• Tidak ada hasil yang ditemukan

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan penelitian tindakan kelas melalui penerapan model Cooperative Learning tipe Talking Stick yang dilakukan di kelas IV A SD Negeri 4 Metro Timur Tahun Pelajaran 2013/2014 dapat disimpulkan bahwa: a. Pembelajaran tematik dengan menerapkan model Cooperative Learning

tipe Talking Stick memiliki dampak positif terhadap aktivitas belajar siswa. Hal ini terbukti dengan adanya peningkatan aktivitas belajar siswa pada setiap siklusnya. Pada siklus I nilai rata-rata aktivitas belajar siswa adalah 73,49, kemudian meningkat menjadi 81,82 pada siklus II.

b. Pembelajaran tematik dengan menerapkan model Cooperative Learning tipe Talking Stick dalam proses pembelajaran mampu meningkatkan hasil belajar siswa pada aspek kognitif, afektif, maupun psikomotor. Hal ini terbukti terdapat peningkatan hasil belajar siswa dalam penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam siklus I sampai siklus II yaitu sebagai berikut.

1) Hasil Belajar Siswa pada Aspek Kognitif

Terjadi peningkatan nilai rata-rata hasil belajar kognitif siswa yang pada siklus I memperoleh nilai rata-rata sebesar 66,43, sedangkan pada siklus II mendapat nilai rata-rata sikap sebesar 79,10. Selain nilai rata-rata hasil belajar kognitif siswa, ketuntasan klasikal

hasil belajar kognitif siswa juga meningkat. Pada siklus I, tercatat 18 siswa (64,29%) tuntas dan pada siklus II tercatat bahwa 24 siswa (85,71%) tuntas.

2) Hasil Belajar Afektif Siswa

Terjadi peningkatan nilai rata-rata sikap percaya diri siswa yang pada siklus I memperoleh nilai rata-rata sebesar 71,25 dengan kategori percaya diri, sedangkan pada siklus II mendapat nilai rata- rata sikap sebesar 82,50 dengan kategori sangat percaya diri. Selain nilai rata-rata sikap percaya diri siswa, ketuntasan klasikal sikap percaya diri siswa juga meningkat. Pada siklus I, tercatat 19 siswa (67,86%) tuntas dan pada siklus II tercatat bahwa 22 siswa (78,57%) tuntas.

3) Hasil Belajar Psikomotor Siswa

Terjadi peningkatan nilai rata-rata psikomotor siswa yang pada siklus I memperoleh nilai rata-rata sebesar 72,54 dengan kategori terampil, sedangkan pada siklus II mendapat nilai rata-rata sikap sebesar 82,74 dengan kategori sangat terampil. Selain nilai rata-rata psikomotor siswa, ketuntasan klasikal psikomotor siswa juga meningkat. Pada siklus I, tercatat 19 siswa (67,86%) tuntas dan pada siklus II tercatat bahwa 23 siswa (82,14%) tuntas.

5.2 Saran a. Siswa

Diharapkan siswa dapat selalu siap dalam pembelajaran sehingga siswa siap menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru, serta siswa harus berani dalam menyampaikan ide serta pertanyaan kepada teman

atau guru. Peningkatan yang ditunjukkan dalam aktivitas belajar siswa membuktikan bahwa model Cooperative Learning tipe Talking Stick dapat meningkatkan aktivitas atau kegiatan belajar secara optimal baik secara individu maupun kelompok.

b. Guru

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan pembelajaran tematik di SD menggunakan model Cooperative Learning tipe Talking Stick adalah perlu mempersiapkan segala perangkat pembelajaran dan media yang mendukung yang disesuaikan dengan tema maupun subtema yang akan dibahas dan mengaitkan dengan kehidupan siswa sehingga semua mata pelajaran dapat terkait secara harmonis, serta guru harus membangun komunikasi antara siswa dan guru dalam pelaksanaan pembelajaran.

