Dalam bab ini akan dipaparkan bagaimana kesimpulan dari keseluruhan uraian dan juga saran-saran sebagai sumbangsih pemikiran tersendiri dari penulis.
PENUTUP A. Kesimpulan
Dari uraian skripsi yang telah penulis bahas tersebut maka dapat diambil kesimpulan untuk mengingatkan kembali hal-hal yang penting dan sekaligus menjadi intisari daripada skripsi ini, Beberapa hal yang dapat penulis simpulkan berdasarkan permasalahan yang dibahas, antara lain:
1. Secara konstitusional para pemohon telah menggunakan haknya sebagai warga negara untuk mengungkapkan pendapat konstitusionalnya dengan melakukan judicial review terhadap Undang-Undang Nomor 21 tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan, fokus pemohon ialah meragukan tentang kedudukan OJK dan sistem pengawasan yang berpotensi tumpang tindih dengan BI, Pemohon menggunakan batu uji Pasal 23 dan Pasal 33 UUD NRI 1945 terhadap Pasal 1 angka (1) Undang-Undang Nomor 21 tahun 2010 tentang Otoritas Jasa Keuangan
2. Dalam kesimpulannyapertimbangan Mahkamah Konstitusi yakni, secara the juremasih dipegang oleh Bank Indonesia akan tetapi secara the facto Bank Indonesia hanya mempunyai fungsi dan tugas menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, dan hal ini adalah konstitusional. Sedangkan dengan mengenai kedudukan Otoritas Jasa Keuangan amanat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2004 tentang Bank Indonesia (Pasal 34 ayat 1) tidak semerta-merta menghapus indepedensi lembaga OJK meskipun tidak secara langsung disebut dalam UUD NRI 1945.
OJK tidak terlalu berimplikasi secara hukum, namun dalil putusan ini memperkokoh kedudukan independen OJK, dan melalui putusan ini juga terikat pula kewajiban OJK dalam menjalankan tugasnya harus berdasarkan asas-asas indepedensi, kepastian hukum, kepentingan umum, keterbukaan, profesionalitas, integritas dan yang paling penting yakni koordinasi dengan Bank Indonesia.
B. SARAN
Saran yang dapat penulis berikan mengenai hasil putusan Mahkamah Konstitusi ialah sebagai berikut:
1. Lahirnya Undang-Undang Nomor 21 tahun 2011 tentang OJK memberikan kepastian hukum, meningkatkan potensi perbankan kuat dan sehat dengan mengembangkan sistem pengawasan yang efektif sehingga dapat mengatasi krisis kepercayaan masyarakat terhadap lembaga Independen (OJK).
2. OJK adalah harapan baru dalam reformasi keuangan di Indonesia sebagai pencerahan baru bagi masalah-masalah di bidang keuangan negara. Dengan luasnya wewenang dan tanggungjawab OJK diharapkan dapat menjadi bagian terpenting dalam perekonomian nasional kedepannya, dan OJK harus benar-benar bekerja dengan profesional dan harapannya tidak menyalahgunakan wewenang.
3. Sebaiknya, perangkat hukum mengenai kerangka kerja formal dalam rangka mendukung tugas pengawasan segera dibuat, agar tidak
standart kelarasan pengaturan yang kondusif bagi OJK dan BI serta aturan yang tegas mengenai alternative untuk mengatasi berbagai masalah krisis.
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945
Undang-Undang Nomor 21 tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan di Indonesia Undang Nomor 23 tahun 1999 sebagaimana telah dirubah dalam Undang-Undang Nomor 3 tahun 2004 tentang Bank Indonesia
Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2011 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 24 tahun 2003 Tentang Mahkamah Konstitusi;
Putusan
Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 25/PUU-XII/2014 Buku
Abdul Aziz Hakim. (2011) Negara Hukum dan Demokrasi di Indonesia, Yogyakarta, Pustaka Pelajar.
Abdul Rasyid Thalib, (2006), Wewenang Mahkamah Konstitusi dan Impilkasinya dalam Sistem Ketatanegaraan Republik Indonesia, Bandung: Citra Aditya Bakti.
Andrian Sutedi, (2014), Aspek Hukum Otoritas Jasa Keuangan, Jakarta: Raih Asa Sukses.
