BAB V KESIMPULAN
A. Kesimpulan
30
31
REFERENSI
O. W. P. Eueung Mulyana, Firewall: Sekuriti Internet, Bandung: Computer Network Research Group, 2000.
Y. G.-g. Rachman Oscar, TCP/IP, Bandung: Infoermatika, 2008.
CISCO, “Quality of Service Networking,” CISCO Press, Indianapolis, 2012.
CISCO, “Packet Tracer Skills Assessments,” Cisco inc., [Online]. Available:
http://www.cisco.com/web/learning/netacad/course_catalog/PacketTracer.html. [Diakses 25 March 2016].
http://student.eepis-its.edu/~izankboy/laporan/Jaringan/ccna2-6.pdf
http://www.cisco.com/en/US/docs/ios/12_2/ip/configuration/guide/1cfeigrp.html http://www.cisco.com/en/US/docs/ios/12_2/ip/configuration/guide/1cfrip.html http://ilmukomputer.org/
32
LAMPIRAN
Lampiran 1. Jaringan Komputer Menggunakan Packet Tracer
Praktikum Jaringan Komputer
Praktikum Jaringan Komputer merupakan salah satu keahlian penting dalam program studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer Fakultas Teknik UNJ. Pengertian jaringan komputer sendiri adalah 1) menghubungkan 2 komputer atau lebih untuk saling berkomunikasi dan berbagi dengan menggunakan file atau sumber daya.
Media Transmisi yang kita gunakan sementara ini masih berupa kabel, terutama untuk kabel UTP dengan Konektor RG45. Permasalahan akan muncul saat mahasiswa ingin mempraktekkannya secara demonstrasi menggunakan computer (nyata). Saat ini sudah berkembang simulasi jaringan komputer menggunakan Packet Tracer.
Gambar 1 : Cisco Packet Tracer 5.3
33 Gambar 2 : Salah satu simulasi yang dibuat dengan menggunakan packet tracer.
Demikian sekilas pengenalan packet tracer.
Pengenalan Jendela Cisco Paket Tracer 5.3
Gambar 1 : Tampilan Jendela Cisco Packet Tracer 5.3
Perhatikan pada bagian Device/Peralatan/Hardware.
34
Router
Gambar 2 : Ini Router, pada bagian Router bisa diklik,,,terus untuk pilihan-pilihannya yang bisa digunakan ada pada sebelah kanan, penggunaannya bisa klik tahan dan tarik ke lembar kerja.
Seperti yang telah kita ketahui, fungsi dari router adalah menghubungkan sebuah network yang berbeda atau ip class yang berbeda atau subnet atau gang yang berbeda, karena jika kita menggunakan sebuah hub / switch biasa, maka device atau computer tidak akan terhubung.
Switch
Gambar 3 : ini Switch…bagian-bagian sudah mulai jelas kan guys…
Switch akan kita pakai untuk menghubungkan banyak computer yang mempunyai port-port penyambungan. Ada yang 24, 32 atau dibawahnya juga ada.
Komputer
Gambar 4 : End Devices contohnya laptop, computer dan server…
35
Ini peralatan yang kita gunakan untuk menyambungkan sebuah jaringan computer. Pada point (a) Komputer, (b) Laptop, (c) Server. Ketiga peralatan itu akan sering kita gunakan dalam simulasi.
Kabel
Gambar 5 : Connections / Kabel – (a) Kabel Otomatis, (b) Kabel Straight, (c) Kabel Crossover
Media ini digunakan untuk menghubungkan setiap device atau hardware, misal computer dengan computer, computer dengan switch dll. Kabel diantara (a) dan (b) itu kabel rollover.
Masalah penggunaannya, kapan menggunakan cross, dan kapan menggunakan straight, perhatikan keterangan dibawah ini:
1. Straight akan digunakan untuk menghubungkan device-device yang berbeda, missal : a. PC – Hub
b. PC – Switch c. Router – Hub d. Router – Switch
2. Sedangkan Cross digunakan untuk menghubungkan device-device yang sama, missal : a. Komputer – Komputer
b. Switch – Hub c. Switch – Switch d. Router – Router e. Router – PC
3. Untuk Router – PC juga bisa digunakan kabel rollover.
Nah, jika kita kesulitan menentukan kita harus menggunakan kabel (b) straight atau (c) crossover, maka gunakanlah bantuan kabel (a), dia akan mengotomatisasi penggunaan kabel yang benar yang sesuai dengan kebutuhan.
