• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kesimpulan

Artropoda predator permukaan tanah yang ditemukan pada ekosistem pertanaman jagung, ubi jalar dan cabai adalah Carabidae, Staphylinidae, Formicidae, Lycosidae dan Salticidae, sedangkan Carcinophoridae hanya ditemukan pada pertanaman jagung dan cabai. Pada ketiga ekosistem pertanaman tersebut, kelimpahan semut (Formicidae), kumbang tanah (Carabidae) dan laba- laba serigala (Lycosidae) mendominasi. Secara umum, rataan kelimpahan artropoda predator permukaan tanah pada pertanaman jagung lebih tinggi dan berbeda nyata dibandingkan dengan pertanaman ubi jalar dan cabai.

Saran

Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang identifikasi jenis-jenis artropoda predator permukaan tanah pada ketiga ekosistem pertanaman tersebut dengan waktu pengamatan lebih panjang mencakup musim hujan dan kemarau.

Annie PS, Agus N, Ngatimin SN, Zulfitriany DM. 2007. Keanekaragaman musuh alami lalat buah Bactrocera dorsalis Hendel (Diptera: Tephritidae) pada tanaman cabai. Prosiding Seminar Ilmiah dan Pertemuan Tahunan PEI dan PFI XVIII Komda Sulawesi Selatan. Makassar, 28 Desember 2007. Agnew CW, Smith Jr. 1989. Ecology of spiders (Araneae) in a peanut

agroecosystem. Environ Entomol 18(1): 30-42.

Booij CJH, Noorlander J. 1992. Farming systems and insect predators. Agric Ecosys Environ 40: 125-135.

Borror DJ, Johnson NF, Triplehorn CA. 1996. Pengenalan Pelajaran Serangga Edisi Keenam. Soetiyono Partosoedjono, Penerjemah. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Terjemahan dari: An Introduction to The Study of Insect.

[BPTP] Balai Penelitian Teknologi Pertanian. 1998. Budidaya Kedelai dan Jagung. http://kalteng.litbang.deptan.go.id/ind/images/data/jagung_lahan_ kering.pdf. [18 Juli 2011].

[BPTS] Balai Penelitian Tanaman Sayuran. 2003. Pengenalan dan pengendalian hama-hama penting pada tanaman cabai merah. http://lampung.litbang. deptan.go.id/budidayacabai.pdf. [18 Juli 2011].

[Deptan] Departemen Pertanian. 2007. OPT utama pada tanaman jagung. http://www.balitsereal.litbang.deptan.go.id/ind/images/stories/opt.pdf

[18 Juli 2011].

Halaj J, Cady AB, Uetz GW. 2000. Modular habitat refugia enhance generalist predators and lower plant damage in soybean. Environ Entomol 29 (2): 383- 393.

Hopkin SP. 1997. Biology of the Springtails. Di dalam : Hopkin SP. Editor. Insecta: Collembola. Oxford: Oxford University Press.

Herlinda S, Waluyo, Estuningsih SP, Irsan C. 2008. Perbandingan keanekaragaman spesies dan kelimpahan artropoda predator penghuni tanah di sawah lebak yang diaplikasi dan tanpa aplikasi insektisida. J Entomol Indon 5(2): 96-107.

Herzog DC, Funderburk JE. 1986. Ecological bases for habitat management and pest cultural control: 217-250. Di dalam: Kogan M. Editor. Ecological Theory and Integrated Pest Management Practice. New York: John Wiley & Sons. pp. 217-250.

Hutauruk CH. 1988. Penggunaan semut hitam Dolichoderus bituberculatus Mays (Hymenoptera: Formicidae) untuk mengendalikan hama pengisap buah Helopeltis antonii Signoret (Hemiptera: Miridae) pada kakao Linduk (Theobroma cacao L.). Prosiding Komunikasi Teknis Kakao 1988. Balai Penelitian Perkebunan Jember. hlm. 188-211.

28

Kalshoven LGE. 1981. The Pests of Crops in Indonesia (Revised and Translated by van der Laan PA). PT Ichtiar Baru-Van Hoeve. Jakarta: 701 p.

Lovei GL, Sunderland KD. 1996. Ecology and behaviour of ground beetle (Coleoptera: Carabidae). Annu Rev Entomol(41): 231-256.

Luff ML. 1987. Biology of polyphagous ground beetles in agriculture. Agric Zoo Rev(2): 237-278.

Marshall SD, Rypstra AL. 1999. Patterns in the distribution of two wolf spider (Araneae: Lycosidae) in two soybean agroecosystems. Environ Entomol 28(6): 1052-1059.

Powel W, Walton MP, Jervis MA. 1996. Population and Communities. pp. 532- 543. Di dalam: Jervis M, Kidd N. Editor. Insect Natural Enemies: Practical Approach to Their Study and Evaluation. London: Chapman & Hall.

Rauf A. 1996. Analisis ekosistem dalam pengendalian hama terpadu. Makalah disampaikan pada Pelatihan Peramalan Hama dan Penyakit Tanaman Padi dan Palawija Tingkat Nasional. Jatisari, 2-19 Januari 1996. 11 hal.

