Kesimpulan
1. Puncak laju produksi etilen buah manggis satu hari lebih cepat dari respirasi klimakterik. Puncak laju produksi etilen terjadi pada hari ke 11 sedangkan puncak respirasi klimakterik terjadi pada hari ke 12. Dimana respirasi klimakterik memicu terjadinya perubahan biokimia pada perikarp buah manggis seperti peningkatan kandungan protein, peningkatan aktivitas enzim PAL, PAD, COD dan bertambahnya jumlah lignin serta peningkatan kadar Ca-pektat yang menyebabkan terjadinya pengerasan perikarp.
2. Pengerasan perikarp buah manggis juga disebabkan karena penurunan kadar air.
3. Penyimpanan buah manggis pada suhu 15oC lebih baik karena dapat bertahan sampai 28 HSP, tingkat resistensi dan kekerasan yang lebih rendah, mempunyai kadar air yang lebih tinggi, susut bobot lebih rendah, lebih lama terjadi perubahan warna, dan mempunyai TPT dan TAT yang lebih tinggi. Sementara itu penyimpanan buah pada suhu kamar maksimal hanya bertahan samapai 14 HSP.
4. Perlakuan etilen eksogen tidak memberikan pengaruh yang nyata pada semua peubah yang diamati, yang artinya bahwa buah manggis kurang sensitif terhadap etilen eksogen.
5. Perlakuan 1-mcp pada berbagai dosis tidak memperpanjang masa simpan buah manggis. Hal ini konsisten terjadi baik pada perlakuan suhu ruang maupun pada suhu 15 oC.
6. Lilin lebah 6% lebih baik dalam mempertahankan susut bobot dibandingkan jenis bahan pelapis lainnya.
Saran
1. Untuk memperpanjang umur simpan buah manggis dapat dilakukan penyimpanan pada suhu 15oC dengan kelembaban relatif sekitar 90%.
2. Pengerasan buah manggis terjadi karena terjadi respirasi klimakterik yang memicu terjadinya berbagai perubahan kimia di dalam perikarp serta karena terjadinya kehilangan kadar air. Untuk itu perlu dilakukan penelitian yang lebih mendalam tentang proses terjadinya berbagai perubahan biokimia dan cara mengatasinya.
Akanime EK, Kutagawa H, Subramanyam H, Long PG. 1989. Kegiatan-kegiatan dalam Gudang Pengemasan. Dalam: Pantastico EB, editor. Fisiologi Pasca Panen Penanganan dan Pemanfaatan Buah-buahan dan Sayur-sayuran Tropika dan Subtropika. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada Press.
Alamsyah R. 2001. Karakteristik dan penerapan kitin dan kitosan. J. Teknologi Industri Pertanian. 11(2):61-68.
Anggraeni W. 2008. Penggunaan bahan pelapis dan plastik kemasan untuk meningkatkan daya simpan buah Manggis (Garcinia mangostana L.) [skripsi]. Bogor: Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
Anjarsari B. 1995. Pendugaan masa simpan segar buah manggis (Garcinia mangostana L.) dalam sistem penyimpanan atmosfir termodifikasi [tesis]. Bogor: Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.
Antognozzi A, Battistelli A. 1995. Influence of CPPU on carbohydrate accumulation and metabolism in fruits of Actinidia deliciosa (A. Chev.). Sci. Hort. 65 (1996) 37-47.
AOAC. 2000. Official Methods of Analysis of the Assosiation of Officials Analitical Chemists Washington DC. 14th ed. Arlington,Virginia: AOAC Inc.
Apriyantono A, Fardiaz D, Puspitasari NL, Sedarnawati, Budiyanto S. 1989. Analisis Pangan. Bogor: PAU IPB.
[APVMA] Australian Pesticides and Veterinary Medicines Authority. 2005. Public Release Summary on Evaluation of The New Active Forchlorfenuron In The Product Sitofex 10 EC Plant Growth Regulator. Australian Pesticides and Veterinary Medicines Authority. Canberra, Australia. 37 p.