Peer to Peer
Hubungan peer to peer ini, akan diterapkan dengan menghubungkan sebuah laptop dengan laptop menggunakan kabel crossover.
36
1. Bukalah program cisco packet tracer 5.3 yang sudah anda install 2. Buatlah sebuah design jaringan seperti berikut ini
Gambar 1 : Peer to Peer System
Hal ini kita pakai jika ingin mengcopy data teman yang besar, daripada menggunakan flashdisk, sangat disarankan untuk menggunakan kabel cross, pembuatan kabel cross saya rasa sudah tidak ada masalah.
3. Tahap selanjutnya adalah memberikan IP ADDRESS dan COMPUTER NAME.
4. Untuk IP Address laptop 1, klik aja 2x pada laptop 1, dan akan muncul tampilan berikut ini.
Gambar 2 : Tampilan Kotak Dialog Properties untuk Laptop 1
Pada tahap ini yang bisa kita lakukan adalah memberikan display name, perhatikan pada gambar diatas yang diberi kotak merah, gantilah nama simulasi anda sesuai dengan yang diatas.
37
5. Tahap berikutnya untuk memberikan IP Address, perhatikan langkah berikut ini…
Gambar 3 : Desktop
6. Tahap disini kita akan memberikan IP Address: klik tab desktop diatas dan klik pilihan IP Configuration
Gambar 4 : IP Configuration
7. Settinglah dan Rubahlah ip address dan subnet mask seperti gambar diatas…
8. Untuk basis /24 itu berarti subnet mask yang diberikan adalah 255.255.255.0
9. Jika sudah, langsung aja disclose dan beralih pada laptop 2, lakukan hal yang sama pada laptop lainnya.
38
10. Jika sudah lakukan pengetesan dengan mengirimkan data dengan cara PING melalui Command Prompt atau Simple PDU yang berada disebelah kanan…
a. Melalui Command Prompt
Gambar 5 : Command Prompt
Klik pada pilihan command prompt pada laptop 1 lalu akan muncul seperti dibawah ini…
Gambar 6 : Command Prompt
Langkah awal adalah mengetikkan "ping 192.168.10.11" yang artinya dia laptop 1 akan mengirim data pada laptop 2, dan akan dibalas berupa keterangan reply yang menandakan bahwa kedua laptop tersebut sudah terkoneksi, jika tidak, maka akan muncul keterangan RTO atau Request Time Out.
39
b. Melalui PDU
Gambar 7 : Melalui PDU
Langkahnya adalah: (1) klik icon surat pada tanda surat disebelah kanan; (2) klik laptop 1 yang akan menandakan adanya surat yang menempel pada laptop tersebut; (3) klik laptop 2 dan perhatikan pada (4) point no 4 dibawah, yang menandakan terhubung dengan keterangan successful.
Jaringan Client – Server
Alat-alat yang akan kita gunakan adalah : 1. 1 switch
2. 4 komputer 3. 1 server
4. 5 Kab el Straight
Perhatikan Gambar dibawah ini…
Gambar 1 : Client – Client
40
Dalam tahapan ini atau gambar diatas masih belum bisa dikatakan sebuah jaringan client-server menurut standart cisco, karena belum adanya Server. Tahap selanjutnya tinggal kita berikan sebuah Server.
Perhatikan Gambar selanjutnya…
Gambar 2 : Client Server
Nah, untuk tahapan ini, sudah bisa dikatakan sebagai Client server karena ada server, dan akan kita kembangkan ke dalam jaringan DHCP.
Apa itu DHCP ?
DCHP adalah kepanjangan dari Dynamic Host Configuration Protocol. DHCP adalah protocol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan local yang tidak menggunakan DCHP harus memberikan alamat IP kepada semua computer secara manual. Jika DCHP dipasang di jaringan local, maka semua computer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dan server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server.
DHCP didefinisikan dalam RFC 2131 dan RFC 2132 yang dipublikasikan oleh Internet Engineering Task Force. DHCP merupakan ekstensi dari protocol Bootsrapt Protocol (BOOTP).