Reijntjs C, Haverrkort B, Waters BA. 1999. Pertanian Masa Depan: Pengantar untuk Pertanian Berkelanjutan dengan Input Rendah. Yogyakarta: Kanisius.

Rukmana R. 1997. Budidaya Ubi Jalar dan Pasca Panen. Yogyakarta: Kanisius.

Rusek J. 1998. Biodiversity of Collembola and their functional role in the ecosystem. Biodiversity and Conservation (7): 1207-1219.

Samway MJ. 1995. Insect Conservation Biology. London: Chapman & Hall. 358p.

Setiawati W. 2005. Pengelolaan terpadu pada tanaman cabai merah dalam upaya mengatasi penyakit virus kuning. Makalah disampaikan pada Pertemuan Apresiasi Penerapan Penanggulangan Virus Cabai. Yogyakarta, 14-15 April 2005.

Shepard BM, Barrion AT, Litsinger JA. 1987. Friends of The Rice Farmer: Helpful Insects, Spiders and Phatogens, Philippines: International Rice Research Institute : 136p.

SAS Inc. 2008. SAS Technical Support Website. North Carolina: SAS Institute. Sudarmono. 1999. Pengendalian Serangan Hama Jagung. Yogyakarta:

Kanisius, 52 hal.

Sumarni N, Muharam A. 2005. Budidaya Cabai Merah. Panduan Teknis PTT Cabai Merah No.2. Balitsa.

Supriyatin. 2001. Hama boleng pada ubi jalar dan cara pengendaliannya. Buletin Palawija (2): 22-29.

Syamsudin. 2007. Intensitas serangan hama dan populasi predator pada berbagai waktu tanam jagung. Prosiding Seminar Ilmiah dan Pertemuan Tahunan PEI dan PFI XVIII Komda Sulawesi Selatan. Makassar, 28 Desember 2007.

Tamrin, Hidayat P, Rauf A, Sartiami D. 2004. Artropoda permukaan tanah pada pertanaman jagung. Bogor: Kongres PEI VI dan Simposium Nasional Entomologi. Cipayung, 5-7 Maret 2003.

Tarumingkeng RC. 1994. Dinamika Populasi: Kajian Ekologi Kuantitatif. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Tulung M. 1999. Ekologi laba-Iaba di pertanaman padi dengan perhatian utama pada Pardosa pseudoannulata Boes. & Str. [disertasi]. Bogor: Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.

Winasa IW. 2001. Artropoda predator penghuni permukaan tanah di pertanarnan kedelai: kelirnpahan, pemangsaan, dan pengaruh praktek budidaya tanaman. [disertasi]. Bogor: Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.

Tabel 1 Hasil analisis ragam kelimpahan Lycosidae setelah data ditransformasi dengan√(x + 0.5)

Tabel 2 Hasil analisis ragam kelimpahan Salticidae setelah data ditransformasi dengan√(x + 0.5)

Tabel 3 Hasil analisis ragam kelimpahan Carabidae setelah data ditransformasi dengan√(x + 0.5)

Tabel 4 Hasil analisis ragam kelimpahan Staphylinidae setelah data ditransformasi dengan√(x + 0.5)

Tabel 5 Hasil analisis ragam kelimpahan Carcinophoridae setelah data ditransformasi dengan√(x + 0.5)

Tabel 6 Hasil analisis ragam kelimpahan Formicidae setelah data ditransformasi dengan√(x + 0.5)

Sumber keragaman Db JK KT F Hitung F0.05(2,12)

Pertanaman 2 27.57 13.78 48.95 0.00

Galat 12 3.38 0.28

Total 14 30.95

Sumber keragaman Db JK KT F Hitung F0.05(2,12)

Pertanaman 2 0.22 0.11 1.95 0.08

Galat 12 0.67 0.06

Total 14 0.89

Sumber keragaman Db JK KT F Hitung F0.05(2,12)

Pertanaman 2 20.97 10.49 15.65 0.00

Galat 12 8.04 0.67

Total 14 29.01

Sumber keragaman Db JK KT F Hitung F0.05(2,12)

Pertanaman 2 0.25 0.12 6.06 0.02

Galat 12 0.25 0.20

Total 14 0.50

Sumber keragaman Db JK KT F Hitung F0.05(2,12)

Pertanaman 2 1.60 0.80 4.32 0.02

Galat 12 2.22 0.19

Total 14 3.82

Sumber keragaman Db JK KT F Hitung F0.05(2,12)

Pertanaman 2 62.59 31.29 26.27 0.00

Galat 12 14.29 1.19

32

Tabel 7 Hasil analisis ragam kelimpahan Collembola setelah data ditransformasi dengan√(x + 0.5)

Keterangan

Db : Derajat bebas JK : Jumlah Kuadrat KT : Kuadrat Tengah

Sumber keragaman Db JK KT F Hitung F0.05(2,12)

Pertanaman 2 1577.93 788.97 114.41 0.00

Galat 12 82.75 6.90

PERMUKAAN TANAH PADA TIGA EKOSISTEM

Dokumen terkait