KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan
2. Kesimpulan Khusus
138
Senalice Mara, 2013
Peran Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Membangun Nasionalisme Generasi Muda Untuk Mecegah Konflik di Papua (Studi Kasus Pada SMA Negeri 1 Jayapura)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
penelitian, yaitu mengenai peran PKn dalam menumbuhkan nasionalisme peserta didik, yang terdiri atas Materi, Metode, Media, kendala dalam memngimplementasikan Pendidikan Kewarganegaraan untuk menumbuhakn nasionalisme peserta didik dan upaya untuk mengatasih kendala dalam mengimplementasikan Pendidikan Kewarganegaraan untuk menumbuhkan nasionalisme peserta didik. Untuk lebih jelaskannya simpulan dari penelitian ini adalah :
a. Materi Pembelajaran PKn telah diberikan sesuai dengan kebutuhan dalam menanamkan nasionalisme peserta didik melalui pembelajaran pendidikan kewarganegaraan. Dalam aspek pengembangan Civic Knowledge (pengetahuan kewarganegaraan), pembahasan tentang hakekat bangsa dan Negara disampaikan melalui kejadian dalam kehidupan sehari-hari. Melalui cara ini dapat membantu peserta didik siswa untuk dapat memahami apa yang dapat mereka lakukan dalam kehidupan bangsa bangsa dan negara. Dalam aspek pengembangan Civic Skills (kecakapan berfikir dan berpartisipasi), materi pembelajaran PKn di SMA Negeri 1 Jayapura telah diarahkan sebagai subjek pembelajaran yang menekankan pada isi yang mengusung nilai-nila nasionalisme. Dalam pengembangan Civic Disposition (pembentukan karakter dan watak kewarganegaraan sesuai dengan nilai-nilai nasionalisme), watak yang bertanggung jawab, disiplin, dan demokratis, cinta tana air diberikan melalui materi yang menekankan pentingnya hakekat bangsa dan Negara serta melatih siswa berperilaku baik dan selalu berpartisipasi aktif di sekolah seperti partisipasi dalam kegiatan-kegiatan osis dan ekstrakurikuler.
b. Dari aspek Media Pembelajaran, penggunaan media dan alat peraga sangat minim serta terbatas pada pembelajaran model ceramah dan menulis di papan tulis. Akibatnya, proses pembelajaran PKn
139
Senalice Mara, 2013
Peran Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Membangun Nasionalisme Generasi Muda Untuk Mecegah Konflik di Papua (Studi Kasus Pada SMA Negeri 1 Jayapura)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
menjadi kegiatan yang membosankan karena kurang interaktif dan minimnya terjadi komunikasi antara guru dan siswa. Dengan keterbatasan tersebut, kegiatan pembelajaran di kelas akhirnya cenderung hanya berorientasi pada target penguasaan materi, namun gagal dalam membekali siswa m emecahkan persoalan dalam jangka panjang dan juga proses pembelajaran membutuhkan waktu yang relatif lama. Namun guru selalu berupaya semaksimal mungkin agar semua persoalan tersebut dapat di atasi.
c. Metode pembelajaran PKn yang dianggap relevan untuk diterapkan di SMA Negeri 1 Jayapura yaitu menekankan pada pemecahan masalah adalah metode ceramah, diskusi, voting, serta metode tanya jawab. Melalui pemberian tugas individual, siswa diminta untuk menentukan sendiri topik permasalahan dan mencari pemecahan masalahnya. Materi pelajaran dilaksanakan secara interaktif dengan mengundang sebesar mungkin keterlibatan siswa. Tugas mandiri di luar kelas umumnya merupakan kunjungan dan observasi ke dinas pemerintahan, Instansi Kepolisian dan yang didukung studi literatur dari internet.
