Dalam bab ini penulis memberikan kesimpulan dan saran yang akan diajukan untuk pengembangan proses pengolahan data di PT.
Bank Mandiri, Tbk.
BAB II
PROFIL PERUSAHAAN
2.1 Sejarah Singkat PT. Bank Mandiri, Tbk.
Bank Mandiri didirikan pada 2 Oktober 1998, sebagai bagian dari program restrukturisasi perbankan yang dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia. Pada bulan Juli 1999, empat bank pemerintah -- yaitu Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Ekspor Impor Indonesia dan Bank Pembangunan Indonesia -- dilebur menjadi Bank Mandiri, dimana masing-masing bank tersebut memiliki peran yang tak terpisahkan dalam pembangunan perekonomian Indonesia. Sampai dengan hari ini, Bank Mandiri meneruskan tradisi selama lebih dari 140 tahun memberikan kontribusi dalam dunia perbankan dan perekonomian Indonesia..
Setelah melalui proses konsolidasi dan integrasi menyeluruh di segala bidang, Bank Mandiri berhasil membangun organisasi bank yang solid dan mengimplementasikan core banking system baru yang terintegrasi menggantikan core banking system dari keempat bank legacy sebelumnya yang saling terpisah.
Sejak didirikan, kinerja Bank Mandiri senantiasa mengalami perbaikan terlihat dari laba yang terus meningkat dari Rp1,18 triliun di tahun 2000 hingga mencapai Rp5,3 triliun di tahun 2004. Bank Mandiri melakukan penawaran saham perdana pada 14 Juli 2003 sebesar 20% atau ekuivalen dengan 4 miliar lembar saham.
Kondisi dunia perbankan di Indonesia telah mengalami banyak perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan selain di sebabkan oleh perkembangan internal dunia perbankan, juga tidak lepas dari pengaruh perkembangan di luar dunia perbankan, seperti sektor riil dalam perekonomian, politik, hukum dan sosial.
Tahun 2005 menjadi titik balik bagi Bank Mandiri, dimana Bank Mandiri memutuskan untuk menjadi bank yang unggul di regional (regional champion Bank), yang diwujudkan dalam program transformasi yang dilaksanakan melalui 4 (empat) strategi utama, yaitu:
1. Implementasi Budaya. Dilakukan dengan restrukturisasi organisasi berbasis kinerja, penataan ulang sistem penilaian berbasis kinerja, pengembangan leadership dan talent serta penyesuaian sumber daya manusia dengan kebutuhan strategis.
2. Pengendalian tingkat non performing loan secara agresif. Bank Mandiri fokus pada penanganan kredit macet dan memperkuat sistem manajemen risiko. Pertumbuhan pasar melalui strategi dan value preposition yang distinctive untuk masing-masing segmen.
3. Meningkatkan pertumbuhan bisnis yang melebihi rata-rata. Pertumbuhan pasar melalui strategi dan value preposition yang distinctive untuk masing-masing segmen.
4. Pengembangan dan pengelolaan program aliansi. antar Direktorat atau Business Unit dalam rangka optimalisasi layanan kepada nasabah, serta untuk lebih menggali potensi bisnis nasabah-nasabah eksisting maupun value chain dari nasabah-nasabah dimaksud.
Proses transformasi yang telah dijalankan sejak tahun 2005 hingga tahun 2010 ini secara konsisten berhasil meningkatkan kinerja Bank Mandiri. Hal ini tercermin dari peningkatan berbagai parameter finansial, diantaranya:
1. Kredit bermasalah turun signifikan, tercermin dari rasio NPL net konsolidasi yang turun dari 15,34% di tahun 2005 menjadi 0,62% di tahun 2010.
2. Laba bersih Bank Mandiri juga tumbuh sangat signifikan dari Rp 0,6 Triliun di tahun 2005 menjadi Rp 9,2 Triliun di tahun 2010.
