• Tidak ada hasil yang ditemukan

5.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian mengenai kontribusi determinan-determinan intention terhadap intention untuk menaati diet kalori secara konsisten pada pasien penderita diabetes mellitus tipe II di Rumah Sakit “X” Bandung, dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut:

1. Determinan perceived behavioral control adalah determinan yang memiliki kontribusi paling besar terhadap intention untuk menaati diet kalori secara konsisten. Oleh karena itu, keyakinan penderita diabetes mellitus tipe II bahwa ia mampu menaati diet kalori secara konsisten menjadi hal yang perlu diperhatikan agar penderita memiliki intention yang kuat untuk menaati diet kalori secara konsisten.

2. Determinan attitude toward the behavior dan subjective norms memiliki kontribusi yang tidak signifikan terhadap intention untuk menaati diet kalori secara konsisten.

3. Pendidikan, jumlah informasi, usia, lama sakit dan rasa jenuh penderita dalam menjalani diet kalori menunjukkan adanya kecenderungan keterkaitan dengan perceived behavioral control penderita diabetes mellitus tipe II dalam menaati diet kalori secara konsisten.

87

5.2. Saran

Berdasarkan hasil penelitian mengenai kontribusi determinan-determinan intention terhadap intention untuk menaati diet kalori secara konsisten pada pasien penderita diabetes mellitus tipe II di Rumah Sakit “X” Bandung, maka peneliti menyarankan hal-hal sebagai berikut:

5.2.1. Saran Teoretis

Bagi peneliti yang hendak melakukan penelitian mengenai intention untuk menaati diet kalori secara konsisten, maka disarankan untuk lebih memperdalam mengenai faktor-faktor latar belakang penderita diabetes mellitus tipe II dalam kaitannya dengan intention untuk menaati diet kalori secara konsisten.

5.2.2. Saran Praktis

 Bagi Pihak Rumah Sakit “X” Bandung

Untuk memperkaya informasi seputar diet kalori bagi pasien penderita diabetes mellitus tipe II, maka Rumah Sakit “X” Bandung dapat:

- Mengadakan acara kebersamaan bagi pasien penderita diabetes mellitus tipe II. Di dalam acara tersebut maka pihak Rumah Sakit dapat mengajak para pasien untuk saling berdiskusi yaitu: antara penderita diabetes mellitus tipe II yang yakin bahwa dirinya mampu menaati diet kalori secara konsisten, dengan penderita yang memiliki dengan penderita yang merasa belum yakin bahwa dirinya mampu menaati diet kalori secara konsisten. Dengan melakukan diskusi tersebut, diharapkan agar para

88

Universitas Kristen Maranatha pasien dapat saling berbagi mengenai kesulitan-kesulitan yang dihadapi ketika menaati diet kalori, serta bagaimana memperkuat keyakinan akan kemampuan diri penderita dalam menghadapi berbagai kesulitan tersebut. - Menyediakan atau membagikan panduan tertulis (booklet) bagi penderita

diabetes mellitus tipe II yaitu: informasi mengenai pentingnya menaati diet kalori secara konsisten, bagaimana cara menaati diet kalori secara konsisten, hingga bagaimana agar penderita dapat menghadapi hambatan-hambatan yang mungkin akan dihadapi ketika menaati diet kalori. Dengan membagikan panduan tersebut, diharapkan agar penderita dapat mempersiapkan diri untuk melaksanakan diet kalori serta membekali diri untuk menghadapi berbagai kesulitan dalam menaati diet kalori secara konsisten.

 Bagi Pasien Penderita Diabetes Mellitus Tipe II Rumah Sakit “X” Bandung: Untuk mendapatkan lebih banyak lagi informasi seputar diet kalori, selain mendapatkan informasi dari dokter, ahli gizi dan perawat di rumah sakit, penderita juga bisa mendapatkan informasi melalui buku-buku yang membahas tentang pelaksanaan diet kalori, majalah-majalah kesehatan yang memuat informasi tentang diet kalori serta mencari artikel-artikel tentang diet kalori di internet. Dengan memperkaya informasi seputar diet kalori, diharapkan agar penderita dapat mempersiapkan diri untuk melaksanakan diet kalori serta membekali diri untuk menghadapi berbagai kesulitan dalam menaati diet kalori secara konsisten.