c. Sekolah

Memfasilitasi penggunaan dari model Cooperative Learning tipe Talking Stick dalam proses pembelajaran, karena dengan menggunakan model Cooperative Learning tipe Talking Stick dapat menyelesaikan permasalahan rendahnya aktivitas dan hasil belajar siswa pada pembelajaran tematik. Selain itu perlunya dukungan dari kepala sekolah untuk mengupayakan dan memberi dorongan agar guru yang telah memiliki pengetahuan dan pengalaman tentang penggunaan model Cooperative Learning tipe Talking Stickagar dapat melaksanakannya dalam pembelajaran.

d. Peneliti Lanjutan

Penelitian ini dilakukan melalui penerapan model Cooperative Learning tipe Talking Stick pada mata pembelajaran tematik dengan tema tempat tinggalku. Diharapkan peneliti berikutnya dapat mengembangkan dan melaksanakan perbaikan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran serupa pada jenjang kelas lain atau pada tema lain.

DAFTAR PUSTAKA

Andayani, dkk. 2009. Pemantapan Kemampuan Profesi. Universitas Terbuka. Jakarta

Aqib, Zainal, dkk. 2009. Penelitian Tintakan Kelas untuk Guru SD, SLB dan TK. Yrama Widya. Bandung.

Arikunto, Suharsimi, dkk. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Bumi Aksara. Jakarta.

Daryanto. 2009. Panduan Proses Pembelajaran Kreatif dan Inovatif. Publisher. Jakarta.

Dimyati, Mudjiono, dkk. 2002. Belajar dan Pembelajaran. Rineka Cipta. Jakarta. Hamalik, Oemar. 2009. Proses Belajar Mengajar. Bumi Aksara. Jakarta.

Hanafiah, Nanang & Cucu Suhana. 2010. Konsep Strategi Pembelajaran. Refika Aditama. Bandung.

Huda, Miftahul. 2012. Cooperative Learning Metode, Teknik, Struktur dan Model Penerapan. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.

Isjoni. 2007. Cooperative Learning: Efektivitas Pembelajaran Kelompok. Alfabeta. Bandung.

Kemendikbud. 2013. Kerangka Dasar Kurikulum 2013. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2013 Badan Standar Nasional Pendidikan. Komalasari, Kokom. 2010. Pembelajaran kontekstual: Konsep dan Aplikasi.

Refika Aditama. Bandung.

Kunandar. 2010. Langkah Mudah PTK Sebagai Pengembangan Profesi Guru. Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Mamat, dkk. (2005). Pedoman Pelaksanaan Pembelajaran Tematik. Departemen Agama. Jakarta

Martati, Badruli. 2010. Metodologi Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Strategi Penanaman Nilai. Grasindo. Bandung.

Mudyahadjo, Redja. 2006. Pengantar Pendidikan. Raja Grafindo Persada. Jakarta Mulyasa, E. 2013. Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013. Remaja

Rosdakarya. Bandung

Muncarno. 2009. Bahan Ajar Statistik Pendidikan. Metro. PGSD.

Nurgiyantoro, Burhan. 2011. Penilaian Otentik: Dalam Pembelajaran Bahasa. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Prastowo, Andi. 2013. Pengembangan Bahan Ajar Tematik . DIVA Press. Yogyakarta

Purwanto, Ngalim. 2008. Prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Rosdakarya. Bandung.

Rusman. 2011. Model-model Pembelajaran: Mengembangkan Profesionalisme Guru. Rajawali Pers. Jakarta.

Rohani, Ahmad. 2004. Pengelolaan Pengajaran. PT Rineka Cipta. Jakarta

Sardiman,A.M. 2012. Interaksi dan Motivasi Belajar-Mengajar. Rajawali Pers. Jakarta.

Sudjana, Nana. 2010. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Remaja Rosdakarya. Bandung.

Sudono, Anggani. 2000. Sumber Belajar Dan Alat Permainan Untuk Pendidikan Anak Usia Dini. PT Grafindo. Jakarta.

Suprijono, Agus. 2009. Cooperatif learning. Pustaka Belajar. Surabaya

Suryasubroto, B. 2009. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. PT Rineka Cipta. Jakarta

Trianto. 2010. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif: Konsep, Landasan, dan Implementasinya pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Kencana. Jakarta.

Universitas Lampung. 2012. Format Penulisan Karya Ilmiah. Universitas Lampung. Bandar Lampung.

Dokumen terkait