• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kesimpulan dan Saran

Dalam dokumen RANCANG BANGUN APLIKASI UNTUK KONFIGURAS (Halaman 14-81)

Berisi kesimpulan yang didapat dari pengerjaan Tugas Akhir dan saran yang diberikan untuk pengerjaan topik ini di masa mendatang.

Bab II Tinjauan Pustaka

Pada bab ini diuraikan dasar teori dan perangkat yang akan digunakan pada pengerjaan Tugas Akhir, yakni mengenai teori distribusi air serta perangkat yang digunakan.

2.1 Landasan Teori

Pada bagian landasan teori ini akan diuraikan secara ringkas mengenai komponen – komponen utama yang digunakan dalam Rancang Bangun Aplikasi untuk Konfigurasi Otomatis Penggunaan Sensor pada Arduino.

2.1.1 Sistem Tertanam

Sistem tertanam merupakan computing device yang didesain dengan tujuan tertentu secara spesifik untuk melakukan fungsi tertentu. Sistem tertanam terdiri dari perangkat keras dan perangkat lunak. Perangkat keras meliputi mikroprosesor atau mikrokontroler dengan penambahan memori eksternal, I/O dan komponen lainnya seperti sensor, keypad, LED, LCD, dan berbagai macam aktuator lainnya. Perangkat lunak sistem tertanam merupakan penggerak pada sistem. Sebagian besar perangkat lunak sistem tertanam memiliki program aplikasi yang spesifik yang didukung oleh Real Time Operating System (RTOS). Perangkat lunak embedded biasanya disebut firmware karena perangkat lunak tipe ini dimuat ke ROM, EPROM atau memory Flash. Sekali program dimasukkan kedalam perangkat keras maka tidak akan pernah berubah kecuali diprogram ulang.

2.1.2 Mikrokontroler

Mikrokontroler adalah sebuah chip terintegrasi yang biasanya menjadi bagian dari sebuah embedded system (sistem yang didesain untuk melakukan satu atau lebih fungsi khusus yang real time). Mikrokontroler terdiri dari CPU, Memory, I/O port dan timer seperti sebuah komputer standar, tetapi karena didesain hanya untuk menjalankan satu fungsi yang spesifik dalam mengatur sebuah sistem, mikrokontroler ini bentuknya sangat kecil dan sederhana dan mencakup semua fungsi yang diperlukan pada sebuah chip tunggal.

Mikrokontroler berbeda dengan mikroprosesor, yang merupakan sebuah chip untuk tujuan umum yang digunakan untuk membuat sebuah komputer multi fungsi atau perangkat yang membutuhkan beberapa chip untuk menangani berbagai tugas. Mikrokontroler dimaksudkan untuk menjadi mandiri dan independen, dan berfungsi sebagai komputer khusus yang kecil.

Keuntungan besar dari mikrokontroler dibandingkan dengan menggunakan mikroprosesor adalah jumlah komponen dan biaya desain dari item yang dikendalikan dapat ditekan seminimum mungkin. Mikrokontroler biasanya didesain menggunakan teknologi CMOS (Complemantary Metal Oxide Semiconductor), sebuah teknologi pembuatan chip terintegrasi (IC) efisien yang menggunakan daya kecil dan lebih kebal terhadap lonjakan listrik dibandingkan teknik yang lain.

2.1.3 Aplikasi Berbasis Web

Aplikasi web merupakan aplikasi yang diakses mengunakan web browser melalui jaringan internet atau intranet. Aplikasi web juga merupakan suatu perangkat lunak komputer yang dikodekan dalam bahasa pemrograman yang mendukung perangkat lunak berbasis web

seperti HTML, JavaScript, CSS, Ruby, Python, Php, Java dan bahasa pemrograman lainnya. Terdapat 2 bagian pokok dalam aplikasi web, yang pertama adalah sisi client dan yang kedua adalah sisi server, sisi client dalam hal ini adalah PC atau bisa juga perangkat mobile yang terhubung kejaringan internet. Client dapat mengakses aplikasi web melalui web browser

seperti internet explorer, mozila firefox, google chrome, opera dan lain-lain, sedangkan

server adalah perangkat komputer dengan spesifikasi yang digunakan untuk menyimpan aplikasi web beserta database server yang siap untuk diakses oleh client. Client bertugas meminta halaman web server melalui web browser, web browser akan meneruskannya ke

server dimana aplikasi Web berada. Komputer server akan mengolah permintaan dari client, ketika halaman web yang diminta ditemukan maka komputer server akan mengirimkannya ke komputer client dan halaman web yang diminta akan ditampilkan pada web browser di komputer client.