Auliani M. 2009. Perubahan kekerasan, kadar pektin, dan aktivitas poligalakturonase kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) pada penyimpanan [skripsi]. Bogor: Departemen Biokimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Pertanian Bogor.
Azhar KS. 2007. Pengkajian bahan pelapis, kemasan dan suhu penyimpanan untuk memperpanjang masa simpan buah manggis [tesis]. Bogor: Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.
Barkey SS. 2002. Aplikasi edible film kitosan dari kulit udang windu (Panaeus monodon) pada penyimpanan buah tomat [skripsi].Bogor: Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
Blakenship SM, Dole JM. 2003. 1-Methylcyclopropene: a review. Postharvest Biology and Technology, 28:1–25.
Blenshard, Mitchell. 1972. Polysaccharides in Food. Netherlands: Butleworths.
Bourne MC. 1981. Physical Properties and Structure of Horticultural Crops. In: Physical Properties of Food. Peleg M, Bagley EB, editors. Connecticut: The A VI Publ. Co., Inc. Westpot.
[BPS] Badan Pusat Statistik. 2012. Produksi Buah-buahan di Indonesia 2012. http://www.bps.go.id/tab_sub/view.php?tabel=1&daftar=1&id subyek=55& notab=3. [15 Februari 2012].
Bruce RJ, West CA. 1989. Elicitation of lignin biosynthesis and isoperoxidase activity by lignin fragment in suspension culture of Castor Bean. Plant Physiol. 91:889-897.
Budiastra IW, Purwadaria HK. 1993. Penanganan Pascapanen Sayuran dan Buah- buahan Dalam Rumah Kemasan. Makalah, Pelatihan Pascapanen Sayuran dan Buah-buahan, Bogor 10-15 Mei 1993.
Budiastra IW. 2000. Penanganan pascapanen manggis untuk ekspor. Diskusi Nasional Bisnis dan Teknologi Manggis, Kerjasama Pusat Kajian Buah- buahan Tropika IPB dengan Direktorat Jenderal hortikultura dan Aneka Tanaman. Departemen Pertanian. Bogor, 15-16 November 2000.
Bunsiri A, Ketsa S, Paull RE. 2003. Phenolic metabolism and lignin synthesis in damaged pericarp. Postharvest Biology and Technology. 29:61-71.
Chandler WH. 1958. Evergreen Orchards. 2nd edition. Philadelphia: Lea and Febiger.
Chaves ALS, de Mello-Farias PC. 2006. Ethylene and fruit ripening: From illumination gas to the control of gene expression, more than a century of discoveries. Genet.Mol. Biol. 29: 133-139.
Cox JEK. 1988. Garcinia mangostana – Mangosteen. Di dalam: Gardner RJ, Choudori SA, editor. The Propagation of Tropical Fruit Trees. England: FAO and CAB.
Daly J, Kourelis B, penemu; US Patent. 25 January 2000. Synthesis methods, complexes and delivery methodes for the safe and convenient storage, transport and aplication of compounds for inhibiting the ethylene response in plants. US Patent 6 017 849.
Dangcham S, Ketsa S. 2007. Relationship between maturity stages and low temperature involved in the pericarp hardening of mangosteen fruit after storage. Thai Journal of Agricultural Science. 40:3-9.
Dangcham S, Bowen J, Ferguson IB, Ketsa S. 2008. Effect of temperature and low oxygen on pericarp hardening of mangosteen fruit stored at low temperature. Postharvest Biology and Technology. 50:37-44.
Davies PJ. 2004. The plant Hormones: Their Nature, Occurance, and Fungtions. Di dalam: Davies PJ, editor. Plant Hormones: Biosynthesis, Signal Transduction, Action. The Nederlands: Kluwer Academic Plublishers.
