6.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis, survey dan investigasi di lapangan, maka dapat kami simpulkan sebagai berikut :
1. Debit banjir rencana Kali Pepe pada titik kontrol Bendung Tirtonadi untuk periode ulang 2 tahunan sampai dengan 200 tahunan adalah sebagai berikut :
- Kalau kita bandingkan dengan studi terdahulu terutama dengan Analisis
Bendung Tirtonadi (2014) pada titik control bendung Tirtonadi, maka hasil analisis sedikit lebih besar hal ini disebabkan karena adanya perbedaan penggunaan koefisien limpasan (runoff coeficient), dimana analisis kali Pepe tahun 2016 menggunakan C = 0.50 sedangkan analisis tahun 2014 menggunakan C = 0.45.
- Debit banjir yang digunakan pada analisis disini adalah analisis debit banjir
rencana dengan Metode Gama - 1. Hal ini dikarenakan Metode Gama-1 menggunakan parameter DAS lebih banyak dibandingkan yang lain. Dengan demikian maka untuk desain selanjutnya debit banjir rencana yang dipakai adalah hasil analisis Metode HSS Gama-1.
2. Debit banjir rencana pada anak sungai Pepe yaitu Kali Gajah Putih, menunjukkan hasil analisis yang bersesuain. Hasil analisis banjir rencana yang dihitung dengan empat metode Hidrograf Satuan Sintesis (HSS) dengan titik kontrol muara kali Gajah Putih - Pepe yaitu HSS Gama 1, SCS, Nakayasu, dan Snyder Modifikasi, ternyata hasil analisis menunjukkan nilai yang berkesesuaian dan perbedaan yang tidak terlalu signifikan, seperti yang ditunjukkan pada tabel berikut.
T (tahun) Nakayasu Metode Rasional Gama-1 SCS Nakayasu Snyder Modifikasi Gama-1 SCS Nakayasu Snyder Modifikasi
Periode
S ID d an D D S un ga i B en ga wa n S ol o H ul u (J ur ug – K . Mu ng ku ng ), P T Satyakarsa Mudatama, 2013.
Masterplan Drainase Solo Utara, BAPPEDA kodya Surakarta, 1998. (m
3 /dt) (m3 /dt) (m3 /dt) (m3 /dt) (m3 /dt) (m3 /dt) (m3 /dt) (m3 /dt)
Ulang Titik Kontrol Muara S. Bengawan itik Kontrol Bendung Tirtonadi
(Tahun) (Th. 2013) (Th. 1998) 2 270.56 - 235.72 233.98 270.94 235.32 267.88 265.89 320.81 289.85 5 310.91 282.00 274.80 272.75 307.71 267.24 310.98 308.65 363.75 328.65 10 335.48 308.00 299.46 297.22 330.91 287.40 337.38 334.84 390.05 352.41 25 364.77 - 329.57 327.08 359.23 312.00 369.05 366.25 421.59 380.91 50 385.54 - 351.46 348.81 379.83 329.89 391.71 388.73 444.16 401.30 100 405.31 - 372.98 370.15 400.08 347.47 413.63 410.48 466.00 421.04 200 425.29 - 394.36 391.36 420.19 364.94 435.17 431.84 487.45 440.41 (Th. 2014)
Titik Kontrol Bendung Tirtonadi Titik Kontrol Bendung Tirtonadi (Th. 2016)
3. Debit banjir rencana pada anak sungai Pepe yaitu Kali Kresek (K. Krembyongan), juga menunjukkan hasil analisis yang bersesuain. Hasil analisis banjir rencana yang dihitung dengan empat metode Hidrograf Satuan Sintesis (HSS) dengan titik kontrol muara kali Kresek - Pepe yaitu HSS Gama 1, SCS, Nakayasu, dan Snyder Modifikasi, ternyata hasil analisis menunjukkan nilai yang berkesesuaian dan perbedaan yang tidak terlalu signifikan, seperti yang ditunjukkan pada tabel berikut.
