• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Awal mula aksi dan tindakan represif Pemuda Pancasila pada masa Orde Baru, semuanya didasari oleh besarnya keinginan Pemuda Pancasila untuk mempertahankan serta memperjuangkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai ideologi negara, serta mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Setelah berhasil mempertahankan ideologi Pancasila dari faham Komunisme, kekuatan serta jaringan komunikasi Pemuda Pancasila dimanfaatkan oleh militer untuk menjadi barisan pengamanan serta milisi-milisi yang memberi tekanan kepada rmasyarakat apabila ada yang melakukan hal-hal yang bisa dikatakan mengancam roda pemerintahan pada masa Orde Baru.

Karena Pemuda Pancasila banyak sekali melakukan tindakan represif terhadap masyarakat, akhirnya Pemuda Pancasila dicap buruk oleh banyak kalangan dimasyarakat. Mereka mengatakan bahwa Pemuda Pancasila sebagai Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) preman serta menjadi antek-anteknya Orde Baru.

Di era Reformasi ini, Pemuda Pancasila ingin merubah pandangan masyarakat terhadap Pemuda Pancasila. Mereka ingin masyarakat tidak menyebut mereka Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) preman. Pemuda Pancasila ingin masyarakat menerima kehadirannya ditengah-tengah masyarakat.

Pemuda Pancasila banyak sekali melakukan kegiatan sosial kemasyarakatan di hampir seluruh wilayah di Indonesia, kegiatan sosial Kemasyarakatan itu bertujuan agar masyarakat mulai mengerti dan memahami bahwa Pemuda Pancasila serius ingin membuang istilah preman, Pemuda Pancasila kini hanya menjadi organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan.

Didalam dunia politik di Indonesia, Pemuda Pancasila melihat, sudah tidak ada lagi partai politik yang serius memperjuangkan ideologi Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, maka akhirnya Pemuda Pancasila membentuk partai politik yang bernama Partai Patriot Pancasila berdasarkan ideologi Pancasila yang mempunyai sifat terbuka untuk setiap warga negara Republik Indonesia yang sudah mempunyai suara hak pilih.

Berdirinya Partai Patriot Pancasila didalam Pemuda Pancasila, sebenarnya juga ingin menepis anggapan masyarakat yang mengatakan bahwa Pemuda Pancasila antek-antek Orde Baru, Oleh karenanya berdirilah Partai Patriot Pancasila pada tahun 2001.

Banyak sekali anggota Pemuda Pancasila yang aktif diluar Partai Patriot Pancasila, Mereka lebih memilih partai yang mempunyai kekuatan di Indonesia untuk menaikkan nama dan citra politiknya. Anggota-anggota Pemuda Pancasila dibebaskan untuk memilih partai politik mana yang akan diikutinya, untuk menopang namanya didalam dunia politik Indonesia, asalkan mereka tetap memperjuangkan ideologi Pancasila dan Undang-Undang dasar 1945.

Dimasa Reformasi ini, masih saja terlihat aksi-aksi premanisme Pemuda Pancasila yang dilakukan dalam menyelesaikan masalahnya dengan Organisasi

Kemasyarakatan lain, padahal mereka sudah menyatakan dan mengatakan dengan jelas bahwa Pemuda Pancasila akan membuang citra preman didalam organisasinya dan akan membangun hubungan yang baik dengan masyarakat sekitar.

Seiring dengan Reformasi terdapat berbagai macam perubahan level struktural. Pemuda Pancasila menjadi independensi dan tidak menjadi alat Represif Negara. Tetapi, dengan membentuk Partai Politik, Pemuda Pancasila menjadi salah satu alat untuk mengembangkan kiprah Civil Society pada masa Reformasi.

Pada masa Revormasi mulai muncul premanisme-premanisme baru yang mengatasnamakan etnis dan agama, premanisme tersebut adalah Forum Betawi Rempug (FBR) dan Front Pembela Islam (FPI), mereka melakukan kegiatannya dengan cara represif guna mempertahankan hidupnya, dan memperdanai organisasinya.

Sangat sedikit sekali ketiga ormas ini yaitu PP, FPI, dan FBR yang melakukan tugas atau kegiatannya guna mempertahankan ideologinya. Tetapi kebanyakan untuk menguasai lahan-lahan yang dianggap bisa meraup keuntungan organisasinya, bahkan sampai terjadi konflik.

DAFTAR PUSTAKA Buku

Aditjondro, George Jenus, Korupsi Kepresidenan Reproduksi Oligarki Berkaki Tiga: Istana, Tangsi, dan Partai Penguasa. Yogyakarta: LKiS 2006.

Althusser, Louis, Filsafat Sebagai Senjata Revolusi, Yogyakarta: Resist Book, 2007.

Arif Mudatsir, Mandan, Krisis Ideologi (catatan tentang ideology politik kaum santri study kasus penerapan ideologi), Pustaka Indonesia Satu, 2009.

Aritasius, Sugia, Partai-partai Politik Indonesia : ideologi dan program 2004-2009, Jakarta : Kompas, 2004.