d. Dalam membangun nasionalisme generasi muda melalui pembelajaran dikelas maupun di luar kelas dapat mengalami kesulitan. O l e h k a r e n a i t u b e r b a g a i u p a y a s e l a l u d i l a k u k a n terhadap pembangunan nasionalisme generasi muda agar perilaku kehidupan generasi muda dimasyarakat bisa menjadi contoh dan teladan bagi generasi muda lainnya. Sebab perilaku generasi muda dan masyarakat Papua kususnya generasi muda masih jauh dari harapan Program PKn yang diselenggarakan di lembaga pendidikan formal seperti sekolah
140
Senalice Mara, 2013
Peran Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Membangun Nasionalisme Generasi Muda Untuk Mecegah Konflik di Papua (Studi Kasus Pada SMA Negeri 1 Jayapura)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Kewarganegaraan untuk menumbuhkan nasionalisme yaitu dengan berbagai cara agar mencapai tujuan pembelajaran, dan diperlukan adanya proses pembelajaran PKn yang pada hakikatnya merupakan proses interaksi antara siswa dan guru dalam mengoperasionalisasikan materi, media, d a n metode yang dilaksanakan secara sistematik dan terprogram, sebab pelaksanaan pembelajaran telah diarahkan sebagai subjek pembelajaran yang mengusung nilai-nilai (content embedding values) dan pengalaman belajar (learning experiences) dalam bentuk berbagai perilaku politik yang perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari peserta didik.
C. Rekomendasi
Berdasarkan hasil penelitian, penulis merekomendasikan beberapa hal berkaitan dengan peran pendidikan kewarganegaraan dalam menumbuhkan nasionalisme peserta didik. Rekomendasi ini disampaikan kepada berbagai pihak terkait yang memiliki kontribusi kuat terhadap pendidikan kewarganegaraan khususnya bagi pengajar Pendidikan Kewarganegaraan di lapangan.
1. Kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan khususnya guru-guru asli papua untuk terus membekali diri dengan informasi-informasi baru, dan melanjtukan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi agar dapat membina dan mendidik generasi muda Papua menjadi generasi yang lebih baik di masa yang akan datang.
2. Guru-guru Pendidikan Kewarganegaraan di lapangan diharapkan dapat terus mengembangkan inovasi-inovasi pembelajaran. Oleh karena itu dalam kegiatan pembelajaran pendidikan kewarganegaraan ini harus adanya usaha dari guru untuk dapat mengembangkan materi, media dan motode pembelajaran yang dapat menumbuhkan nasionalisme pada diri peserta didik. Selain itu untuk para guru direkomendasikan agar terus
141
Senalice Mara, 2013
Peran Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Membangun Nasionalisme Generasi Muda Untuk Mecegah Konflik di Papua (Studi Kasus Pada SMA Negeri 1 Jayapura)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
menanamkan nilai-nilai kebangsaan melalui keteladanan perilaku dan tutur kata sebagai upaya dalam menanamkan nasionalisme, agar tercipta saling menghargai dan menghormati perbedaan dan menghormati keanekaragaman suku bangsa yang berdiam di bumi Pertiwi.
3. Kepada peserta didik SMA Negeri 1 Jayapura sebagai generasi penerus cita-cita bangsa penulis sarankan agar terus memupuk nasionalismenya dengan memberdayakan segenap kemampuan dan kreatifitas yang dimilikinya dengan cara meningkatkan motivasi belajar, dan mengubah pola pikir bahwa belajar bukan hanya dilakukan di kelas namun juga dapat dilakukan di lingkungan dan kehidupan sehari-hari.
4. Kepala sekolah diharapkan dapat selalu memberikan motivasi dan kesempatan yang seluas-luasnya kepada para guru untuk mengembangkan potensinya demi meningkatakan kompetensinya dalam melaksanakan pembelajaran serta mencobakan pembelajaran yang actual.
5. Kepada para pengambil kebijakan dalam bidang pendidikan, terutama para pengembang kurikulum pendidikan dari tingkat proponsi sampai nasional diharapkan untuk memanifestasikan nasionalisme ke dalam kurikulum pendidikan nasional.
6. Kepada pengamat dan pemerhati masalah pendidikan, diharapkan terus berusaha menyebarkan wacana dan pemahaman multikulturalisme dan pendidikan multikultural melalui berbagai media yang lebih efektif dan efisien. Mengingat konsep nasionalisme belum terlalu banyak dipahami oleh generasi muda Indonesia saat ini.
