• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. Kesimpulan

Berdasarkan pengolahan data dan pembahasan yang telah di bahas di bab sebelumnya, penulis dapat mengambil beberapa kesimpulan sebagai berikut: 1. Berdasarkan analisis kinerja sistem antrian saat ini SPBU Sagan Yogyakarta dapat

ditarik kesimpulan sebagai berikut:

a. Jenis sistem antrian yang diterapkan pada SPBU Sagan Yogyakarta adalah jenis antrian model Multi Channel Single Phase atau M/M/c. Dimana terdapat beberapa Server pelayanan yang dapat melayani para pelanggan namun fase yang dilewati oleh pelanggan untuk melakukan transaksi pengisian bahan bakar hanya melalui Server pelayanan satu kali tahapan. b. Disiplin pelayanan yang diberlakukan pada SPBU Sagan Yogyakarta

adalah disiplin pelayanan First In First Out (FIFO). Dimana pelanggan yang datang terlebih dulu datang mengantri di SPBU Sagan Yogyakarta yang pertama kali akan dilayani.

c. Konfigurasi sistem antrian yang diberlakukan oleh SPBU Sagan Yogyakarta dapat dinyatakan dengan model notasi (M/M/c). Dari hasil penghitungan kinerja sistem antrian pada SPBU Sagan Yogyakarta , waktu yang dibutuhkan seorang pelanggan dalam antrian hanya selama 0,612 detik. Serta antrian terpanjang hanya sebanyak 0,0586 apabila dibulatkan menjadi 1 orang dan ini terjadi hanya pada periode waktu jam

16.00-103

17.00 setiap harinya. Ini menunjukan kinerja sistem antrian pada SPBU Sagan Yogyakarta sudah baik. Namun untuk menjaga kinerja sistem antrian yang diterapkan pada SPBU Sagan Yogyakarta perlu mempertimbangkan tingkat kedatangan pelanggan dan tingkat antrian yang terjadi setiap harinya.

d. Dengan menggunakan 2 Server biaya pelayanan per pelanggan sebesar Rp14.278,423 dan biaya menunggu per pelanggan sebesar Rp21.418,269. Biaya total per pelanggan menggunakan 2 Server pelayanan adalah Rp26.437,25. Adapun biaya operasional listrik untuk 2 Server yaitu Rp1.398,45 per jam.

2. Jadi dari semua penghitungan di atas didapat kesimpulan menggunakan 2 server sebenarnya sudah cukup baik, akan tetapi dalam kondisi tertentu karena tugas server tidak hanya melayani pelanggan melainkan ada tugas lain diantaranya memantau datangnya truk tanki BBM. Jika SPBU Sagan Yogyakarta hanya mempunyai 2 server dan disaat-saat tertentu berkurang karena mendapatkan tugas lain dan tersisa hanya 1 server maka hal tersebut dapat menimbulkan permasalahan dalam antrian. Apabila menambah 1 server dari 2 menjadi 3 server akan mengakibatkan pengurangan jumlah rata-rata waktu yang dibutuhkan pelanggan dalam antrian sebanyak 86,92%. Pernyataan tersebut diperkuat dengan naiknya tingkat menganggur server sebesar 3,47% akan tetapi dengan naiknya tingkat menganggur server tersebut tidak begitu berpengaruh sebab hanya naik sedikit dan antrian akan terus bertambah dikarenakan pelanggan yang datang untuk mengisi BBM akan terus bertambah.