89

 Bagi Pihak-pihak Signifikan dari Pasien Penderita Diabetes Mellitus Tipe II Rumah Sakit “X” Bandung

Agar penderita diabetes mellitus tipe II dapat mengatasi rasa jenuh dan terus dikuatkan dalam upaya menaati diet kalori secara konsisten, maka keluarga, sahabat dan teman-teman dapat membantu mengingatkan penderita untuk menaati batas kalori, jadwal waktu makan dan jenis-jenis makanan yang dianjurkan dokter. Selain itu diharapkan agar keluarga dapat menyediakan makanan yang cukup variatif sesuai dengan jenis-jenis makanan sesuai anjuran dokter dan tidak menyediakan jenis-jenis makanan yang menjadi pantangan bagi penderita diabetes mellitus tipe II. Keluarga, sahabat dan teman-teman pun dapat meminta penderita untuk berbagi dan menceritakan segala kesulitan dan rasa jenuh yang dihadapi selama menaati diet kalori.

90 Universitas Kristen Maranatha DAFTAR PUSTAKA

Ajzen, Icek. 2005. Attitudes, Personality And Behavior second edition. New York: Two Penn Plaza.

Creswell, John. 2009. Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed edisi ketiga. Thousand Oaks California: SAGE publications.

Fransisca, Kristiana. Desember 2012. Awas Pankreas Rusak Penyebab Diabetes. Jakarta: Cerdas Sehat.

Furlong, Nancy E, 2000. Research Methods and Statistics An Integrated Approach. Santa Barbara: Hacourt College Publisher.

Gulo. 2002. Metodologi Penelitian. Jakarta : Grasindo.

Kaplan dan Saccuzzo. 2009. Psychological Testing: Principles, Applications and Issues, seventh edition. Belmont: Wadsworth.

Lanywati, Endang. 2001. Diabetes Mellitus: Penyakit Kencing Manis. Yogyakarta: Kanisius.

Morrison dan Bennett. 2009. An Introduction to Health Psychology second edition. Harlow: Pearson Education Limited.

Papalia, Harvey L. Sterns, Ruth D. Feldman & Cameron J. Camp. 2007. Adult Development and Aging third edition. New York: McGraw-Hill.

Ruslianti. 2008. Pengobatan Diabetes melalui Pola Makan. Jakarta: Kawan Pustaka.

Santrock, John W W. 2006. Life-Span Development 10th edition. New York: McGraw-Hill.

Santrock, John W W. 2012. Life-Span Development thirteenth edition. Jakarta: Erlangga.

Sudjana. 2005. Metoda Statistika. Bandung: PT. Tarsito.

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif & RND. Bandung: Alfabeta.

DAFTAR RUJUKAN

Ajzen, Icek. 2006. Constructing a Theory of Planned Behavior Questionnaire.

(Online). (http://people.umass.edu/aizen/pdf/tpb.measurement.pdf, diakses

pada tanggal 15 April 2013).

---. Sample TPB Questionnaire. (Online).

(http://people.umass.edu/aizen/pdf/tpb.questionnaire.pdf, diakses pada

tanggal 15 April 2013).

Francis, Martin P. Eccles, Marie Johnston, Anne Walker, Jeremy Grimshaw, Robbie Foy, Eileen F. S. Kaner, Liz Smith dan Debbie Bonetti. 2004. Constructing Questionnaires Based On The Theory of Planned Behaviour: A Manual for Health Services Researchers. (Online).

(http://pages.bangor.ac.uk/~pes004/exercise_psych/downloads/tpb_manual

.pdf, diakses pada tanggal 15 April 2013).

Pedoman Penulisan Skripsi Sarjana Edisi Revisi III. Februari 2009. Bandung: Fakultas Psikologi Universitas Kristen Maranatha.

Rismayanthi. 2012. Terapi Insulin Sebagai Alternatif Pengobatan Bagi Penderita

Diabetes. (Online).

(http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/penelitian/Cerika%20Rismayanthi,

%20S.Or./TERAPI%20INSULIN%20SEBAGAI%20ALTERNATIF%20

Dokumen terkait