1. Dari semua permasalahan yang timbul, pasien dengan permasalahan gag reflex merupakan salah satu permasalahan paling umum yang mungkin terjadi pada bagian foto rontgen intra oral.
2. Gag Reflex atau sering juga disebut pharyngeal reflex merupakan suatu peristiwa kontak antara benda asing dengan membrane mukus fauces yang menyebabkan terjadinya gagging. gag reflex merupakan suatu reflex bawaan yang bertujuan untuk melindungi sistem pernafasan dan sistem pencernaan dari benda asing yang dapat merusaknya
3. Area yang sangat sensitif untuk merasakan stimulus yang menghasilkan refleks muntah adalah palatum, dasar lidah dan dinding belakang dari faring. Reseptor-reseptor gag reflek berada pada palatum lunak, bagian 1/3 lateral posterior lidah dan pada bagian retromolar mylohyoid. Nervus Kranial yang terlibat dalam refleks ini adalah Nervus IX dan Nervus X. Nervus Glosofaringeal dan Nervus Vagus secara berturut-turut.
4. Gag reflex dikontrol secara menyeluruh dari batang otak. Mekanisme terjadinya gag reflek dimulai pada saat timbulnya iritasi atau sentuhan pada palatum lunak atau bagain 1/3 posterior belakang lidah dan kemudian diteruskan oleh serabut-serabut saraf afferent ke pusat pengaturan muntah di medulla oblongata (porsi bagian bawah otak). Dari medula oblongata, stimulus dilanjutkan keluar oleh serabut saraf efferent keluar dari serabut-serabut saraf otak ke
otot-5. Peristiwa gag reflek berlangsung dalam suatu rangkaain reaksi. Reaksi pertama kali adalah terhalangnya repirasi (jalan nafas) yang lalu diikuti oleh kontraksi otot-otot orofaringeal dan thoracicoabdominal. Terkadang peristiwa tersebut dapat menyebabkan keluarnya makanan menuju laring, orofaring dan mulut.
6. Dua tipe rangsangan untuk terjadinya gag reflex adalah psikogenik dan taktil. Bukti dari aspek psikologi terlihat ketika pasien mulai muntah saat operator mendekati pasien dengan memegang film sebelum film tersebut mulai menyentuh pasien. Komponen fisik sangat terlihat ketika pasien muntah hanya pada saat film menyentuh palatum.
7. penatalaksanaan pasien dengan permasalahan Gag reflex dilakukan dengan beberapa cara, yaitu dengan penanganan faktor psikogenik dan faktor taktil yang meliputi : 1) 1. Seorang ahli radiologi dapat menggambarkaan dan menjelaskan prosedur radiografi. 2) Pendekatan yang pertama dan yang paling baik untuk mencegah gag reflex adalah sikap tenang, dengan suara yang menenangkan sehingga mampu meyakinkan pasien dan membuat pasien santai. 3) 1. Jika akan mengambil radiografi seluruh mulut harus dilakukan dari maksila, yang dimulai dengan mengambil film dari anterior kemudian ke posterior. 4) Menginstruksikan kepada pasien untuk mengambil nafas yang dalam melalui hidung ketika paket film ditempatkan pada daerah yang memungkinkan muntah. 5) Untuk dapat mempertahankan pasien tetap bernafas melalui hidungnya, dapat digunakan ”nasal decongestant”. 6) Pasien juga dapat di instruksikan dengan mengangkat kedua kakinya ketika ia merasa ingin muntah. 7) Beberapa alat pemegang film yang memandu pasien untuk menggigit dan
mempertahankan tekanan juga membantu mencegah muntah. 8) Tablet hisap atau cairan dan semprot dengan anastesi lokal sebelum menempatkan film. 9) Menempatkan sedikit garam dapur pada ujung lidah pasien yang muntah. 10) Untuk pasien muntah yang sulit ditangani dapat dilakukan dengan proyeksi ekstra oral dan film panoramik. 11) Akupuntur pada titik P-6 Neukuan dan - Conception Vessel 24 (Ren - 24). 12) 11. Penanganan dengan metode hipnosis.