104

Pada saat menggunakan 3 Server biaya pelayanan per pelanggan sebesar Rp21.418,269 dan biaya menunggu per pelanggan sebesar Rp9.501,419234 dan jika menggunakan 3 Server sebesar Rp30.919,688. Adapun biaya operasional listrik untuk 3 Server adalah Rp1.092,85 per jam. Karena alasan tersebut juga penulis menyimpulkan pelayanan SPBU Sagan Yogyakarta lebih optimal menggunakan 3 server dibandingkan 2 server. Walaupun jumlah biaya pelayanan 3 sever lebih besar dibandingkan menggunakan 2 server akan tetapi apabila menggunakan 3 server dapat berpotensi pada meningkatnya jumlah pelanggan yang mengantri untuk mengisi BBM sehingga secara tidak langsung dapat menambah keuntungan perusahaan dan menutupi biaya operasional tersebut. B. Saran

Berdasarkan pengolahan data dan pembahasan yang telah dikerjakan di bab sebelumnya maka penulis dapat memberikan beberapa saran kepada SPBU Sagan Yogyakarta diantaranya adalah sbb:

1. Untuk menjaga kinerja sistem antrian yang diterapkan pada SPBU Sagan Yogyakarta perlu mempertimbangkan tingkat kedatangan pelanggan dan tingkat antrian yang terjadi setiap harinya terutama saat periode waktu 16.00-17.00 dan menambah 1 Server agar kinerja operasional SPBU Sagan Yogyakarta secara keseluruhan tidak terganggu dan proses transaksi dapat berjalan secara optimal sehingga tidak membuat pelanggan mengantri terlalu lama dalam melakukan transaksi.

2. Peneliti mengharapkan adanya penelitian lebih lanjut tentang sistem antrian dimana penulis yang bersangkutan membahas sistem antrian pada sepeda motor

105

dan jalur mobil . Serta diharapkan pada analisis data digambarkan secara rinci pengukuran waktu pelayanan secara nyata yang mengaitkan antara pelanggan dan pelayanan. Hal tersebut agar tidak terjadi penurunan kualitas kinerja pelayanan SPBU Sagan Yogyakarta dan meminimalisisr terjadinya kehilangan pelanggan. Untuk mempermudah penelitian berikutnya saat pengambilan data gunakan aplikasi Xnote.

106 Daftar pustaka

Alma, Buchori. 2000. Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa. Bandung: Alfabeta

Bain, L, & Engelhardt. 1992. . Introduction to Probability and Mathematical Statistics. California: Wadsworth Publishing Company

Bartle, R.G, & Sherbert,D.R. 2000. Introduction to Real Analysis. New York: John Wiley & Sons

Bhat, U.N.2008.An Introduction to Queueing Theory,Modeling and Analysis in Aplications.Dallas:Birkhauser Boston

Bronson, R. 1996. Teori dan Soal-Soal Operations Research. (Terjemahan Hans Wospakrik). Jakarta: Erlangga

Dimyati, A & Tarliah, T. 1999. Operation Research “ Model-model Pengambilan Keputusan”. Bandung: PT Sinar Baru Algosindo

Djauhari, M. 1997. Statistika Matematika. Bandung: FMIPA,ITB

Gross, D, & Harris, C.M. 1998. Fundamental of Queuning Theory . New York: John Wiley & Sons

Heizer, Jay, & Rander, Barry. 2004. Manajemen Operasi (Edisi ke-7). Jakarta: Salemba Empat

Hiller,F.S, & Lieberman, G.J. 2005. Introduction to Operations Research. New York: McGraw-Hill

Hogg, R.V, & Tanis, E.A. 2001. Probability and Statistical Inference .ed. new York: Prentice Hall International.inc

Iswiyanti, Agus Sri. 2004. Analisis Antrian Loket Karcis Taman Margasatwa Ragunan DKI Jakarta. Jurnal Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma (Nomor 3 tahun XII-2004). Hlm. 107-113

Kakiay, T.J.2004.Dasar Teori Antrian Untuk Kehidupan Nyata.Yogyakarta:Andi Kotler, Philip, & Kevin, Lane Keller. 2009. Manajemen Pemasaran (Edisi ke-12).

