• Tidak ada hasil yang ditemukan

KESIMPULAN DAN SARAN

7.1 Kesimpulan

1. Pengaruh Tebu yang Digiling terhadap Kapasitas Giling dimasing – masing

dapat disimpulkan bahwa semakin besar/meningkat pula kapasitas giling, tebu yang digiling, maka semakin meningkat. Begitu pula untuk apabila ketiga pabrik gula dianalisa secara bersama-sama.

2. Pengaruh Jumlah Hari Giling terhadap Kapasitas Giling Pabrik Gula

Pajarakan dan Gending berpengaruh total nyata. Hal tersebut menunjukkan bahwa Jumlah hari giling tidak memberikan dampak apapun terhadap peningkatan maupun penurunan kapasitas giling pada kedua Pabrik Gula tersebut. Sedangkan untuk Pabrik Gula Wonolangan Jumlah hari giling berpengaruh nyata terhadap kapasitas giling. Hal tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi jumlah hari giling semakin meningkat pula kapasitas giling dari Pabrik Gula Wonolangan.

Apabila ketiga Pabrik Gula tersebut dianalisis bersama bahwa jumlah hari giling berpengaruh nyata terhadap kapasitas giling. Hal tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi jumlah hari giling semakin meningkat pula kapasitas giling di Pabrik Gula : Pajarakan, Gending, dan Wonolangan.

3. Pengaruh Jam Berhenti Giling terhadap kapasitas giling unutk Pabrik Gula

Pajarakan, dan Wonolangan berpengaruh nyata. Hal tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi jam berhenti giling semakin menurun pula kapasitas gilingnya. Sedangkan jam berhenti giling tidak berpengaruh nyata terhadap

kapasitas giling pada Pabrik Gula Gending. Hal tersebut menunjukkan bahwa jam berhenti giling tidak memberikan dampak apapun terhadap peningkatan maupu penurunan kapasitas giling. Begitu pula apabila ketiga pabrik gula tersebut apabila dianalisa bersama bahwa jam berhenti giling tidak berpengaruh nyata terhadap kapasitas giling.

4. Pengaruh Overall Recovery terhadap Kapasitas Giling dari masing-masing

pabrik gula tidak berpengaruh nyata, hal tersebut menunjukkan bahwa overall recovery tidak memberikan dampak apapun terhadap peningkatan maupun penurunan kapasitas giling. Begitu pula apabila ketiga pabrik gula Pajarakan, Gending dan Wonolangan dianalisa bersama-sama memberikan hasil tidak berpengaruh nyata.

5. Pengaruh Hablur terhadap Kapasitas Giling menunjukkan berpengaruh nyata.

Keadaan tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi hablur yang dihasilkan semakin tinggi pula kapasitas giling di ketiga pabrik gula tersebut. Begitu pula apabila ketiga pabrik gula tersebut dianalisa bersama-sama juga menunjukkan bahwa hablur berpengaruh nyata terhadap kapasitas giling.

6. Tren perkembangan Kapasitas Giling

a. Pabrik Gula Pajarakan mengalami penurunan sebesar 0,0620% sejak tahun

1977-2006.

b. Pabrik Gula Gending mengalami penurunan sebesar 0,0957% sejak tahun

1977-2006.

c. Pabrik Gula Wonolangan mengalami penurunan sebesar 0,0620% sejak

91

d. Gabungan (total) ketiga pabrik gula mengalami kenaikkan sebesar

0,1525% setiap tahun 1977-2006. 7. Tren Tebu Digiling.

a. Pabrik Gula Pajarakan mengalami kenaikan sebesar 0,7355% setiap tahun

sejak tahun 1977-2006.

b. Pabrik Gula Gending mengalami kenaikan sebesar 0,5410% setiap tahun

sejak tahun 1977-2006.

c. Pabrik Gula Wonolangan mengalami kenaikan sebesar 0,4134% setiap

tahun sejak tahun 1977-2006.

d. Gabungan (total) ketiga pabrik gula mengalami kenaikkan sebesar

0,5468% setiap sejak tahun 1977-2006. 8. Tren Perkembangan Jumlah Hari Giling.

