BAB III. PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Intoksikasi atau keracunan adalah masuknya zat ke dalam tubuh yang dapat mengakibatkan gangguan kesehatan bahkan dapat menyebabkan kematian. Semua zat dapat menjadi racun bila diberikan dalam dosis yang tidak seharusnya. Alkohol biasanya adalah etanol atau grain alkohol. Etanol dapat dibuat dari fermentasi buah atau gandum dengan ragi. Etanol sangat umum digunakan, dan telah dibuat oleh manusia selama ribuan tahun. Etanol adalah salah satu obat reakreaksi (obat yang digunakan untuk bersenang-senang) yang paling tua dan paling banyak digunakan di dunia. Dengan meminum alkohol yang cukup banyak, orang bisa mabuk. Semua alkohol bersifat toksik (beracun), tetapi etanol tidak terlalu beracun karena tubuh dapat menguraikannya dengan cepat.
Intoksikasi alkohol dapat terjadi secara akut maupun kronis. Intoksikasi alkohol akut adalah suatu kondisi klinis berbahaya yang biasanya terjadi pada sejumlah besar alkohol. Gejala terkait yang paling terpengaruh adalah daerah otak. Lobus frontal terutama dipengaruhi pada kadar darah alkohol yang rendah. Di atas 100 mg/dL, lobus parietal dipengaruhi. Pada titik ini mempengaruhi keterampilan motorik dan perilaku sensorik. Di atas 300 mg/dL, serebelum dan lobus oksipital dari otak yang terpengaruh. Pada kadar alcohol tinggi yaitu kadar 400-500 mg%, aktivitas
motorik hilang sama sekali, timbul stupor atau koma, pernafasan perlahan dan dangkal, suhu tubuh menurun.
Pada intoksikasi kronis alkohol, penggunaan jangka panjang alkohol dapat merusak beberapa sistem organ. Penyakit hati mungkin adalah gangguan yang paling umum yang terkait dengan alkoholisme. Fatty liver adalah kondisi yang umum tetapi reversibel. Sirosis ditemukan pada 8%-20% dari pecandu alkohol jangka panjang. Terkait kerusakan progresif pada fungsi hati dapat berujung pada gagal hati, koma hepatik, dan kematian.
DAFTAR PUSTAKA
1. Online Popular Knowledge. Sejarah alcohol: kisah alcohol dari lima peradaban kuno. [online] 2016 [cited 2016 October 7]. Available from:
URL:http://www.amazine.co/19032/sejarah-alkohol-kisah-alkohol-dari-5-peradaban-kuno/
2. Anonim. Pengaruh alkohol terhadap metabolisme. [online] 2002 [cited 2016 September 15]. Available from:
URL: http://www.geocities.com/jodii2002/napza
3. Panjaitan RGP. Bahaya gagal hamil yang diakibat minuman beralkohol. [Skripsi]. Bogor: Program pasca sarjana IPB bogor. 2003.
4. Leavell, H.R. Preventive medicine for the doctor in his community. New York: Mc Graw Hill Book Company Inc. 1958.
5. World Health Organization. Global status report on alcohol and health. Luxemburg: WHO Press. 2014.
6. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Laporan hasil riset kesehatan dasar Indonesia tahun 2007. Jakarta: Depkes RI. 2008.
7. Budiyanto A, dkk , Ilmu kedokteran forensik. Jakarta: Bagian Kedokteran Forensik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia;1997.Hal. 113-20.
8. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Alkohol. [online] 2016 [cited 2016 September 16]. Available from:
URL: http://kbbi.web.id/alkohol
9. Adriani D. Mengenal alkohol. [online] 2011 [cited 2016 September 16]. Available from:
URL: http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/25905/3/Chapter%20II.pdf 10. Winarto D. Sifat fisika dan kimia alcohol. [online] 2015 [cited 2016 September
16]. Available from:
URL: http://www.ilmukimia.org/2013/03/sifat-fisika-dan-kimia-alkohol.html 11. Hasannudin. Sifat alkohol: sifat fisika alkohol dan sifat kimia alkohol (reaksi
alkohol). [online] 2015 [cited 2016 September 16]. Available from: URL: http://kimiadasar.com/sifat-alkohol/
12. Kugelberg FC, Jones AW. Interpreting results of ethanol analysis in postmortem specimens: a review of the literature. Forensic Science International 165 (2007) 10–29.