Deptan. 2008. Ekspor hortikultura Indonesia: Nilai dan Volume Ekspor Buah- buahan. http//www.deptan.go.id.
[Dirjen Hortikultura] Direktorat Hortikultura. 2007. Vandemekum Manggis. Jakarta: Direktorat Budidaya Tanaman Buah Direktorat Jenderal Hortikultura.
Dorly. 2009. Studi struktur sekretori getah kuning dan pengaruh kalsium terhadap cemaran getah kuning pada buah manggis (Garcinia mangostana L.) [disertasi]. Bogor: Sekolah Pascasarjana Institut pertanian Bogor.
Ekaputri, D. H. 2009. Pengaruh pemberian kitosan dan GA3 terhadap Shelf-life buah
manggis (Garcinia mangostana L.) [skripsi]. Bogor: Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
Eskin NAM. 1990. Biochemistry of Food. 2nd ed. San Diago, California: Academic Press.
Fatimah N. 1996. Pengaruh pelapisan lilin dan lama penyimpanan terhadap sifat fisik sawo (Achras sapota L.) pada suhu ruang dan suhu dingin [skripsi]. Fakultas Teknologi Pertanian, Institut pertanian Bogor.
Gardner FP, Pearce RB, Mitchell RL. 1991. Fisiologi Tanaman Budidaya. Jakarta: Universitas Indonesia press.
Gennadios A, Weller CL. 1990. Edible film and coatings from wheat and corn proteins. J. Food Tech. 44(10):63-68.
Glicksman M. 1969. Gum Technology in The Food Industry. New York: Academic Press.
Goffner D, Joffroy I, Grima-Pettenati J, Halpin C, Knight ME, SchuchW, Boudet AM, 1992. Purification and characterization of isoforms of cinnamyl alcohol dehydrogenase from Eucalyptus xylem. Planta 188:48–53.
Grant CA, Burn RJ. 1994. Application of Coating. Di Dalam : Krochta J.M., Baldwin E.A, Nisperos-Carriedo M.O., editor. Edible Coatings and Film to improve Food Quality. Pensylvania: Tecnomic Co; Inc.
Hasanah U. 2009. Pemanfaatan gel lidah buaya sebagai edible coating untuk memperpanjang umur simpan paprika (Capsicum annum varietas Sunny) [skripsi]. Bogor: Departemen Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
Heyne K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia. Jakarta: Badan Litbang Kehutanan.
Hume EP. 1947. Difficulties in mangosteen culture. Tropical Agric. 24(1-3) : 32-36.
Ikoma Y, Yano M, Zhong CX, Ogawa K. 1998. Reduction in ethylene synthesis in parthenocarpic Actinidia deliciosa fruit induced by N-(2-chloro-4- pyridyl)-N%-phenylurea. Postharvest Biology and Technology. 13 : 121– 129.
Inayati UK. 2009. Pengaruh kombinasi BA dan beberapa jenis bahan pelapis untuk memperpanjang daya simpan buah manggis (Garcinia mangostana
L.) [skripsi]. Bogor: Departemen Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Institut pertanian Bogor.
Jameson CW, Lunn RM, Shawn BSS, Sabella AL. 2002. Report on Carcinogens
Background Document for Cobalt Sulfate. http://www.IARC. com. [2 februari 2010].
Jiang Y, Joyce DC. 2002. 1-Methylcyclopropene treatment effects on intact and fresh-cut apple. Journal of Horticultural Sciences and Biotechnology. 77:19–21.
Juanasri. 2004. Pengaruh umur petik, pemberian giberelin, dan spermidin terhadap kualitas buah manggis (Garcinia mangostana L) [tesis]. Sekolah Pascasarjana Institut pertanian Bogor.
Kader AA. 1992. Postharvest Biology and Technology: An Overview. Di dalam: Kader AA, Tecnical editor. Postharvest Technology of Horticulture Crops. Calofornia: Division of Agriculture and Natural Resources.