Bhakti, Ikrar Nusa, Militer dan Politik Kekerasan Orde Baru: Soeharto di Belakang Peristiwa 27 Juli?, Bandung: Mizzan, 2001.

Bogdan, dan Tylor. Metodelogi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Karya 1989.

Due-Like Project UI. Modul MPK Terintegrasi, Program Dasar Pendidikan Tinggi Universitas Indonesia, Agustus, 2004.

Fatah, Eep Saefullah, Mencintai Indonesia dengan Amal: Refleksi atas Fase Awal Demokrasi, Jakarta: Republika, 2004.

Harjana, Suka, Jas Wakil Rakyat dan Tiga Kera Percikan Kebijaksanaan,

Jakarta: Kompas, 2000.

Indo Progres, Agama dan Negara: Jejak Persilangan Kekerasan, Yogyakarta: Resist Book, 2007.

Khoo Boo Teik, dkk, Islam dan Political Dissent Studies and Comparisons from Asia and the Middle East. Interim Report. (IDE-JETRO : Murdoch University, 2012

Moelong, Lex, Metode Penelitian Kualitatif. Bandung : Remaja Karya, 1990.

Rudy FX, Gunawan, Premanisme Politik, Yogyakarta. LKiS. 2000.

Ryter, Lorn, “Pemuda Pancasila: The Loyalist Free men of Suharto’s Order?.” dalam Indonesia no.66, 1998.

_____________Youth Gangs and Otherwise in Indonesia

Salim Hs, Hairus, KELOMPOK PARAMILITER NU, Yogyakarta: LKiS, 2004.

Siegel, James T. Penjahat Gaya (Orde) Baru: Eksplorasi Politik dan Kejahatan, Yogyakarta, LKiS 2000.

Wilson, Ian and David Brown, Ethnicized Violence in Indonesia: The Betawi Brotherhood Forum in Jakarta. Western Australia: Murdoch University, 2007.

.

Internet dan Jurnal

http://news.detik.com/read/2007/05/22/141903/783436/10/fbr-vs-ikb-negosiasi-pasca-bentrok-dipimpin-kapolres

http://patriot-indonesia.blogspot.com/2009/03/ketika-preman-bermusyawarah.html

http://partai.info/pemilu2009/ situs ini diakses pada 26 Desember 2012. http://dankotimahatidanappbara.blogspot.com/2012/11/sejarah.html situs ini diakses pada 20 Desember 2012.

http://danielmsy.com/pemuda-panacasila-mendidik-kader-mandiri/ situs ini diakses pada 20 Desember 2012.

http://andre6295.blogspot.com/2012/05/sejarah-pemuda-pancasila-sumut.html situs ini diakses pada 20 Desember 2012.

http://pemudapancasila.or.id/?page_id=17 situs ini diakses pada 10 Desember 2012.

http://pushandaka.com/2010/02/ruhut-sitompul.html situs ini diakses pada 23 Juli 2012

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/7136/1/08E00255.pdf situs ini diakses pada 23 Juli 2012.

http://pemudapancasila.or.id/profil/sejarah/

http://pemudapancasila04.blogspot.com/2009/01/selayang-pandang-pemuda-pancasila.html situs ini diakses pada 21 Maret 2013

http://video.tvonenews.tv/arsip/view/53997/2012/02/29/kekerasan_preman _mengancam_kita.tvOne situs ini diakses pada 28 Desember 2013.

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/473131/ ditus ini diakses pada 28 Desember 2012.

Jurnal Analis Sosial, Perdebatan Konseptual Tentang Kaum Marginal, Bandung: Yayasan Akatiga, h.27

Majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2010/11/15/INT/mbm.20101115.IN T135105.id.html situs ini diakses pada 21 Juli 2012.

http://partaipatriot.blogspot.com/ diakses pada 21 Juli 2012 situs ini diakses pada 23 Juli 2012.

http://tabloidpemudapancasila.com/?Organisasi situs ini diakses diakses pada 23 Juli 2012.

Awalnya laporan ini ditulis dalam bahasa inggris “From Reformasi to Institutional Transformation”, copyright President and Fellows of Harvard College, pertama kali diterbitkan dalam bahasa Indonesia, Indonesia Menentukan Nasib Dari Reformasi ke Transformasi Kelembagaan, Jakarta: Kompas, September 2010, h.165

http://www.hukumonline.com/berita/baca/hol19452/uu-ormas-riwayatmu-kini- situs ini diakses pada 21 Juli 2012.

http://www.leimena.org/id/page/v/535/peran-ormas-dan-pentingnya-revisi-uu-no.-8-tahun-1945-tentang-ormas situs ini diakses pada 21 Juli 2012.

Wawancara

Wawancara pribadi dengan Ketua Bidang Organisasi dan Kepemudaan Pemuda Pancasila Gunung R Hutapea pada tanggal 05 Desember 2012, bertempat di Cilandak Town Square Jakarta Selatan.

Wawancara pribadi dengan Ketua Bidang Organisasi dan Kepemudaan Pemuda Pancasila Gunung R Hutapea pada tanggal 15 September 2012, bertempat di MPN Pemuda Pancasila Menteng Jakarta Pusat.

Dokumen terkait