Dari riset yang telah dilakukan maka dapat diambil beberapa kesimpulan, sebagai berikut :
Dalam 20 tahun terakhir, terjadi perubahan yang nyata dalam penggunaan lahan dan penutupan lahan pada lokasi studi. Rawa yang luas dan hutan rawa sekunder dikonversi menjadi rawa atau hutan rawa sekunder menjadi lahan perkebunan atau semak belukar. Perubahan yang terjadi didorong utamanya oleh kegiatan manusia (faktor anthropogenik), tidak terlalu banyak yang diakibatkan oleh pemanasan global (faktor iklim). Dibutuhkan lebih banyak lagi pemahaman dan pengetahuan tentang sejauhmana perubahan ini terhadap keragaman organisma, sebaran, kelimpahannya, dan lain-lain
Curah hujan atau fluktuasi tinggi rendahnya permukaaan perairan sangat mempengaruhi tingkat kematangan gonad ikan. Perubahan-perubahan yang terlihat nyata adalah perubahan pola pemijahan. Pengaruh yang sangat menonjol dari perubahan iklim yang terjadi secara terus menerus adalah pada pola reproduksi ikan di perairan rawa banjiran Sungai Musi khususnya Sungai Lempuing.
Dari empat jenis spesies kunci, pada saat terjadi curah hujan tidak normal di tahun 2010, ikan-ikan memijah secara tidak normal dan tidak ditemukam puncak pemijahan terutama pada ikan gabus dan ikan betok. Ikan tembakang menyesuaikan diri dan memijah hampir setiap bulan.
Perubahan iklim telah merubah musim penangkapan di estuari Sungai musi dengan berubahnya musim penangkapan yaitu biasanya terjadi pada akhir bulan Mei mundur menjadi akhir bulan september untuk estuari Sungai Musi dan bulan Juli untuk perairan rawa banjiran Lubuk Lampam (Sungai Lempuing).
Belum terlihat adanya pengaruh iklim global terhadap pendapatan nelayan baik di estuarin Sungai Musi maupun di perairan rawa banjiran
Saran Saran
Pengaruh perubahan iklim global terhadap sumberdaya ikan dan terhadap pendapatan nelayan harus dipantau setiap tahun. Lubuk Lampam dapat dijadikan lokasi penelitian sampai sejauh mana perubahan iklim global ini terhadap sumberdaya ikan. Pengamatan kematangan gonad ikan perlu dipantau setiap bulan agar diketahui sampai sejauh mana pengaruh perubahan iklim ini terhadap reproduksi ikan yang nantinya dapat mempengaruhi rekruitmen
DAFTAR PUSTAKA
Añorve, L.S, A.H. Gallardo, S. A. Aguirre and C. F. Coto. 2003. Fish larvae from a Caribbean estuarine system. The Big Fish Bang. Proceedings of the 26th Annual Larval Fish Conference. Edited by Howard I. Browman and Anne Berit Skiftesvik Published by the Institute of Marine Research, Postboks 1870 Nordnes, N-5817, Bergen, Norway. ISBN 82-7461-059-8
Amir F. 2006. Pendugaan Pertumbuhan, Kematian, dan Hasil Per Rekrut Ikan Nila (Oreochromis niloticus) di Waduk Bilibili. Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia 13(1):1-5.
Arifin, Z. 1978. Beberapa aspek penangkapan ikan di perairan umum Lubuk Lampam, Simposium Modernisasi Perikanan Rakyat, Jakarta 27 – 28 Juni 1978. 31pp
Arifin dan Ondara 1982. Pengelolaan Perikanan di Perairan Lubuk Lampam. Pros. No 1/SPPU/1982. Buku II: 171-185.
Arnaya, I nyoman. 1991. Diktat Kuliah Dasar-Dasar Akustik. (Institut Pertanian Bogor. Bogor : v + 84 hlm.