Kader AA. 1985. Modifiet Atmosphere and Low-Pressure System During Transport Storage. Di dalam Kader AA, editor. Postharvest Technologie of Horticulture Crops. California: Cooperative Extension University of California Division of Agriculture and Natural Resources, USA.
Kader AA. 2003. Mangosteen recommendation for maintaining postharvest quality.http.//rics.ucdavis.edu/postharvest2//produce/producefacts/fruitmang osteen.shtml [23 November 2003].
Kartika JG. 2004. Studi pertumbuhan buah, gejala getah kuning dan burik pada buah manggis (Garcinia mangostana L.). [Skripsi]. Bogor: Institut Pertanian Bogor.
Ketsa S, Atantee S. 1998. Phenolics, lignin, peroxidase activity and increased firmness of damages pericarp of mangosteen fruit after impact. Postharvest Biology and Technology. 14:117-124.
Kim JG, Takami Y, Mizugami T, Beppu K, Fukuda T, Kataoka I. 2006. CPPU application on size and quality of hardy kiwifruit. Sci. Hort. 110:219-222.
Kismaryanti A. 2007. Aplikasi gel lidah buaya (Aloe vera L.) sebagai edible
bahan pelapis pada pengawetan tomat [skripsi]. Bogor: Departemen TeknologiPangan, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
Lestari CP. 2008. Aplikasi Edible Bahan pelapis Gel Lidah Buaya (Aloe vera L.) Pada Pengawetan Buah Strawberry (Fragaria sp.) [skripsi]. Bogor: Departemen Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
Macmillan HF. 1956. Tropical Planting and Gardening. 5th edition. London: Macmillan and Co. Ltd.
Mahendra MS. 2002. Pananganan Pascapanen Manggis untuk Espor. Makalah dalam Seminar Agribisnis Manggis. Bogor: 24 Juni 2002.
Marschner H. 1995. Mineral Nutrition of Higher Plants. 2nd ed. New York: Academic Press.
Martin,W.1980. Durian and mangosteen . Di dalam: Nagi S, Shaw PE, editor. Tropical and Subtropical Fruit Composisitin Properties and Uses.
Matto AK, Muratta T, Pantastico EB, Chachin K, Phan CT. 1986. Perubahan- perubahan Kimiawi Selama Pematangan dan Penuaan. Di dalam: Pantastico, editor. Fisiologi Pascapanen, Penanganan dan Pemanfaatan Buah-buahan dan Sayur-sayuran Tropika dan Subtropika (penerjemah: Kamaryani). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Mc Hugh TH, Krocha JM. 1994. Permeability Properties of Edible Films. Di dalam: Krocha JM, Baldwin EA, Nisperos-Carriedo MO, editor. Edibles Coatings and Films to Inprove Food Quality. Lancaster: Technomic Pub. Co. Inc.
Morita Y, Yamashita H, Mikami B, Iwamoto H, Aibara S, Terada M, Minami J. 1988. Purification, crystallization, and characterization of peroxidase from
Coprinus cinereus. J. Biochem. 103:693–699.
Mussaddad D. 2002. Mempelajari efektivitas pelapis edibel kitosan pada buah tomat segar selama penyimpanan suhu kamar dan suhu dingin [tesis]. Bogor: Sekolah Pascasarjana Institut pertanian Bogor.
Nakasone HY, Paull RE. 1999. Tropical Fruits. Wellington: CAB International, Wellington, UK.
Nicolai BM, Lammertyn J, Schotsmans W, Verlinden BE. 2006. Gas Exchange Properties of Fruit and Vegetables. Di dalam: Barbosa-Canovas et al., editor. Food Science and Technology. 3rd ed. California: University of Califorlia, USA.
Nisperos-Carriedo, MD. 1995. Edible Coating and Film Based on Polysaccarides. Di dalam : Krochta JM, Baldwin EA, Myrha ONC, editor. Edible Coating and Film to Improve Food Quality. Tecnomic Publishing.