Pada sistem yang akan dibangun, Aplikasi berbasis web akan digunakan sebagai antarmuka pengguna yang menyediakan informasi hasil observasi keadaan lingkungan (suhu, kelembaban udara dan kelembaban tanah) dalam bentuk grafik maupun tabel dan juga digunakan sebagai antarmuka pengguna untuk konfigurasi penggunaan sensor maupun aktuator pada sistem.

2.2 Perangkat Keras (Hardware)

Pada subbab ini akan dijelaskan perangkat keras (hardware) yang digunakan seperti Arduino Uno, dan beberapa jenis-jenis sensor dalam pertanian yang dapat digunakan pada sistem yaitu Sensor Kelembaban Tanah (Soil Moisture), Sensor Kelembaban Udara (Humidity), dan Sensor Suhu (DHT11).

2.2.1 Arduino Uno

Arduino uno merupakan mikrokontroler yang akan digunakan dalam pengerjaan tugas akhir ini. Arduino uno adalah board mikrokontroler berbasis Atmega328.

2.2.1.1 Overview

Arduino uno memiliki 14 pin input dari output digital dimana 6 pin input dapat digunakan sebagai output PWM dan 6 pin input analog, 16 MHz osilator kristal, koneksi USB, jack power, ICSP header, dan tombol reset. Arduino dapat digunakan dengan menghubungkan

board Arduino Uno ke komputer dengan menggunakan kabel USB.

Gambar 1 Tampilan depan Arduino Uno

Uno adalah board USB Arduino yang terbaru dan sebagai model referensi untuk platform

Arduino. Indeks board Arduino dapat dilihat pada Tabel 1 berikut. Tabel 1 Indeks Board Arduino

Microcontroller Atmega328 Operating Voltage 5V

Input voltage 7-12V Input Voltage (limits) 6-20V

Digital I/O Pins 14 (of which 6 provide PWM output) Analog input Pins 6

DC Current per I/O Pin 40 mA DC Current for 3.3V Pin 50 mA

Flash Memory 32 KB (ATmega328) of which 0.5 KB used by bootloader SRAM 2 KB (ATmega328) EEPROM 1 KB (ATmega328) Clock Speed 16 MHz Length 68.6 mm Width 53.4 mm Weight 25 g 2.2.1.2 Daya

Arduino Uno diaktifkan dengan menghubungkan ke catu daya eksternal dengan menggunakan koneksi USB. Eksternal (non-USB) daya dapat berasal dari AC ke adaptor DC atau baterai. Adaptor dapat dihubungkan dengan menghubungkan plug jack pusat-positif konektor POWER.

Daya yang dibutuhkan oleh board Arduino Uno adalah 7-12 volt. Jika daya yang diberikan pada Arduino kurang dari 7 volt, maka Arduino dapat beroperasi dengan menggunakan pin 5

volt tetapi tidak stabil. Jika diberi daya lebih dari 12 volt, maka dapat merusak board Arduino Uno.

Pada Arduino Uno juga terdapat pin listrik yaitu:

1. Vin, yaitu tegangan masukan ke board Arduino ketika menggunakan sumber daya eksternal (sebagai pengganti dari 5 volt koneksi USB atau sumber daya lain).

2. 5V, catu daya digunakan untuk daya mikrokontroler dan komponen lain. 3. 3.3V, dihasilkan oleh regulator on-board.