a. Pabrik Gula Pajarakan mengalami kenaikan sebesar 0,6371% setiap tahun

sejak tahun 1977-2006.

b. Pabrik Gula Gending mengalami kenaikan sebesar 0,2794% setiap tahun

sejak tahun 1977-2006.

c. Pabrik Gula Wonolangan mengalami kenaikan sebesar 0,0208% setiap

tahun sejak tahun 1977-2006.

d. Gabungan (total) ketiga pabrik gula mengalami kenaikkan sebesar

9. Tren Perkembangan Jam Berhenti Giling

a. Pabrik Gula Pajarakan mengalami kenaikan sebesar 3,1266% setiap tahun

sejak tahun 1977-2006.

b. Pabrik Gula Gending mengalami kenaikan sebesar 1,5846% setiap tahun

sejak tahun 1977-2006.

c. Pabrik Gula Wonolangan mengalami kenaikan sebesar 0,2884% setiap

tahun sejak tahun 1977-2006.

d. Gabungan (total) ketiga pabrik gula mengalami kenaikkan sebesar

1,7598% setiap sejak tahun 1977-2006. 10. Tren Perkembangan Over all Recovery

a. Pabrik Gula Pajarakan mengalami kenaikan sebesar 0,0215% setiap tahun

sejak tahun 1977-2006.

b. Pabrik Gula Gending mengalami kenaikan sebesar 0,1017% setiap tahun

sejak tahun 1977-2006.

c. Pabrik Gula Wonolangan mengalami kenaikan sebesar 0,0213% setiap

tahun sejak tahun 1977-2006.

d. Gabungan (total) ketiga pabrik gula mengalami kenaikkan sebesar

0,0192% setiap sejak tahun 1977-2006. 11. Tren Perkembangan Hablur.

a. Pabrik Gula Pajarakan mengalami kenaikan sebesar 0,0278% setiap tahun

sejak tahun 1977-2006.

b. Pabrik Gula Gending mengalami kenaikan sebesar 0,3197% setiap tahun

93

c. Pabrik Gula Wonolangan mengalami kenaikan sebesar 0,1542% setiap

tahun sejak tahun 1977-2006.

d. Gabungan (total) ketiga pabrik gula mengalami kenaikkan sebesar

0,1608% setiap sejak tahun 1977-2006.

7.2 Saran –saran

1. Bila dilihat dari Gabungan (total) kapasitas giling di ketiga pabrik gula

meningkatkan walaupun untuk Pabrik Gula Pajarakan sering terjadi kerusakan di dalam pabrik. Jam berhenti giling dapat terjadi diluar pabrik, Misalnya pasok tebu yang tidak lancar. Disarankan untuk meneliti penyebab jam berhenti tinggi disebabkan di dalam Pabrik ataukah di luar pabrik dan di perbaiki sesuai dengan penyebabnya.

2. Tren tebu yang digiling setiap tahunnya meningkat, namun bila melihat

tren hablur yang mengalami penurunan, maka disarankan : Kualitas tebu yang masuk Pabrik Gula perlu diperbaiki menuju ke BSM (Bersih, segar, masak)

3. Tren Perkembang jumlah hari giling meningkat, namun tren hablur yang

dihasilkan menurun, maka disarankan untuk mengefisienkan dengan memperbaiki pabrik agar jam berhenti giling dapat dikurangi dan Overall recoverynya diperbaiki.

4. Perlu digeser waktu mulai giling disesuaikan dengan komposisi varietas

pada saat mencapai rendemen optimal. Atau melakukan seleksi tebu masuk Pabrik Gula untuk mencapai kemasakan optimal.

5. Perkembangan/tren jam berhenti giling meningkatkan setiap tahunnya. Hal ini dapat dipastikan sering terjadi kerusakan di dalam pabrik itu sendiri. Walaupun jam berhenti giling dapat terjadi diluar pabrik, misalnya pasak tebu yang tidak lancar. Disarankan untuk meneliti penyebab jam berhenti yang cenderung tinggi disebabkan oleg faktor di dalam pabrik ataukah di luar pabrik dan diperbaiki sesuai dengan penyebabnya.

