• Tidak ada hasil yang ditemukan

Variabel X dan Variabel Y

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang didasarkan pada perhitungan dari laporan keuangan periode 2000 sampai dengan 2007 pada PT. Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) Bandung, mengenai pengaruh modal kerja terhadap return on investmen (ROI), maka penulis menarik kesimpulan terhadap permasalah yang diambil sebagai berikut :

1. Modal kerja pada PT. Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) Bandung selama periode 2000 samapai dengan 2007 mengalami fluktuasi. Penurunan dari modal kerja tersebut disebabkan oleh menurunnya kas, dan juga penjualan tunai, sedangkan peningkatan pada modal kerja disebabkan oleh meningkatnya kas, dan juga penjualan tunai.

2. Return on investmen (ROI) pada PT. Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) Bandung periode tahun 2000 sampai dengan 2007 mengalami fluktuasi. Penurunan return on investmen (ROI) tersebut disebabkan oleh menurunnya pendapatan yang diterima perusahaan oleh perusahaan, yang berarti bahwa perusahaan belum dapat mempertahankan laba setiap periodenya yang disebabkan oleh beban operasional perusahaan, begitupun

sebaliknya peningkatan return on investmen (ROI) disebabkan oleh meningkatnya pendapatn yang diterima oleh perusahaan.

3. Berdarsarkan hasil pembahasan analisis pengaruh modal kerja terhadap return on investmen (ROI) pada PT. Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) Bandung, dengan menggunakan metode statistik dan penggunaan program SPSS 12.0 for windows dapatkan persamaan regresi linear sederhana yaitu Y = 80,273 + -0,172, nilai korelasinya ( r ) = -0,544 artinya hubungan kedua variabel tersebut rendah, korelasi negative menunjukkan bahwa hubungan antara modal kerja dengan return on investmen (ROI) tidak searah, artinya jika modal kerja naik, maka return on investmen (ROI) akan turun. Besarnya pengaruh modal kerja terhadap return on investmen (ROI) sebesar 29,5% sedangkan sisanya 70,5% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti oleh penulis faktor-faktor tersebut antara lain rentabilitas modal sendiri, manajemen perusahaan bunda dan laba. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak signifikan yang berarti H0 diterima dan H1 ditolak

artinya tidak berpengaruh secara signifikan antara modal kerja terhadap return on investmen (ROI) pada PT. Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) Bandung.

5.2 Saran

Berdasarkan hasil pembahasan dan kesimpulan mengenai modal kerja terhadap return on investmen (ROI) pada PT. Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) Bandung, maka penulis megemukakan saran-saran yang sekiranya dapat menjadi bahan pertimbangan perusahaan untuk kearah peningkatan kinerja perusahaan dan kemajuan perusahaan yaitu sebagai berikut :

1. Dalam pengambilan keputusan penggunaan modal kerja pada PT. Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) Bandung harus benar-benar teliti dalam menggunakan dan menentukan jumlah modal kerja yang dibutuhkan agar diharapkan dengan penggunaan modal kerja yang baik dan benar akan meningkatkan laba perusahaan.

2. Untuk dapat meningkatkan serta mempertahankan return on investmen (ROI) pada PT. Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) Bandung, maka dalam hal ini perusahaan harus dapat meningkatkan laba usahanya, serta mampu mengurangi atau menekan beban operasionalnya.

3. Penggunaan modal kerja harus dikontrol dengan baik, dan dimanfaatkan secara efektif dan efesien, karena dengan penggunaan modal kerja yang terkontol diharapkan akan meningkatkan return on investmen (ROI) pada PT. Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) Banudng.

v

Working capital is one element of part-capital element which plays an important role in the company's operations to create sufficient profits for the company kontiunitas, as well as working capital is closely related to efficiency, because the working capital required for any purchase or manufacture of a product or service.

The purpose of this study is to determine the development of working capital and return on investmen at. Indonesia Telecommunications Industry (Persero) Bandung, and to mengetahuni influence of working capital to return on investmen (ROI) of PT. Inodesia Telecommunications Industry (Persero) Bandung. The method used is descriptive method with quantitative approach. While the data is reviewed the financial statements. CORE per period 2000-2007. The analytical process used by using simple linear regression analysis techniques.

Based from research result, showed that working capital will be influenced to return on investmen (ROI). This thing can be showed from correlation calculation = 0,544 with determination coefficient = 29,5% which means also working capital influenced negative or not unidirectional and very low to return on investmen (ROI). While hypothesis test using t test with degree of freedom = 5% resulted that tcount =-1,586 While ttable = 1,943 where tcount > ttable, which means H0 rejected and H1 accepted this means working capital not influenced to return on investmen (ROI).

iv

(dibawah bimbingan Lita Wulantika, SE, M.Si )

Modal kerja merupakan salah satu bagian unsur-unsur modal yang memegang peranan penting dalam operasi perusahaan untuk menciptakan keuntungan yang memadai bagi terjadinya kontiunitas perusahaan, dan juga modal kerja sangat berkaitan dengan efesiensi, karena modal kerja dibutuhkan untuk pembelian atau pembuatan suatu produk atau jasa.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan modal kerja dan return on investmen (ROI) pada PT. Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) Bandung, dan untuk mengetahuni pengaruh modal kerja terhadap return on investmen (ROI) PT. Industri Telekomunikasi Inodesia (Persero) Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sedangkan data yang dikaji adalah laporan keuangan PT. INTI per periode 2000-2007. Proses analisis digunakan dengan menggunakan teknik analisis regresi linier sederhana.

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa modal kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap return on investmen (ROI). Hal ini dapat dilihat dari perhitungan korelasi (r) = 0,544 dengan koefisien determinasi (KD) 29,5% yang berarti modal kerja berpengaruh negatif atau tidak searah dan sangat rendah terhadap tingkat return on investmen (ROI). Sedangkan pengujian hipotesis dengan menggunakan uji t dengan derajat kebebasan 5%, didapat nilai thitung = -

1,586 Sedangkan ttabel = 1,943 dimana thitung < ttabel, yang artinya H0 ditolak dan H1

diterima. Ini berarti bahwa modal kerja tidak berpengaruh siginifikan terhadap

return oninvestmen (ROI).

The Analysis Of Working Capital Influence

Dokumen terkait