Sejalan dengan transformasi bisnis di atas, Bank Mandiri juga melakukan transformasi budaya dengan merumuskan kembali nilai-nilai budaya untuk menjadi pedoman pegawai dalam berperilaku, yaitu 5 (lima) nilai budaya perusahaan yang disebut “TIPCE” yang dijabarkan menjadi:
1. Kepercayaan (Trust) 2. Integritas (Integrity)
3. Profesionalisme (Professionalism) 4. Fokus Pada Pelanggan (Customer Focus) 5. dan Kesempurnaan (Excellence).
Bank Mandiri terus memperkuat peran sebagai lembaga intermediasi untuk mendorong perekonomian nasional. Hal itu ditunjukkan dengan pertumbuhan kredit sebesar 12,2% pada akhir 2014 menjadi Rp.530 triliun dari Rp.472,4 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya, dengan rasio NPL terjaga di level 2,15 %. Pertumbuhan penyaluran kredit itu mendorong peningkatan aset menjadi Rp.855 triliun dari Rp733,1 triliun pada Desember 2013. Sedangkan laba bersih pada 2014 tercatat tumbuh 9,2 % menjadi Rp19,9 triliun atau naik Rp1.7 triliun jika dibandingkan akhir 2013 sebesar Rp.18,2
triliun. Selain pertumbuhan kredit, laju kenaikan laba bersih juga ditopang oleh pertumbuhan fee based income yang mencapai Rp15.06 triliun pada tahun 2014.
Laju kenaikan laba juga ditopang pertumbuhan bunga bersih sebesar 15,7% menjadi Rp 39,1 triliun dan kenaikan fee based income sebesar 3,9 % sehingga mencapai Rp.15,06 triliun. Dari capaian laba tersebut, kontribusi anak perusahaan mencapai 9.1% % atau sebesar Rp1,81 triliun.
Sebagai implementasi fungsi intermediasi dalam mendukung perekonomian nasional, Bank Mandiri juga terus memacu pembiayaan ke sektor produktif. Hasilnya, pada akhir 2014, kredit ke sektor produktif tumbuh 13.9 % mencapai Rp 410,6 triliun. dimana kredit investasi tumbuh 9,1 % dan kredit modal kerja tumbuh 16,7%.
Dilihat dari segmentasi, kenaikan penyaluran kredit terjadi di seluruh bisnis, dengan pertumbuhan tertinggi pada segmen mikro yang mencapai 33,2%
menjadi Rp.36 triliun pada Desember 2014. Sementara itu, kredit yang tersalurkan untuk segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) mencatat pertumbuhan sebesar 13,6 % menjadi Rp 73,4 triliun.
Bank Mandiri juga turut menyalurkan pembiayaan khusus dengan skema penjaminan pemerintah, yaitu melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Hingga akhir 2014, jumlah nasabah KUR Bank Mandiri meningkat 34 % yoy mencapai 396 ribu nasabah.
Kepercayaan masyarakat kepada Bank Mandiri juga terus tumbuh yang ditunjukkan dengan naiknya penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) menjadi Rp.636,4 triliun pada akhir 2014 dari Rp.556,4 triliun pada tahun sebelumnya.
Dari pencapaian tersebut, total dana murah (giro dan tabungan) yang berhasil dikumpulkan Bank Mandiri mencapai Rp380,5 triliun, yang terutama didorong oleh pertumbuhan tabungan sebesar 6,7% atau Rp15,93 triliun hingga mencapai Rp252,4 triliun.
Capaian tersebut sangat menggembirakan, terutama jika mempertimbangkan tingkat persaingan likuiditas yang sangat ketat di industri.
Sebagai upaya untuk meningkatkan pengumpulan dana masyarakat melalui peningkatan kenyamanan bertransaksi, Bank Mandiri terus mengembangkan jaringan kantor cabang, jaringan elektronik, maupun jaringan layanan lainnya.
Hingga Desember 2014, Bank Mandiri telah memiliki 2.312 cabang, 15.344 unit ATM serta penambahan jaringan bisnis mikro sehingga menjadi 1.833 unit.
Atas kinerja baik tersebut, Bank Mandiri meraih sejumlah penghargaan antara lain sebagai bank terbaik di Indonesia dari tiga publikasi terkemuka di sektor keuangan, yaitu Finance Asia, Asiamoney dan The Banker. Selain itu, Bank Mandiri juga berhasil mempertahankan predikat Best Bank in Service Excellence dari Marketing Research Indonesia (MRI) dan Majalah SWA selama tujuh tahun berturut-turut serta predikat Most Trusted Companies selama delapan tahun berturut-turut dari International Institute for Corporate Governance (IICG).