4. GND, yaitu pin ground.

5. IOREF merupakan pin board Arduino yang menyediakan tegangan agar mikrokontroler dapat beroperasi.

2.2.1.3 Memori

Atmega328 memiliki 32 KB (dengan 0,5 KB digunakan untuk bootloader), 2KB dari SRAM dan IKB EEPROM.

2.2.1.4 Input dan Output

Arduino memiliki 14 pin yang dapat digunakan sebagai input maupun output dengan menggunakan fungsi pinMode(), digitalWrite() dan digitalRead() yang bekerja pada daya 5

volt. Setiap pin dapat memberi atau menerima maksimum 40 mA. Beberapa pin memiliki fungsi khusus sebagai berikut.

1. Serial: 0 (RX) dan 1 (TX) yang digunakan untuk menerima (RX) dan mengirim (TX) TTL data serial. Pin ini dihubungkan dengan pin yang berkaitan dengan chip Serial Atmega8U2 USB-to-TTL.

2. External Interrupts: 2 dan 3. Pin ini dapat dikonfigurasi untuk memicu interrupt pada nilai rendah dengan perubahan nilai.

3. PWM: pin 3,5,6,9,10 yaitu menyediakan output PWM 8-bit dengan fungsi

analogWrite().

4. SPI: pin 10 (SS), 11 (Mosi), 13 (SCK) yang mendukung komunikasi SPI dengan menggunakan SPI library.

5. LED: pin 13. Ada built-in LED yang terhubung ke pin digital 13. Ketika pin bernilai HIGH, maka LED akan ON dan ketika pin bernilai LOW, maka LED akan OFF. Selain pin digital, Arduino Uno juga memiliki 6 pin analog yang berlabel A0 sampai A5, dimana masing-masing pin menyediakan nilai 10 bit, yaitu 1024 nilai yang berbeda. Selain daripada itu, beberapa pin memiliki fungsi khusus, yaitu:

1. I2C: A4(SDA) dan A5(SCL). Mendukung komunikasi I2C dengan menggunakan

Wire library.

2. AREF: sumber tegangan untuk input analog dengan menggunakan fungsi

analogReference().

2.2.1.5 Komunikasi

Arduino Uno dapat berkomunikasi dengan komputer, Arduino lain ataupun mikrokontroler lain. Atmega328 menyediakan UART TTL (5v) untuk berkomunikasi secara serial yang tersedia di pin 0 (RX) dan 1 (TX). Atmega16U2 pada board menghubungkan komunikasi serial melalui USB dan sebagai port virtual com untuk perangkat lunak pada komputer.

Firmware ’8 U2 menggunakan driver USB standar COM. Namun, pada Windows diperlukan

sebuah file inf. Pada perangkat lunak Arduino terdapat monitor serial yang digunakan untuk memonitor data sederhana yang dikirim ke atau dari board Arduino. LED RX dan TX di

board berkedip ketika data sedang dikirim melalui chip USB-to-serial dengan koneksi USB ke komputer (tetapi tidak untuk komunikasi serial pada pin 0 dan 1).

2.2.2 Sensor Kelembaban Tanah (Soil Moisture)

Sensor kelembaban tanah merupakan sensor yang mampu mendeteksi intensitas air di dalam tanah (moisture).

2.2.2.1 Overview

Sensor soil moisture adalah sensor kelembaban tanah yang bekerja dengan prinsip membaca jumlah kadar air dalam tanah di sekitarnya. Sensor ini merupakan sensor dengan teknologi rendah namun ideal untuk memantau kadar air tanah untuk tanaman. Sensor ini menggunakan dua konduktor untuk melewatkan arus melalui tanah, kemudian membaca nilai resistensi untuk mendapatkan tingkat kelembaban. Lebih banyak air dalam tanah akan membuat tanah lebih mudah menghantarkan listrik (nilai resistensi lebih besar), sedangkan tanah kering akan mempersulit untuk menghantarkan listrik (nilai resistensi kurang).

