• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. KESIMPULAN

Perencanaan strategis adalah proses manajerial yang meliputi pengembangan dan pemeliharaansuatu keserasian yang berlangsung terus Antara sasaran-sasaran organisasi dengan sumber daya dan berbagai peluang yang terdapat di lingkungannya. Tugas perencanaan strategis adalah merancang perusahaan sedemikian rupa, agar selalu terdiri dari kegiatan usaha yang cukup sehat untuk mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan meskipun beberapa diantara kegiatan usahanya mengalami kemerosotan yang parah.Perencanaan Strategi Menurut besarnya atau segi ruang lingkup yaitu perencanaan makro, perencanaan meso dan perencanaan mikro.Perencanaan makro adalah perencanaan yang menetapkan kebijakan-kebijakan yang akan ditempuh, tujuan yang ingin dicapai dan cara-cara mencapai tujuan itu pada tingkat nasional.Perencanaan meso adalah Kebijaksanaan yang telah ditetapkan pada tingkat makro, kemudian dijabarkan kedalam program-program yang bersekala kecil. Perencanaan mikro diartikan sebagai perencanaan pada tingkat instituisional dan merupakan penjabran dari perencanaan tingkat mesokhususan dari lembaga mendapatkan perhatian, namun tidak boleh bertentangan dengan apa yang telah ditetapkan dalam perencanaan makro ataupun meso.Menurut tingkatnnya ada perencanaan strategis dan perencanaan koordinatif.Menurut jangka waktunya ada tiga yaitu perencanaan jangka pendek,jangka menengah dan jangka panjang.Jenis perencanaan berdasarkan sifat ada lima yaitu strategic,manjerial,operasional,regional dan tata ruang.Unsur-unsur proses perencanaan dalam propses perencanaan, kendati lingkup dan metodenya berbeda.Pertama ada audit situas dengan memeriksa data prestasi beberapa masa lalu.Kedua ada riset masa depan yang bertujuan untutk mengenali dan mempertimbangkan dampak dari kecenderungan factor perkembangan apakah positif atau negative.Selanjutnya ada asumsi-asumsi yang didapat dari gabungan audit situasi dan riset masa depan yang dipadukan dengan melakukan metode analisis SWOT.Selanjutnya visi yang menampung data verbal mengenai nilai,harapan, dan aspirasi paparan situasi sekarang dan kecenderungan masa depan.Setelah itu ada Tujuan,sasaran dan target,policy atau kebijakan,rencana strategi,keunggulan strategis.

Proses pemasaran merupakan kegiatan yang berupa penentuan jenis produk yang dihasilkan, jumlah yang harus dipasarkan haraga yang ditetapkannya, cara menyalurkannya,bentuk promosinya dan sebagainya.Jadi dalam proses pemasaran itu terjadi

proses timbal balik dimana perusahaan menyajikan barang-barang dan jasa kepada masyarakat konsumen,sedangkan konsumen menyerahkan uang sebagai imbalan atas terpenuhinya kebutuhan mereka secara cepat dan memuaskan.Proses pemasaran pertama adalah analisa pasar dan persaingan.Analisa pasar mulai dari identifikasi pasar,potensi pasar dan konsep-konsep pasar.Kedua ada strategi pemasaran dengan segmentasi pasar,proses segmentasi mempunyai beberapa langkah. (1) identifikasi basis segmentasi pasar, (2) mengumpulkan informasi pasar, (3) mengembangkan komposisi profil segmen, (4) penetapan konsekuensi pemasaran, (5) estimasi masing-masing potensi segmen pasar, (6) analisis peluang pasar, dan (7) penetapan penguasaan pasar.Ketiga ada Target pasar adalah kelompok konsumen yang mempunyai ciri-ciri atau sifat hampir sama (homogen) yang dipilih perusahaan dan yang akan dicapai dengan strategi bauran pemasaran (marketing mix). Dengan ditetapkannya target pasar, perusahaan dapat mengembangkan posisi produknya dan strategi bauran pemasaran untuk setiap target pasar tersebut.Keempat ada pemposisian produk di pasar/positioning.Kelima ada bauran pemasaran/marketing mix,dikenal dengan ”Empat P” yaitu product,price,promotion dan placemen.Dan terakhir adalah pengedalian, melakukan pengembangan sebuah organisasi pemasaran,menentukan staf,menetapkan tanggung jawab untuk melaksanakan semua kegiatan dalam rencana,memonitor prestasi rencana di pasar, dan melakukan kegiatan perbaikan jika hal itu diperlukan.Seluruh rencana pemasaran perlun ditinjau kembali dari waktu ke waktu melalui alat audit pemsaran.