2.2 Visi dan Misi Perusahaan 2.2.1 Visi
Menjadi Lembaga Keuangan Indonesia yang paling dikagumi dan selalu progresif
2.2.2 Misi
1. Berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pasar 2. Mengembangkan sumber daya manusia professional 3. Memberi keuntungan yang maksimal bagi stakeholder 4. Melaksanakan manajemen terbuka
5. Peduli terhadap kepentingan masyarakat dan lingkungan Statement Budaya
1. Trust
Membangun keyakinan dan sangka baik diantara stakeholders dalam hubungan yang tulus dan terbuka berdasarkan kehandalan.
2. Integrity
Setiap saat berpikir, berkata dan berperilaku terpuji, menjaga martabat serta menjunjung tinggi kode etik profesi.
3. Professionalism
Berkomitmen untuk bekerja tuntas dan akurat atas dasar kompetensi terbaik dengan penuh tanggung jawab.
4. Customer Focus
Senantiasa menjadikan pelanggan sebagai mitra utama yang saling menguntungkan untuk tumbuh secara berkesinambungan.
5. Excellence
Mengembangkan dan melakukan perbaikan di segala bidang untuk mendapatkan nilai tambah optimal dan hasil yang terbaik secara terus-menerus.
2.3 Struktur Organisasi
Sebuah perusahaan yang besar maupun kecil tentunya memerlukan sebuah struktur organisasi perusahaan, yang menerangkan kepada seluruh karyawan untuk mengerti apa tugas dan batasan-batasan tugasnya, kepada siapa dia bertanggung jawab sehingga pada akhirnya aktifitas akan berjalan secara sistematis dan terkoordinir.
Struktur Organisasi merupakan suatu bentuk yang menunjukkan aspek-aspek pokok dan hubungannya antara satu bagian dengan bagian yang lain serta saluran pengawasan yang menduduki masing-masing jabatan. Struktur Organisasi PT. Bank Mandiri merupakan salah satu faktor yang menjadi penentu keberhasilan dalam mencapai tujuan perusahaan, disamping faktor kunci lainnya seperti lingkungan eksternal, internal perusahaan, serta sumber daya yang dimiliki perusahaan.
Struktur organisasi pada PT. Bank Mandiri (Persero) digambarkan pada gambar 2.1 berikut.
Sumber : PT. Bank Mandiri (Persero), tahun 2017
Gambar 2.1
Struktur Organisasi PT. Bank Mandiri, Tbk.
2.4. Job Description
Adapun uraian tugas PT. Bank Mandiri, Tbk. adalah : 1. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) adalah pimpinan tertinggi yang membawahi Dewan Komisaris, Direktur serta setingkat dibawahnya.
Tugas Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) adalah sebagai berikut : a. Mengangkat dan memberhentikan Dewan Komisaris.
b. Bertanggung jawab atas pelaksanaan dan penggunaan modal atau aset perubahan dalam mencapai tujuan peerusahaan.
c. Mengawasi Dewan Komisaris dalam melaksanakan tugas yang telah dibebankan kepadanya oleh pemegang saham.
2. Direktur Utama
Tugas Dewan Komisaris adalah sebagai berikut :
a. Memantau dan memastikan bahwa Good Corporate Governance telah diterapkan secara efektif dan berkelanjutan.
b. Membuat pembagian tugas Dewan Komisaris yang diatur oleh Dewan Komisaris.
c. Menyusun rencana kerja dan anggaran tahunan Dewan Komisaris yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan.
3. Direktur Operasi
Tugas Direktur Operasi adalah sebagai berikut :
a. Mengarahkan, mengevaluasi, dan mengkoordinasikan pelaksanaan pengurusan Perseroan di bidang operasi perusahaan sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar, Keputusan RUPS Perseroan, dan peraturan perundangan.
b. Mendukung peran Regional CEO dalam menjalankan fungsi koordinasi untuk melakukan aliansi dengan Unit Bisnis Strategis lainnya.
c. Memimpin dan mengarahkan kebijakan sumber daya manusia dibawah koordinasi bidang operasi, termasuk mengusulkan rekrutmen, promosi, mutasi/rotasi, pembinaan dan pelatihan melalui koordinasi dengan Human Capital.
