• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kesimpulan

Dalam dokumen Wawan Setiawan.R0007151 (Halaman 93-100)

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dikemukakan diatas, maka dapat

ditarik kesimpulan sebagai berikut :

1. Organisasi

Struktur Organisasi di PT. INKA (Persero) secara umum telah dapat

menjalankan perusahaan dengan baik. Jajaran Pimpinan perusahaan berusaha

secara optimal untuk mencapai tujuan perusahaan melalui koordinasi dengan

seluruh pihak yang ada di perusahaan dan guna menciptakan suatu Struktur

Organisasi yang fungsional dan efektif maka PT. INKA (Persero) akan terus

berusaha membenahi Stuktur Organisasinya sesuai kondisi yang dialami

perusahaan.

2. Proses Produksi

Proses produksi di PT. INKA (Persero) dilakukan secara bertahap oleh :

Bagian Pengerjaan Plat/Welding, Bagian Perakitan, Bagian Pengecatan, Bagian

Pemasangan Komponen, Bagian Permesinan, Bagian Interior, dan didukung oleh

Bagian Quality Control, Bagian Perencanaan dan Pengendalian Produksi serta

Bagian Quality Assurance.

3. Utilitas

Sarana penunjang kelancaran produksi di PT. INKA (Persero) berupa

penyediaan air dari sumur artesis dan PDAM, penyediaan udara dari kompresor

commit to user

dengan tenaga disel, penyediaan bahan bakar berupa bensin atau solar dan

penyediaan tenaga listrik dari PLN dengan daya 20.000 KVA.

4. Uji Kualitas

Uji kualitas terhadap hasil produksi PT. INKA (Persero) dilakukan dengan

tes statis dan tes dinamis oleh bagian Quality Assurance. Tes statis terdiri dari ; uji

beban, uji kelayakan las, uji kualitas desain interior, water test, tes kelistrikan, dan

tes pengereman. Tes dinamis terdiri dari ; tes kelengkungan (curve test) dan tes

jalan (run test).

5. Potensi Bahaya

Adapun potensi bahaya yang dapat timbul di tempat kerja yang ada di PT.

INKA (Persero) meliputi :

a. Bahaya listrik/tersengat listrik.

b. Terpeleset dan terjatuh.

c. Terluka/tergores, terpotong, terbentur, terjepit dan tertimpa.

d. Bahaya tabrakan atau tertabrak.

e. Bahaya kebakaran dan peledakan.

PT. INKA (Persero) telah mengantisipasi potensi bahaya tersebut dengan

menyediakan peralatan dan bahan yang berkualitas dan berstandar, penyususna

cara kerja yang aman, memberi tanda peringatan atau garis batas pada area kerja,

commit to user

6. Faktor-Faktor Bahaya

a. Kebisingan

Intensitas kebisingan yang dibawah NAB di ruangan ; PPL Bag. Barat

(83,61 dB), Grid Blasting (84,75 dB), Moonting (81,02 dB) dan Interior Timur

(84,1 dB). Sedangkan intensitas kebisingan yang melebihi NAB di ruangan ; PPL

Bag. Timur (87,98 dB), PRKB (86,85 dB), PRKT (97,55), Part Painting (128,8

dB), Bogie Machining (135,8), Bogie Perakitan (120,6 dB), Piping (88,1 dB) dan

GE (96,5 dB) harus terus dipantau dan dikendalikan. Pemaparan intensitas

kebisingan terhadap pekerja harus diminimalisir baik dengan rekayasa teknik

maupun administrastif, misalnya dengan pengaturan jam kerja dan penggunaan

APD berupa Ear plug atau Ear muff.

b. Penerangan

Ruangan yang intensitas penerangan umumnya masih dibawah standar

seperti ruangan PPL Bag. Barat(138,4 Lux), PPL Bag. Timur(192,6 Lux), Part

Painting(97 Lux), Bogie Assembling (138 Lux), Bogie Perakitan (129,75 Lux),

Final (62,67 Lux), Dapur (31,25 Lux) dan Gudang (36,37 Lux) selain

menggunakan sumber penerangan alami juga harus dibantu dengan sumber

penerangan buatan dengan jumlah lampu yang cukup agar intensitas cahaya yang

dibutuhkan untuk bekerja secara nyaman tanpa membutuhkan kerja indera

penglihatan yang berlebih.