4. Debit banjir rencana pada anak sungai Pepe yaitu Kali Plelen, juga menunjukkan hasil analisis yang bersesuain. Hasil analisis banjir rencana yang dihitung dengan empat metode Hidrograf Satuan Sintesis (HSS) dengan titik kontrol muara kali Plelen - Pepe yaitu HSS Gama 1, SCS, Nakayasu, dan Snyder Modifikasi, ternyata hasil analisis menunjukkan nilai yang berkesesuaian dan perbedaan yang tidak terlalu signifikan, seperti yang ditunjukkan pada t abel berikut.
Qth: Gama-1 SCS Nakayasu Snyder Mod.
(m3/dt) (m3/dt) (m3/dt) (m3/dt) 1.01 30.03 31.04 26.22 29.65 2 38.74 37.89 35.19 39.79 5 43.31 41.49 39.90 45.12 10 46.11 43.70 42.78 48.38 25 49.47 46.34 46.24 52.29 50 51.87 48.23 48.72 55.09 100 54.20 50.06 51.11 57.80 200 56.48 51.86 53.47 60.46
Titik Kontrol Muara K. Gajah Putih (Th. 2016)
Qth: Gama-1 SCS Nakayasu Snyder Modifikasi
(m3/dt) (m3/dt) (m3/dt) 2 11.39 12.77 11.36 5 12.68 14.09 12.88 10 13.46 14.89 13.81 25 14.40 15.85 14.93 50 15.08 16.54 15.73 100 15.73 17.21 16.50 200 16.37 17.86 17.26 14.43 15.20 15.95 16.68 Titik Kontrol Muara K. Kresek (Th. 2016) (m3/dt)
10.98 12.45 13.35
5.
5. Hasil Hasil analisis banjir analisis banjir rencana rencana periode ulang periode ulang untuk untuk masing-masinmasing-masing g drain drain (pada (pada Zona- Zona-1) dengan Metode Rasional dapat dilihat pada tabel berikut.
1) dengan Metode Rasional dapat dilihat pada tabel berikut.
Hasil analisis Metode Rasional untuk Kali Gajah Putih, Kali Kresek, dan Kali Hasil analisis Metode Rasional untuk Kali Gajah Putih, Kali Kresek, dan Kali Plelen seperti pada tabel di atas, jika kita bandingkan dengan hasil analisis Plelen seperti pada tabel di atas, jika kita bandingkan dengan hasil analisis metode HSS (Gama-1, SCS, Nakayasu, Snyder Modifikasi) cukup mendekati metode HSS (Gama-1, SCS, Nakayasu, Snyder Modifikasi) cukup mendekati dan bersesuaian secara signifikan.
dan bersesuaian secara signifikan.
6.
6. Besarnya Besarnya angkutan angkutan sedimen sedimen total total ((total load total load ) adalah merupakan jumlah antara) adalah merupakan jumlah antara angkutan sedimen dasar (
angkutan sedimen dasar (bed load bed load ) dan angkutan sedimen melayang () dan angkutan sedimen melayang ( suspendedsuspended load
load ). Hasil analisis dapat dilihat pada table berikut. Dari hasil analisis tersebut maka). Hasil analisis dapat dilihat pada table berikut. Dari hasil analisis tersebut maka nilai angkutan sedimen total diambil yang terkecil yaitu :
nilai angkutan sedimen total diambil yang terkecil yaitu :
-- untuk untuk angkutan angkutan sedimen sedimen total total di di hulu hulu Kali Kali Pepe Pepe = = 155,70 155,70 ton/hariton/hari
-- untuk untuk angkutan angkutan sedimen sedimen total total di di hilir hilir Kali Kali Pepe Pepe = = 2,605 2,605 ton/hariton/hari
-- untuk untuk angkutan angkutan sedimen sedimen total total Kali Kali Anyar Anyar = = 82,56 82,56 ton/hariton/hari