2. PENDAPAT KELOMPOK

1.Untuk mengisi kesenjangan perencanaan strategis antara penjualan yang diharapakan dan yang diperkirakan, perusahaan dapat mengembangkan suatu rencana kegiatan usaha baru. 2.Perusahaan dapat menciptakan peluang-peluang yang relevan dengan mengajurkan peluang pertumbuhan yang intensif di dalam lingkup pasar-produk yang telah ada sekarang.

3.Dalam setiap kegiatan usaha, manajemen pemasaran harus mengembangkan data pemasaran bagi para perencana strategis untuk mengembangkan rencana pemasaran yang berlandaskan pada sasaran usaha yang telah disepakati dan melaksanakannya.

4.Setiap unit bisnis mengandalkan pemasaran sebagai system utama untuk memonitor peluang dan mengembangkan sasaran-sasaran serta perencanaan pemasaran guna mencapai sasaran bisnis tersebut.

BAB V LAMPIRAN 1. Kasus

Perusahaan Goodyear Tire & Rubber,pembuat baret ban dari karet nomer satu didunia,menanamkan banayk uangnya,dalam industri ini meskipun pertumbuhan industrinya lamban, beban kerja melebihi batas kemampuan, dan menghadapi perang harga.Goodyear banyak menanamkan uangnya dalam modernisasi pabrik untuk menekan biaya supaya lebih rendah dan meningkatkan kualitas, dalam hal penelitian danpengembangan ban yang lebih maju, dan adalam hal yang lebih maju, dan dalam pemasaran serta periklanan untuk membina pilihan konsumen dan penyalur.Hasilnya adalah peningkatan bagian pasar yang besar bagi Goodyear, namun peningkatan bagian pasar yang besar ini masih membutuhkan waktu lama untuk menjadi laba yang lebih besar.

Perusahaan Perancis Michelin, pembuat ban nomer dua didunia meningkat ke kedudukan yang tinggi dengan keunggulan inovasinya.Michelin memperkenalkan ban radial yang dililiti baja, sebuah ban yang lebih tahan lama disbanding jenis ban pesaingnya.Pembaharuan yang dilakukan Michelin terus-menerus untuk ban yang mutunya lebih baik, menyebabkan perusahaan ini memenangkan reputasi karena kualitasnya yang tinggi, dan memungkinkan perusahaan itu menetapkan harga tinggi.Meskipun Michelin terlambat menurunkan harganya untuk merebut bagian pasar,perusahaan itu tetap mengharapkan dapat mempertahankan keunggulan melalui pembaharuan teknologi.

Uniroyal, perushaan yang menenpati kedudukan ke 4 dalam industry tersebut telah memilih jalur diservikasi usaha perdagangan ban.Kekuatannya terletak dalam dua usaha bukan ban, yaitu produk kimia untuk pertanian dan plastik.Dari keduanya diperhitungankan menghasilkan sebanyak 33 persen dari penjualan perusahaan, namun lebih dari 75 persen dari laba seluruh usaha.Meskipun Uniroyal juga melengkapi usahanya dengan membuat pipa saluran air untuk pemadam kebakaran api, dan bagian dalam, dan bola golf, tetapi perusahaan itu tetap memperhitungkan apa yang dilakukan dengan inti kegiatan perusahaan, yaitu devisi usaha ban untuk kebutuhan dalam negri.Uniroyal adalah perusahaan utama yang menyediakanperlengkapan ban kepada General motors, tetapi karena pertumbuhan usaha itu kurang dari 2 persen dalam industry dan ban penurunan harga yang semakin “ menggila “.Uniroyal siap untuk menjual devisi ban-nya jika ada yang mau mengambil alih.