c. Tekanan Panas

PT. INKA (Persero) belum melakukan pengukuran tekanan panas yang

commit to user

suhu nikmat yang dianjurkan yaitu di unit PPL (Bag. Barat), PPL (Bag. Timur),

PRKB, PRKT, Painting (Cat I), Bogie Assembling, Bogie Perakitan, Interior

Timur, Piping, Final, GE, Dapur, Ruang Makan dan Gudang melebihi suhu

nikmat yang dianjurkan. Kelembaban relatif di unit PRKT, Painting (Cat I), Bogie

Assembling, Bogie Perakitan, Ruang Makan dan Gudang belum sesuai yang

dianjurkan dan yang lain sudah cukup.

d. Debu

Kadar debu yang paling tinggi ada di unit Grid Blasting (0,0315 mg/ m3)

dan Painting/Cat I (0,0264 mg/ m3). Kadar debu yang berlebih ini disebabkan

karena adanya penyemprotan pasir besi menggunakan kompresor bertekanan dan

proses pengecatan. Untuk mengantisipasinya dilakukan pemasangan Cyclone dan

Dust Collector, sarung tangan, pemakaian masker, kaca mata dan safety shoes.

e. Limbah

Limbah padat dan cair yang dihasilkan PT. INKA (Persero), ditampung

untuk kemudian dijual, sedangkan limbah gas dan debu ditangani dengan

pemasangan Cyclone dan Dust Collector, serta adanya upaya penghijauan dan

pemakaian APD (Masker atau Respirator).

7. Pelayanan Kesehatan Kerja

a. Sarana kesehatan yang diberikan PT. INKA (Persero) kepada karyawannya

meliputi pengadaan kotak PPPK dan Poliklinik (Polinka).

b. Polinka dikelola oleh seorang dokter dan perawat yang didatangkan dari

commit to user

c. Pelayanan kesehatan yang diberikan oleh PT. INKA (Persero) berupa ;

pemeriksaan kesehatan sebelum kerja, pemeriksaan kesehatan khusus,

penyediaan dokter keluarga dan rumah sakit rujukan.

d. PT. INKA (Persero) telah menyediakan satu unit mobil ambulance untuk

mengangkut pasien yang perlu di rujuk ke rumah sakit.

e. PT. INKA (Persero) juga telah meyediakan pelayanan kesehatan diluar jam

kerja dengan adanya dokter keluarga.

f. Pembinaan dan pengawasan atas penyesuaian pekerjaan terhadap tenaga kerja,

lingkungan kerja, perlengkapan sanitasi dan perlengkapan kesehatan tenaga

kerja telah dilakukan oleh PT. INKA (Persero).

g. Pencegahan dan pengobatan terhadap penyakit umum dan penyakit akibat

kerja telah dilakukan juga oleh PT. INKA (Persero).

h. Memberikan nasehat mengenai perencanaan dan pembuatan tempat kerja,

pemilihan alat pelindung diri yang diperlukan dan gizi serta penyelenggaraan

makanan di tempat kerja telah dilakukan oleh PT. INKA (Persero).

i. Membantu usaha rehabilitasi akibat kecelakaan atau penyakit akibat kerja

telah dilakukan oleh PT. INKA (Persero).

j. Memberikan laporan berkala tentang Pelayanan Kesehatan Kerja kepada

pengurus telah dilakukan juga oleh PT. INKA (Persero).