Nitsch JP. 1951. In Plant Phisiology: A Treatise. Steward FC, editor. New York: Academic Press.
Noichinda S, Bodhipadma K, Singkhornart S, Ketsa S. 2007. Changes in pectic substances and cell wall hydrolase enzymes of mangosteen (Garcinia Mangostana) fruit during storage. New Zealand Journal of Crop and Horticultural Science. 35: 229-233.
Nurrachman. 2004. Pengaruh perlakuan kitosan terhadap fisiologi pascapanen buah apel [tesis]. Bogor: Sekolah Pascasarjana Institut pertanian Bogor. O’Neill MA, Ridley BL, Mohnen D. 2000. Pectines: structure, biosynthesis, and
oligogalakturonide-related signaling. Phytochemistry.57: 929-967.
Ochse JJ. 1931. Fruits and Fruit Culture in the Dutch East Indies. Batavia: Batavia-C.
Osman M, Milan AR. 2006. Mangosteen (Garcinia mangostana L.) [e-book]. Southampton: Southampton Centre for Underutilised Crops, University of Southampton,UK.http://www.cropsforthefuture.org/publication/Monograph s/Mangosteen% 20monograph. pdf. [15 Desember 2010].
Palapol Y, Ketsa S, Stevenson D, Cooney JM, Allan AC, Ferguson IB. 2009. Colour development and quality of mangosteen (Garcinia mangostana L.) fruit during ripening and after harvest. Postharvest Biology and Technology. 51:349-353.
Paliyath G, Murr DP, Handa AK, Lurie S. 2008. Postharvesst Biologi and Technology of Fruits, Vegetables, and Flowers. Iowa: Wiley-Blacwell Publishing.
Pantastico EB, Matto AK, Murata T, Ogata K. 1986. Kerusakan-kerusakan karena Pendinginan. Di dalam: Pantastico, editor. Fisiologi Pascapanen, Penanganan dan Pemanfaatan Buah-buahan dan Sayur-sayuran Tropika dan Subtropika (penerjemah: Kamaryani). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Park HJ, Chinnan MS, Shewfelt RL. 1994. Edible coating effects on storage life and quality of tomatoes. J. Food Sci.. 59: 568-570.
Pech JC, Latche A, Bouzayen M. 2004. Ethylene Biosynthesis. Di dalam: Davies editor. Plant hormones: biosynthesis, signal transduction, Action. The Nederlands: Kluwer Academic Plublishers.
Phan CT, Pantastico EB, Ogata K, Chachin K. 1986. Respirasi dan Puncak Respirasi. Di dalam: Pantastico, editor. Fisiologi Pascapanen, Penanganan dan Pemanfaatan Buah-buahan dan Sayur-sayuran Tropika dan Subtropika (penerjemah: Kamaryani). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Picknik W, Vargen AGJ. 1970. Pectin Substances and Other Uronides. Di dalam : Hulne AC, editor. Biochemestry of fruit and their products. London: Academic Press.
Poerwanto R , Efendi D, Susila AD. 2011. Studi peningkatan kualitas buah manggis [Laporan penelitian]. Bogor: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor.
Poerwanto R, Dorly, Maad M. 2010. Getah kuning pada buah manggis. Di dalam: Utama IMS, Susila AD, Poerwanto R, Antara NS, Putra NK, Susrusa KB, editor. Reorientasi Riset untuk Mengoptimalkan Produksi dan Rantai Nilai Hortikultura. Prosiding Seminar Nasional Hortikultura Indonesia; Bali, 25- 26 Nopember 2010. Bali: Perhimpunan Hortukultura Indonesia (Perhorti). hlm. 255-260.
Poerwanto R. 2002. Peningkatan produksi dan mutu untuk mendukung ekspor manggis. Makalah dalam Seminar Agribisnis Manggis. Bogor, 24 Juni 2002.