Qth: Qth: GGaammaa--11 SSCCSS NNaakkaayyaassu u SSnnyyddeer r MMooddiiffiikkaassii (m3 (m3/d/dt) t) (m3(m3/d/dt) t) (m3(m3/d/dt)t) 2 2 5588..223 3 5599..991 1 8855..9955 5 5 6666..444 4 6688..224 4 9977..4455 10 10 7711..447 7 7733..334 4 110044..5500 25 25 7777..550 0 7799..445 5 111122..9955 50 50 8811..8811 8833..8822 111188..9999 10 1000 8855..999 9 8888..006 6 112244..8855 20 2000 9900..009 9 9922..222 2 113300..5599 85.47 85.47 90.04 90.04 94.47 94.47 98.82 98.82
Titik Kontrol Muar
Titik Kontrol Muara K. Plela K. Plelen en (Th. 20(Th. 201616)) (m3/dt) (m3/dt) 65.04 65.04 73.74 73.74 79.07 79.07 1 1..0011 22 55 1100 2255 5500 110000 220000 1
1Drain I.aDrain I.a 00..44336 6 00..55886 6 00..66664 4 00..77112 2 00..776699 0.8110.811 00..88551 1 00..889900 2
2Drain I.bDrain I.b 00..55999 9 00..88005 5 00..99112 2 00..99778 8 11..005577 1.1141.114 11..11669 9 11..222222 3
3DraDrain II in II (Minapadi-1)(Minapadi-1) 11..22225 5 11..66444 4 11..88664 4 1..919999 9 22..116611 2.2762.276 22..33888 8 22..449988 4
4DraDrain III in III (Minapadi-2)(Minapadi-2) 00..66889 9 00..99225 5 11..00449 9 1..111225 5 11..221166 1.2811.281 11..33444 4 11..440066 5
5DraDrain IV in IV (Praon)(Praon) 11..77118 8 22..33006 6 22..66114 4 2..828003 3 33..003300 3.1923.192 33..33449 9 33..550033 6
6DraDrain V in V (Tapen)(Tapen) 00..33993 3 00..55227 7 00..55998 8 0..606441 1 00..669933 0.7300.730 00..77666 6 00..880011 7
7DraDrain VI in VI (Tapen)(Tapen) 00..33663 3 00..44888 8 00..55553 3 0..505993 3 00..664411 0.6750.675 00..77009 9 00..774411 8
8DraDrain VII in VII (Tapen)(Tapen) 00..33444 4 00..44662 2 00..55224 4 0..505662 2 00..660088 0.6400.640 00..66772 2 00..770033 9
9DraDrain VIin VIII.a (Sumpingan)II.a (Sumpingan) 11..77777 7 22..33885 5 22..77004 4 2..828999 9 33..113344 3.3013.301 33..44664 4 33..662233 10
10DraDrain VIII.b (in VIII.b (Sumpingan)Sumpingan) 00..66110 0 00..88119 9 00..99229 9 0..909996 6 11..007766 1.1341.134 11..11990 0 11..224444 11
11DraDrain in IX (JeIX (Je mbatambatan Komplang)n Komplang) 00..88554 4 11..11447 7 11..33000 0 11..33994 4 11..550077 1.5881.588 11..66666 6 11..774422 12
12DraDrain in X (JeX (Je mbatambatan Komplang)n Komplang) 11..11442 2 11..55333 3 11..77338 8 11..88663 3 22..001144 2.1222.122 22..22226 6 22..332299 13
13DraDrain in XI (JeXI (Je mbatambatan Komplang)n Komplang) 00..66999 9 00..99338 8 11..00663 3 11..11440 0 11..223322 1.2981.298 11..33662 2 11..442255 14
14DraDrain in XII (JeXII (Je mbatambatan Padokan)n Padokan) 00..33995 5 00..55331 1 00..66002 2 00..66445 5 00..669977 0.7350.735 00..77771 1 00..880066 15
15Drain XIII (Dekat K. Plelen)Drain XIII (Dekat K. Plelen) 11..22553 3 11..66882 2 11..99007 7 22..00445 5 22..221100 2.3282.328 22..44443 3 22..555555 16
16Drain XIV (Dekat K. Plelen - Kd Sapi)Drain XIV (Dekat K. Plelen - Kd Sapi) 00..77887 7 11..00556 6 11..11997 7 11..22884 4 11..338877 1.4621.462 11..55334 4 11..660044 17
17DraDrain K. Kresin K. Kresek (K. Krembyongan)ek (K. Krembyongan) 88. 6. 6334 4 1111. 5. 5888 8 1133. 1. 1339 9 1144. 0. 0889 9 1155. 2. 22299 16.04416.044 1166.8.8333 3 1177.6.60088 18