13. Brautbar N. Principles and pitfalls in alcohol toxicity. Intoxication defense. [online] 2000 [cited 2016 September 16]. Available from:
URL: http://www.environmentaldiseases.com/article-alcohol-toxicity.html
14. Fenton JJ. Alcohols. In : Fenton JJ. Toxicology : a case oriented approach. USA. CRC Press, Boca Raton, FL; 2002: 359–402.
15. Le Fever KJ. Buku saku pemeriksaan laboratorium diagnostik. Jakarta. EGC. 1997.
16. Darmono. Toksisitas alkohol. [online] 2000 [cited 2016 Septemer 15]. Available from:
URL: http://www.geocities.com/kuliah farm/farmasi_forensik/alkohol.doc
17. Ulya P, Puspita M. Intoksikasi alkohol. [online] 2013 [ cited 2016 September 16]. Available from:
URL: https://id.scribd.com/mobile/doc/132230845/Refrat-Intoksikasi-Alkohol 18. Niesink, RJ. Toxicology: principles and aplications. 2005.
19. Hariadi A, Hoediyanti. Buku ajar ilmu kedokteran forensik dan medikolegal. Edisi 7 Tahun 2011. Departemen Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya.
20. Balentine JR. Alcohol intoxication. [online] 2011 [cited 2016 October 7]. Available from:
URL: http://www.emedicinehealth.com/alcohol_intoxication/article_em.htm 21. World Health Organization. Global Status Report on Alcohol and Health. 2011. 22. Obot IS. Room R. Alcohol, gender and drinking problems. Perspectives from
Low and Middle Income Countries.World Health Organization Catalogue; 2005. 23. Hanson GR. Venturelli PJ. Fleckenstein AE. Alcohol : Pharmacological effects.
In : Hanson GR et al,eds. Drugs and society , 12th ed. Massachusets: Jones &Barlett Learning,LLC;2014.
24. Dolinak D. Toxycology. In: Dolinak D. Matshes E. Lew E. Forensic pathology: Principles and practice. USA: Elsevier academic press; 2005.p.346-66.
25. Wibisono AS. Keracunan 'Alkohol Beracun'. Perdici Volume 2 nomor 2 April 2012.
26. Knight B. Alcohol. In: Knight B. Simpson;s forensic medicine, eleventh edition. London: Arnold Publishers.2001. h.176-81.
27. Murohy SL, Xu J, Kochanek KD. Deaths: final data for 2010. National Vital Statistics Reports, Vol. 61, No. 4, May 8, 2013.
28. Gramenzi A, Caputo F, Biselli M, et al. Review article: alcoholic liver disease – pathophysiological aspects and risk factors. Journal compilation blackwell publishing Ltd.2006.
29. Markus B. Chronic pancreatitis: pathogenesis and patophysiolgy. In: Markus B. Diseases of the pancreas: acute pancreatitis, chronic pancreatitis. Switzerland: Reinhardt Druck;2004. p.90-1..7.
30. Dettmeyer R. Alcohol-related histopathology. In: Dettmeyer R. Forensis histopathology: fundamentals and perspectives. p.142-46.
31. Oehmichen M, et al. Alcohol, organic solvents, and aerosols. In. Oehmichen M. Forensic neuropathology and neurology. Germany: Springer;2006. p.374-5. 32. Schuckit MA. Alcohol and alcoholism. In Fauci and Braunwald, Harrison’s
principles if internal medicine 17th edition.2008.McGraw Hill.p.2724.
33. Vij K. Textbook of forensic medicine and toxicology principle and practice 5th Edition. China. Elsevier Academic Press. 2014.
34. Keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 3 tahun 1997 tentang pengawasan dan pengendalian minuman beralkohol Presiden Republik Indonesia.
35. Peraturan Menteri Kesehatan nomor: 86/MENKES/PERJIV/77