Perusahaan Amstrong Rubber, pembuat ban nomor enam di Amerika Serikat telah memutuskan untuk mengkhususkan diri membuat ban yang hamper seluruhnya meliputi ban sebgai suku cadang (ban serep).perusahaan ini menunjukkan ketrampilan yang luar biasa dalam memilih dan menggali keuntungan dari kesempatan khusus seprti membuat ban untuk kendaraan rekreasi dan perlengkapan pertanian.”Bila anda benar-benar unggul dalam satu segmen pasar, anda akan memperoleh uang sebagai hasilnya,” kata Frank R. O’Keefe Jr., sebagai presiden perusahaan Amstrong.O’Keefe telah mempertajam proses perencanaan strategis, yang digubakan perusahaan Amstrong untuk mengenali segmen pasar yang mendatangkan laba dan proses perencanaan pemasarannya.Melaui prose itu Perusahaan Amstrong terus memimpin dalam setiap segmen pasar yang dipilihnya.

2. Daftar Gambar

Gambar 1.1 Perencanaan secara keseluruhan, pelaksanaannya, dan proses pengandalian dampak pada

Gambar 1.2 Bentuk – bentuk Pasar

Pasar Internasional Pemerintah Barang Industrial Barang Konsumsi Masyarakat (Pasar) Bisnis ( Pengusaha ) Manajemen Uang Manusia Mesin Material

Pengembangan profil segmen-segmen Identifikasi konsekuensi pemasaran Estimasi potensi pasar aggregat Estimasi potensi masing-masing segmen Analisis pemasaran potensi peluang Tidak

memilih Total pasar Sebagian pasar Konsentrasi pasar Strategi Agregasi Analisis pemasaran potensi peluang Identifikasi basis segmentasi Pengumpulan informasi

Gambar 1.3 Tingkatan Luas Pasar

Gambar 1.4 Proses Segmentasi Pasar Permintaan pasar

Pasar yang berpeluang dapat dicapai

Pasar yang diperebutkan Oleh perusahaan sejenis

Pasar yang dipilih sebagai sasaran perusahaan

Pasar actual yang mampu Dikuasai oleh perusahaan

Populasi pasar

Pasar yang tersedia

Pasar yang dilayani

Sasaran pasar

Gambar 1.5. Empat Komponen P dalam Bauran Pemasaran

Gambar 1.6 Tahapan dalam Kurva Siklus Hidup Produk Bauran Pemasaran Tempat Saluran pemasaran Cakupan pasar Pengelompokkan Lokasi Persediaan Transportasi Promosi Promosi penjualan Periklanan Tenaga penjualan Kehumasan/publ ic relation Pemasaran langsung Harga Daftar harga Rabat/diskon Potongan harga khusus Periode pembayaran Syarat kredit Produk Keragaman produk Kualitas Design Ciri Nama merek Kemasan Ukuran Pelayanan Garansi Imbalan Pas ar sas ara n Perkenalan Pertumbuha n Kemapanan Penurunan Wakt u Penjualan dan laba (Rp)

Daftar Pustaka

Kotler, Philip, dan Kevin Lane Keller. Manajemen Pemasaran. Ed.5 jilid 1. Erlangga

Gitotsudarmo Indriyo dan M.Com (Hons). Manajemen Pemasaran. BPFE. Yogyakarta

Dalam dokumen PERENCANAAN STRATEGIS DAN PROSES PEMASAR (Halaman 49-64)

Dokumen terkait