DAFTAR RUJUKAN
1 Hidayat, Wahyu. Gambaran Distribusi Teknik Foto Rontgen Gigi yang
Digunakan di RSGM-FKG UNPAD. Bandung.
http://www.akademik.unsri.ac.id. 2007. (25/01/2010)
2 Frommer H., Stabulas-savage. Radiology for the Dental Professional. Elsevier Mosby, 2005. P:358-365
3 Larner HJ 2002, A Dictionary of Neurological Signs, Kluwer Academic Publishers, Netherlands. 2007. P: 90-94
4 Lavinia Ardelean, Cristina Bortun, Marilena Motoc. Gag Reflex In Dental
Practice – Etiological Aspects. TMJ 2003, Vol. 53, No. 3-4. 2003.
http://www.tmj.ro. (10/01/2010)
5 Dickinson CM, Fiske J. A review of gagging problems in dentistry: I.
Aetiology and classification.. Dental Institute, London. Dental Journal. 2005:
32(1):26-8, 31-2. http://www.medline.com
6 Bradley RM. Basic Oral Physiology. 1st ed. Year Book Medical Pub, Inc. 1981; p: 195.
7 Roth GI, Calmes R. Oral Biology. 1st ed. CV Mosby Co. 1981; p: 69.
8 Murphy WM. A clinical survey of gagging patients. J Prosthet Dent. 1979; 42: 145-148.
9 Wuehrmann AH, Manson–Hing LR. Dental Radiology. 5th ed. CV Mosby Co. 1981; p: 218.
10 Manson–Hing LR. Fundamentals of Dental Radiology. 1st ed. Lea & Febiger Co. 1979; Pp: 146-147. 22
11 Friedman MH, Weintraub MI. Temporary elimination of gag reflex for dental
procedures. J Prosthet Dent. 1995; 73: 319.
12 Brown, Benjamin. Gag Reflex. http://www.moving-towards-balance.com.au/ MTB_Gag_Reflex.html. (25/01/2010)
13 Langland O.E, Langlais R.P & Preece J.W,. Principles of Dental Imaging
(Second Edition), Lippincott Williams & Wilkins, United States of America.
2002:130-131
14 Anonim. Brain Stem. Medical Neuroscience 731.
http://www.neuroanatomy.wisc.edu/virtualbrain/BrainStem/10ISN.html. (02/02/2010)
15 Means, C.R. and Flenniden, I.E. Gagging, A Problem in Prosthetic Dentistry. Dental Journal. 1970: 23:614-620.
16 Mohammad, A.Anas. (2003). Management of Gagging Patient during
Intra-oral Posterior Radiography. Department of Oral and Maxillofacial Surgery.
College of Dentistry, University of Mosul. Al–Rafidain Dental Journal Vol. 3, No. 1, 2003
17 O’Brien RC. Dental Radiology. An Introduction for Dental Hygienists and
Assistants. 4th ed. WB Saunders Co. 1982; Pp: 147-148.
18 White SC, Pharoah MJ, Oral radiology principle and interpretation. Fifth edition. ST louis: Mosby, 2004: 200- 9, 624- 38.
19 Whaites E, 2003, Essentials of Dental Radiograhy (3rd Edition), Churchill Livingstone, USA.
20 Fiske J, Dickinson C. The role of acupuncture in controlling the gagging
reflex using a review of ten cases. British Dental Journal June 9,
2001;190(11):611-613. http://www.medline.com. (10/01/2010)
21 Lu DP, Lu GP, Reed JF 3rd. Acupuncture/Acupressure to Treat Gagging
Dental Patients: A Clinical Study Of Anti-Gagging Effects. University of
Pennsylvania, USA. Dental Journal. http://www.medline.com. 2007
22 Thayer.T, Acupuncture For Controlling The Gag Reflex During Upper
LAMPIRAN
1. Sinar Rontgen : Sinar X yang digunakan dalam diagnosis gambar medikal 2. Radiografi : penggunaan sinar pengionan (sinar X, sinar gama) untuk
membentuk bayangan benda yang dikaji pada film
3. Oral : gerakan semuanya yang berhubungan dengan mulut. 4. Stimulus : Rangsangan
5. Superior(=atas) atau kranial: lebih dekat pada kepala. 6. Posterior(=belakang): lebih dekat ke belakang. 7. Superfisial: lebih dekat ke/di permukaan. 8. Lateral(=luar): menjauhi bidang median. 9. Membrane : lapisan tipis jaringan
10. Membran mukus : selaput lendir 11. Sekresi : Proses pengeluaran hasil
12. Stimulator : Sesuatu yang berperan menstimulasi 13. Mediator : Perantara
14. Nausea : Perasaan mual
15. Refleks :Suatu respon fisiologis involunter yang sifatnya seketika terhadap suatu stimulus.
16. Obstruksi : Penyumbatan 17. Sublingual : di bawah lidah
18. Hipnosis : teknik atau praktik dalam mempengaruhi orang lain secara sengaja untuk masuk ke dalam kondisi yang menyerupai tidur, di mana seseorang
yang terhipnotis bisa menjawab pertanyaan yang diajukan, serta menerima sugesti dengan tanpa perlawanan.
19. Sugesti : Proses dimana suatu jiwa atau keadaan mental dipengaruhi oleh suatu ide atau pikiran
20. Otoritas : kekuasaan untuk menjalankan suatu kewenangan. 21. Kompeten : Mampu