Sensor soil moisure dalam penerapannya membutuhkan daya sebesar 3,3v atau 5v dengan keluaran tegangan sebesar 0-4,2v. Sensor ini mampu membaca kadar air yang memiliki 3 kondisi yaitu:

1. 0 ~ 300: tanah kering/ udara bebas 2. 300 ~700: tanah lembab

Gambar 3 Sensor Soil Moisture

2.2.2.2 Konfigurasi Pin Soil Moisture

Sensor ini memiliki 3 pin yang terdiri dari pin ground, 5v dan data. Pada Gambar 4. dijelaskan mengenai pin sensor soil moisture.

2.2.2.3 Skema Kerja Sensor Kelembaban Tanah (SoilMoisture)

Pengujian sensor ini membutuhkan input-an 5V DC dengan menghubungkan Pin A0 dengan pengalokasian sesuai program yang dibuat pada Arduino.

Gambar 5 Skema Kerja Sensor Soil Moisture

2.2.3 Sensor Suhu (IC LM35)

IC LM35 berfungsi untuk mengkonversi besaran suhu yang ditangkap menjadi besaran tegangan. Sensor ini memiliki tingkat kepresisian yang tinggi, namun sangat sederhana dengan hanya memiliki 3 buah kaki. Kaki pertama IC LM35 dihubung ke Pin 5v, kaki kedua sebagai Output (Analog Pin),dan kaki ketiga dihubungkan ke Ground. IC LM35 memiliki batas pengukuran dari 0 - 100 derajat Celcius.

2.2.3.1 Overview

IC LM 35 merupakan sensor suhu berupa chip IC yang dapat digunakan untuk mengetahui temperatur objek atau ruangan. Sensor suhu IC LM35 dapat mengubah perubahan temperatur menjadi besaran listrik dalam bentuk tegangan. Sensor suhu IC LM35 membutuhkan sumber tegangan DC +5v dan konsumsi arus DC sebesar 60 µA dalam beroperasi. Sensor LM35 ini memiliki keakuratan tinggi dan kemudahan perancangan jika dibanding dengan sensor suhu yang lain. Sensor suhu ini pada umumnya memiliki kemasan TO-92 seperti terlihat pada gambar dibawah.

2.2.3.2 Perhitungan Pin Sensor LM 35

Sensor suhu LM35 yang mempunyai 3 pin seperti LM35-DZ, LM35-DH dan LM35-DP setiap pin mempunyai fungsi masing-masing diantaranya, pin 1 berfungsi sebagai sumber tegangan kerja dari LM35, pin 2 atau kaki tengah digunakan sebagai tegangan keluaran atau Vout dengan jangkauan kerja dari 0V sampai dengan 1,5V dengan tegangan operasi sensor LM35 yang dapat digunakan antara 4V sampai 30V. Keluaran sensor ini akan naik sebesar 10mV setiap derajat celcius sehingga diperoleh persamaan sebagai berikut:

Gambar 7 di bawah ini adalah gambar skematik rangkaian dasar sensor suhu LM35-DZ. Rangkaian ini sangat sederhana dan praktis. Vout adalah tegangan keluaran sensor yang terskala linear terhadap suhu terukur, yakni 10 milivolt per 1 derajat celcius. Jadi jika Vout = 530mV, maka suhu terukur adalah 53 °C. Dan jika Vout = 320mV, maka suhu terukur adalah 32°C. Tegangan keluaran ini bisa langsung diumpankan sebagai masukan ke rangkaian pengkondisi sinyal seperti rangkaian penguat operasional (opamp) dan rangkaian filter, atau rangkaian lain seperti rangkaian pembanding tegangan dan rangkaian Analog-to-Digital Converter.

Gambar 7 Skema Dasar IC LM 35

2.2.3.3 Karakteristik IC LM35

Karakteristik sensor suhu LM35 antara lain sebagai berikut :

1. Memiliki sensitivitas suhu, dengan faktor skala linier antara tegangan dan suhu 10 mVolt/ºC, sehingga dapat dikalibrasi langsung dalam celcius.

2. Memiliki ketepatan atau akurasi kalibrasi yaitu 0,5ºC pada suhu 25 ºC. 3. Memiliki jangkauan maksimal operasi suhu antara -55 ºC sampai +150 ºC. 4. Bekerja pada tegangan 4 sampai 30 volt.