4. Direktur Finance and Treasury
a. Mengarahkan, mengevaluasi, serta mensosialisasikan kebijakan dan strategi di bidang Finance & Treasury
b. Mengarahkan, mengevaluasi dan mengkoordinasikan unit kerja dan perusahaan anak yang berada di bidang Finance & Treasury, serta berkoordinasi dengan direktur lainnya.
c. Memimpin dan mengkoordinasikan pengaturan produk Keuangan dan Saham secara agresif dengan mengindahkan kebijakan Perseroan dan prinsip kehati-hatian.
5. Direktur Corporate Banking.
a. Mengarahkan, mengevaluasi, serta mensosialisasikan kebijakan dan stategi di bidang Corporate Banking.
b. Mengarahkan dan mengevaluasi penyusunan Business Plan dan Action Plan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang agar sejalan dengan kebijakan Perseroan.
c. Mendukung Direktur Distributions dalam mengarahkan dan membina Regional untuk melakukan transformasi jaringan distribusi, optimalisasi business unit di wilayah baik dalam aspek financial, service excellence, Good Corporate Governance maupun Fraud Prevention, serta mencapai dan meningkatkan target volume bisnis (dana dan kredit) yang telah ditetapkan.
6. Direktur Distribusi
a. Melakukan pembinaan hubungan nasabah melalui kunjungan dan pemantauan proyek nasabah secara berkala.
b. Menjaga citra Perseroan dan turut membina hubungan baik dengan regulator dan stakeholder.
c. Memimpin dan mengarahkan kebijakan Sumber Daya Manusia (SDM) di bawah koordinasi bidang Distributions, termasuk mengusulkan rekrutmen, promosi, mutasi/rotasi, pembinaan dan pelatihan
7. Direktur Manajemen Resiko
a. Mengarahkan dan mengevaluasi penyusunan Business Plan dan Action Plan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang agar sejalan dengan kebijakan Perseroan.
b. Mendukung Direktur Distributions dalam mengarahkan dan membina Regional untuk melakukan transformasi jaringan distribusi, optimalisasi business unit di wilayah baik dalam aspek financial, service excellence,Good Corporate Governance maupun Fraud Prevention, serta mencapai dan meningkatkan target volume bisnis (dana dan kredit) yang telah ditetapkan.
8. Direktur Commercial Banking
a. Memimpin, mengarahkan, dan mengkoordinasi pengembangan serta penawaran produk-produk Commercial Banking yang terbaik dan memastikan bahwa pengembangan serta penawaran tersebut merupakan produk yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.
b. Memimpin dan mengkoordinasi secara efektif promosi produk-produk Commercial Banking sesuai dengan riset pasar dan segmen nasabah
2.5 Jaringan Usaha Kegiatan
Sebagai salah satu bank terkemuka di Indonesia, PT. Bank Mandiri, Tbk, selalu mengutamakan keamanan, kemudahan, dan kecepatan layanan dalam bertransaksi. Bank Mandiri memiliki berbagai produk dan layanan terbaik untuk memenuhi segala kebutuhan transaksi nasabahnya. Adapun produk dan jasa yang ditawarkan pada PT. Bank Mandiri, Tbk. yaitu :
1. Transaksi Valuta Asing Devisa Umum
a. Transaksi Valuta Today adalah transaksi untuk menukarkan valuta asing dengan valuta lainnya dengan penyerahan di hari yang sama dengan hari transaksi.
b. Transaksi Valuta Tomorrow adalah transaksi untuk menukarkan valuta asing lawan valuta lainnya pada hari transaksi dengan penyerahan satu hari kerja setelah tanggal transaksi.
c. Transaksi Valuta Spot adalah transaksi untuk mempertukarkan valuta asing dengan valuta lainnya pada hari transaksi dengan penyerahan dua hari setelah tanggal transaksi.