Jakarta: Index

Lakshmi,G.W & Bhindu, C.S. 2014. A Quening Model To Improve Quality Of Service by Reducing Waiting Time In Cloud Computing. International jurnal of Soft Computing and Engineering (IJSCE) ISSN: 2231-2307, Vol-4 ISSUE-5, November 2014

Ma’arif & Tanjung. 2003. Manajenen Produksi dan Operasi (Edisi Revisi). Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Jakarta

Mussafi, Noor Saif Muhammad.2015. Penerapan Single Channel Queuing Model (SCQM) Dalam Optimasi Pelayanan Jasa SPBU Di Kota Yogyakarta.Integrated Lab Journal ISSN:2339-0905(Volume 2 Nomor 2 Tahun 2015). Hlm. 145-152

Mussafi, Noor Saif Muhammad. 2015. Pemodelan Sistem Antrian Multi-hannel Jasa Teller Pada Bank Syariah Di Yogyakarta Untuk Meningkatkan Kinerja Perusahaan. Journal AdMathdu ISSN: 2088-687X (Volume 5 Nomor 2 Tahun 2015). Hlm. 141-149

107

Prof. Dr. Syaodih S. 2009. Metode Penelitian Pendidikan (Edisi ke-5). Bandung: PT. Remaja Rosdakarya offiset

Ross, S.M. 1983. Stochastic Processes. New York: John Wiley & Sons

Satya, Ririn Regiana Dwi..Penentuan Loket Yang Optimal Pada Gerbang Selatan Tol Pondok Gede Barat dengan Menggunakan Teori Antrian Untuk Meminimasi Biaya.JurnalTeknik Industri ISSN:1411-6340. Hlm. 224-230 Shanmugasundaran, S & Banumathi, P. 2016. A Simulation Study M/M/C

Queueing Models. International Jurnal For Research matematics anf Matematical Siences. Vol-2 ISSUE-2 Februari 2016. Hal 52-61

Sinalungga, S. 2008. Pengantar Teknik Industri. Yogyakarta: Graha Ilmu

Soegito,Eddy Soeryanto. 2007. Marketing Reasearch: Panduan Bagi Manajer, Pemimpin Perusahaan Organisasi. Jakarta: Elex Media Komputindo

Taha, H. 2006. Operations Research. Jakarta: Binarupa Aksara Taha, H. 2007. Operations Research. Jakarta: Erlangga

Taha, H. 1997. Riset Operasi. (Terjemahan Daniel Wirajaya). Jakarta: Binarupa Aksara

Ulyahuna, Umi Rozqoh. 2013. Penerapan Model Antrian Untuk Mmengetahui Utilitas Pelayanan Pada Loket Ekspedisi (Studi Kasus Pada Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kediri). Jurnal Jurusan Matematika, F.MIPA, Universitas Brawijaya

Varberg, D & Pcurcell, E.J. 2001. Kalkulus Jilid 1. (Terjemahan I Nyoman Susila). Batam: Interaksa

Wagner, H. 1972. Principles of Operations Research with Aplication to Managerial Decisions. London: Prenticel-Hall

Winston,W.L. 1994. Operation Research. California: Duxbury Press

Wospakrik, H. 1996. Teori Dan Soal-Soal Operations Research. Bandung: Erlangg

http://www.pln.co.id/wp-content/uploads/2016/02/TA-Februari-2016.pdf (13 maret 2016, jam 23.21)

108

109

Lampiran 1: Data kedatangan pelanggan per jam dan penghitungan Steady-state Data Kedatangan Pelanggan Per Jam

No Hari/Tanggal Periode Waktu (Per Jam) Kedatangan (Sepeda Motor) 1 Selasa 3/11/2015 06.00-07.00 07.00-08.00 15.00-16.00 16.00-17.00 295 310 316 346 2 Rabu 4/11/2015 06.00-07.00 07.00-08.00 15.00-16.00 16.00-17.00 292 325 323 324 3 Kamis 5/11/2015 06.00-07.00 07.00-08.00 15.00-16.00 16.00-17.00 304 310 319 344

Sumber : data primer penelitian di SPBU Sagan Yogyakarta

Dari data diatas dapat dihitungan steady-state menggunakan rumus

Periode waktu untuk 2 server untuk 3 server

06.00-07.00 0, 4685 0, 3123

07.00-08.00 0,4968 0,3312

15.00-16.00 0,5032 0,3354

110

Lampiran 2: Langkah-langkah pengujian menggunakan tes satu sampel

Kolmogrove-Smirnov.