18Drain K. PlelenDrain K. Plelen 5522. 3. 3665 5 7070. 2. 2885 5 7799. 6. 6992 2 8585. 4. 4554 4 9922. 3. 36644 97.30997.309 1 10202.0.095 95 10106.6.797944 19
19DraDrain K. Gin K. G ajah Putihajah Putih 2277. 1. 1662 2 3366. 4. 4557 7 4411. 3. 3336 6 4444. 3. 3225 5 4477. 9. 90099 50.47450.474 5522.9.9556 6 5555.3.39944
Debit Rencana
Debit Rencana Kala Ulang Kala Ulang (m(m33/det)/det) N
Tabel Analisis angkutan sedimen total Tabel Analisis angkutan sedimen total
6.2
6.2 SaranSaran
1.
1. Untuk mencegah atau mengurangi terjadinya banjir dan Untuk mencegah atau mengurangi terjadinya banjir dan erosi, maka Lingkungan dierosi, maka Lingkungan di sekitar DAS Kali Pepe
sekitar DAS Kali Pepe perlu dilakukan upaya-upaya :perlu dilakukan upaya-upaya :
-- supaya tetap menjaga kelestarian akan hutannya dengan melakukan reboisasisupaya tetap menjaga kelestarian akan hutannya dengan melakukan reboisasi yang terprogram dan terkontrol di bagian hulu.
yang terprogram dan terkontrol di bagian hulu.
-- upaya-upaya penataan lingkungan pertanian di bagian hulu denganupaya-upaya penataan lingkungan pertanian di bagian hulu dengan berbagaimetode seperti: terasering, biopori, dsb.
berbagaimetode seperti: terasering, biopori, dsb.
-- lingkungan perkotaan atau pemukiman supaya diadakan program pembuatanlingkungan perkotaan atau pemukiman supaya diadakan program pembuatan biopori, sumur resapan, pembuatan situ-situ (danau buatan) sebagai daerah biopori, sumur resapan, pembuatan situ-situ (danau buatan) sebagai daerah resapan, pengelolaan drainase yang
resapan, pengelolaan drainase yang berwawasaberwawasan lingkungan.n lingkungan.
-- perlu diperbanyak adanya embung-embung sebagai penampung air banjirperlu diperbanyak adanya embung-embung sebagai penampung air banjir sementara atau sekaligus dapat dimanfaatkan untuk
sementara atau sekaligus dapat dimanfaatkan untuk keperluan irigasi.keperluan irigasi.
-- perlu diperbanyak adanya cekdam-cekdam pada daerah-daerah yang rawanperlu diperbanyak adanya cekdam-cekdam pada daerah-daerah yang rawan erosi.
erosi.
2.
2. Untuk mencegah/mengurangUntuk mencegah/mengurangi i terjadinya gerusan (terjadinya gerusan (scouring scouring ) pada dasar saluran Kali) pada dasar saluran Kali Pepe Hilir, maka sebaiknya dasar saluran
Pepe Hilir, maka sebaiknya dasar saluran diberi pasangan batu kali.diberi pasangan batu kali. 3.
3. Sebagai rekomendasi dari hasil penelitian dan Sebagai rekomendasi dari hasil penelitian dan survey hidrologi, maka perlu adanyasurvey hidrologi, maka perlu adanya perbaikan untuk stasiun-stasiun hujan yang telah rusak, antara lain :
perbaikan untuk stasiun-stasiun hujan yang telah rusak, antara lain :
-- perbaikan Corong penadah hujan (perbaikan Corong penadah hujan (orifice orifice ), terutama kerusakan banyak terjadi), terutama kerusakan banyak terjadi
-- pada kran airnya. Sebaiknya kran air pada kran airnya. Sebaiknya kran air didesain menggundidesain menggunakan kran yang mudahakan kran yang mudah
-- diganti dan dapat diganti dan dapat dibelikan dipasaran.dibelikan dipasaran.