2. Banknotes
PT. Bank Mandiri, Tbk, menawarkan transaksi Banknotes dengan kurs yang kompetitif dan kurs spesial untuk jumlah tertentu. Anda dapat melakukan transaksi jual/beli Banknotes dengan bermacam valuta asing yang tersedia, seperti :
a. American Dollar (USD)
b. Great Britain Poundsterling (GBP)
c. Euro (EUR)
d. Australian Dollar (AUD) e. Singapore Dollar (SGD) f. Japanese Yen (JPY) g. Hongkong Dollar (HKD) 3. Produk Investasi
Untuk investasi jangka menengah dan panjang, PT. Bank Mandiri, Tbk, menyediakan obligasi (surat pengakuan utang) dalam mata uang Rupiah maupun valuta asing. Nasabah akan mendapatkan imbal hasil berupa kupon yang dibayar secara periodik maupun capital gain dari selisih harga jual dan beli.
a. Surat Utang Negara (SUN), Obligasi Global (ROI) dan Global Sukuk (INDOIS)
Merupakan obligasi yang diterbitkan dan dijamin pembayaran bunga &
pokoknya oleh Negara Republik Indonesia. SUN diterbitkan dalam mata uang rupiah sedangkan ROI dan INDOIS dalam US Dollar.
b. Retail Bond: Obligasi Ritel Indonesia (ORI), Sukuk Ritel Indonesia (SR) ORI dan SR merupakan suatu bentuk obligasi yang dijual secara retail yang diterbitkan dan dijamin oleh pemerintah sebagai salah satu surat utang domestik. Minimal pembelian untuk obligasi tersebut adalah 5 juta rupiah dengan kelipatan 1 juta rupiah.
c. Obligasi Korporasi (Corporate Bond)
Merupakan obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan/korporasi di Indonesia dengna kupon yang relatif tinggi dibandingkan obligasi negara.
d. US Treasury Bond
Obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah Amerika Serikat dalam mata uang US Dollar.
4. Hedging Product.
1. Forward
Transaksi forward adalah transaksi penjualan atau pembelian valuta asing dalam jumlah dan harga tertentu dengan penyerahan dan penerimaan dana dilaksanakan lebih dari 2 (dua) hari sejak tanggal transaksi.
2. Swap
Currency Swap adalah suatu transaksi/kontrak untuk menukarkan valuta asing dengan valuta (asing) lainnya pada tanggal tertentu sekaligus dengan perjanjian untuk mempertukarkan kembali valuta asing dengan valuta (asing) lainnya tersebut pada tanggal berbeda di masa yang akan datang. Harga/rate yang digunakan pada kedua transaksi ditentukan pada tanggal transaksi, dan kedua transaksi tersebut dilaksanakan sekaligus dan dengan counter party yang sama.
3. FX Option
Kontrak pembelian atau penjualan hak (bukan kewajiban) untuk membeli atau menjual sejumlah valuta asing tertentu terhadap valuta (asing) lainnya dengan harga yang telah ditentukan (strike price) untuk suatu periode tertentu dengan membayar/menerima sejumlah premi tertentu.
4. Interest Rate Swap (IRS)
Kontrak pertukaran/perubahan pembayaran suku bunga dari floating rate menjadi fixed rate atau sebaliknya tanpa penyerahan principal. Besarnya suku bunga tidak tetap (floating) ditentukan oleh besarnya suatu benchmark suku bunga yang diperjanjikan antara lain LIBOR (London Interbank Offer Rate).
SIBOR (Singapore Interbank Offer Rate) ataupun SBI (Sertifikat Bank Indonesia).
5. Cross Currency Swap (CCS)
Kontrak antara dua pihak untuk melakukan pertukaran dua aliran
pembayaran bunga dalam dua mata uang yang berbeda, selama jangka waktu yang disepakati. Pada akhir jangka waktu tersebut, kedua pihak kemudian mempertukarkan kembali jumlah pokok (principal) sesuai kurs yang disepakati pada awal kontrak.