7. Kepada peneliti selanjutnya yang tertarik dengan permasalahan tersebut direkomendasikan untuk secara spesifik mengkaji dan menelaah
masalah-142
Senalice Mara, 2013
Peran Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Membangun Nasionalisme Generasi Muda Untuk Mecegah Konflik di Papua (Studi Kasus Pada SMA Negeri 1 Jayapura)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
masalah mengenai peran pendidikan kewarganegaraan dalam menumbuhkan nasionalisme generasi muda yang b u k a n merupakan hal baru ini dimaksudkan untuk memberikan rangsangan kepada guru-guru dalam mengimplementasikan pembelajaran pendidikan kewarganegaraan dalam menumbuhkan nasionalisme peserta didik dan dapat menerapkan model pembelajara yang tepat untuk menjawab tantangan pendidikan sekarang ini dengan melihat pada kondisi bangsa saat ini.
142
Senalice Mara, 2013
Peran Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Membangun Nasionalisme Generasi Muda Untuk Mecegah Konflik di Papua (Studi Kasus Pada SMA Negeri 1 Jayapura)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR PUSTAKA
Buku-buku
AL Araf dkk, (2011), Sekuritisasi Papua (Implikasi Pendekatan Keamanan
Terhadap Kondisi Keamanan di Papau), Imprasial, The Indonesian Human Rights Monitor, Jakarta.
Adriana Elisabeth dkk, (2005), Agenda dan Potensi Damai di Papua, Jakarta, LIPI.
Abdulla Taufik, (1974), Pemuda dan Perubahan Sosial, PT Pustaka LP3S Indonesia, Jakarta.
Almond dan Verba, (1990), Budaya Politik Tingka Laku Politik Demokrasi dilima Negara (Terjemahan Oleh Sahat Simamora). Jakarta Bumi Aksara.
Branson S. Margaret dkk, (1999). Belajar Civec Education Dari Amerika. Diterbitkan atas Kerja Sama Lembaga Kajian Island an Sosial (LKiS) dan The Asia Foudation (TAF).
Bodine, R.J., Crawford, D.K dan Schrumpf, (1994), Creating the Peacceble School, Comprehensive Program For Teaching Conflict Resolution : Program Guide. Champaing, Illinois: Research Press.
Budimasyah D. (2002), model pembelajaran dan penilaian berbasis portofolio, Bandung:PT Genesindo.
Budimansyah, D. Dan Suryadi, K. (2008), PKn dan Masyarakat M u ltikultural. Bandung: Program Studi PKn SPs UPI.
Cogan John, J, (1998), Developing The Civil Society : The Confrance on Civic Education For Civc Society, Organized By Cived In Colaboration With Visis. Bandung Htel Papandaya, Maret 16-1999.
Cogan John dan Drricot, (1998), Citizenship For The 21 Ceuntry : An Internasional Perpektive an Edication, London Cogen Page.
143
Senalice Mara, 2013
Peran Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Membangun Nasionalisme Generasi Muda Untuk Mecegah Konflik di Papua (Studi Kasus Pada SMA Negeri 1 Jayapura)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Center For Indonesia Civic Education/CICED, (1999). Democratic Citizen In a Civic Society : Report Of The Cenference On Civic Education For Civic Society, Bandung, CICED.
Deutsch, Morton (2000), Cooperation and Competition, dalam The Hanbook of Conflict Resolution Theory and Pratice (Eds, Deutsch, M. dan Coleman, P.T). San Fracisco: Jossey-Bass Publishers.
Emelia Emi, (2011), Menulis Tesis dan Disertasi; Alfabeta Bandung.
Gafaf,afan. (2006), Politik Indonesia Transisi Menuju Demokrasi; Pustaka Pelajar Yogyakarta.
Grosby Steven. (2009), Sejarah Nasionalisme (Asal Ususl Bangsa dan Tanah Air); Pustaka Pelajar. Yogyakarta.
Hendricks William, (2008), Bagaimana Mengelalo Konflik, Bumi Aksara, Jakarta.
Kunsil (1986) Nasionelisme, Arti dan sejarah, Terjemahan Sumartri Metrodipuro, Jakarta Airlangga.
H.A.Kosasi.D, R, dan Rusnaini. (2011). Pendidikan Karakter : Nilai Inti Bagi Upaya pembinaan kepribadian Bangsa. (Penghargaan dan penghormatan 70 Tahun Prof.Dr.H.Endang Somantri,M.Ed). Wijaya aksara Press Bekerja Sama Dengan Jurusan PKN-UPI. Bandung
Lincoln and Guba. (1985). Naturalistic Inquiry. London : Sage Publication.
Liliweri. A. (2005) Prasangka dan konflik. Komunikasi Lintas Budaya Masyarakat Multikultur. Yogyakarta: LkiS Pelangi Aksara.
