• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. Potensi Limbah Jerami Padi dan Daun Singkong

V. KESIMPULAN DAN SARAN

A.Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa :

1. Luas lahan padi dan singkong di Desa Sidomukti penghasil limbah hijauan masing – masing seluas 43 ha dan 11,6 ha dengan produksi bahan kering masing – masing sebesar 469.669,81 kg/th (46,96 ton/th) dan produksi protein 27.511,677 kg/th (2,75 ton/th).

2. Berdasarkan limbah jerami padi dan daun singkong kapasitas tampung untuk bibit sapi PO pejantan di Desa Sidoumkti Kecamatan Tanjung Sari Kabupaten lampung Selatan sebanyak 54 UT/tahun.

B.Saran

Perlu dilakukan pengolahan pada jerami padi dan daun singkong seperti amoniasi dan silase, sehingga sesuatu hal baik itu kualitas dan kuantitasnya dapat terjamin serta pemanfaatan limbah jerami padi dan daun singkong sebagai hijauan pakan ternak dapat lebih optimal.

DAFTAR PUSTAKA

Abbas, S., A. Halim, A. Ahmad, dan S.T. Amidarmo. 1986. Limbah Tanaman Ubi Kayu. Dalam: Limbah Hasil Pertanian. Kantor Menteri Muda Urusan Peningkatan Produksi Pangan. Jakarta

Anonim. 1993. Perbaikan Kualitas Jerami Padi dan Pucuk Tebu Sebagai Pakan Ternak. Lipatan (lembar Informasi Pertanian) Departemen Pertanian. BPTP Yogyakarta

Anonimus. 2008. Pengolahan Ubi Kayu. http:// Files.wordpress.com/2008/02/ubi kayu. Diakses tanggal 17 Maret 2009

Badan Standardisasi Nasional. 2008. Bibit Sapi Peranakan Ongole. Jakarta

Balai Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Kecamatan Tanjung Sari Kabupaten Lampung Selatan. 2013. Jenis dan Populasi Ternak. Lampung

Boer, M., P. B. Arizal, Y. Hendri, dan Ermidias. 2003. Tingkat penggunaan onggok sebagai bahan pakan penggemukan sapi bakalan. Pros. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Bogor, 29 – 30 September 2003. Puslitbang Peternakan, Bogor. hlm. 99 – 103

Balitbang Pertanian. 1987. 5 Tahun Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Sumbangan Penelitian dalam Pembangunan Pertanian. Departemen pertanian. Jakarta

B. Sudaryanto. Kulit Ubi sebagai Bahan Pakan Ternak. Warta Litbang Pertanian. No. 3 Vol. XI, Mei 1989. Departemen Pertanian. Jakarta

Ciptadi, W. 1977. Umbi Ketela Pohon Sebagai Bahan Industri. Departemen Teknologi Hasil Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor

Departemen Pertanian. 2003. Pedoman Rekomendasi Pengendalian Hama Terpadu Pada Tanaman Padi. Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan. Departemen Pertanian. Jakarta

37

Devendra. 1977. Produk Utama Tanaman Singkong. Harper’s College press.

Institut Teknologi Bandung. Bandung

Dwiyanto, K. dan Inounu. 2001. Proceding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Puslitbangnak. Bogor

Fasae, O. A., O. S. Akintola., O.S. Sorunke, and I. F. Adu. 2006. Replacement Value of Agricultura Troica et Subtropica 42.Institut Pertanian Bogor. Bogor

Fathul, F. 2007. Kualitas dan Kuantitas Zat Makanan dalam Bahan Makanan Ternak. Penuntun Praktikum. Universitas Lampung. Bandar Lampung Gahara. 1989. Fisiologi Tanaman. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta

Gomez, M., Jobling, and E. Diaz. 2002. Feeds Type Manufacturer and Ingredient in Food Intake. Blackwell Science Ltd. Osney Mead. Oxford

Kantor Kepala Desa Sidomukti Kecamatan Tanjung Sari Kabupaten Lampung Selatan. 2012. Potensi Tanaman Pertanian dan Perkebunan. Lampung Kencana, S. 2000. Kapasitas Tampung Padang Alam Taman Buru Rumberpon.

