• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dari penelitian ini disimpulkan bahwa perlakuan pengobatan bawang putih 2,8% dan meniran 1,4% efektif untuk pengendalian penyakit bakterial dalam pembesaran ikan lele Clarias sp. dengan memberikan kelangsungan hidup sebesar 95,38%.

4.2 Saran

Perlu dilakukan dengan metode uji tantang yang lain untuk dapat mengamati pengaruh dari pakan yang mengandung bawang putih dan meniran dalam upaya pencegahan pada ikan lele untuk skala lapangan.

21

DAFTAR PUSTAKA

Angka SL. 2005. Kajian penyakit motile aeromonad septicaemia (MAS) pada ikan lele dumbo Clarias sp.: patologi, pencegahan dan pengobatannya dengan fitofarmaka. [Disertasi]. Sekolah Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Astrini R. 2012. Pencegahan infeksi Aeromonas hydrophila pada benih ikan lele

Clarias sp. yang berumur 11 hari menggunakan bawang putih dan

meniran. [Skripsi]. Departemen Budidaya Perairan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Ayuningtyas A. 2008. Efektivitas campuran meniran Phyllanthus niruri dan bawang putih Allium sativum untuk pengendalian infeksi bakteri

Aeromonas hydrophila pada ikan lele dumbo Clarias sp. [Skripsi].

Departemen Budidaya Perairan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor. Bogor.

[BBPBAT] Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar Sukabumi. 2012. Target Produksi Perikanan Budidaya Naik 38 %. www.bbpbat.net. [19 Oktober 2012].

Bagalkotkar G, Sagineedu SR, Saad MS, Stanslas J. 2006. Phytochemicals from

Phyllanthus niruri Linn. and their pharmacological properties. Journal of

Pharmacy and Pharmacology 58, 1559-1570.

Bijanti R, Gandul M, Wiwik T. 2011. Antigenesity protein of Aeromonas

hydrophila caused ulcer disease on goldfish (Cyprinus carpio Linn) using

indirect ELISA technique. Kongres Nasional. Asosiasi Farmakologi dan Farmasi Veteriner Indonesia. Denpasar.

Boyd CE. 1982. Water Quality Management for Pond Fish Culture. Elsevier Publishing Company. New York.

Cowan S, Steel K. 1974. Manual for the Identification of Medical Bacteria, sec ed. Cambrige University Press. 161-180p.

Durairaj S, Srinivasan S, Lakshamanaperumalsamy P. 2009. In vitro antibacterial activity and stability of garlic extract at different pH and temperature. Electronic Journal of Biology 5(1), 5-10.

Fauziah RN. 2012. Penggunaan campuran ekstrak bawang putih Allium sativum – meniran Phyllanthus niruri dalam pakan untuk pencegahan infeksi bakteri

Streptococcus agalactiae pada ikan nila Oreochromis niloticus. [Skripsi].

Departemen Budidaya Perairan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

22 Irianto A. 2005. Patologi Ikan Teleostei. Gajah Mada University Press.

Yogyakarta.

KKP. 2010. Yogyakarta konsumen lele tertinggi. www.wpi.kkp.go.id. [17 Oktober 2012].

Kurniawan D. 2010. Efektivitas tepung meniran Phyllanthus niruri dan bawang putih Allium sativum dalam pakan untuk pencegahan infeksi bakteri

Aeromonas hydrophila pada ikan lele dumbo Clarias sp. [Skripsi].

Departemen Budidaya Perairan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Maratani A. 2006. Pengaruh pemberian rebusan buah mahkota dewa (Phaleria

macrocarpa) terhadap produksi reactive oxygen intermediate (ROI)

makrofag pada mencit Balb/c yang diinfeksi Salmonella typhimurium. [Skripsi]. Fakultas Kedokteran. Universitas Diponegoro. Semarang.