-- alatalat orifice orifice sebaiknya dilindungi dari gangguan orang dengan memasang pagar sebaiknya dilindungi dari gangguan orang dengan memasang pagar
-- kawat dan kawat dan dilengkapi dengan papan larangan yang bertuliskan dilengkapi dengan papan larangan yang bertuliskan undang-unundang-undangdang perlindungan dan ancaman kurungan.
perlindungan dan ancaman kurungan.
M
Meettoodde e SSeeddiimmeen n DDaassaar r : : EEiinnsstteeiin n MMPPM M EEiinnsstteeiin n MMPPM M EEiinnsstteeiin n MMPPMM 14
1488,3,38 8 toton/hn/harari i 16167,7,29 29 tonton/ha/hari ri 1616,0 ,0 tonton/ha/hari ri 2,2,15 15 toton/hn/harari i 220101,8,82 2 tonton/ha/hari ri 7878,9,91 1 tonton/ha/hariri M
Metetodode e SeSedidimmen en MMelelaayayanng g : : EinEinststeiein n LLaane ne & & KKaalilinsnskke e EinEinststeiein n LLaane ne & & KKaalilinsnskke e EinEinststeiein n LLaanne e & & KKaalilinnskskee 7
7,3,32 2 toton/n/hahari ri 1111,9,91 1 toton/n/hahari ri 00,1,1223 3 toton/n/hahari ri 00,4,4555 5 toton/n/hahari ri 22,9,98 8 toton/n/hahari ri 33,6,65 5 toton/n/hahariri Jum
Jumlah lah SedSedimen imen ToTotatal l : : 15155,5,7 7 toton/hn/harari i 17179,9,2 2 toton/hn/harari i 116,6,1123 23 tonton/ha/hari ri 22,6,6005 5 tonton/ha/hari ri 204,204,8 8 tonton/ha/hari ri 8282,5,56 6 tonton/ha/hariri Keterang
Keterang an : Hasil an : Hasil analisisanalisis
K
4.
4. Adanya larangan pembuan Adanya larangan pembuangan sampah ke sungai Kali Pepe maupun anak-anaknyagan sampah ke sungai Kali Pepe maupun anak-anaknya yang diatur dengan Perda (Peraturan Daerah), dan disosialisasikan kepada yang diatur dengan Perda (Peraturan Daerah), dan disosialisasikan kepada masyarakat. Juga perlu adanya pemasangan plakat yang
masyarakat. Juga perlu adanya pemasangan plakat yang permanen tentang Perdapermanen tentang Perda tersebut dalam bentuk papan nama yang dipasang sekitar sungai atau bantaran. tersebut dalam bentuk papan nama yang dipasang sekitar sungai atau bantaran. 5.
5. Adanya laran Adanya larangan pembgan pembuangan limuangan limbah kimia/Pbah kimia/Pabrik, terkecabrik, terkecuali sudah uali sudah melalui promelalui prosesses IPAL.
IPAL.
6.
6. Untuk setiap periode (misal 1 bulan sekali) perlu digalakkan/diadakan kerja baktiUntuk setiap periode (misal 1 bulan sekali) perlu digalakkan/diadakan kerja bakti pembersihan sungai di lingkungan sungai masing-masing, yang digalakan oleh pembersihan sungai di lingkungan sungai masing-masing, yang digalakan oleh kelurahan, RT dan RW. Hal ini perlu
kelurahan, RT dan RW. Hal ini perlu dimanage dimanage oleh pemerintah setempat yang oleh pemerintah setempat yang berkaitan langsung dengan Kali Pepe, seperti pemerintahan Kota Surakarta, berkaitan langsung dengan Kali Pepe, seperti pemerintahan Kota Surakarta, Kabupaten Boyolali. Misal dengan cara