Berdasarkan pembahasan dan pengolahan data hasil penelitian pada BAB IV, dapat disimpulkan mengenai pembelajaran IPA pada materi perpindahan energi panas dengan menggunakan pembelajaran CTL dan konvensional adalah sebagai berikut.
1. Pembelajaran IPA pada materi perpindahan energi panas dengan menggunakan pembelajaran konvensional dapat meningkatkan kemampuan berpikir rasionl siswa kelas IV. Terbukti Dari hasil pretes dan postes di kelas kontrol yaitu dengan nilai rata-rata pretes 35,3 dan rata-rata hasil postes 45,1, naik sebesar 9,8. Dari hasil perhitungan data pretes dan postes kelas kontrol dengan menggunakan uji-t � = 0,05 two tailed didapatkan nilai P-value (Sig.2-tailed) = 0,024. Hasil yang diperoleh P-value < �, maka �0 ditolak atau �1 diterima. Jadi, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran konvensional dapat meningkatkan kemampuan berpikir rasional siswa pada materi perpindahan energi panas.
2. Pembelajaran IPA pada materi perpindahan energi panas menggunakan pembelajaran CTL dapat meningkatkan kemampuan berpikir rasional siswa kelas IV. Terbukti dari hasil pretes dan postes di kelas eksperimen yaitu dengan nilai pretes 27,1 dan hasil postes 48,1 naik sebesar 21,0. Dari hasil perhitungan uji-t data pretes dan data postes kelas eksperimen dengan menggunakan � = 0,05 didapatkan nilai P-value (Sig.2-tailed) = 0,00. Hasil yang diperoleh P-value < �, maka �0 ditolak atau �2 diterima. Jadi, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran CTL dapat meningkatkan kemampuan berpikir rasional siswa pada materi perpidahan energi panas.
3. Terdapat perbedaan peningkatan kemampuan berpikir rasional antara siswa yang mengerjakan soal dengan menggunakan pembelajaran CTL dan siswa yang mengerjakan soal dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Terbukti dari nilai kenaikan pada kelas kontrol yaitu 9,8 dengan nilai gain 0,1 dan nilai kenaikan kelas eksperimen yaitu 21,0 dengan nilai gain 0,3. Dari hasil perhitungan uji-u, didapatkan nilai P-value (Sig.2-tailed) =
menggunakan pembelajaran konvensional. Jadi, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran IPA pada Materi perpindahan energi panas menggunakan pembelajaran CTL lebih baik daripada pembelajaran konvensional untuk meningkatkan kemampuan berpikir rasional siswa kelas IV SD.
B. Saran
Berdasarkan hasil temuan dan pembahasan pada BAB IV, saran yang dapat diberikan untuk beberapa pihak di antaranya adalah sebagai berikut.
1. Bagi Guru IPA
Pembelajaran IPA dengan menggunakan pembelajaran CTL dapat meningkatkan kemampuan berpikir rasional siswa SD kelas IV pada materi perpindahan energi panas. Untuk itu, sebaiknya pembelajaran ini digunakan sebagai alternatif dalam melaksanakan pembelajaran, khususnya pembelajaran IPA di SD. Tidak hanya pada materi perpindahan energi panas, tetapi juga sebaiknya dilakukan untuk materi lainnya yang sejenis dalam IPA maupun di luar IPA.
2. Bagi Siswa
Melalui pembelajaran CTL diharapkan siswa mampu mengaplikasikan pembelajaran yang telah dilakukan untuk memecahkan masalah yang rutin dan tidak rutin dalam kehidupan sehari-hari.
3. Bagi Peneliti Lain
Bagi peneliti lain, diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi bandingan sekaligus landasan penelitian lanjutan yang berhubungan dengan model pembelajaran dan pengembangan materi tentang perpindahan energi panas.
4. Bagi Pihak Sekolah
Semua media untuk praktek IPA pada umumnya sudah tersedia dengan lengkap, namun semua ketersediaan itu tidak digunakan dengan maksimal, pada umumnya guru hanya memberikan materi lewat buku paket saja, sebaiknya pergunakan media yang sudah ada, jangan sampai media tersebut menjadi rusak, karena ada beberapa media yang telah mengalami perkaratan karena tidak pernah dipakai, padahal jika dipakai denan baik itu akan menjadikan ilmu yang baik untuk siswa, karena media akan menjadi salah satu faktor pendukung bagi terlaksananya pembelajaran dengan baik.