Miranti S. 2012. Penggunaan campuran tepung meniran-bawang putih dalam pakan untuk pengendalian infeksi Vibrio alginolyticus pada benih ikan kerapu macan Epinephelus fuscoguttatus. [Skripsi]. Departemen Budidaya Perairan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Muslim, Holty MP, Widjajanti H. 2009. Penggunaan ekstrak bawang putih (Allium sativum) untuk mengobati benih ikan patin siam (Pangasius

hypophthalmus) yang diinfeksi bakteri Aeromonas hydrophila. Jurnal

Akuakultur Indonesia 8(1), 91-100.

Sabir SM, Rocha JBT. 2008. Water-extractabel phytochemicals form Phyllanthus

niruri exhibit distinct in vitro anti-oxidant and in vivo hepatoprotective

activity against paracetamol-induced liver damage in mice. J. Food Chemistry 111, 845-851.

Sartika Y. 2011. Efektivitas fitofarmaka dalam pakan untuk pencegahan infeksi bakteri Aeromonas hydrophila pada ikan lele dumbo Clarias sp. [Skripsi]. Departemen Budidaya Perairan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Setyotomo K. 2011. Efektivitas campuran bubuk meniran Phyllanthus niruri dan bawang putih Allium sativum dalam pakan untukpengobatan infeksi bakteri Aeromonas hydrophila pada ikan lele dumbo Clarias sp. [Skripsi]. Departemen Budidaya Perairan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Sholikhah EH. 2009. Efektivitas campuran meniran Phyllanthus niruri dan bawang putih Allium sativum dalam pakan untuk pengendalian infeksi bakteri Aeromonas hydrophila pada ikan lele dumbo Clarias sp. [Skripsi]. Departemen Budidaya Perairan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor. Bogor.

23 [SNI] Standar Nasional Indonesia. 2009. Produksi ikan nila Oreochromis niloticus Bleeker kelas pembesaran di kolam air tenang. Badan Standardisasi Nasional/ BSN. SNI 7550:2009.

Suman BC, Csaba H. 2011. Application of phytochemicals as immunostimulant, antipathogenic and antistress agents in finfish culture. Reviews in Aquaculture 3, 103-119.

Suprapto. 2006. Tubuh Kebal dengan Herbal. http://64.203.71.11/kesehatan/news/

[20 Oktober 2012].

Tacchi L, Ralph B, Alex D, Christoper JS, Samuel AMM. 2011. Transcriptomic responses to functional feeds in Atlantic salmon ( Salmon salar). Fish and Shellfish Immunology 31, 704-715.

Widiani I. 2011. Lama pemberian pakan mengandung tepung meniran

Phyllanthus niruri dan bawang putih Allium sativum untuk pencegahan

infeksi bakteri Aeromonas hydrophila pada ikan lele dumbo Clarias sp. [Skripsi]. Departemen Budidaya Perairan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor. Bogor.

25

Lampiran 1. Beberapa hasil penelitian pakan yang mengandung bawang putih dan meniran pada komoditas ikan yang berbeda

Bentuk bahan perlakuan

Konsentrasi meniran dan

bawang putih Ikan uji Stadia ikan Uji tantang

Metode pemberian Lama pemberian Kelangsungan hidup Pustaka

Ekstrak meniran dan

bawang putih 5 ppt dan 20 ppt Ikan lele 11-13 cm

Bakteri Aeromonas

hydrophila Penyuntikan 14 hari 73,33%

Ayuningtyas (2008) Ekstrak meniran dan

bawang putih 5 ppt dan 20 ppt Ikan lele 11-13 cm

Bakteri Aeromonas hydrophila

Spray melalui

pakan 14 hari 58,33% Sholikhah (2009)

Tepung meniran dan

bawang putih 0,7% dan 1,4 % Ikan lele 12,08 cm

Bakteri Aeromonas hydrophila

Formulasi

dalam pakan 14 hari 60% Kurniawan (2010)

Tepung meniran dan

bawang putih 0,8% dan 1,4% Ikan lele 11,39 cm

Bakteri Aeromonas hydrophila

Formulasi

dalam pakan 14 hari 46,67% Setyotomo (2011)

Tepung meniran dan

bawang putih 0,7% dan 1,4 % Ikan lele 7,81 g

Bakteri Aeromonas hydrophila

Formulasi

dalam pakan 14 hari 66,67% Sartika (2011)