Popeneo W. 1974. Manual of Tropical and Subtropical Fruits. Second book. New York: Hafner Press.
Pratiwi HH. 2008. Pengaruh bahan pelapisan dan sitokinin terhadap kesegaran cupat dan umur simpan buah manggis (Garcinia mangostana L) [skripsi]. Departemen Agronomi dan Hoertikultura, Fakultas Pertanian Institut pertanian Bogor.
Qanitah. 2004. Kajian perubahan mutu buah manggis (Garcinia mangostana L.) dengan perlakuan precooling dan penggunaan giberelin selama penyimpanan [tesis]. Sekolah Pascasarjana Institut pertanian Bogor.
Reid MS. 1994. Ethylene in Postharvest Technology. Di dalam: Kader AA, Tecnical editor. Postharvest Technology of Horticulture Crops. California: Division of Agriculture and National Resource, University of California, USA.
Rismayadi Y. 2003. Teknologi stabilisasi dimensi kayu dengan senyawa kitosan dari lembah cangkang Udang [laporan penelitian]. Bogor: Pusat Studi Ilmu Hayat, Institut Pertanian Bogor.
Rizkyah D. 2009. Aplikasi asap cair dan gel lidah buaya (Aloe vera L.) untuk memperpanjang masa simpan dan mempertahankan mutu buah pepaya [skripsi]. Bogor: Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
Romagnano JF. 2008. Ethylene Synthesis and Sensitivity in Crop Plants [disertasion]. Logan: Utah State University, USA.
Rombout FM, Pilnik W. 1980. Pectic Enzyme. London: Academic Press.
Ropiah S. 2009. Perkembangan Morfologi dan Fisiologi Buah Manggis (Garcinia Mangostana L) Selama Pertumbuhan dan Perkembanhan [tesis]. Bogor: Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.
Ruspita A. 2007. Pengaruh Pelapisan Khitosan dan Pelilinan terhadap Kualitas dan Daya Simpan Buah Nanas (Ananas comosus L Merr.) pada Suhu Kamar dan Suhu 15 C [skripsi]. Bogor: Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
Salisbury FB, Ross CW. 1995. Fisiologi Tumbuhan jilid III. Bandung:Institut Teknologi Bandung.
Salunke DK, Do DY, Pantastico ERB, Chachin K. 1986. Modifikasi Kimiawi. Di Dalam: Pantastico ERB, editor. Fisiologi Pasca Panen, Penanganan dan Pemanfaatan Buah-buahan dan Sayuran-sayuran Tropika dan Sub tropika. Penerjemah: Kamariyani. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Samson JA. 1989. Tropical fruits. 2nd edition. London: Longman Scientific and Technical.
Santoso BB, Purwoko BS. 1995. Fisiologi dan Teknologi Pasca Panen Tanaman Hortikultura. Mataram: Indonesia dan Australia Eastern Universities Project.
Santoso U, Tabahana N, Krissetiana H dan Suhardi. 2002. Penggunaan response surface methodology untuk optimasi proses dekafeinasi menggunakan kitosan dari kulit udang. J. Teknologi dan Industri Pangan. 8(1):54-63.
Sartika R. 2010. Pengaruh suhu dan kelembabanudara terhadap shelf-life dan karakteristik buah manggis (Garcinia mangostana L.) selama penyimpanan [skripsi]. Bogor: Departemen Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor.
Satuhu S, Roosmani, Tirtosoekotjo ABS, Sjaifullah. 1993. Penanganan segar buah manggis. Jakarta: Balai Hortukultura.
Setasih IS. 1999. Kajian perubahan mutu salak pondok dan mangga arumanis terolah minimal berlapis film edible selama penyimpanan [disertasi]. Bogor: Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.
Sims DA, Gamon JA. 2002. Relationships between leaf pigment content and spectral reflectance across a wide range of species, leaf structure and developmental stages. Remote sensing of environment. 81: 337-354.