6. Bila dilihat dari Gabungan (total) tren Overall Recovery terjadi penurunan, walau tidak signifikan. Namun Pabrik Gula Pajarakan dan Wonolangan tren overall Recoverynya meningkat, sehingga perlu penyetelan- penyetelan pabrik yang lebih tepat agar lebih efisien. Disarankan saat pabrik tidak giling dilakukan Over haul/reperasi total sebaik mungkin agar tingkat efisiensi yang diharapkan dapat dicapai.

7. Tren Perkembangan Hablur meningkat tidak signifisikan hanya di Pabrik

Gula Pajarakan. Namun Pabrik Gula Gending dan Pabrik Gula Wonolangan terjadi penurunan. Hablur merupakan hasil akhir dari suatu industri gula untuk menghasilkan hasil hablur yang lebih baik disarankan agar kinerja mulai di tingkat petani (on farm) hingga di tingkat pabrik (off farm) mekanisme dan kinerjanya diperbaiki.

95

DAFTAR PUSTAKA

Adisasmito, K. 1998. Sistem Kelembagaan Sebagai salah satu sumber pokok Permasalahan Program TRI. Suatu Tinjauan Retrospeksi, Bulletin P3GI Pasuruan. 148 : 59 – 85.

Amang, B. 1994. Pemasaran Gula Pasir di Indonesia. Gula Indonesia XIX (3) : 5 – 8.

Anonim. 2006. Kabupaten Probolinggo dalam Angka. Tahun 2005/2006.

Anonim. 1998. Kepres No. 19 Tahun 1998 tentang Pembatasan Wewenang Bulog Anonim. 2004. Master Plan Pengembangan Perkebunan Tebu dan Industri

Berbasis Tebu di Jawa Timur. Konsolidasi Perkebunan Berbasis Tebu di Jawa Timur. Dinas Perkebunan Propinsi Jawa Timur. Proyek Pengembangan Tebu Jawa Timur berkerjasama dengan Pusat Penelitian Perkebunan Indonesia.

Anonim. 2006A. Selayang Pandang Pabrik Gula Gending. PG Gending Tahun 2006. 10 hlm.

Anonim. 2006B. Selayang Pandang Pabrik Gula Pajarakan. PG Pajarakan Tahun 2006. 8 hlm.

Anonim. 2006C. Selayang Pandang Pabrik Gula Wonolangan. PG Wonolangan Tahun 2006. 11 hlm.

Anonim. 2001. Studi Konsulidasi Pergulaan Nasional. Laporan Akhir. Proyek Pengembangan Sumber Daya, Sarana dan Prasarana Perkebunan Pusat. Dirjen Bina Produksi Perkebunan. Bekerjasama dengan Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia. November 2001. 205 hlm.

Budijono, Purnomo dan I. Sukinoto. 1998. Keragaan Tebu Rakyat Indesiplikasi (TN) di Propinsi Sumatra Utara, Berita P3GI Pasuruan No. 21 : 10 – 12. Budiman, Sri. 1994 Tinjauan Kinerja Pabrik-pabrik Gula di Indonesia. Pros. Pert.

Tek. 1994. P3GI Pasuruan.

Clarke, M.A; Roberts EJ; Godshall, MA; Carpenter, FC; dan Coll, EE. 1980. Sucrose Losses in Manufacture of Cane of Sugarcane. Proc. XII. ISSCT Congr. 2191 hlm.

Dewan Gula Indonesia. 1999. Restrukturisasi Gula Indonesia. Aput. 1999. Publikasi Intern Dewan Gula Indonesia dan Bahan Diskusi Reformasi Gula Indonesia. DGI. Jakarta.

Gandana, SG dan Timbul Ananta. 1978. Ikhtisar Angka Perusahaan Masa Giling 1977. P3GI Pasuruan. 137 hlm.