Karena DHCP merupakan sebuah protocol yang menggunakan arsitektur client/server maka dalam DHCP terdapat dua pihak yang terlibat, yakti DHCP Server dan DHCP Client.
41
§ DHCP server merupakan sebuah mesin yang menjalankan layanan yang dapat "menyewakan"
alamat IP dan informasi TCP/IP lainnya kepada semua klien yang memintanya. Beberapa system operasi jaringan seperti Windows NT Server, Windows 200 Server, Windows 2003 Server atau GNU/Linux memiliki layanan seperti ini.
§ DHCP client merupakan mesin klien yang menjalankan perangkat lunak klien DHCP yang memungkinkan mereka untuk berkomunikasi dengan DHCP Server. Sebagian besar system operasi klien jaringan (Windows NT Workstation, Windows 200 Profesional, Windows XP, Windows Vista atau GNU/Linux) memiliki perangkat lunak seperti ini.
Jaringan Router
Misal di PTIK UNJ mempunyai 2 buah Lab Komputer. Lab A dan Lab B. Lab A itu terhubung dengan Speedy dengan ip address 192.168.1.10 dst. Sedangkan untuk Lab B itu hanya jaringan LAN biasa, jadi kita setting 192.168.0.10, nah, kalau kita langsung ping menggunakan Switch, ini jelas tidak akan terhubung atau RTO (Request Time Out).
Coba perhatikan jaringan Komputer seperti dibawah ini.
Gambar 1 : Jaringan Komputer Lab A
Jika sudah mendesign Jaringan Komputer Lab A, sekarang kita coba untuk mendesign Jaringan Komputer Lab B.
42 Gambar 2 : Jaringan Komputer Lab B
Jaringan keduanya adalah sbb:
Gambar 3 : Gambar Design seluruhnya…
Coba diping untuk tiap-tiap jaringan di lab masing-masing.
Kabel yang digunakan untuk jaringan SWITCH – SWITCH adalah Crossover.
43 Gambar 4 : Contoh design jaringan yang salah.
Ketika saya ping dari computer A01 ke B01 à yang terjadi adalah RTO.
Gambar 5 : Request Time Out
Nah, ini jelas tidak bisa berhubung karena subnet setiap computer jelas berbeda atau gang yang ada, Lab A adalah Gang 1 dan Lab B adalah Gang 0, untuk itu, kita membutuhkan sebuah router untuk menghubungkan kedua jaringan tersebut.
Gambar 6 : Jaringan Router
44
Nah, ini kalo mau di PING jelasnya masih gagal karena routernya masih mati. Yang harus kita atur adalah IP Addressnya: setting untuk fa 0/0 adalah 192.168.1.20 dan fa 0/1 adalah 192.168.0.20
Caranya :
§ Klik 2x pada router masuk ke Tab CLI..
Gambar 7 : Tab CLI dan Perintahnya…
§ Perintah-perintahnya : o Enable
o Configure terminal
o Interface fa 0/0 --> Karena yang akan kita setting fashethernet ke 0/0
o Ip address 192.168.1.20 255.255.255.0 --> setting ip address dan subnet mask..
o No shutdown
o Exit --> keluar dari interface 0/0 o Exit --> keluar dari configure terminal o Write --> menyimpan
o Exit --> keluar dari router
§ Sekarang coba lakukan configurasi untuk Router interface fa 0/1, caranya sama tetapi ip addressnya dirubah jadi 192.168.0.20
Nah, tahap selanjutnya adalah mengatur GATEWAY untuk masing-masing Komputer.
45 Gambar 8 : Gateway untuk Komputer A01
Seluruh komputernya diatur harus diatur, jika sudah, coba kembali kita ping dari computer A01 ke B01, perhatikan command prompt berikut ini.
Gambar 9 : Reply
Membuat Jaringan DHCP pada Kelas C menggunakan Cisco Packet Tracer 5.3
Yang pasti, disini kita butuh server untuk mensetting DHCP itu sendiri. Misalkan Lab kita itu kecil, hanya 6 komputer. Ini perlu kita ketahui dahulu untuk menentukan subnet mask yang akan kita gunakan, berdasarkan table yang ada, lebih pasnya kalau kita memakai subnet mask berbasis
/29 yaitu 255.255.255.248, ini dapat mencakup 6 host dan ini tabelnya.
