Kasus 4 : Kejatuhan benda dari atas
4.7 Kesimpulan Sementara
Pada sub-bab ini akan kami bahas kesimpulan sementara dari hasil perbandingan tentang persyaratan OHSAS 18001 : 2007 dengan penerapan yang dilakukan oleh PT. Pembangunan Perumahan (PP) pada proyek pembangunan gedung NTMC Korlantas Polri.
Tabel 4.37. Kesimpulan hasil analisa
No Klausul OHSAS 18001 : 2007 Kesimpulan Kebijakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja 1 Kebijakan Keselamatan dan
Kesehatan Kerja
PT. Pembangunan Perumahan telah membuat suatu kebijakan untuk Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L). Kebijakan tersebut dibuat dengan tujuan agar sasaran yang telah ditetapkan dapat tercapai. Secara umum kebiajakn tersebut telah sesuai dengan persyaratan OHSAS 18001 : 2007, dan dalam mengkomunikasikan kebijakan tersebut telah dibuat dalam bentuk buku saku untuk seluruh karyawan.
Perencanaan 2 Identifikasi bahaya potensial,
penilaian resiko dan
pengendalian resiko
PT. Pembangunan Perumahan (PP) telah membuat perencanaan identifikasi bahaya dan resiko. Sesuai persyaratan OHSAS 18001 : 2007 maka, semua aktivitas pekerjaan proyek telah teridentifikasi dengan baik, termasuk potensi bahaya, penyebab, item yang dikendalikan, dan penanggung jawabnya serta sasaran yang akan dicapai telah dijelaskan secara terperinci
3 Peraturan hukum dan persyaratan lain
Pada pelaksanaannya PT. Pembangunan
Perumahan (PP) telah mengacu pada peraturan hukum dan perundang-undangan yang berlaku. Hal itu dapat dibuktikan dengan melihat identifikasi pekerjaan (termasuk potensi dan penyebab timbulnya bahaya) yang telah ditetapkan. Di dalam ketetapan tersebut telah diuraikan semua aktivitas proyek sesuai ketentuan hukum atau peraturan yang berlaku
4 Sasaran Dalam pelaksanaan K3L yang mengacu pada
OHSAS 18001 : 2007 PT. Pembangunan
Perumahan telah menetapkan sasaran, akan tetapi dari hasil pengamatan kami di lapangan menunjukkan bahwa para pekerja rupanya belum mengetahui betul tentang sasaran yang telah ditentukan dan hendak dicapai, hal itu terbukti dengan banyaknya pekerja yang tidak menaati kebijakan dan peraturan yang telah dibuat, misalnya pekerja tidak menggunakan APD yang sesuai dengan pekerjaannya.
5 Program Manajemen K3 Pada persyaratan ini PT. Pembangunan
Perumahan telah melaksanakan program manajemen Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) dengan baik, hal tersebut
terbukti dengan telah tersusunnya program manajemen K3L proyek, yaitu mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan tinjauan manajemen.
Operasi dan Penerapan
6 Struktur dan Organisasi Proyek telah menyusun struktur organisasi K3L dan tanggung jawab masing-masing personel, salah satu tujuannya adalah untuk melaksanakan dan bisa mempertanggungjawabkan semua aktivitas yang berhubungan dengan K3L sesuai dengan wewenang masing-masing.
7 Pelatihan, Kepedulian, dan Kompetensi
Dalam implementasinya proyek telah melakukan sejumlah kegiatan yang berhubungan dengan kompetensi setiap karyawan dan pekerja pada
proyek, hal itu dibuktikan dengan
dilaksanakannya kegiatan-kegiatan antara lain; pelatihan K3L, workshop K3L, training K3L untuk calon Safety Supervisor, dan training K3L tentang penggunaan APAR untuk keadaan tanggap darurat dan Passenger Hoist (PH).