Arsyad. N. 1980. Pemeliharaan ikan tambakan (Helostoma temmincki C.V) di Kolam Sungki, Kertapati Palembang. Lokakarya Nasional Teknologi Tepat Guna bagi pengembangan budidaya air tawar. 21p
Barleta Bergan, M, Barletta and U. Saint-Paul. 2002. Structure and Seasonal Dynamics of Larva Fish in The Caete RiverEstuary in North Brazil. Estuarine, Coastal and Shelf Science. Page 193-206.
Boyd CE. 1984. Water Quality in Warm Water Fish Pond. Departement of Fisheries and Allied Aquaculture, Auburn University. Auburn. 359 p.
Brojo M & Sari RP. 2002. Biologi Reproduksi Ikan Kurisi (Nemipterus tambuloides Blkr.) yang Didaratkan di Tempat Pelangan Ikan Labuan, Pandeglang. Jurnal Iktiologi Indonesia 2(1): 9-13.
Brojo M, Sukimin S, & Mutiarsih I. 2001. Reproduksi Ikan Depik (Rasbora tawarensis) di Perairan Danau Laut Tawar, Aceh Tengah. Jurnal Iktiologi Indonesia 1(2): 19-23.
Castro,M. S., de and Boncker, A. C. T. 1996. Ocorreˆncia de larvas de peixe no sistema estuarino de Rio Mucuri. Arquivo de Biologia e Technologia, 39, 171– 185.
Dewantoro GW & Rachmatika I. 2004. Beberapa Aspek Biologi Ikan Paray (Rasbora aprotaenia) di Beberapa Sungai Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun. Jurnal Iktiologi Indonesia 4(2): 75-78.
Djausal, Anshori. 1996. Pendekatan Lingkungan Dalam Pembangunan Persiapan Kabupaten Daerah Tingkat II Tulangbawang. Makalah dalam Seminar Pembangunan Masyarakat Tulangbawang. Bandar Lampung, 29 – 30 Maret 1996. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Persiapan Kabupaten Daerah Tingkat II Tulangbawang.
Dudley, R.G. 1996. The Fisheriy of the danau sentarum wildlife reserve, West Kalimantan Indonesia .AWB, Bogor. P: 1-10.
Effendi, H. 2000 Telaahan Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumberdaya dan Lingkungan Perairan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB. Bogor, 259 halaman.
Effendie, MI. 1979. Metoda Biologi Perikanan. Cetakan Pertama. Bogor: Yayasan Dewi Sri.
Effendie, MI. 1997. Biologi Perikanan. Yogyakarta: Yayasan Pustaka Nusatama. Gordon ND et al. 2004. Stream Hydrology: An Introduction for Ecologists. 2nd
edition. West Sussex: John Wiley & Sons, Ltd.
Gosselink JG, Turner RE. 1978. The Role of Hydrology in Freshwater Wetland Ecosystems. In: Ralph E. Good, Dennis F. Whigham, Robert L. Simpson, editor. Freshwater Wetlands Ecological Processes and Management Potential. New York: Academic Press Inc. Page 63-78.
Gulland JA. 1974. The Management of Marine Fisheries. Bristol: Scientechnica Publishers Ltd.
Halls AS, DD Hoggarth, K Debnath. 2000. Impacts of Hydraulic Engineering on The Dynamics and Production Potential of Floodplain Fish Populations in Bangladesh: Implications for Management. In: IG Cowx, editor. Management and Ecology of River Fisheries. Hull International Fisheries Institute,University of Hull. Page 201-217.
Harahap TSR, Djamali A. 2005. Pertumbuhan Ikan Terbang (Hirundichthys oxycephalus) di Perairan Binuangeun Banten. Jurnal Iktiologi Indonesia 5(2):49-54.
Irawan, S. 2005. Perbandingan Pendugaan Densitas Ikan Demersal Antara Metode Akustik BIM Terbagi Dengan Metode “Swept Area” Di Perairan Timur Kalimantan. Institut Pertanian Bogor. 4-19 P.