Maftuh, Bunyamin. (2008). Pendidikan Resolusi Konflik: Membangun Generasi Muda yang Mampu Menyelesaikan Konflik Secara Damai. Bandung: Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan, Universitas Pendidikan Indonesia.
144
Senalice Mara, 2013
Peran Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Membangun Nasionalisme Generasi Muda Untuk Mecegah Konflik di Papua (Studi Kasus Pada SMA Negeri 1 Jayapura)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Materay Bernada, (2012), Nasionalisme Ganda Orang Papua, PT Kompas Media Nusantara, Jakarta.
Mahpudz Asep, (2006). Pendidikan Nilai Moral Dalam Dimensi Pendidikan Kewarganegaraan, (Menyambut 70 Tahun Prof Drs, H.A Kosassih Djahiri). Laboratorium Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) FPIPS-UPI Bandung. Miles, Mattew B dan A. Michael Huberman. (2007). Analisis Data Kualitatif Buku
Sumber Tentang Metode-motode baru. Jakarta : Universitas Indoneisa Press. Muridan S. Widjojo. (2009). Papua Road Map, Negotiating the Past, Improving
the Present and Securing the Future, Jakarta : LIPI, Yayasan TIFA dan Yayasan Obor Indonesia.
Moleong, Lexy J. (2003). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Muhammad, I. Takdir. (2012) Nasionalisme Dalam Bingkai Pluralitas Bangsa.Ar-Ruzz Media. Jogyakarta.
Nasution. (1996). Merode Penelitian Naturalistik Kualitatif. Bandung: PT Tarsito
Nazir, Moh. (2005). Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Nasrullah, N. (2009), Teori-Teori Sosiologi, Widya Padjadjaran, Bandung
Nurhadi, (2004), Kurikulum 2004 (Pertanyaan dan Jawaban). Jakarta : Penerbit PT. Gramedia Widiasana Indonesia
Ranjabar, J. (2008) Sistem Sosial Budaya Indonesia Suatu pengantar. Bogor: Ghalia Indonesia.
Syarbaini Syahrial, Wahid Aliaras dan Wibowa Sugeng; (2006), Membangun Karakter dan Kepribadian malalui Pendidikan Kewarganegaraan, Penerbit
145
Senalice Mara, 2013
Peran Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Membangun Nasionalisme Generasi Muda Untuk Mecegah Konflik di Papua (Studi Kasus Pada SMA Negeri 1 Jayapura)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Graha Ilmu, Yogyakarta
Satori, D dan Komariah (2009), Metode Penelitian Kualitatif, Alfabeta Bandung.
Sapriya.(2007) Prespektif Pendidikan Kewarganegaraan Sebagai Pendidikan Karakter. Sekolah Pasca Sarjana Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung Sutrisno dan Puranto,(2008), Teori-Teori Kebudayaan, Humanior, Kanisius;
yogyakarta.
Sangganagara H, (2010), “Sistem Pendidikan dengan Format Kebangsaan” Makalah
pada Seminar Nasional Membangun Sistem Pendidikan yang Sesuaidengan Visi.
Sundawa Dadang dkk, (2008), Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, Penerbit Laboratorium Pendidikan Kewarganegaraan Universitan Pendidikan Indonesia, Bandung
Sugiyono, (2011), Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D, Alfabeta Bandung.
(2008), Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D, Alfabeta Bandung.
Smith D. Anthony, (2003); Nasionalisme (Teori, Ideologi, Sejarah), Penerbit Erlangga Jakarta.
; (1983). TheoriesOf Nasionelism. New York : Harves and Meir Simanjuntak B dan Pasaribu L.I, (1990), Membina dan Mengembangkan Generasi
Muda; Penerbit Tarsito Bandung.
Susan, N. (2009) Sosiologi Konflik dan Isu-Isu Konflik Kontemporer. Jakarta: Prenada Media Group.
146
Senalice Mara, 2013
Peran Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Membangun Nasionalisme Generasi Muda Untuk Mecegah Konflik di Papua (Studi Kasus Pada SMA Negeri 1 Jayapura)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Bandung
Syamsudin, Azis, (2008). Kaum Muda Menatap Masa Depan Indonesia, PT Wahana Semesta Intermedia Jakarta.