Gambar 1 : Tabel Subnetting untuk Kelas C
46
Coba lihat gambar yang diberi tanda merah diatas, subnet mask berbasis /29 255.255.255.248 dapat menampung 8 host atau 6 komputer, karena 1 dipakai network dan 1 broadcast.
Missal kita akan memakai 4 client dan 1 server, maka yang 1 lagi akan kita pakai ip addressnya untuk gateway pada router. Sebaiknya gateway untuk router adalah ip address yang terakhir…
Ip address yang dapat digunakan adalah… 192.168.0.1 --> Server 192.168.0.2 --> PC01
192.168.0.3 --> PC02 192.168.0.4 --> PC03 192.168.0.5 --> PC04
--> Gateway (Router 0/0) Ada 6 ip address…
Misalkan sebuah jaringan network seperti dibawah ini.
Gambar 2 : Design Jaringan LAN biasa dengan 1 Server yang menggunakan DHCP
Langkah awal yang harus kita lakukan adalah mensetting DHCP pada server.
1. Klik 2x pada server
47 Gambar 3 : Langkah-langkah mengatur DHCP
2. Oke :
a. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah (1) klik tab config diatas b. Langkah berikutnya (2) klik tombol DHCP dikiri
c. Terus pada point no (3) atur gatewaynya seperti yang kita atur diatas menjadi 192.168.0.6 ini merupakan ip address terakhir dari subnet mask yang kita miliki
d. Point (4) karena ip address 192.168.0.1 akan kita gunakan untuk server itu sendiri secara manual, maka Start IP Address disini akan kita isi dengan 192.168.0.2 jangan lupa subnet masknya dengan 255.255.255.248
e. Langkah ke (5) klik tombol save, maka secara otomatis akan memunculkan point (6)
f. Point (6) menjelaskan maksimal computer yang dapat ditampung oleh subnet mask ini yaitu 5
g. Pertanyaannya kenapa 5 kok bukan 6, ya, karena 1 ip address yaitu 192.168.0.1 itu sendiri tidak dihitung.
3. Langkah berikutnya memberikan ip address manual pada Server.
48 Gambar 4 : ip address untuk Server
4. Berikutnya kita akan mengatur ip address untuk PC01 secara otomatis dengan menggunakan DHCP. Langkah-langkahnya:
a. Klik PC01 2x
Gambar 5 : Langkah-langkah adalah (1) klik tab Desktop, (2) default dia akan aktif pada Static yang artinya kita dapat mengisinya manual, tahap ini kita akan menggantinya dengan DHCP, (3) ip address
masih kosong, kita lihat sebentar lagi, jika kita memilih DHCP.
b. Klik DHCP, lihat perubahannya.
49 Gambar 6 : Ketika kita mengklik DHCP, disitu keterangannya adalah Requesting IP Address yang artinya dia masih meminta sebuah alamat ip pada server, tunggu saja sebentar, dan lihat hasilnya…
Gambar 7 : ip address, subnet mask, dan default gateway akan otomatis terisi
c. Yups, lakukan hal yang sama untuk PC02 – PC04.
Membuat Jaringan Wireless
Membuat sebuah jaringan wireless sederhana dengan menggunakan Cisco Packet Tracer 5.3
Gambar 1 : Design Jaringan Wireless dengan menggunkan PC
50
Kalau kita menggunakan PC standart seperti diatas, untuk jaringan wireless, kita harus memasangkan peralatan baru untuk PC tersebut, berupa Wireless LAN.
1. Klik 2x pada PC01, akan tampil kotak dialog seperti dibawah ini.
Gambar 2 : Proses Pemasangan WLAN Card pada PC
2. Klik point (1) untuk menampilkan keseluruhan pada PC
3. Klik point (2) untuk mematikan PC, hal ini harus dilakukan atau PC harus mati sebelum kita memasang WLAN Card
4. Klik point (3) Linksys merupakan merk WLAN yang akan kita pasang pada PC kita.
5. Klik point (4) point ini merupakan LAN yang akan kita lepas dan kita ganti WLAN, cara melepasnya, klik tahan pada point no 4, lalu tarik pada point no5…sampai kelihatan kosong seperti gambar dibawah ini.