Gandana, SG dan Timbul Ananta. 1979. Ikhtisar Angka Perusahaan Masa Giling 1978. P3GI Pasuruan. 168 hlm.

Hadi, Samsul dan Sutrisno. 1998. Ichtisar Angka Perusahaan Masa Giling 1997. P3GI Pasuruan. 122 hlm.

Hadi, Samsul dan Sutrisno. 1999. Ikhtisar Angka Perusahaan Masa Giling 1998. P3GI Pasuruan. 134 hlm.

Hadi, Samsul dan Sutrisno. 2000. Ikhtisar Angka Perusahaan Masa Giling 1999. P3GI Pasuruan. 134 hlm.

Hadi, Samsul dan Sutrisno. 2001. Ikhtisar Angka Perusahaan Masa Giling 2000. P3GI Pasuruan. 133 hlm.

Hadi, Samsul dan Sutrisno. 2002. Ikhtisar Angka Perusahaan Masa Giling 2001. P3GI Pasuruan. 138 hlm.

Hadi, Samsul dan Sutrisno. 2003. Ikhtisar Angka Perusahaan Masa Giling 2002. P3GI Pasuruan. 132 hlm.

Hadi, Samsul dan Sutrisno. 2004. Ikhtisar Angka Perusahaan Masa Giling 2003. P3GI Pasuruan. 103 hlm.

Hadi, Samsul dan Sutrisno. 2005. Ikhtisar Angka Perusahaan Masa Giling 2004. P3GI Pasuruan. 109 hlm.

Martoyo, T. 1997. Kecendrungan Penurunan Efisiensi Pabrik Gula pada Dua Dekade Terakhir. Gula Indonesia.

Martoyo, T. 1996. Gula Mutu Tinggi dan Teknologi Pembuatannya. Gula Indonesia. XXI (2-3) : 7-21.

Martoyo, T. 2000. Masalah Krisis dalam Pengolahan Gula Kaitannya dengan Kualitas Bahan Baku. Gula Indonesia. XXII : 13-18.

Mochtar, M; Timbul Ananta, dan SG Gandana. 1980. Ikhtisar Angka Perusahaan Masa Giling 1979. P3GI Pasuruan. 167 hlm.

97

Mochtar, M; Timbul Ananta, dan SG Gandana. 1981. Ikhtisar Angka Perusahaan Masa Giling 1980. P3GI Pasuruan. 169 hlm.

Mochtar, M; Timbul Ananta, dan SG Gandana. 1982. Ikhtisar Angka Perusahaan Masa Giling 1980. P3GI Pasuruan. 160 hlm.

Mochtar, M; Timbul Ananta, dan SG Gandana. 1983. Ikhtisar Angka Perusahaan Masa Giling 1982. P3GI Pasuruan. 176 hlm.

Mochtar, M; Timbul Ananta, dan SG Gandana. 1984. Ikhtisar Angka Perusahaan Masa Giling 1983. P3GI Pasuruan. 173 hlm.

Mochtar, M; Timbul Ananta, dan Samsul Hadi. 1985. Ikhtisar Angka Perusahaan Masa Giling 1984. P3GI Pasuruan. 132 hlm.

Mochtar, M; Timbul Ananta, dan Samsul Hadi. 1986. Ikhtisar Angka Perusahaan Masa Giling 1985. P3GI Pasuruan. 136 hlm.

Mochtar, M; Timbul Ananta, dan Samsul Hadi. 1987. Ikhtisar Angka Perusahaan Masa Giling 1986. P3GI Pasuruan. 129 hlm.

Mochtar, M; Timbul Ananta, dan Samsul Hadi. 1988. Ikhtisar Angka Perusahaan Masa Giling 1987. P3GI Pasuruan. 128 hlm.

Mochtar, M; Timbul Ananta, dan Samsul Hadi. 1989. Ikhtisar Angka Perusahaan Masa Giling 1988. P3GI Pasuruan. 124 hlm.

Mochtar, M; Timbul Ananta, dan Samsul Hadi. 1990. Ikhtisar Angka Perusahaan Masa Giling 1989. P3GI Pasuruan. 121 hlm.