5. Bagi lembaga
Sesuai dengan tujuan UPI yaitu untuk menjunjung tinggi nilai pendidikan suatu bangsa, maka diharapkan agar pembuatan skripsi selalu mengarah kepada tujuan tersebut, sesuai dengan skripsi ini yaitu bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir rasional siswa kelas IV pada materi perpindahan energi panas dengan memberikan model pembelajaran CTL terbukti bahwa model pembelajaran tersebut dapat meningkatkan kemampuan berpikir rasional siswa.
74
Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa dalam Konsep Energi Bunyi pada Siswa kelas IV SD Negeri 4 Sigong Kecamatan Lemahabang Kabupaten Cirebon. Program S1 PGSD UPI Kampus Sumedang. tidak diterbitkan.
Arifin, Z. (2010). Evaluasi Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Asy’ari, M. (2006). Penerapan Pendekatan Sains Teknologi Masyarakat dalam Pembelajaran Sains di Sekolah Dasar. Yogyakarta: Depdiknas
Asuti, Rini N. (2009). Peta Konsep Pada Pembelajaran Ipa Untuk Meningkatkan Keterampilan Berfikir Rasional Siswa Sd/Mi.[online].
Budningsih, A. (2005). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Bundu, P. (2006). Penilaian Keterampilan Proses dan Sikap Ilmiah dalam Pembelajaran Sains SD. Jakarta: Depdiknas.
Cresswell, John W. (2010). Research Design Pendekatan Kualitatif, Kuantitatifn dan Mixed. Edisi Ketiga. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Deni. (2012). Kemampuan Berpikir Rasional Siswa Kelas III Madrasah Ibtidaiyah dalam Pembelajaran Tematik. Repository.upi.edu. [online]
Harmi, S. (2012). Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas IV SD dan MI. Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.
75
Jayadinata, A. (2010). Ragam Model Pembelajaran di Sekolah Dasar. UPI PRESS.
Komalasari, K. (2011). Pembelajaran Kontekstual Konsep dan Aplikasi. Bandung: PT Refika Aditama.
Maulana. (2008). Dasar-dasar Keilmuan matematika. Subang: Royyan Press. .
Rianawaty, I. (2011). Berpikir Tingkat Tinggi (Higher Level Thinking. [online]. Rachminurahim, U. (2012). Skripsi. Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Kemampuan Bepikir Rasional dan Prestasi Belajar Siswa. FPMIPA UPI Bandung: tidak diterbitkan.
Rizal, S. (2009). Skripsi. Implementasi Model Pembelajaran (Contextual Teaching and Learning) untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Kelas IV SDN Kalapadua III Kecamatan Lemahsugih Kabupaten Majalengka pada Materi Perpindahan Energi Panas. Program S1 PGSD UPI Kampus Sumedang. tidak diterbitkan
Samatowa, U. (2006). Bagaimana Membelajarkan IPA di Sekolah Dasar. Jakarta: Depdiknas.
Sanjaya, W. (2006). Strategi Pembelajaran Berorientasi Proses Pendidikan. Edisi Pertama. Jakarta: Kencana Prenada Media.
Sidharta, A dan Darliana. (2005). Keterapilan Berpikir. [online]
Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Pendidikan Kuantitatif, Kualitatif, dan
R&D. Bandung: Alfabeta
Suherman, E. dan Sukjaya, Y. (1990). Petunjuk Praktis untuk Melaksanakan
Sri Handayani. (2002). Skripsi. Pengembangan Model Pembelajaran CLIS untuk Meningkatkan Keterampilam Berpikir Rasional Siswa Kelas III SD Pada Konsep Hewan dan Benda. Laporan Lembaga Penelitian Universitas Terbuka Semarang: tidak diterbitkan.
Sutardi dan Sudiro. (2007). Pembaharuan dalam PBM di SD. Bandung: UPI PRESS.
Suyono. dan Hariyanto. (2011). Belajar dan Pembelajaran Teori dan Konsep Dasar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Trianto. (2012). Model Pembelajaran Terpadu: Konsep, Strategi, dan Implementasinya dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Edisi Pertama. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Wahyono, Budi dan Nurachmandan, Setyo. (2008). Ilmu Pengetahuan Alam untuk SD/MI Kelas IV. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
Wahyudin, dkk. (2006). Evaluasi Pembelajaran SD. Bandung: UPI PRESS.
Sumber Online http://ejournal.uinmalang.ac.id/index.php/tarbiyah/article/download/1831/pdf [23 Januari 2013] http://repository.upi.edu/operator/upload/s__fis_0800479__chapter2.pdf [23 januari 2013] http://idarianawaty.blogspot.com/2011/08/berpikir-tingkat-tinggi-higher-order.html [5 Desember 2012] http://www.p4tkipa.net/modul/Tahun2005/UMUM/Keterampilan%20Berpikir.pdf [10 April 2013]