A. Kesimpulan 1. Kesimpulan Umum
2. Kesimpulan Khusus
Dalam kesimpulan khusus ini merupakan jawaban atas pertanyaan penelitian yang diajukan peneliti yaitu sebagai berikut :
a. Kondisi Widyaiswara awal sebelum mengikuti diklat TOT di BPPS (Balai Pelatihan Pekerja Sosial) Kota Cimahi
Berdasarkan gambaran hasil penelitian mengenai kondisi widyaiswara sebelum mengikuti diklat TOT dilingkungan BPPS kompetensi awal yang dimilki para widyaiswara cukup memenuhi standar mutu dan kualitasnya seperti kompetensi pengelolaan pembelajaran, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, kompetensi akademik .
Para widyaiswara dalam menambah dan memperdalam pengetahuannya dalam dunia widyaiswara dalam hal mengajar dan mengelola diklat, diklat TOT ini sangat membantu dan menjadi salah satu upaya yang sangat efektik dalam memberikan keterampilan dan pengelolaan dalam penyelenggaraan diklat seperti kesiapan dan penguasaan dalam teknik mengajar, dan keterampilan teknik dan penguasaan kelas untuk para widyaiswara. Diklat TOT ini memberikan pengetahuan mengenai taapan diklat dalam hal perencanaan, pelaksanaan, evaluasi diklat. Diklat TOT ini juga dapat menambah angka kredit mereka dalam meningkatkan mutu kualitas widyaiswara. Motivasi dan kesiapan diri para peserta merupakan faktor yang sangat di perhatikan sebelum mengikuti diklat TOT, dorongan dari dalam diri atau kemauan merupakan hal yang dianggap penting dalam membantu keberlangsungan diklat TOT ini. Karena dalam menambah ilmu yang sebelumnya telah dimilki oleh widyaiswara harus adanya keinginan diri sendiri dalam meningkatkan potensi yang telah mereka milki sejak awal.
109
b. Tahapan dan proses pada diklat TOT untuk para widyaiswara di BPPS Kota Cimahi.
Pada umunya proses pembelajaran pada diklat TOT yang diselenggarakan BPPS kota Cimahi ini dilaksanakan berdasarkan tahapan tahapan penyelenggaraan diklat seperti perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi diklat. Proses perencanaan seperti proses Identifikasi Kebutuhan Latihan (IKL) hasil dari identifikasi tersebut disusun menjadi rancangan kegiatan pelatihan. Setelah dilaksanakannya IKL maka diperoleh data-data yang didapatkan untuk menyusun rancangan kegiatan diklat. Hasil identifikasi kebutuhan ini dapat dijadikan dasar bagi penyusuna jenis- jenis kebutuhan belajar jenis – jenis kebutuhan belajar. Jenis- jenis kebutuhan belajar tersebut kemudian di tata secara cermat dan berurutan .
Kurikulum yang digunakan pada diklat TOT ini yaitu berasal dari pusat (curriculum based trainning ) yang dikembangkan kembali oleh widyaiswara menjadi bahan ajar yang disusun kedalam modul diklat . Sarana dan prasarana di BPPS Kota Cimahi hingga pada saat ini sudah terpenuhi namun perlu adannya penambahan untuk menunjang dalam proses pembelajaran berlangsung.Pembiayaan pada pelatihan ini berasal dari DIPA (Daftar isian Pelaksana Anggaran) Satker Balai Pelatihan Pelatihan Pekerja Sosial tahun angaran 2012, sedangkan yang menjadi penanggung jawab mengenai dana diklat tersebut yaitu Satker BPPS Kota Cimahi yang ditangani oleh penangung jawab keuangan dan dilaksanakan oleh pelaksana penanggung jawab kegiatan .