5. Memiliki arus rendah yaitu kurang dari 60 μA.

6. Memiliki pemanasan sendiri yang rendah (low-heating) yaitu kurang dari 0,1 ºC pada udara diam.

7. Memiliki impedansi keluaran yang rendah yaitu 0,1 W untuk beban 1 mA. 8. Memiliki ketidaklinieran hanya sekitar ± ¼ ºC.

2.2.3.4 Prinsip Kerja Sensor LM35

Sensor LM35 akan melakukan penginderaan pada saat perubahan suhu setiap suhu 1 ºC. Setiap perubahan akan merubah tegangan sebesar 10 mV. Pada penempatannya LM35 dapat ditempelkan dengan perekat atau dapat pula disemen pada permukaan benda, akan tetapi suhunya akan sedikit berkurang sekitar 0,01ºC karena terserap pada suhu permukaan tersebut. Dengan cara seperti ini diharapkan selisih antara suhu udara dan suhu permukaan dapat dideteksi oleh sensor LM35 sama dengan suhu disekitarnya, jika suhu udara disekitarnya jauh lebih tinggi atau jauh lebih rendah dari suhu permukaan, maka LM35 berada pada suhu permukaan dan suhu udara disekitarnya.

Tahapan kerja sensor LM35 adalah sebagai berikut:

1. Suhu lingkungan di deteksi menggunakan bagian IC yang peka terhadap suhu.

2. Suhu lingkungan ini diubah menjadi tegangan listrik oleh rangkaian di dalam IC, dimana perubahan suhu berbanding lurus dengan perubahan tegangan output.

3. Pada seri LM35 Vout = 10 mV/ °C, dalam arti tiap perubahan 1 °C akan menghasilkan perubahan tegangan output sebesar 10 mV.

2.2.4 Sensor Kelembaban Udara (DHT11)

DHT11 merupakan sensor suhu dan sensor kelembaban udara dimana dilengkapi suhu & kelembaban sensor kompleks dikalibrasi dengan output sinyal digital. Dengan menggunakan teknik khusus digital-signal-akuisisi, teknologi suhu dapat melakukan penginderaan kelembaban, memastikan keandalan yang tinggi dan stabilitas jangka panjang yang sangat baik. Sensor ini mencakup pengukuran kelembaban resistif-jenis komponen dan komponen

pengukuran suhu NTC, dan menghubungkan ke high-kinerja 8-bit mikrokontroler, menawarkan kualitas yang sangat baik, respon cepat, anti-gangguan kemampuan dan efektivitas biaya.

2.2.4.1 Overview

Suhu dan kelembapan udara yang akan di-monitor dan dikontrol dalam lingkungan pertanian bergantung pada jenis tanamannya. Contohnya beberapa jenis tanaman tropis tidak akan tumbuh dengan baik pada suhu di bawah 20C atau di atas 30C. Umumnya, suhu minimum adalah 20C, dan pada siang hari suhu ruangan akan bertambah panas. Untuk itu sistem ventilasinya harus bekerja baik saat mencapai suhu panas yang berlebih. Untuk mendinginkan dan menstabilkan kembali suhu dalam lingkungan pertanian.

Kelembapan udara merupakan unsur lain bagi tanaman untuk tumbuh dengan optimum. Beberapa sumber mengatakan bahwa kelembaban normal pada lingkungan pertanian, yaitu sekitar 80 %RH. Pengaruh suhu terhadap kelembapan sangat sensitif, suhu udara yang hangat dapat menampung uap air dengan baik. Tiap kenaikan suhu 10C, volume uap air maksimum dalam udara hampir dua kali lipat.