Gambar 3 : LAN Card sudah dilepas dari PC
6. Berikutnya adalah memasang WLAN Card, caranya, klik tahan point no5, dan geser atau tarik pada point no 4, sampai berubah menjadi seperti berikut…
51 Gambar 4 : WLAN Card sudah terpasang
7. Jika langkah ke-6 sudah dilakukan, PC harus dihidupkan untuk mensettting IP Address, klik pada tanda merah gambar 4.
8. Berikutnya, atur ip address PC01 menjadi 192.168.2.1
9. Lakukan hal yang sama pada PC02 dan atur ip addressnya menjadi 192.168.2.2 10. Jika sukses, gambar terakhir yang dapat kita lihat adalah seperti berikut….
Gambar 5 : Keren juga ya, kayak sungguhan aja,,,whehehehe…ada signalnya tuh…
11. Sekarang coba kita ping dari PC01 ke PC02…apa yang akan terjadi…
Gambar 6 : Ping sukses.
52
Studi Kasus EIGRP (2 Router)
EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol) adalah Cisco proprietary routing protocol loosely berdasarkan asli IGRP. EIGRP merupakan lanjutan jarak-vector routing protocol, dengan optimasi untuk meminimalkan kedua rute ketidakstabilan yang timbul setelah perubahan topologi, serta penggunaan bandwidth dan proses power dalam router.
Intinya adalah, ketika kita membuat sebuah jaringan kelas yang berbeda atau subnet yang berbeda, akan sangat jelas bahwa kita membutuhkan sebuah router, pada kasus-kasus dan pembahasan sebelumnya, kita sudah mencoba menghubungkan kelas-kelas dan subnet-subnet yang berbeda dengan menggunakan router, tetapi hanya 1 router, nah, bagaimana jika kita menggunakan 2 router.
Gambar 1 : Design Jaringan EIGRP
Intinya adalah, EIGRP berfungsi untuk menghubungkan router 1 dengan router yang lain dengan cara mengenalkan network-network pada setiap interface yang berada pada router itu sendiri…ya, kurang lebihnya kayak pengaturan gateway pada setiap PC gitu….pembahasan network ini sendiri yang sedikit rumit, disini langsung saja saya pilihkan contoh kasus yang mudah, sedangkan untuk network, akan saya coba membahasnya pada artikel selanjutnya, intinya alamat network itu tidak bias dipakai pada jaringan sama halnya seperti broadcast…
Langkah-langkah :
1. Atur ip address PC01 menjadi 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0 gateway 192.168.1.3
2. Atur ip address PC02 menjadi 172.10.10.10 dengan subnet mask 255.255.0.0 gateway 172.10.10.20
3. Klik 2x router dan atur setiap interfacenya dengan masuk pada tab CLI…
53
4. Misal pada router 0 :
a. Jika ada pertanyaan awal ketik ‘no’ aja
b. Kemudian Enter dan Enter sampai muncul seperti ini…
c. Router>enable --> ‘mengaktifkan router’
d. Router#configure terminal --> ‘configurasi router’
e. Router(config)#interface fa 0/0 --> ‘mengaktifkan ethernet 0/0’ – sesuaikan dengan pengaturan awal 0/0 atau 0/1’
f. Router(config-if)#ip address 192.168.1.3 255.255.255.0 --> ‘memberikan ip address dan subnet mask’
g. Router(config-if)#no shutdown --> ‘router tidak boleh mati’
h. Router(config-if)#exit --> ‘keluar dari Ethernet 0/0’
i. Router(config)#interface fa 0/1 --> ‘mengaktifkan Ethernet 0/1’