1. Uji Distribusi Kedatangan Pelanggan

a. Ukuran Banyak Kedatangan yang Masuk Sistem Antrian

Data Kedatangan Pelanggan Per Jam

No Hari/Tanggal Periode Waktu (Per Jam) Kedatangan (Sepeda Motor) 1 Selasa 3/11/2015 06.00-07.00 07.00-08.00 15.00-16.00 16.00-17.00 295 310 316 346 2 Rabu 4/11/2015 06.00-07.00 07.00-08.00 15.00-16.00 16.00-17.00 292 325 323 324 3 Kamis 5/11/2015 06.00-07.00 07.00-08.00 15.00-16.00 16.00-17.00 304 310 319 344  Langkah-langkah pengujian:

1. : Ukuran kedatangan berdistribusi Poisson

2. : Ukuran kedatangan tidak berdistribusi Poisson

3. : 0,05

111

 Langkah-langkah dengan menggunakan Software SPSS: 1. Masukkan data

112

3. Pindahkan data yang akan diuji

4. Pada pilihan Test distribusi pilih Poisson( jika ingin menguji distribusi yang lain tinggal disesuaikan, misal Normal/Exponential/Uniform)

5. Klik OK

 Berikut ini dengan menggunakan data kedatangan, hasil uji poisson sebagai berikut:

113

 Keputusan

Hasil pengujian kesesuaian kedatangan pelanggan diperoleh angka signifikan

lebih besar dari yaitu 0,938 > 0,05 jadi diterima. Kesimpulan dari

pengujian diatas didapat bahwa kedatangan pelanggan berdistribusi Poisson, dengan rata-rata 317,33.

Lampiran 3: Langkah-langkah menggunakan WinQSB Software Analisis Antrian WinQSB

Langkah-langkah penyelesaian pada model antrian dengan software WinQSB adalah sebagai berikut:

1. Buka aplikasi dengan cara Klik Start > Program > WinQSB > Queuing Analysis

114

2. Kemudian akan muncul tampilan awal dari WinQSB dan pilih File > New

Problem atau klik icon new folder

3. Akan muncul Problem Spesification

Langkah pertama : Masukan judul masalah di Problem title. Judul akan

muncul pada bagian atas untuk tampilan windows berikutnya.

Langkah kedua : Masukan satuan waktu yang sesuai dengan masalah .

115

Langkah ketiga : Pilih/klik salah satu dari format masukannya

- Simple M/M System jika diketahui bahwa kedatangan pelanggan dan pelayanannya terdistribusi poisson.

- General Queueing System. Format GQS digunakan untuk model secara umum. Model M/M dapat pula dientrikan pada format GQS.

Berikut tampilan jika dipilih Simple M/M System. Klik OK.

116

Catatan:

Number of Servers : banyaknya Server

Service time distribution (in hour) : distribusi waktu pelayanan

Location parameter (a) : parameter yang digunakan pada D. Erlang

Scale parameter (b>0) (b=mean : parameter yang digunakan pada D. Erlang

if a=0)

Service pressure coefficient : parameter yang digunakan pada D. Erlang

Interarrival time distribution (in hour) : distribusi waktu antar kedatangan

Location parameter (a) : parameter yang digunakan pada D. Erlang

Scale parameter (b>0) (b=mean : parameter yang digunakan pada D. Erlang

if a=0)