Wahab Aziz Abdul dan Sapriya, (2011) Teori dan Landasan Pendidikan Kewarganegaraan; Alfabeta Bandung.
Winataputra U.S. (2004). Pendidikan Kewarganegaraan dalam Perspektif Pencerdasan Kehidupan Bangsa. Disampaikan pada Temu Sambut Guru Besar FKIP UT. Jakarta: FKIP UT.
______, (2006). Pendidikan Guru untuk menunjang Profesi Kolektif mencerdaskan Kehidupan Bangsa’ (dalam Budimansyah dan Syam (ed) (Pendidikan Nilai Moral dalam Implementasi Pendidikan Kewarganegaraan). Lab, PKn FPIPS-UPI Bandung.
______, (2012). Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Perspektif Pendidikan Untuk Mencerdaskan Kehidupan Bangsa (Gagasan, Instrumentasi, dan Praktis). Widya Aksara Pres. Bandung.
______ & Budimansyah, D. (2007). Civic Education: Konteks, Landasan, Bahan Ajar dan Kultur Kelas. Bandung: Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan SPs UPI.
Wonda Sendius, (2009), Jeritan Bangsa (Rakyat Papua Barat Mencari Keadilan), Yogyakarta, Galang Press.
Tesis dan Disertasi :
Anggraeni Leni, (2009), PengembanganPendidikan Kewarganegaraan Berbasis Mutlikulturan Dalam Memupuk Nasionalisme Siswa :(Studi Kasus di SMA Santo Aloysius Bandug); Tesis Program Pasca Sarjana UPI Bandung, Tidak Diterbitkan.
147
Senalice Mara, 2013
Peran Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Membangun Nasionalisme Generasi Muda Untuk Mecegah Konflik di Papua (Studi Kasus Pada SMA Negeri 1 Jayapura)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Kardiman Yuyus;(2008) Tesis : Membangun Kembali Karakter Bangsa Melalui Situs-Situs Kewarganegaraan, Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan Sekolah Pasca Sarjana UPI. Bandung, Tidak Diterbitkan.
Mardawani (2010) Pembinaan Semangat Nasionalisme Indonesia Dalam Menghadapi Tantangan Kosmopotalisme dan Etnisitas Melalui Pembelajaran Pkn (Tesis Magister Pada Program Pasca Sarjana UPI). Bandung. Tidak Diterbitkan.
Manufandu Septer, (2010) “Akses Masyarakat Papua Dalam
Pelayanan Publik”. Makalah
Winataputra, U.S. (2001). Jatidiri Pendidikan Kewarganegaraan Sebagai Wahana Sistemik Pendidikan Demokrasi: Suatu Kajian Konseptual Dalam Konteks Pendidikan IPS. Disertasi PPS UPI: tidak diterbitkan.
Tuhutera, Laros (2009, Peran Pendidikan Kewarganegaraan Dalam PembentukanKarakter Generasih Muda Pasca Konflik Ambon; (Studi Kasus Pada Sekolah SMAN 09 Kota Ambon). Tesis Program Pasca Sarjana UPI Bandung, Tidak Diterbitkan.
Uruwaya Hiskia (2010), Implikasi Ototnomi Kusus Terhadap Nasionalisme Warga Negara Muda di Propinsi Papua, (Studi Kasus Pada Mahasiswa Universitas Cenderawasih Jayapura), Tesis Program Pasca Sarjana UPI Bandung, Tidak Diterbitkan.
Jurnal dan Websaite :
Jurnal Pendidikan Karakter, Publikasi Ilmiah Pendidikan Umum dan Nilai Vol 2 edisi juli 2010, Penerbit Asosiasi Sarjana dan dosen Pendidikan Umum dan Nilai, Gedung SPS UPI Bandung lantai 6.
148
Senalice Mara, 2013
Peran Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Membangun Nasionalisme Generasi Muda Untuk Mecegah Konflik di Papua (Studi Kasus Pada SMA Negeri 1 Jayapura)
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu http:// www// Id/ Wikipedia.org/Wiki/ Patriotisme
http:// nasionalisme.. Com. Ibni Hasim
http:// Ujank. Web. Id/ Coretan- Makalah Nasionalisme 17-12-2012
Http:// 12/10/2012. http://ml.scribd.com/doc/78945776/Bahan-Papua
http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/01/12/konsep-media-pembelajaran/