda?

IT : “Jelas banget karena melalui ini kita tau bahwa Indonesia itu tidak hanya itu ada segmen-segmen yang mungkin tidak di expose entah itu karena ketimpangan infrastruktur, pendidikan, lebih peka lah. Berbagai macam budaya bisa melting kita ketika nyanyi dan mengaharukan itu ya ketika di kapal itu, Indonesia itu seluas ini dari Sabang sampai Merauke itu ada pemudanya semua dan ada pertukaran budaya, sifat jadi kemudian kita menjadi lebih peka”.

SW : Apa saja Kegiatan Kapal Pemuda Nusantara?

IT : “Banyak, yang pertama apel yang kedua itu materi, itu rutinitas

selama dikapal. Kalau malem itu pentas seni, menampilkan apa yang ada di setiap provinsi”.

SW : Salah satu kegiatan adalah penyampaian materi, apa saja materi yang disampaikan? Bagaimana metode penyampaian materinya? IT : “Materinya yang pertama adalah bela Negara, nasionalisme dari pihak

TNI, kemudian ada materi pengenalan tentang kapal, apa sih ini fungsinya, tentang kedaulatan, dan tentang kepribadian. Disampaikan dengan cara diskusi, ceramah dan presentasi”.

SW : Bagaimana sarana dan prasarana selama kegiatan?

IT : “Sebenarnya yang pasti adalah semua program tentang fisik dulu ya, air bersih, keamanan dan fasilitas. Fisik udah cukuplah untuk sebuah seleksi program. Ya untuk masalah kapal, karena KRI itu adalah kapal perang bukan untuk sipil jadi pakemnya militer makan pun menggunakan ompreng. Kita juga bisa akses ke tempat navigasi kapalnya. Bisa explore seluruh kapal dari atas sampai bawah. Dari segitu banyak oranglah dari berbagai suku, budaya, managemen kontrol menyesuaikan kondisinya seperti itu”.

SW : Apakah melalui Kapal Pemuda Nusantara dapat menjadi wadah para pemuda untuk berinteraksi dan diskusi mengenai potensi dari berbagai daerah?

IT : “Jelas karena disana kita kumpul dari semua propinsi di Indonesia,

jadi kita berinteraksi saling share tentang daerah nya masing-masing, tentang budaya, infrastruktur, pendidikan, potensi dari hasil kelautan dan juga pariwisatanya”.

SW : Hambatan apa yang dihadapi selama mengikuti Kapal Pemuda Nusantara? Lalu bagaimana solusi untuk menghadapi hambatan tersebut?

IT : “Aku dulu nggak wisuda S1, jadi bulan agustus September itu wisuda jadi barengan sama pas program ini jalan”.

SW : Setelah mengikuti Kapal Pemuda Nusantara manfaat apa yang diperoleh?

IT : “Menambah jaringan, menambah wawasan, kita jadi tambah tau

bagaimana kondisi daerah lain, bagaimana infrastruktur, pariwisata, pendidikan, dll. Tau masih banyak di daerah di Indonesia yang belum dikembangkan dan sangat berpotensi. Menjadi lebih peka terhadap apa yang sudah sebenarnya dilihat dan dirasakan”.

TRANSKRIP WAWANCARA YANG SUDAH DIREDUKSI