110
c. Perubahan Perubahan seperti apa saja yang terlihat pada widyaiswara setelah mengikuti diklat TOT di di BPPS (Balai Pelatihan Pekerja Sosial) Kota Cimahi
Berdasarkan hasil penelitian melalui hasil wawancara kepada penyelengaraa (panitia), widyaiswara (peserta), fasilitator di BPPS ini diketahui bahwa, perubahan yang terlihat pada widyaiswara selama proses diklat berlangsung yaitu adanya perubahan aspek seperti: Aspek kongnitif (perubahan pengetahuan) :para widyaiswara diberikan pembelajaran dalam menambah pengetahuan mereka mengenai mutu penyelengaraan diklat seperti proses perencana, pelaksanaan, dan evaluasi. Tindakan dan proses didalam kelas mereka dapatkan beberapa teknik yang lebih baik digunakan selama proses diklat berlangsung, menyususn desain pembelajaran serta kurikulum. Aspek apektif (prilaku): selama masa diklat berlangsung perubahan perilaku yang mereka dapatkan yaitu, mereka mampu menguasai teknik penguasaan kondisi kelas untuk para orang dewasa, dan dalam hal sosialisasi selam diklat mereka mampu mengontrol ego mereka dalam kelompok yang diberikan oleh panitia selama masa diklat TOT yang mereka jalani. Aspek psikomotorik (keterampilan): keterampilan yang dirasakan para widyaiswara yang dirasakan yaitu mereka mampu memiliki keahlian dalam mengajar didepan kelas yaitu teknik penyampaian materi yan lebih inovasi dan kreatif agar mudah diserap dan di tangkap oleh para peserta diklat. pencairan suasana atau ice breaking yang bermacam- macam juga merupakan bekal untuk mereka praktekkan nanti sewaktu mereka menjalankan tugasnya sebagai widyaiswara .
111
d. Kontribusi diklat TOT dalam meningkatkan kompetensi widyaiswara dilingkungan BPPS ( Balai Pelatihan Pekerja Sosial ) Kota Cimahi
Berdasarkan hasil penelitian bahwa kontribusi diklat dalam meningkatkan mutu kompetensi sangat berperan penting dalam meningkatkan mutu kualitas seorang widyaiswara terhadap jumlah kompetensi standar yang mereka capai selama diklat TOT yang diselengarakan di BPPS Kota Cimahi. Mutu penyelengaraan diklat TOT untuk para widyaiswara sangat menunjang kariernya seperti teknik menyusun analisis kebutuhan, menyusun kurikulum, menyusun bahan ajar, mengelola program diklat hal yang memang setiap berjangka mereka tingkatkan selama masa kerja menjadi seorang widyaiswara .
a. Saran dan Rekomendasi
Sehubungan dengan hasil temuan penelitian selanjutnya dapat dikemukakan beberapa saran diantarannya yaitu :
1. Manajemen Diklat
Penyelengaraan diklat yang dilaksanakan oleh BPPS Kota Cimahi sudah dikelola dengan tepat, namun perlu adanya penambahan saran dan prasarana yang menunjang dalam proses pembelajaran selama diklat berlangsung selain menunjang dalam proses pembelajaran juga dapat memotivasi peserta dalam pembelajaran.
2. Widyaiswara (fasilitator)
Widyaiswara mampu lebih membuat para peserta dapat lebih semangat dalam mengikuti proses diklat dengan upaya –upaya yang lebih beragam melalui cara- cara yang lebih inovatif sehingga peserta lebih terdorong untuk meningkatkan baik pengetahuan, kemampuan, wawasan,
112
maupun prestasi yang dimilikinya. Upaya yang dilakukan oleh widyaiswara dapat dikembangkan terutama dalam membangun suasana kelas yang partisipatif agar peserta lebih termotivasi dalam belajar, seperti penggunaan metode pembelajaran yang beragam dalam penerapannya perlu lebih kreatif .
3. Peserta
Kesiapan para peserta diklat sudah sangat tinggi sesuai dengan yang diharapkan, terlihat dari tujuan nya masing- masing dalam mengikuti diklat pada umumnya mengikuti diklat ini yaitu guna untuk meningkatkan potensi dan keterampilan yang mereka milki agar lebih berkembang. Sehingga semangat yang dimilki oleh peserta harus dipertahankan hingga kapanpun untuk diklat TOT selanjutnya .