Manokwari

Kustantinah. 2008. Anti Nutritional Factor Of Cassava Product. Proceedings The 13th Animal Science Congres Of The Asian Australasian Association of Animal Production Societies (AAAP). Sept 22-26. Hanoi. Vietnam Lingga, P. 1986. Bertanam Umbi-umbian. Penebar Swadaya. Jakarta

Makkar. 1993. Gravimertric Determination Of Tannins and Their Correlation With Chemical nd Protein Precipitation Methods. Journal of The Science pf Food and Agriculutre. 61:161-165

McIlroy, R. J. 1977. Pengantar Budi Daya Padang Rumput Tropika. PT. Paramita. Jakarta

Muhtarudin, Liman, dan Y. Widodo. 2003. Tatalaksana Padang Pengembalaan. Buku Ajar. Universitas Lampung. Lampung

Novitan. 2002. Petunjuk Pemupukan yang Efektif. Agromedi Pustaka. Jakarta Prihatman, K. 2000. Ketela Pohon/Singkong (Manihot Utilissima Pohl). Available

at: http://www.ristek.go.id. Diakses tanggal 15 Maret 2012

Purwanti, S. 2007. Pengaruh Perlakuan Terhadap Kadar Asam Sianida (HCN) Kulit Ubi Kayu sebagai Pakan Alternatif. Karya Tulis Ilmiah. Universitas Hasanudin, Makasar

38

Purwono. 2009. Tanaman Ubi Kayu. http:www.psychologymania.com. Diakses pada tanggal 5 Juli 2013

Parakkasi, A. 1999. Ilmu Gizi dan Makanan Ternak. Institut Pertanian Bogor. Bandung

Ravindran. V., and R. Blair. 1992. Feed Resources For Poultry Production in Asia and The Pacific.II. Plant Protein Sources. W. Poult. Sci. J. 48:205-231 Santosa. U. 1995. Tata Laksana Pemeliharaan Ternak Sapi. Penebar Swadaya.

Jakarta

Sokerya, S. and T. R. Preston. 2003. Effect Of Grass Or Cassava Foliage on Growth And Nematode Parasite Infestation In Goats Fed Low OR High Protein Diets In Confinement. Livestock Research For Rural Development (15) 8 Retrieved. From http://www.Irrd.org/irrd15/8/kery158.htm

Smith, M. E., J. K. Long, and M. Banziger. 2004. Effect of Condensed Tannis on Bacterial Diversity and Metabolic Activity in the Rat Gastrointestinal Tract. Applles and Environmental Microbiology, V. 70, p. 1104-1115, 2004

Sudaryanto, B. 1989. Biomas Ubi Kayu sebagai Pakan Ternak. Pengkajian Pengembangan Teknologi Pra dan Pasca Panen Ubi Kayu. Prosiding Seminar Nasional UPT-EPG. Lampung

Suprapti, L. 2005. Pembuatan Tepung Terigu dan Pemanfaatanya. Kanisius. Yogyakarta

Sumadi, A. Budiarto, Aryogi, N. Ngadiyono, D. Nataria, dan D. S. Agustien. 2008. Pengaruh Bangsa Sapi Potong Terhadap Kinerja Induk di Peternakan Rakyat

Suparyono dan A. Setyono. 1994. Padi. Penebar Swadaya. Jakarta

Susetyo.S., I. Kismono, dan B. Soewandi. 1980. Hijauan Makanan Ternak. Direktorat Peternakan. Departemen Pertanian. Jakarta

Susetyo, S. 1981. Padang Penggembalaan. Institut Pertanian Bogor. Bogor Siregar, S. 1994. Ransum Ternak Ruminansia. Penebar Swadaya. Jakarta Talib, R. 1991. Karakteristik Ulang Sapi Ongole Sumba di Sumba Timur.

Magister Thesis. Fakultas Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor Tamminga. 1979. Meningkatkan Sintesis Protein Mikroba. New York

39

Taslim, H. dan A.M. Fagi, 1988. Ragam Budidaya Padi.Tanaman Pangan Bogor. Bogor

UPT. Balai Pembibitan Sapi PO dan Puskeswan Kecamatan Tanjung Sari

Kabupaten Lampung Selatan. 2012. Jenis dan Jumlah ternak Ruminansia. Lampung

Usri, N., M. Tabroni, dan M.P. Rukmana. Perbandingan Berat Sapi Persilangan Antara PO dan Brahman dan Persilngan Charolais. Proc. Seminar Penelitian dan Penunjang Pengembangan Peternakan. P : 321-323 Wanapat, M. and S. Khampa. 2006. Effect of Cassava hay in High Quality Feed

Block as Anthelminyics in Steers Grazing on Ruzi Grass. Asian-Aust. J.Anim. Sci. 19:695-698

Wiradinata, S., Y. Kartasubrata., S. Maman., dan C. Mashar. 1981. Pembinaan dan Pengembangan Hutan Serba Guna. Balai Penelitian Hutan. Direktorat Reboisasi dan Rehabilitasi. Jakarta

Wirosoedarmo. 1985. Dasar-dasar Irigasi Pertanian. Universitas Brawijaya. Malang

Dokumen terkait