Arrival discourage coefficient : parameter yang digunakan pada D. Erlang

Batch (bulk) size distribution : distribusi rombongan kedatangan

117

Queue capacity (maximum waiting : kapasitas antrian (maksimum banyaknya

Space yg mengantri), M adalah symbol infinity

Customer population : populasi pelanggan, M adalah symbol infinity

Busy Server cost per hour : biaya pelayanan yang sibuk setiap jam

Idle Server cost per hour : biaya pelayan yang menganggur setiap jam

Customer waiting cost per hour : biaya tunggu pelanggan

Customer being served cost per hour : biaya pelayanan pelanggan setiap jam Cost of customer being balked : biaya pelanggan

4. Isi kolom dengan nilai yang sesuai dengan kasus yang akan diselesaikan. 5. Kemudian pilih menu Solve and Analyze > Solve The Performance atau

klik icon dari Solve The Performance.

118

Lampiran 4: Penghitungan menggunakan WinQSB

Penerapan WINQSB untuk menyelesaikan masalah dalam data penelitian 1. Jam 06.00-07.00 dengan diketahui : M = 2, = 297, µ = 317

Akan digunakan WinQSB untuk mencari ukuran keefektifan dari antrian tersebut.

1) Pilih new problem, kemudian Simple M/M System.

2) Masukan data-data sesuai yang telah diketahui seperti pada gambar berikut:

119

2. Jam 07.00-08.00 dengan diketahui : M = 2, = 315, µ = 317

Akan digunakan WinQSB untuk mencari ukuran keefektifan dari antrian tersebut.

1) Pilih new problem, kemudian Simple M/M System.

2) Masukan data-data sesuai yang telah diketahui seperti pada gambar berikut:

120

3. Jam 15.00-16.00 dengan diketahui : M = 2, = 319, µ = 31

Akan digunakan WinQSB untuk mencari ukuran keefektifan dari antrian tersebut.

1) Pilih new problem, kemudian Simple M/M System.

2) Masukan data-data sesuai yang telah diketahui seperti pada gambar berikut:

121

3) Pilih solve and analyst > solve the performance

4. Jam 16.00-17.00 dengan diketahui : M = 2, = 338, µ = 317

Akan digunakan WinQSB untuk mencari ukuran keefektifan dari antrian tersebut.

1) Pilih new problem, kemudian Simple M/M System.

2) Masukan data-data sesuai yang telah diketahui seperti pada gambar berikut:

122

4) Pilih solve and analyst > solve the performance

5. Jam 06.00-07.00 dengan diketahui : M = 3, = 297, µ = 317

Akan digunakan WinQSB untuk mencari ukuran keefektifan dari antrian tersebut.

123

2) Masukan data-data sesuai yang telah diketahui seperti pada gambar berikut:

3) Pilih solve and analyst > solve the performance

6. Jam 07.00-08.00 dengan diketahui : M = 3, = 315, µ = 317

Akan digunakan WinQSB untuk mencari ukuran keefektifan dari antrian tersebut.

124

1) Pilih new problem, kemudian Simple M/M System.

2) Masukan data-data sesuai yang telah diketahui seperti pada gambar berikut:

125

7. Jam 15.00-16.00 dengan diketahui : M = 3, = 319, µ = 317

Akan digunakan WinQSB untuk mencari ukuran keefektifan dari antrian tersebut.

1) Pilih new problem, kemudian Simple M/M System.

2) Masukan data-data sesuai yang telah diketahui seperti pada gambar berikut:

126

8. Jam 16.00-17.00 dengan diketahui : M = 3, = 338, µ = 317

Akan digunakan WinQSB untuk mencari ukuran keefektifan dari antrian tersebut.

1) Pilih new problem, kemudian Simple M/M System.

2) Masukan data-data sesuai yang telah diketahui seperti pada gambar berikut:

127

3) Pilih solve and analyst > solve the performance

9. Jam 06.00-07.00 dengan diketahui : M = 4, = 297, µ = 317

Akan digunakan WinQSB untuk mencari ukuran keefektifan dari antrian tersebut.

1) Pilih new problem, kemudian Simple M/M System.