j. Router(config-if)#ip address 192.168.0.1 255.255.255.252 --> ‘memberikan ip address dan subnet mask’
k. Router(config-if)#no shutdown --> ‘router tidak boleh mati’
l. Router(config-if)#exit --> ‘keluar dari Ethernet 0/1’
m. Router(config)#exit --> ‘keluar dari konfigurasi router’
n. Router#write --> ‘menyimpan perintah-perintah sebelumnya agar router dapat berjalan normal’
5. Lakukan hal yang sama pada router 1 : a. Jika ada pertanyaan awal ketik ‘no’ aja
b. Kemudian Enter dan Enter sampai muncul seperti ini…
c. Router>enable
d. Router#configure terminal e. Router(config)#interface fa 0/0
f. Router(config-if)#ip address 172.10.10.20 255.255.0.0 g. Router(config-if)#no shutdown
h. Router(config-if)#exit
i. Router(config)#interface fa 0/1
j. Router(config-if)#ip address 192.168.0.2 255.255.255.252 k. Router(config-if)#no shutdown
l. Router(config-if)#exit m. Router(config)#exit n. Router#write
6. Oke, pengaturan ip addres pada setiap router sudah dilakukan, namun, hal ini tidak serta merta PC01 dan PC02 langsung terhubung, coba aja diping, pasti RTO alias ‘Request Time Out’
54 Gambar 2 : Nah, kan RTO…
7. Selanjutnya adalah setting EIGRP…
8. Pada router 0
a. Press RETURN to get started. --> ‘langsung aja enter’
b. Router>enable --> ‘mengaktifkan router kembali’
c. Router#configure terminal --> ‘masuk pada konfigurasi router’
d. Router(config)#router eigrp 10 --> ‘masuk pada pengaturan router eigrp 10’
e. Router(config-router)#network 192.168.1.0 --> ‘atur network gateway atau fa 0/0’
f. Router(config-router)#network 192.168.0.0 --> ‘atur network fa 0/1’
g. Router(config-router)#exit --> ‘keluar dari konfigurasi router eigrp’
h. Router(config)#exit --> ‘keluar dari konfigurasi router’
i. Router#write --> ‘lakukan penyimpanan’
9. Lanjut pada router 1
a. Press RETURN to get started. --> ‘langsung aja enter’
b. Router>enable
c. Router#configure terminal d. Router(config)#router eigrp 10
e. Router(config-router)#network 172.10.0.0 f. Router(config-router)#network 192.168.0.0
55
g. Router(config-router)#exit h. Router(config)#exit i. Router#write
10. Kalo sudah, sekarang coba kita ping dari pc01 ke pc02.
Gambar 3 : nah, kan, sudah reply…alhamdulillah…
11. Selesai
Setting Web Server pada Cisco Packet Tracer 5.3 – Sederhana
Sekarang kita akan mencoba untuk membuat jaringan web server sederhana: kita hanya membutuhkan 1 PC dan 1 Server.
Langsung aja coba designkan saya sebuah jaringan web seperti ini…
Gambar 1 : Web Server
1. Atur IP Address untuk masing-masing computer
2. Sekarang kita akan mencoba mengatur HTTP pada web server…
3. Klik 2x web server, masuklah pada tampilan berikut ini…
56 Gambar 2 : Konfigurasi HTTP
Keterangan :
§ Buat sebuah halaman link html, dua file, a. index.html dan b. gallery.html
§ Awalnya kita klik tab Config (1)
§ Kemudian klik tombol HTTP (2) disebelah kiri
§ Yang ketiga (3) itu hanya nama file, atau homepage yang akan tampil jika kita mengaksesnya pada PC01
File htmlnya sbb:
--- --<html>
--<head>
-- <title>Universitas Muhammadiyyah Jember</title>
--</head>
--<body>
-- <h1 align="center">www.unmuhjember.ac.id</h1>
-- <hr></hr>
-- <h3><b><u>...::: Menu :::...</u></b></h3>
-- <p>Home</p>
-- <p>Profile</p>
-- <p><a href="gallery.html">Gallery</a></p>
-- <p>Contact Us</p>
--</body>
--</html>
---
57 Gambar 3 : Tampilan gallery.html
4. Jika sudah, coba kita buka web server ini dari computer PC01 5. Klik 2x PC01, masuk ke tampilan berikut.
Gambar 4 : Klik Tab Desktop dan klik Web Browser
6. Lalu akan tampil jendela browser seperti ini dan coba ketikkan alamat web server tersebut 7. Pada address bar / URL ketikkan ip address web server yaitu 192.168.1.1 --> kemudian
enter dan lihat apa yang akan terjadi
8. Jika menu gallerynya diklik lihat juga apa yang akan terjadi…
9. Selesai
58
Studi Kasus “ip route”
Ip route <destination> <subnet mask> <next hop address>
§ Ip route : perintah untuk membuat static routing
§ Destination : network tujuan yang hendak ditambahkan
§ Subnet Mask : subnet mask yang digunakan dalam network
§ Next hop address : alamat dari router yang menghubungkan router dan router atau router tujuan
Oke, sekarang coba kita buat jaringan seperti dibawah ini…
Gambar 1 : Design Jaringan Router untuk ip route
Langkah-langkah :
1. Atur ip address PC01 menjadi 192.168.1.10 dengan subnet mask 255.255.255.0 gateway 192.168.1.20
2. Atur ip address PC02 menjadi 192.168.2.10 dengan subnet mask 255.255.255.0 gateway 192.168.2.20
3. Klik 2x router dan atur setiap interfacenya dengan masuk pada tab CLI…
4. Misal pada router 0 :
a. Jika ada pertanyaan awal ketik ‘no’ aja
b. Kemudian Enter dan Enter sampai muncul seperti ini…
c. Router>enable --> ‘mengaktifkan router’
d. Router#configure terminal --> ‘configurasi router’
59
e. Router(config)#interface fa 0/0 --> ‘mengaktifkan ethernet 0/0’ – sesuaikan dengan pengaturan awal 0/0 atau 0/1’
f. Router(config-if)#ip address 192.168.1.20 255.255.255.0 --> ‘memberikan ip address dan subnet mask’
g. Router(config-if)#no shutdown --> ‘router tidak boleh mati’
h. Router(config-if)#exit --> ‘keluar dari Ethernet 0/0’
i. Router(config)#interface fa 0/1 --> ‘mengaktifkan Ethernet 0/1’
j. Router(config-if)#ip address 172.16.10.1 255.255.255.252 --> ‘memberikan ip address dan subnet mask’
k. Router(config-if)#no shutdown --> ‘router tidak boleh mati’
l. Router(config-if)#exit --> ‘keluar dari Ethernet 0/1’
m. Router(config)#exit --> ‘keluar dari konfigurasi router’
n. Router#write --> ‘menyimpan perintah-perintah sebelumnya agar router dapat berjalan normal’
5. Lakukan hal yang sama pada router 1 : a. Jika ada pertanyaan awal ketik ‘no’ aja
b. Kemudian Enter dan Enter sampai muncul seperti ini…
c. Router>enable
d. Router#configure terminal e. Router(config)#interface fa 0/0
f. Router(config-if)#ip address 192.168.2.20 255.255.255.0 g. Router(config-if)#no shutdown
h. Router(config-if)#exit
i. Router(config)#interface fa 0/1
j. Router(config-if)#ip address 172.16.10.2 255.255.255.252 k. Router(config-if)#no shutdown
l. Router(config-if)#exit m. Router(config)#exit n. Router#write
6. Oke, pengaturan ip addres pada setiap router sudah dilakukan, namun, hal ini tidak serta merta PC01 dan PC02 langsung terhubung, coba aja diping, setiap computer belum bisa connect namun sudah reply dari router sehingga keterangan resmi dari PC02 adalah destination host unreachable…
60
Gambar 2 : Sudah terhubung namun masih destination host unreachable
7. Selanjutnya adalah setting ip route…
8. Pada router 0
a. Press RETURN to get started. --> ‘langsung aja enter’
b. Router>enable --> ‘mengaktifkan router kembali’
c. Router#configure terminal --> ‘masuk pada konfigurasi router’ d. Router(config)#ip route 192.168.2.0 255.255.255.0 172.16.10.2
d. Router(config)#exit --> ‘keluar dari konfigurasi router’
e. Router#write --> ‘lakukan penyimpanan’
9. Pada router 1
a. Press RETURN to get started. --> ‘langsung aja enter’
b. Router>enable --> ‘mengaktifkan router kembali’
c. Router#configure terminal --> ‘masuk pada konfigurasi router’ d. Router(config)#ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 172.16.10.1
d. Router(config)#exit --> ‘keluar dari konfigurasi router’
e. Router#write --> ‘lakukan penyimpanan’
10. Sekarang kita coba melakukan ping dari PC02 ke PC01…lihat hasilnya…
Gambar 3 : Reply…