Jackson DC, Ye Q. 2000. Riverine Fish Stock and Regional Agronomic Responses to Hydrological and Climatic Regimes in The Upper Yazoo River Basin. In: IG Cowx, editor. Management and Ecology of River Fisheries. Hull International Fisheries Institute,University of Hull. Page 242-257.
Koessoebiono, 1995. Ekologi wilayah pesisir. Di dalam : Sistem Ekologi dan Sosial Wilayah Pesisir, Kumpulan Makalah Pelatihan Perencanaan dan Pengelolaaan Wilayah Pesisir dan Lautan secara Terpadu: Bogor 9 Oktober 1995 – 17 Februari 1996. Kerjasama PPLH Lembaga Penelitian IPB dengan Asian Development Bank dan Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah DEPDAGRI Republik Indonesia. Hlm 1-30.
Krebs, C.J. 1989. Ecological Methodology. Harper Collins Publisher. Inc. New York. 654 p.
Leis, J. M, B. M. Carson Ewart. 2000. The Larvae of Indo-Pacifik Coastal Fishes. An Identification Guide to Marine Fishes Larva. (Fauna Malesiana Handbooks 2). Page 850.
Lowe-McConnell RH. 1987. Ecological Studies in Tropical Fish Communities. In: Peter S Ashton, Stephen P Hubbell, Daniel H Janzen, Peter H Raven, PB Tomlinson, editor. Cambridge: Cambridge University Press.
Makmur S. 2003. Biologi Reproduksi, Makanan, dan Pertumbuhan Ikan Gabus (Channa striata Bloch) di Daerah Banjiran Sungai Musi Sumatera Selatan [tesis]. Bogor: Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.
Malafeyev VB & Grib IV .1994. Hydrologic and Morphometric Characteristics of Some Floodplain Lakes of The Desnia River. Hydrobiological Journal 30(3):71-81.
Medwin, H. and Clay, C.S.1998. Fundamentals of Acoustical Oceanografi. Academic Press. Boston. 183-233 P.
Moyle PB & Cech Joseph JJr. 2004. Fishes: An Introduction to Ichtyology. 5th edition. New Jersey: Prentice-Hall, Inc.
Morais de, T. A. & Morais de, T. L. 1994. The abundance and diversity of larval and juvenile fish in a tropical estuary. Estuaries 17, 216–225.
Neira, F. J. and Potter, I. C. 1994. The larval fish assemblage of the Nornalup-Walpole Estuary, a permanently open estuary on the southern coast of western Australia. Australian Journal of Marine and Freshwater Research 45, 1193– 1207.
Nikolsky, G. V. 1963. The Ecology of Fishes (translated from the Russian by L. Birkett). Academic Press. New York. 352 p.
Ongkers OTS. 2006. Pemantauan Terhadap Parameter Populasi Ikan Teri Merah (Encrasicholina heteroloba) di Teluk Ambon Bagian Dalam. Di dalam: MF Rahardjo, Djadja Subardja Sjafei, Ike Rachamatika, Charles PH Simanjuntak, Ahmad Zahid, penyunting. Prosiding Seminar Nasional Ikan IV Jatiluhur, 29-30 Agustus 2006. Hlm. 31-40.
Pauly,D. 1984. Some simple methods for the assessment of tropical fish stock. ICLARM. Makati, Metro manila Philiphines:52p.
Pujiati, S, La Ode Norman, Roni Fitrianto dan Hawis H. Madduppa. 2003. Modul praktikum Akustik Kelautan. Laboraturium Akustik jurusan Ilmu dan Teknologi Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor. Bogor. 75 hal
Prianto, E; S. Kaban & S. Aprianti. 2010. Sebaran dan Kelimpahan Meroplankton di Perairan Pantai Timur Sumatera. Prosiding Seminar Nasional Tahunan. Sekolah Tinggi Perikanan. Jakarta.
Pritchard, D. 1967. Observations of circulation in coastal plain estuaries. In: G. LAUFF (ed.), Estuaries. American Association for the Advancement of
Science. Publ. No.83, Washington, D. C. : 37-44.
