• Tidak ada hasil yang ditemukan

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

1. Prosedur pelaksanaan kegiatan SPP sudah memenuhi syarat dalam ketentuan dasar kegiatan pelaksanaan program SPP. Dan kegiatan SPP telah menunjukkan bahwa penyaluran dana SPP sudah dilaksanakan secara prosedural. Selain itu, tingkat partisipasi masyarakat di Kecamatan Kalirejo cukup tinggi, dilihat dari jumlah pemanfaan program SPP yaitu kelompok yang meminjam dana SPP, namun pada proses sosialisai yang dilakukan oleh pihak pengelola kegiatan SPP kurang menyentuh masyarakat yang berada di pelosok desa, sehingga banyak yang tidak mengetahui akan adanya program SPP.

2. Pelaksanaan kegiatan SPP sudah memenuhi ketentuan dasar PNPM SPP yaitu kemudahan. Dalam hal kemudahan, kriteria tidak memerlukan agunan sudah terpenuhi sesuai dengan ketentuan dasar kegiatan SPP, namun target atau sasaran penerima pinjaman belum sesuai dikarenakan masih adanya ketidakyakinan dari masyarakat miskin sendiri dan juga dari pengelola UPK untuk memberikan pinjaman apakah mereka bisa mengembalikan dana pinjaman SPP. Pada proses pengembangan kegiatan, aktifnya peran masyarakat dalam kegiatan SPP, kaum

114

perempuan dapat menciptakan lapangan pekerjaan secara mandiri seperti membuat usaha kuliner, usaha kelontongan, warung dan lain-lainnya. Pelaksanaan kegiatan SPP dilakukan secara akuntabilitas yakni pada proses administrasi dilakukan dengan pencatatan yang jelas, cermat, serta didukung bukti-bukti penggunaan atau penyaluran dana. Tingkat akuntabilitas dalam pengelolaan lembaga keswadayaan masyarakat cukup baik, dimana setiap tahun telah ada audit dari pihak auditor eksternal, dilaksanakan review partisipatif dari masyarakat serta pemberian informasi langsung kepada masyarakat.

3. Kegiatan SPP hanya mampu memenuhi kebutuhan pendanaan sebesar 10,48% dari jumlah KK yang ada di Kecamatan Kalirejo. Hal ini menunjukkan bahwa PNPM SPP belum secara maksimal memberikan dana pinjaman kepada masyarakat. PNPM SPP belum dapat menyentuh secara keseluruhan dari masyarakat yang ada di Kecamatan Kalirejo khususnya kaum perempuan yang kurang mampu. Tingkat kemiskinan selama dua tahun terakhir mengalami peningkatan. Tidak meratanya penerimaan program SPP ini menunjukkan adanya ketimpangan bahwa dana SPP diberikan kepada masyarakat menengah. Masyarakat dapat menguatkan kelembagaan simpan pinjam oleh kaum perempuan yakni dapat meningkatkan keikutsertaan kaum perempuan dalam pembangunan perekonomian keluarga dan secara aktif membangun kegiatan- kegiatan simpan pinjam menjadi lebih produktif dan berkembang.

4. Kondisi masyarakat yang ada sekarang belum banyak mengalami peningkatan kemandirian dalam mendapatkan peluang untuk mendapatkan pekerjaan

115

sehingga dapat meningkatkan tingkat kesejahteraannya. Masyarakat di Kecamatan Kalirejo dikatakan telah siap untuk melanjutkan kegiatan SPP yang selama ini telah berjalan karena unggul dalam perguliran dana yang dikelola oleh UPK. Namun secara mandiri hal tersebut belum dapat dilaksanakan sendiri oleh masyarakat, sehingga masih membutuhkan pendampingan yang intensif dari pihak luar dalam hal ini fasilitator agar masyarakat benar-benar siap dan memiliki kapasitas yang cukup untuk secara mandiri mampu mengelola pembangunan di Kecamatan Kalirejo.

B. SARAN

Berdasarkan kesimpulan, maka dapat dikemukakan saran sebagai berikut:

1. Lebih ditingkatkan lagi pendekatan dari pihak pengelola UPK terhadap kaum perempuan kurang mampu sehingga kaum perempuan yang kurang mampu dapat ikut merasakan program SPP dan dapat dengan mudah membentuk kelompok untuk permohonan dana pinjaman SPP.