Singh R. 2002. Effects of antimicrobial compounds on the postharvest life of rose. Citation Journal of Applied Horticulture (Lucknow). 4:52-53.
Sisler EC, Serek M. 1997. Inhibitors of ethylene responses in plants at the receptor level: recent developments. Physiol. Plant. 100:577-582.
Sjaifullah, Setyadji, Dondy ASB, Rusdiyanto U. 1998. Penyimpanan buah manggis segara dalam atmonsfer termodifikasi pada berbagai suhu dingin. J. Hort. 8 (3):1191-1200.
Sjostrom E. 1995. Kimia Kayu Dasar-dasar dan Penggunaan. Edisi ke-2. Sastroamijoyo H, penerjemah: Prawirohatmojo S, editor. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Soesarsono. 1988. Teknologi Penyimpanan Komoditi Pertanian. Bogor: Program Studi TIN Fateta IPB.
Srinanam S, Uthairatanakij A, Jitareerat P, Photchanachai S, Vongcheeree S. 2005. Effects of irradiation and chitosan coating on physiological changes of mangosteen fruit stored at room temperature. International Symposium “New Frontier of Irradiated food and Non-Food Products”; KMUTT, Bangkok, Thailand, 22-23 September 2005.
Srivastata LM. 2002. Plant Growth and Development Hormones and Invironment. New York: Academi Press.
Sudheer KP, Indira V. 2007. Post Harvest Technology of Horticultural Crops. Peter KV, Chief Editor. Horticulture Science Series Vol. 7. Pitam Pura, New Delhi: New India Publishing Agency.
Sunarjono H. 1988. Memperpendek masa remaja tanaman manggis. Warta Penel dan Pengembangan Hort. 9(1): 9-10.
Suryanti S, Roosmani ABST, Sjaifullah. 1999. Pengaruh tingkat ketuaan terhadap mutu pascapanen buah manggis selama penyimpanan. J. Hort. 1(9):51-58.
Suryanti, Setyadjit. 2007. Teknologi penanganan buah manggis untuk mempertahankan mutu selama penyimpanan. Buletin Teknologi Pertanian. 3:66-73.
Swadianto S. 2009. Pengaruh suhu terhadap laju respirasi dan produksi etilen yang berpengaruh pada pasca panen buah manggis (Garcinia mangostana
L) [skripsi]. Bogor: Departemen Biokimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Pertanian Bogor.
Taiz L, Zieger E. 1991. Plant Physiology. California: The Benjamin/Cumming Publishing Company, Inc.
Taylor JE, Tucker GA. 1993. Biochemistry of Fruit Ripening. New York: Chapman & Hall.
Tirtawinata MR. 2003. Kajian anatomi dan fisiologi sambungan bibit manggis dengan beberapa anggota kerabat clusiaceae [disertasi]. Bogor: Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.
Tongdee SC, Suwanagul A. 1989. Postharvest mechanical damage in mangosteens. Asean Food Journal. 4 (4): 151-155.
Towle GA, Christensen O. 1973. Pectins. Di dalam: Whistler RL, editor. Industrial Gum. New York: Academic Press.
Tucker GA. 1993. Introduction. Di dalam: Seymor GB, Taylor JE, Tukcker GA, editor. Biochemestry of Fruit Ripening. London: Chapman & Hall.
Uthairatanakij A, Ketsa S. 1996. Physico-chemical changes of pericarp of mangosteen fruit after low temperature storage. Di dalam: Vijaysegaran S, Pauziah M, Mohamad MS, Tarmizi SA, editor. Proceedings of International Conference on Tropical Fruits. Vol. I. Serdang, Selangor: Malaysian Agricultural Research and Development Institute (MARDI). Hal. 411-422.
Verheij EWM. 1992. Garcinia mangostana L. Di dalam: Verheij EWM, Coronel RE, editor. Prosea: Plant Resources of South-Easth Asia 2. Edible fruits and nuts. Bogor: Prosea.