Bambang Sutiyoso, (2006), Hukum Acara Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Bandung: Citra Aditya Bakti.
Djoni S.Gazali, (2010), Hukum Perbankan, Jakarta: Sinar Grafika
Fajar Laksono Soeroso, (2014), Aspek Keadilan Dalam Sifat Final Putusan Mahkamah Konstitusi, Jurnal Konstitusi, Vol. 11, Nomor 1, Pusat Penelitian dan Pengkajian Perkara Mahkamah Konstitusi, Jakarta.
Gatot Supramono, (2009), Perbankan dan Masalah Kredit, Jakarta: Rineka Cipta.
Hermansyah, (2013), Hukum Perbankan Nasional Indonesia, Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
I.D.G. Palguna, (2018), Mahkamah Konstitusi Dasar Pemikiran, Kewenangan dan Perbandingan dengan Negara lain, Jakarta; Konstitusi Press.
Irfan Fahmi, (2014), Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya: Teori dan Aplikasi, Jakarta : Alfabeta
…………., (2015), Manajemen Perbankan Konvensional & Syariah, Jakarta: Mitra Wacana Media.
…………., (2016), Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya Teori dan Aplikasi, Bandung:
Alfabeta.
Jimly assidiqie, (2010), Hukum Acara Pengujian Undang-Undang, Jakarta: Sinar Grafika.
Kasmir, (2008), Analisis Laporan Keuangan, Jakarta: Rajawali Pers.
………, (2015), Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya, Jakarta: Rajawali Pers.
Maruarar Siahaan, (2006), Hukum Acara Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Jakarta: Konstitusi Press.
Moh. Mahfud MD, (2010), Perdebatan Hukum Tata Negara Pasca Amandemen Konstitusi, Jakarta: Rajawali Press.
Monstequieu, (2007), The Spirit of laws. Dasar-Dasar Ilmu Hukum dan Ilmu Politik, Bandung; Nusa media.
Otoritas Jasa Keuangan, (2016), Buku Saku Otoritas Jasa Keuangan, Jakarta: OJK.
Rafiuddin, (2011), Penalaran Hukum Putusan Mahkamah Konstitusi Dalam Pengujian Undang-Undang Yang Diuji Lebih Dari Sekali (Studi Atas Putusan Mahkamah Konstitusi Tahun 2003-2010, Jakarta: Tesis, Fakultas Hukum Universitas Indonesia.
Ryan Filbert Wijaya, (2014), Negative Investement : Kiat Menghindari Kejahatan dalam Dunia Investasi, Jakarta: Elex Media Komputindo.
Saldi isra, (2010), Pergeseran Fungsi Legislasi, Menguatnya Model Legislasi Parlementer Dalam Sistem Presidensial Indonesia, Jakarta: Rajawali Press.
Salim, Budi Sutrisno, (2008), Hukum Investasi di Indonesia, Jakarta: RajaGrafindo.
Siti Zubaidah, (2013), Tinjauan Yuridis Peraturan Bank Indonesia Nomor 14/8/Pbi/2012 Tentang Kepemilikan Saham Bank Umum, Skripsi Fakultas Syari’ah Dan Ilmu Hukum Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
Tim Panitia Antar Departemen Rancangan Undang-Undang Tentang Otoritas Jasa Keuanga, Naskah Akademin Pembentukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Jakarta: 2010.
Amandemen UUD 1945, Jakarta: Kencana.
Tito,Sulistio, (2004), Mencari Ekonomi Pro Pasar: Catatan Tentang Pasal Modal, Privatisasi Dan Konglomerasi Lokal, Jakarta: The Investor
Suratman, Philips Dillah, (2015), Metode Penelitian Hukum, Bandung: Alfabeta.
Soerjono Soekanto, (2012), Pengantar Penelitian Hukum, Jakarta; UII-Pers.
Jurnal
Wiwin Sri Haryani, Independensi Otoritas Jasa Keuangan dalam Perspektif Undang-Undang Nomor 21 tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan, Jurnal Legislas Indonesia, Vol. 9 No. 3 Oktober 2012, h. 45.
Internet
https://bisnis.tempo.co/read/558118/uji-materi-Undang-Undang-ojk-diajukan/full&view=ok , Diakses pada 17 Juni 2020, Pukul 21:00 WIB