2. Diselenggarakannya pelatihan guna peningkatan keterampilan dan pengetahuan untuk kaum perempuan dalam rangka pemberdayaan masyarakat (seperti: pelatihan manajemen keuangan, pelatihan pembuatan kerajinan yang memanfaatkan SDA di desa, pelatihan membuat kue, pelatihan menjahit, dsb). 3. Pihak pengelola UPK melakukan sosialisasi kebeberapa daerah/desa yang

berjarak jauh dari pusat pemerintahan, hal ini dimaksud agar masyarakat secara keseluruhan dapat menerima informasi dan dapat ikut serta secara aktif dalam

116

kegiatan pelaksanaan program SPP. Dan pemberian dana lebih difokuskan terhadap masyarakat kurang mampu dan diberikan kepada yang baru akan memulai usaha sehingga dapat lebih meningkat perekonomian di Kecamatan Kalirejo.

4. Pihak BPUPK untuk melakukan pengawasan terhadap kelompok-kelompok baru yang akan mengajukan pinjaman, agar dapat diketahui bahwa kelompok peminjam benar-benar membutuhkan dana SPP, dan apakah dana tersebut digunakan untuk menambah pendanaan modal atau hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan hidup.

DAFTAR PUSTAKA

Dunn, William. 2000. Pengantar Analisis Kebijakan Publik. Gadjah Mada Univerity Press; Yogyakarta.

Keban, Yeremias T. 2004. Enam Dimensi Strategis Administrasi Publik, konsep, Teori, dan Isu. Gava Media. Yogyakarta.

Moleong, L.J. 2005. Metodologi Penelitian Kualitatif. PT. Remaja Rosdakarya. Bandung.

Suharsimi Arikunto dan Cepi Safruddin Abdul Jabar, 2004. Evaluasi Program Pendidikan Pedoman Teoretis Praktis Bagi Praktisi Pendidikan. Bumi Aksara, Jakarta,.

Suharto, Edi, 2005. Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat : Kajian Strategis Pembangunan Kesejateraan Sosial dan Pekerjaan Sosial. Refika Aditama. Bandung.

Wahab, Solichin Abdul. 1997. Analisis Kebijaksanaan Dari Formulasi Ke Implementasi Kebijaksanaan Negara Edisi.2. Bumi Aksara. Jakarta.

Winarno, Budi. 2008. Kebijakan Publik Teori dan Proses (Edisi Revisi). Media Presindo ; Yogyakarta

Wibawa, Samudra. 1993. Evaluasi Kebijakan Publik. Universitas Gajah Mada ; Yogyakarta

Wirawan. 2011. Evaluasi, Teori, Model, Standar, Aplikasi, Dan Profesi. Contoh Aplikasi Evaluasi Program: Pengembangan Sumber Daya Manusia, Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan, Kurikulum, Perpustakaan, Dan Buku Teks.. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Wrihatnolo, Randy.R, dan Riant Nugroho D, 2007. Manajemen Pemberdayaan : Sebuah Pengantar dan Panduan untuk Pemberdayaan Masyarakat. PT Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia. Jakarta

Website

http://www.idb.unj.info/index.php?option=com_content&view=article&id=50&It emid

http://regional.kompasiana.com/2012/08/01/pelaksanaan-pnpm-mandiri-di- lampung-tengah-481690.html, diakses pada 10 Januari 2013

http://www.lepank.com/2012/08/pengertian-kegiatan-menurut-beberapa.html http://www.smeru.or.id/report/research/pnpmrural/pnpmrural_ind.pdf di akses

pada 15 Nopember 2012

Sumber Pustaka Lain:

Departemen Dalam Negeri Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. 2008. Petunjuk Teknis Operasional Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan. Jakarta

P3KBPM-PNPM MP (Pokja Pengendali Penanggulangan Kemiskinan Berbasis

Pemberdayaan Masyarakat-PNPM Mandiri). 2010. Tentang PNPM

Pengurus Kelompok Mawar dan Unit Pengelola Kegiatan Kecamatan Kalirejo. 2012.

Proposal usulan kegiatan SPP Kecamatan Kalirejo Kabupaten Lampung Tengah.

Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MP) TA. 2012 Lampung Tengah.

Tim Pengendali PNPM Mandiri. 2008. Pedoman umum program nasional PNPM

Dokumen terkait