2) Masukan data-data sesuai yang telah diketahui seperti pada gambar berikut:

128

3) Pilih solve and analyst > solve the performance

10. Jam 07.00-08.00 dengan diketahui : M = 4, = 315, µ = 317

Akan digunakan WinQSB untuk mencari ukuran keefektifan dari antrian tersebut.

1) Pilih new problem, kemudian Simple M/M System.

2) Masukan data-data sesuai yang telah diketahui seperti pada gambar berikut:

129

3) Pilih solve and analyst > solve the performance

11. Jam 15.00-16.00 dengan diketahui : M = 4, = 319, µ = 317

Akan digunakan WinQSB untuk mencari ukuran keefektifan dari antrian tersebut.

130

1) Pilih new problem, kemudian Simple M/M System.

2) Masukan data-data sesuai yang telah diketahui seperti pada gambar berikut:

131

12. Jam 16.00-17.00 dengan diketahui : M = 4, = 338, µ = 317

Akan digunakan WinQSB untuk mencari ukuran keefektifan dari antrian tersebut.

1) Pilih new problem, kemudian Simple M/M System.

2) Masukan data-data sesuai yang telah diketahui seperti pada gambar berikut:

132 Lampiran 5: Penghitungan biaya

 Perincian biaya penyediaan pelayanan:

 Gaji 1 Server SPBU/bulan = Rp. 1.485.000  Seragam 1 Server Rp. 600.000

Rp.600.000/12 = Rp 50.000  Prin struk (susut 2 Tahun)

Rp. 3.000.000/24 = Rp. 125.000 + Rp. 1.660.000

 Biaya pelayanan dan biaya menunggu

dengan: = Banyak Server = Biaya pelayanan = Biaya menunggu = Biaya total

133

Hasil Rata-Rata Kinerja Sistem Antrian Apabila Terdapat Dua dan Tiga Server Pelayanan Parameter Sistem 2 Server 3 Server 0,3335 0,3637 0,5004 0,3336 1,3394 1,0467 0,2529 0,1979 0,3386 0,0459 0,06368 0,0086 = = Rp. 7.139,423 = = Rp.9.077,5 2 Server = 2 x Rp. 7.139,423 = Rp. 14.278,846 3 Server = 3 x Rp. 7.139,423 = Rp. 21.418,269 2 Server = 1,339371974 x Rp. 9.077,5 = Rp 12.158,404 3 Server = 1,046665634 x Rp.9.077,5 = Rp. 9.501,419 2 Server = Rp. 14.278,846 + Rp. 12.158,404 = Rp. 26.437,25 3 Server = Rp. 21.418,269 + Rp. 9.501,419 = Rp. 30.919,688

134  Biaya Listrik per jam

135

Diketahui pada setiap pengisisan bahan bakar diperlukan daya pada suatu fasilitas (mesin pompa) merek TATSUNO sebesar 750 Watt.

Dilihat dari Tabel hasil rata-rata kinerja sistem antrian apabila terdapat dua dan tiga Server pelayanan khususnya pada jumlah rata-rata kendaraan bermotor dalam sistem dan jumlah Server dapat dihitung biaya operasional listrik pejam sebagai berikut:

2 Server = 1,3394 x Rp. 1.044,09 = Rp. 1.398,45 per jam 3 Server = 1,0467 x Rp. 1.044,09 = Rp. 1.092,85 per jam

136 Lampiran 6: Foto SPBU Sagan

Gambar1: Foto antrian SPBU Sagan saat jam sibuk pulang kerja sore haridan menggunakan 3 server

Gambar 2: Foto fasilitas (mesin pompa) untuk pengisian BBM di SPBU sagan

137

Gambar 3: Foto Antrian di SPBU Sagan saat jam sibuk pagi hari dan menggunakan 2 server

Gambar 4: Foto Fasilitas (mesin pompa) untuk pengisian BBM di jalur sepeda motor