Mochtar, M; Timbul Ananta, dan Samsul Hadi. 1991. Ikhtisar Angka Perusahaan Masa Giling 1990. P3GI Pasuruan. 117 hlm.

Mochtar, M; Timbul Ananta, dan Samsul Hadi. 1992. Ikhtisar Angka Perusahaan Masa Giling 1991. P3GI Pasuruan. 117 hlm.

Mochtar, M; Timbul Ananta, dan Samsul Hadi. 1993. Ikhtisar Angka Perusahaan Masa Giling 1992. P3GI Pasuruan. 117 hlm.

Mochtar, M; Timbul Ananta, dan Samsul Hadi. 1994. Ikhtisar Angka Perusahaan Masa Giling 1993. P3GI Pasuruan. 117 hlm.

Mochtar, M; Timbul Ananta, dan Samsul Hadi. 1995. Ikhtisar Angka Perusahaan Masa Giling 1994. P3GI Pasuruan. 117 hlm.

Mochtar, M; Martoyo; dan Sri Utami. 1996. Ichtisar Angka Perusahaan Masa Giling 1995. P3GI Pasuruan. 113 hlm.

Mochtar, M; Timbul Ananta, dan Samsul Hadi. 1997. Ikhtisar Angka Perusahaan Masa Giling 1996. P3GI Pasuruan. 117 hlm.

Sabil, Arum. 2005. Dampak Kebijakan Kesejahteraan, Petani, Pedagang Petani. Seniman “Sinergi” kunci menuju Industri Gula yang tangguh. Hotel Sangrila. Surabaya. 8 Desember 2005. 17 hlm

Soekartawi. 1991. Keunggulan Komperehensif Pengembangan Gula Indonesia. Majalah Pangan II (8).

Soentoro dan T. Sudaryanto. 1996. Perkembangan Produksi dan Industri Gula

serta Kebijaksanaan Pendukungnya. Dalam: Dinamika Ekonomi Tebu

Rakyat dan Industri Gula Indonesi. Kerjasama Pusat Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian, Bogor dengan Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia, Pasuruan.

Subhanuel, B. 1990.Survai Unjuk Kerja Beberapa Jenis dan Susunan Alat Pekerjaan Pendahuluan di Beberapa Pabrik Gula. Pros. Pert. Tekni. P3GI, Pasuruan 1990 : 448-454

Sudaryanto, T. Erwidodo, Soentoro. V.T. Manurung, M. Rachmat dan K. Adisasmito. 1966. Dinamika Ekonomi Tebu Rakyat dan Industri Gula Indonesia. Kerjasama Pusat Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian dengan Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia. Bogor.

Suprihatini. 1997. Evaluasi Keunggulan Komperatif Gula Dalam Evaluasi Keunggulan Kompetitif Produk Pangan dalam Rangka Pemantapan Kemandirian Pangan. Kerjasama Lembaga Penelitian Institute Pertanian Bogor dengan Kantor Menteri Negara Urusan Pangan. Bogor.

Sugiharto. 2005. Keynotes Address. Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara. Seminar Sinergis: Kunci menuju industri yang tangguh. Surabaya 8 Desember 2005. 8 hlm.

Sutjahjo, Untung. 2006. Pengembangan Agrobisnis Gula Berbasis Tebu Kabupaten Probolinggo. Laporan Akhir Penelitian. Kerjasama LSM Al- Abdue dengan Pemkab. Probolinggo Tahun 2005 / 2006, 62 hlm.

Toharisman, A. dan Suryanto. 2005. Perkembangan Produktivitas Industri Gula Indonesia Tahun 2005. Statistik Produksi Gula Indonesia Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia. P3GI. Pasuruan.

99

Utomo, Imam S. 2005. Sambutan Gubernur Jawa Timur. Seminar. Sinergi: :Kunci menuju Industri Gula Indonesia yang tangguh. P3GI – Sugar Observer – Asosiasi Gula Indonesia. Surabaya 8 Desember 2005. 15 hlm.

Dokumen terkait