2.2.4.2 Rumus Perhitungan pada DHT11

Ketika udara dari suatu suhu tertentu dipenuhi dengan air seperti contoh saat hujan, kita dapat mengasumsikan tingkat kelembapannya 100% RH (relative humidity). Relative humidity

merupakan kepadatan uap air yang ada di udara ketika terjadi perubahan suhu pada skala tertentu. Perubahan tersebut dapat dirumuskan pada persamaan: x100%

dimana : H = tingkat kelembapan dalam % RH

VdL = kepadatan uap air saat suhu minimum (aktual) dalam g/m3 VdH = kepadatan uap air saat suhu maksimal (saturasi) dalam g/m3

2.2.4.3 Skema Kerja Sensor DHT11

Pengujian sensor ini membutuhkan input-an 5V DC dengan menghubungkan Pin A0 dengan pengalokasian sesuai program yang dibuat pada Arduino

Gambar 9 Skema Kerja Sensor DHT11

Pada DHT11, fitur kalibrasi yang dimiliki sangat akurat dari kelembaban ruang. Sistem antarmuka tunggal-kabel serial terintegrasi untuk menjadi cepat dan mudah. Kecil ukuran, daya rendah, sinyal transmisi jarak hingga 20 meter, sehingga berbagai aplikasi dan bahkan aplikasi yang paling menuntut. Sensor yang ada pada DHT11 terhubung dengan 8 bit mikrokontroler yang memiliki performansi yang tinggi.

2.3 Perangkat Lunak (Software)

Pada bab ini akan dibahas mengenai perangkat lunak yang akan digunakan yakni Yii2

Framework danTFTP.

2.3.1 Yii 2 Framework

Perangkat lunak yang digunakan dalam aplikasi ini adalah sebuah aplikasi berbasis web yang dibangun menggunakan PHP dan Framework Yii2. Aplikasi ini berfungsi untuk menampilkan hasil pengukuran sensor dan antarmuka konfigurasi penggunaan sensor pada mikrokontroler. Adapun yang akan di pantau oleh aplikasi ini adalah kondisi lingkungan sekitar yang diukur dan di kirim oleh sensor.

2.3.2 TFTP (Trivial File Transfer Protocol)

Pada sistem yang akan dibangun, diperlukan sebuah cara komunikasi antar jaringan antara mikrokontroler dan server yang menangani aplikasi web, hal ini berguna agar kode program yang telah di-generate melalui apikasi web dapat di-upload dan dieksekusi pada mikrokontroler. Cara komunikasi yang digunakan ialah TFTP. TFTP merupakan sebuah protokol perpindahan file yang sangat sederhana yang didefenisikan pada tahun 1980. TFTP memiliki fungsionalitas dasar teori protokol File Transfer Protocol (FTP).

Gambar 10 Konsep TFTP

Karena protokol ini sangatlah sederhana, maka implementasi protokol ini dalam komputer yang memiliki memori yang kecil sangatlah mudah dan TFTP juga dapat masuk kedalam ROM pada NIC Card. TFTP dapat digunakan untuk melakukan booting komputer seperti halnya router jaringan komputer yang tidak memiliki perangkat penyimpanan data ataupun pada mikrokontroler. Protokol ini kini masih digunakan untuk mentransfer berkas-berkas kecil antar host di dalam sebuah jaringan, seperti halnya ketika terminal jarak jauh X Window System atau Diskless System lainnya yang melakukan proses booting dari sebuah host

jaringan atau server. TFTP ini menggunakan layanan UDP (User Datagram Protocol) berjalan pada layer 4 (Transport) dengan alamat port = 69.

2.3.3 Ariadne-Bootloader

Ariadne bootloader merupakan beta bootloader untukArduino biasa dengan Ethernet Shield.

Hal ini didasarkan pada pekerjaan yang belum selesai sebelumnya oleh Arduino developers. Bootloader ini akan menerapkan TFTP server pada papan Arduino dan flashing work

menggunakan klien TFTP reguler, sehingga Arduino dapat mengeksekusi kode program yang dikirimkan melalui jaringan lewat servis TFTP. Bootloader ini akan menuliskan source code

EPROM baru pada Arduino sehingga secara realtime Arduino memiliki konfigurasi network

ketika Arduino di boot.

Untuk mem-burn bootloader, diperlukan sebuah ISP (sistem programmer) seperti AVR-ISP, USBtinyISP atau anda dapat membangun Programmer paralel atau ArduinoISP.