Tepung meniran dan

bawang putih 0,7% dan 1,4 % Ikan lele 11,67 cm

Bakteri Aeromonas hydrophila

Formulasi

dalam pakan 21 hari 93,33% Widiani (2011)

Tepung meniran dan

bawang putih 1,5% dan 2% Ikan nila 10,33 g

Bakteri Streptococcus

niloticus

Formulasi

dalam pakan 14 hari 83,33%

Fauziah (2012)

Tepung meniran dan

bawang putih 25 g dan 25 g Ikan kerapu macan 7,74 cm Bakteri Vibrio alginolyticus dalam pakan Formulasi 14 hari 83,33% Miranti (2012) Tepung meniran dan

bawang putih 5 ppt dan 25 ppt Ikan lele 1,53 cm Aeromonas hydrophila dalam pakan Formulasi 21 hari 81,11% Astrini (2012) Tepung meniran dan

26

Lampiran 2. Tata letak terpal penelitian

Keterangan : K+ U1 = Kontrol (+) ulangan 1 K+ U2 = Kontrol (+) ulangan 2 K+ U3 = Kontrol (+) ulangan 3 K- U1 = Kontrol (-) ulangan 1 K- U2 = Kontrol (-) ulangan 2 K- U3 = Kontrol (-) ulangan 3 PC U1 = Pencegahan ulangan 1 PC U2 = Pencegahan ulangan 2 PC U3 = Pencegahan ulangan 3 PG U1 = Pengobatan ulangan 1 PG U2 = Pengobatan ulangan 2 PG U3 = Pengobatan ulangan 3

27

Lampiran 3. Analisis statistik derajat kelangsungan hidup sebelum dan sesudah uji tantang, laju pertumbuhan mutlak dan laju pertumbuhan harian ikan lele selama penelitian

a) Derajat kelangsungan hidup awal Uji Homogenitas

Levene Statistic db1 db2 Sig.

0,075 2 6 0,929

ANOVA Jumlah

kuadrat db Kuadrat tengah F Sig.

Perlakuan 56.167 2 28,083 0,559 0,599

Sisa 301.333 6 50,222

Total 357.500 8

b) Derajat kelangsungan hidup akhir Uji Homogenitas Levene Statistic db1 db2 Sig. 1,153 3 8 0,385 ANOVA Jumlah kuadrat db Kuadrat tengah F Sig. Perlakuan 164,620 3 54,873 1,932 0,203 Sisa 227,212 8 28,401 Total 391,832 11

28 Duncan Perlakuan N α = 0.1 1 2 Kontrol (+) 3 86,9233 Pencegahan 3 94,6167 94,6167 Pengobatan 3 95,3833 Kontro (-) 3 96,1533 Sig. 0,115 0,743

c) Laju pertumbuhan mutlak Uji Homogenitas Levene Statistic db1 db2 Sig. H7 1,947 3 8 0,201 H14 3,903 3 8 0,055 H21 0,421 3 8 0,743 H28 0,295 3 8 0,828 H35 1,659 3 8 0,252 ANOVA Jumlah kuadrat db Kuadrat tengah F Sig. H7 Perlakuan 0,003 3 0,001 0,745 0,555 Sisa 0,010 8 0,001 Total 0,012 11 H14 Perlakuan 0,003 3 0,001 0,323 0,809 Sisa 0,023 8 0,003 Total 0,025 11 H21 Perlakuan 0,001 3 0,000 0,125 0,943 Sisa 0,019 8 0,002 Total 0,020 11 H28 Perlakuan 0,004 3 0,001 1,359 0,323 Sisa 0,007 8 0,001 Total 0,010 11 H35 Perlakuan 0,006 3 0,002 1,216 0,365 Sisa 0,014 8 0,002 Total 0,020 11

29 d) Laju pertumbuhan harian

Uji Homogenitas Levene Statistic db1 db2 Sig. 0,820 3 8 0,518 ANOVA Jumlah kuadrat db Kuadrat tengah F Sig. Perlakuan 0,687 3 0,229 1,370 0,320 Sisa 1,337 8 0,167 Total 2,024 11

Dokumen terkait