8. Kesejahteraan Karyawan

Kesejahteraan karyawan PT. INKA (Persero) telah mendapat perhatian

dari pihak perusahaan dengan adanya berbagai fasilitas perusahaan yang diberikan

commit to user

9. Gizi Kerja

Pemenuhan gizi kerja dilakukan dengan penyediaan makan siang di kantin

perusahaan dan penyediaan air minum di setiap unit kerja. Kondisi kantin dan

dapur cukup baik. Penyajian menu makan cukup bervariasi, akan tetapi belum ada

tenaga ahli gizi yang bertugas menganalisis gizi sesuai dengan kebutuhan kalori

tenaga kerja. Penyajian menu makanan selama satu bulan bervariasi dari minggu

I, II, III, dan IV dapat diputar untuk bulan berikutnya, hal ini bertujuan agar

tenaga kerja tidak bosan dan juga untuk menghindari terjadinya kelebihan zat

tertentu atau kekurangan zat gizi yang lain pada tenaga kerja.

10.Ergonomi

a. Hari efektif bekerja adalah 5 hari kerja, sistem kerja 8 jam kerja perhari

dengan istirahat selama 45 menit setelah 4 jam bekerja.

b. Sikap kerja karyawan PT. INKA (Persero) adalah sikap kerja duduk yang

sebagian besar dilakukan oleh tenaga kerja di perkantoran, sedangkan tenaga

kerja bagian produksi sikap kerjanya berdiri, jongkok, dan berpindah-pindah

diberi kesempatan duduk.

c. Kondisi lingkungan kerja secara umum baik, kondisi lantai cukup bersih dan

kondisi mesin tertata rapi, akan tetapi penempatan material perlu ditingkatkan

lagi keteraturannya.

d. Untuk pekerjaan mengangkat dan mengangkut telah disediakan alat bantu

commit to user

11.Sistem Keselamatan Kerja

a. Perusahaan telah menyediakan Alat Pelindung Diri yang sesuai dengan jenis

dan potensi bahaya yang ada di tempat kerja.

b. Usaha penanggulangan kebakaran telah dilakukan PT. INKA (Persero)

melalui penyediaan APAR dan pembentukan regu Damkar.

c. PT. INKA (Persero) telah melaksanakan sistem pengaman kelistrikan

menggunakan sistem hubung bagi dengan perangkat MCB (Mini Circuit

Breaker), MCCB (Main Change Circuit Breaker), pemasangan pagar

pengaman, penempatan dan pemasangan transformator pada tempat khusus

dan pembuatan sistem grounding.

d. Pelaksanaan sosialisasi K3 telah dilaksanakan PT. INKA (Pesero) untuk

memberi informasi dan pengetahuan yang berkaitan dengan K3 dan

meningkatkan kesadaran tenaga kerja. Penerapannya dengan pemasangan

papan informasi, petunjuk pemakaian alat, poster-poster tentang K3 dan

rambu-rambu peringatan pada setiap unit produksi terutama yang banyak

mengandung faktor bahaya, training K3 yang dilaksanakan baik secara umum

untuk setiap karyawan baru dan penyegaran bagi karyawan lama maupun

secara khusus yang membahas tentang K3, dan juga pembuatan Buku

Pedoman Keselamatan Kerja dan Lingkungan Hidup.

e. PT. INKA (Persero) telah memasukkan SMK3 dalam program kerja dan

kebijakan pengelolaan KLH yang dilaksanakan oleh K3LH. Penerapan SMK3

terintegrasi dalam Sistem Manajemen Mutu perusahaan yang mengacu pada,

commit to user

f. PT. INKA (Persero) telah mempunyai tim dan prosedur emergency planning.

g. Inspeksi K3 di PT. INKA (Persero) dilaksanakan oleh masing-masing unit

kerja, sehingga pelaporan inspeksi kadang tidak tersampaikan kepada pihak

K3LH. Inspeksi K3 selama ini dilakukan hanya sebatas terhadap kondisi

lingkungan kerja yang mana cheklist belum digunakan dalam pelaksanaannya

dan pelaksanaannya belum rutin.

h. PT. INKA (Persero) telah melaksanakan sistem pelaporan, investigasi atau

penyelidikan, dan pencatatan terhadap kejadian kecelakaan kerja.

i. PT. INKA (Persero) telah melaksanakan audit secara internal maupun

eksternal sebagai evaluasi terhadap pelaksanaan SMK3.

Dalam dokumen Wawan Setiawan.R0007151 (Halaman 93-100)

Dokumen terkait