Roberts, P.LD dan Jaffe J.S. 2007. Multiple Angle Acoustic Classification of Zooplankton. J. Acoust. Soc. Am. 121. California. United State of America. 3p
Rositasari, R dan Rahayu, S.K. 1994. Sifat-sifat estuari dan pengelolaannya. Oseana, Vol. XIX, (3) : 21-31
Rounsefeel, A.G dan W.H. Everhart. 1962. Fishery Science (Its methods and applications). John Willey & Sons, Inc. new York. 444p
Schmittou, H.R 1991. Budidaya Keramba. Suatu Metode Produksi Ikan di Indonesia. Puslitbang Perikanan dan Auburn University. Jakarta.
Sediadi dan T. Sidabutar. 1994. Kelimpahan telur dan larva ikan diperairan teluk Baguala, Pulau Ambon. Jurnal Terubuk XX No. 59. Himpunan Alumni Fakultas Perikanan Universitas Riau. Pekanbaru. hal 26-31.
Supriadi, I.H. 2001. Dinamika Estuaria Tropik. Oseana Vol. XXVI (4) : 1-11 Simanjuntak CPH. 2007. Reproduksi Ikan Selais, Ompok hypophthalmus
(Bleeker) Berkaitan dengan Perubahan Hidromorfologi Perairan di Rawa Banjiran Sungai Kampar Kiri [tesis]. Bogor: Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.
Simmonds, J and MacLennan, D. 2005. Fisheries Acoustics Theory and Practice Second Edition. Blackwell Science. Oxpord, UK.437 P
Simrad EK 500. 1993. Scientific Echosounder Operator Manual. Simrad Subsea A/S Horten, Norway.204 pp.
Sonar. 2007. Operator Manual Version 5.9.7. Balk Lindem. Norway.427 p
Sparre, P., S. C. Venema. 1999. Introduksi Pengkajian Stok Ikan Tropis. Buku 1 : Manual. Diterbitkan Berdasarkan Kerjasama Dengan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa Oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Jakarta- Indonesia.
Steel, R. G. H., dan J. H. Torrie. 1949. Prinsip dan Prosedur Statistika: Suatu Pendekatan Biometrik (Diterjemahkan oleh Bambang Sumantri). Edisi Kedua. PT Gramedia. Jakarta. 748 p.
Sulistiyarto B. 1998. Pengaruh Beberapa Komponen Habitat terhadap Kelimpahan Anak Ikan Seluang (Rasbora sumatrana) di Rawa Berengbengkel Palangkaraya [tesis]. Bogor: Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.
Sulistiono, Jannah MR, & Ernawati Y. 2001. Reproduksi Ikan Belanak (Mugil dussumieri) di Perairan Ujung Pangkah, Jawa Timur. Jurnal Iktiologi Indonesia 1(2): 31-37.
Syandri H & Uslichah U. 2003. Aspek Reproduksi Ikan Sasau (Hampala sp.) dan Ikan Lelan (Osteochilus vittatus C.V.) di Danau Singkarak. Jurnal Iktiologi Indonesia 3(1): 41-48.
Tzeng, W.N., Y.T. Wang and C.W. Chang. 2002. Spatial and temporal variations of the estuarine larval fish community of the west coast of Taiwan.Mar. Freshwater Res. 53: 419-430.
Timchenko VM. 1994. Ecological Hydrology and Its Applications in Ukraine. Hydrobiological Journal 30(5):70-79.
Utomo, A.D., Asyari dan S. Nurdawati.2001. Peranan Suaka Perikanan Dalam Peningkatan Produksi dan Pelestarian Sumberdaya Perikanan Perairan Umum (studi Kasus di Suaka Perikanan Suak Buaya, Lubuk Lampam, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan)
Utomo AD. 2002. Pertumbuhan dan Biologi Reproduksi Udang Galah (Macrobrachium rosenbergii) di Sungai Lempuing Sumatera Selatan. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia 8(1):15-26.
Weatherley AH. 1972. Growth and Ecology of Fish Populations. London: Academic Press Inc.