8 Konsultasi dan Komunikasi Pada proyek Pembangunan Gedung NTMC
penyampaian informasi telah dilakukan dengan baik, semua informasi tentang K3L akan dibahas dan dikonsultasikan pada Manajemen tinjauan
ulang (review), yang berupa diskusi, rapat koordinasi dan rapat operasional, yang membahas tentang isu/masalah K3L, sampai dengan penyelesaian masalah dan tindakan perbaikannya. 9 Sistem Dokumentasi SMK3L Sistem pendokumentasian pada seluruh aktivitas
yang berhubungan dengan K3L telah
dilaksanakan dengan baik, hal itu dibuktikan dengan tersedianya form-form K3L yang bertujuan untuk merecord kejadian-kejadian di lapangan.
10 Pengendalian Dokumen Dalam pengendalian dokumen proyek telah
melakukan peninjauan (review) yang dilakukan secara periodik, hal itu dilakukan dengan mengakses semua dokumen, yang bertujuan untuk memastikan bahwa semua dokumen terkendali dan sesuai dengan rencana.
11 Pengendalian Operasi Pengendalian operasi dilakukan oleh Safety Officer sebagai penanggung jawab operasi di lapangan dengan mengadakan kegiatan antara lain; safety patrol, safety briefing, safety meeting dan safety talk. Dari hasil analisa kami dapat disimpulkan bahwa semua aktivitas tersebut telah dijalankan dengan baik
12 Persiapan dan Tanggap Darurat
Persiapan dan tanggap darurat telah dilakukan dengan baik, hal itu terbukti dengan telah tersusunnya struktur organisasi tanggap darurat. Selain itu proyek juga telah membuat prosedur-prosedur untuk penanganan masalah tanggap darurat.
Pemeriksaan dan Tindakan Perbaikan 13 Unjuk Kerja, Pengukuran dan
Pemantauan
Pemantauan dan pengukuran telah dilakukan sesuai dengan persyatan OHSAS, PT. PP telah menetapkan acuan untuk mengukur tingkat keberhasilan setiap aktivitas proyek dalam safety assesment sheet dan tingkat pencapaian manajemen K3 dalam health & safety management performance measurement. Dalam safety assesment sheet diperoleh angka rata-rata sebesar 96.15 %, hal ini menunjukkan tingkat pencapaian K3, telah dilaksanakan dengan baik. 14 Kecelakaan, Insiden, Tindakan
Perbaikan dan Pencegahan
Dalam mengidentifikasi kecelakaan, proyek telah membuat laporan bulanan yang berisi data antara lain; jumlah total kecelakaan kerja setiap bulannya, kondisi korban, dan tingkat kekerapan, selain itu proyek juga telah menentukan tindakan
pencegahan dan perbaikan dalam form
pengendalian resiko
15 Pengendalian Rekaman Dalam implementasinya pengendalian rekaman telah dilakukan dengan baik, hal ini dilakukan untuk mempermudah dalam menelusuri setiap aktivitas yang terjadi selama proyek berjalan.
16 Audit Proyek hanya melakukan audit internal, yaitu
audit yang dilakukan oleh cabang III PT. PP, hal itu tidak sesuai dengan yang disyaratkan oleh OHSAS 18001 : 2007, dimana audit harus dilakukan oleh suatu badan independen yang mempunyai wewenang tentang audit.
Tinjauan Manajemen
17 Tinjauan Manajemen Tinjauan manajemen telah dilakukan dengan
baik, dan dilaksanakan secara periodik, pokok-pokok masalah yang dibahas dalam tinjauan manajemen juga telah sesuai dengan persyaratan OHSAS 18001 : 2007
Dari hasil analisa penerapan SMK3L PT. PP berdasarkan OHSAS 18001 : 2007 dapat dibuat grafik hubungan antara kinerja SMK3L dengan jumlah tenaga rata-rata yang bekerja tiap bulan yang bersangkutan selama pelaksanaan kegiatan pembangunan Gedung NTMC Korlantas Polri.
Tabel 4.38. Hasil pengukuran kinerja per bulan Bulan Jumlah Orang Kinerja SMK3L
Oktober 116 87.99
November 134 84.39
Desenber 141 85.83
Januari 148 86.15
IV - 98 50 75 100 125 150