2.6 Kinerja Usaha Terkini
Seperti yang kita ketahui bahwa Bank Mandiri adalah leburan dari empat bank pemerintah, yaitu Bank Bumi Budaya, Bank Dagang negara, Bank Ekspor Impor Indonesia, dan Bank Pembangunan Indonesia. Dimana keempat bank tersebut merupakan suatu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam melaksanakan pembangunan di Indonesia. Sampai saat ini Bank Mandiri terus memberikan kontribusi terbaik bagi dunia perbankan dan perekonomian Indonesia.
Banyak kegiatan yang sering dilaksanakan Bank Mandiri sebagai bukti bahwa Bank Mandiri memiliki kontribusi untuk kemajuan perekonomian
Indonesia. Diantaranya adalah kegiatan Program Wirausaha Muda Mandiri yang dilaksanakan secara rutin oleh Bank Mandiri.
Kegiatan tersebut berhasil menarik perhatian banyak mahasiswa yang tertarik dengan dunia wirausaha. Dengan demikian maka akan memperbesar peluang seorang mahasiswa untuk berwirausaha dengan menghasilkan lapangan kerja baru sehingga perekonomian Indonesia ikut terdongkrak.
Sesuai dengan nama kegiatan tersebut, Program Wirausaha Muda Mandiri bertujuan untuk memperbesar pertumbuhan ekonomi Indonesia. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan cara sosialisasi tentang Wirausaha seperti Program Wirausaha Mandiri tersebut. Jika banyak generasi muda Indonesia yang berwirausaha maka jumlah pengangguran di Indonesia akan ikut berkurang. Bank Mandiri juga selalu meluncurkan inovasi-inovasi dan gebrakan-gebrakan untuk selalu menjadi yang terdepan dan terpercaya.
Bank Mandiri mempunyai program atau produk yang bisa membantu para nasabah dan pengguna jasa Bank Mandiri untuk mewujudkan keinginannya.
Produk tersebut adalah Mandiri KTA (Kredit Tanpa Anggunan), Mandiri KPR (Kredit Pemilikan Rumah), Mandiri Tabungan, Mandiri Tabungan Rencana, dan Mandiri Kartu Kredit. Program ini ditujukan agar likuiditas Bank Mandiri, Tbk.
dapat terjaga dengan baik dan menghasilkan laba bagi perusahaan. Serta tidak lupa akan fungsi sebuah bank yang sejatinya adalah menyalurkan dana kepada masyarakat.
2.7 Rencana Kegiatan
Bank Mandiri adalah bank komersial yang memberikan berbagai jasa perbankan termasuk pemberian kredit, kartu kredit, kegiatan nilai tukar, pelayanan perdagangan, kegiatan investasi, asuransi dan simpanan. Strategi pengembangan produk Bank mandiri ditujukan untuk terus memenuhi kebutuhan financial nasabah. Kartu kredit, deposito berjangka dan tabungan adalah tetap merupakan penawaran utama Bank Mandiri. Dan Bank Mandiri terus menawarkan produk turunan dari deposit yang dikaitkan dengan perubahan tingkat suku bunga dan nilai tukar. Strategi pengembangan produk Bank Mandiri adalah sebagai berikut : a. Sektor corporate
Sektor corporate akan terus membangun dan menciptakan produk-produk baru yang akan ditawarkan kepada nasabah korporasi Bank Mandiri.
Pengembangan tersebut akan dititikberatkan pada produk “ fixed income sales and distribution”,”e-bussiness “ dan “corporate finance”
b. Sektor Retail
Sebagai bagian dari rencana pemasaran produk Bank Mandiri akan selalu menawarkan produk-produk dan layanan-layanan yang lengkap yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah, dimana kartu kredit, giro, tabungan, simpanan berjangka dan Mutual Funds (Reksadana) akan terus menjadi produk inti yang akan terus bank mandiri tawarkan seperti pinjaman pribadi, produk-produk pertukaran mata uang dan treasury dan menambah nilai kepada nasabah. Pertumbuhan kredit retail dalam kartu kredit, kredit perseorangan Bank Mandiri akan terus mengembangkan fortopolio kredit.