2.4 Jurnal yang Berhubungan

Pada sub bab ini akan dibahas mengenai jurnal terkait dengan sistem yang akan dibangun. Berikut jurnal-jurnal yang terkait dengan sistem yang akan dibangun:

2.4.1. Sistem Pengendalian Suhu Dan Kelembaban Berbasis Wireless Embedded System [1]

Indonesia sebagai negara agraris memiliki potensi yang besar sekali dalam bidang pertanian. Salah satu produk tanaman pertanian Indonesia adalah tomat. Dalam perkembangannya tanaman tomat perlu perawatan khusus karena tanaman tomat rentan terhadap perubahan suhu dan kelembaban. Untuk mendapatkan hasil panen yang memiliki kualitas dan produktifitas perlu adanya pengkondisian lingkungan tanaman agar tercipta atmosfer yang menunjang pertumbuhan tanaman. Embedded system atau sistem tertanam merupakan sistem komputer yang dirancang khusus untuk melakukan tujuan atau fungsi tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sistem yang mampu mengendalikan suhu dan kelembaban serta dapat memantau perubahan kondisi lingkungan tanaman secara nirkabel. Sistem ini menggunakan perangkat embedded system yang praktis dan hemat daya. Perangkat embedded

yang digunakan adalah arduino uno sebagai pusat pemrosesan data. Dari hasil pengujian sistem mampu memberi tindakan terhadap perubahan suhu dan kelembaban yang melebihi atau kurang dari batas yang ditentukan. Sistem mampu mengirimkan nilai-nilai sensor ke dalam database yang berada pada server secara realtime.

Gambar 11 Perancangan Sistem pada Jurnal 1

Kesimpulan hasil implementasi dan pengujian yang telah dilakukan oleh penulis jurnal tersebut adalah:

1. Pengujian unit sensor suhu DHT 11 bekerja dengan baik untuk mengukur suhu ruangan

dengan nilai kesalahan kurang dari 2 ˚C sesuai dengan datasheet DHT11.

2. Pengujian unit sensor kelembaban tanah SEN0114 bekerja dengan baik.

3. Pengujian unit ethernet shield dapat digunakan untuk terhubung dengan jaringan dengan waktu yang dibutuhkan untuk melakukan koneksi rata-rata 5 detik.

4. Aktuator dapat berjalan dengan baik dengan memberikan respon tergantung pada batas nilai sensor yang telah ditentukan.

5. Dalam proses pengiriman data-data sensor dari node sensor ke server dapat berjalan dengan baik dengan tingkat akurasi pengiriman data tiap pengiriman ±1 detik.

2.4.2. Perancangan Dan Implementasi User Interface Berbasis Web untuk Monitoring Suhu, Kelembaban dan Asap pada Ruangan Berbeda Dengan Memanfaatkan Jaringan Local Area Network [2] :

Kondisi ruangan sangat mempengaruhi kenyamanan pengguna dalam melakukan berbagai kegiatan. Hampir seluruh ruangan pada saat ini dilengkapi dengan Air Conditioner (AC). Tidak jarang pengguna meninggalkan ruangan dalam keadaan AC yang masih menyala. AC merupakan salah satu beban yang mengkonsumsi banyak energi listrik sehingga dampaknya sangat besar terhadap kenaikan biaya listrik. Hal ini mendorong pemilik gedung untuk memantau kondisi tiap-tiap ruangan, sehingga pemakaian energi pada ruangan lebih efisien tanpa mengganggu kenyamanan si pengguna.

Pada penelitian dirancang sebuah sistem monitoring yang bertujuan untuk memantau kondisi beberapa ruangan dengan memanfaatkan jaringan LAN. Dari sistem monitoring berbasis web

ini berhasil diketahui berapa suhu dan kelembaban ruangan serta keamanan yang dapat dilihat dari nilai kadar asap yang terdeteksi. Sistem monitoring ini dapat digunakan baik untuk perumahan maupun perkantoran yang memiliki banyak ruangan dengan aktifitas yang tinggi.

Dalam dokumen RANCANG BANGUN APLIKASI UNTUK KONFIGURAS (Halaman 14-81)

Dokumen terkait