BAB III PEMBAHASAN
3.1 Pengertian Laporan Keuangan
Menurut Kasmir (2012:6) Laporan Keuangan yang disajikan perusahaan sangat penting bagi manajemen dan pemilik perusahaan. Disamping itu banyak pihak yang berkepentingan dan memerlukan laporan keuangan. Bagi suatu perusahaan, penyajian laporan keuangan secara khusus memerlukan salah satu tanggung jawab manajer keuangan. Hal ini sesuai dengan fungsi manajer keuangan, yaitu :
1. Merencanakan;
2. Mencari;
3. Memanfaatkan dana perusahan; dan 4. Memaksimalkan nilai perusahaan.
1. Tujuan Laporan Keuangan
Menurut Kasmir (2012:11) Ada beberapa tujuan laporan keuangan antara lain yaitu:
a. Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah aktiva yang dimiliki perusahaan pada saat ini;
b. Memberikan informasi tentang jenis dan jumlah kewajiban dan modal yang dimiliki perusahaan pada saat ini;
c. Memberikan informasi tentang jumlah pendapatan yang diperoleh pada suatu periode tertentu;
d. Memberikan informasi tentang jumlah biaya dan jenis biaya yang dikeluarkan perusahaan dalam suatu periode tertentu;
e. Memberikan informasi tentang kinerja manajemen perusahaan dalam suatu periode;
f. Memberikan informasi tentang perubahan-perubahan yang terjadi terhadap aktiva, pasiva, dan modal perusahaan.
g. Memberikan informasi tentang catatan-catatan atas laporan keuangan;
h. Informasi keuangan lainnya.
2. Sifat Laporan Keuangan
Penyusunan laporan keuangan didasarkan didasarkan kepada sifat laporan keuangan itu sendiri. Dalam praktiknya sifat laporan keuangan ialah:
1. Bersifat historis; dan 2. Menyeluruh
Bersifat historis artinya bahwa laporan keuangan dibuat dan disusun dari data masa lalu atau masa yang sudah lewat dari masa sekarang. Misalnya laporan keuangan disusun berdasarkan data satu atau beberapa tahun ke belakang.
Kemudian, bersifat menyeluruh maksudnya laporan keuangan dibuat selengkap mungkin. Artinya laporan keuangan disusun sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Pembuatan atau penyusunan yang hanya sebagiansebagian tidak akan memberikan informasi yang lengkap tentang keuangan suatu perusahaan.
3. Keterbatasan Laporan Keuangan
Menurut Kasmir (2012:16) Ada beberapa keterbatasan laporan keuangan yang dimiliki perusahaan antara lain ialah:
1. Pembuatan laporan keuangan disusun berdasarkan sejarah, dimana data-data yang diambil dari data masa lalu.
2. Laporan keuangan dibuat umum, artinya untuk semua orang, bukan hanya untuk pihak tertentu saja.
3. Proses penyusunan tidak terlepas dari taksiran-taksiran dan pertimbangan-pertimbangan tertentu.
4. Laporan keuangan bersifat konservatif dalam menghadapi situasi ketidakpastian. Misalnya dalam suatu peristiwa yang tidak menguntungkan selalu dihitung kerugiannya. Sebagai contoh harta dan pendapatan, nilainya dihitung dari yang paling rendah.
5. Laporan keuangan selalu berpegang teguh kepada sudut pandang ekonomi dalam memandang peristiwa-peristiwa yang terjadi bukan kepada sifat formalnya.
4. Jenis Laporan Keuangan
Menurut Kasmir (2012:28) Secara umum ada lima macam jenis laporan keuangan yang biasa disusun, yaitu”:
1. Neraca;
2. Laporan laba rugi;
3. Laporan perubahan modal;
4. Laporan arus kas;
5. Laporan catatan atas laporan keuangan
Neraca merupakan laporan yang menunjukan posisi keuangan pada tanggal tertentu. Arti dari posisi keuangan yang dimaksud adalah posisi jumlah dan jenis aktiva dan pasiva suatu perusahaan. Penyusunan komponen didalam
Neraca merupakan laporan yang menunjukan posisi keuangan pada tanggal tertentu. Arti dari posisi keuangan yang dimaksud adalah posisi jumlah dan jenis aktiva dan pasiva suatu perusahaan. Penyusunan komponen didalam