74
Perkembangan Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan| BAB 5“Perkembangan ketenagakerjaan yang baik terindikasi dari peningkatan partisipasi angkatan kerja dan penurunan tingkat pengangguran terbuka“ 5.1. PERKEMBANGAN KETENAGAKERJAAN DAERAH
5.1.1. Angkatan Kerja, Penduduk yang Bekerja dan Angka Pengangguran Pada Februari 2012, jumlah angkatan kerja Provinsi Sumatera Utara tercatat sebanyak 6,56 juta orang, meningkat sebesar 3,86% dibandingkan bulan Agustus 2011 yang tercatat sebesar 6,31 juta orang. Secara keseluruhan, kondisi ketenagakerjaan di Sumatera Utara ditandai perubahan beberapa indikator ketenagakerjaan yang membaik. Seiring dengan peningkatan jumlah angkatan kerja, jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas yang bekerja dan menganggur juga mengalami peningkatan. Jumlah penduduk yang bekerja sebanyak 6,14 juta orang dan yang menganggur sebanyak 413,6 ribu orang. Dengan demikian Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) pada Februari 2012 tercatat sebesar 74,55% (meningkat dari sebelumnya 72,09%) dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 6,31% (menurun dari sebelumnya 6,37%)
Tabel 5.1. Penduduk Usia 15 Tahun ke Atas Menurut Kegiatan Utama
Sumber : BPS
5.1.2. Lapangan Pekerjaan Utama
Penyerapan tenaga kerja di Provinsi Sumatera Utara masih bertumpu pada sektor pertanian. Lebih dari setengah angkatan kerja di Sumut bekerja di sektor pertanian, tepatnya 51,13%. Persentase tersebut mengalami sedikit peningkatan dibandingkan tahun lalu (50,90%). Senada dengan sektor pertanian, tingkat penyerapan tenaga kerja sektor industri juga meningkat
B
BBAAABBB55 5 PERKEMBANGAN KETENAGAKERJAAN DAN
BAB 5 | Perkembangan Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan
75
dari 10,14% (Februari 2011) menjadi 11,16% (Februari 2012). Sebaliknya tingkat penyerapan tenaga kerja di sektor jasa justru menurun dari 38,96% menjadi 37,71%.
Tabel 5.2. Persentase Penduduk Usia 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama (%)
Lapangan Pekerjaan Utama Februari 2011 Februari 2012 (Persen) (Persen) Pertanian (Agricultural) 50,90% 51,13% Industri (Manufacturing) 10,14% 11,16% Jasa (Services) 38,96% 37,71% Jumlah 100,00% 100,00% Sumber : BPS 5.1.3. Status Pekerjaan Utama
Status pekerjaan utama pada dasarnya terbagi 2, yaitu formal dan informal. Lebih rinci lagi dapat dibagi menjadi 6 status pekerjaan utama: berusaha sendiri, berusaha dibantu buruh tidak tetap/ buruh tidak dibayar, berusaha dibantu buruh tetap, dan buruh/ karyawan/ pegawai tergolong formal. Sementara itu, yang tergolong bekerja di sektor informal adalah pekerja bebas dan pekerja keluarga/ tidak dibayar.
Jika dilihat dari status pekerjaan berdasarkan klasifikasi formal dan informal, pada bulan Februari 2012 hampir 80% tenaga kerja di Sumatera Utara bekerja pada kegiatan formal. Secara umum, pekerja di Provinsi Sumatera Utara bekerja sebagai buruh/karyawan/ pegawai. Dari total 6,14 juta orang yang bekerja di Provinsi Sumatera Utara, yang tercatat sebagai buruh/karyawan/pegawai sebesar 30,67%, meningkat pangsanya dibandingkan Februari 2011 sebesar 29,30%. Porsi terkecil adalah berusaha dibantu buruh tetap/ buruh dibayar sebesar 3,34%.
Tabel 5.3. Angkatan Kerja Sumut Menurut Status Pekerjaan Utama (%)
Status Pekerjaan Utama 2011 2012
Februari Februari
1 Berusaha Sendiri 14,96% 15,81%
2 Berusaha dibantu buruh tidak tetap / buruh tidak dibayar 21,57% 19,98% 3 Berusaha dibantu buruh tetap / buruh dibayar 3,61% 3,34% 4 Buruh/ Karyawan/Pegawai 29,30% 30,67%
5 Pekerja Bebas 5,79% 6,13%
6 Pekerja Keluarga 24,77% 24,06%
Jumlah 100,00% 100,0%
76
Perkembangan Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan| BAB 5 5.1.4. Jumlah Jam KerjaBerdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional Februari 2012, jumlah jam kerja di atas 35 jam seminggu mengalami penurunan dari 66,70% pada Februari 2011 menjadi 64,45% pada Februari 2012. Sebaliknya jumlah jam kerja hingga 34 jam dalam seminggu meningkat dari 33,30% (Februari 2011) menjadi 35,55% (Februari 2012). Sementara itu, pekerja dengan jumlah jam kerja 1 hingga 7 jam dalam seminggu relatif kecil pangsanya, hanya 1,12%.
Tabel 5.4. Persentase Penduduk Usia 15 Tahun ke atas yang Bekerja Menurut Jumlah Jam Kerja Seminggu di Provinsi Sumatera Utara
Jumlah Jam Kerja Seminggu
Februari 2011
Februari 2012
(jam) (Persen) (Persen)
1 - 7 0,86 1,12 8 - 14 4,05 4,28 15 - 24 12,87 12,97 25 -34 15,51 17,17 1 - 34 33,30 35,55 35+ *) 66,70 64,45 Jumlah 100,00 100,00 Sumber : BPS
5.1.5. Penduduk yang Bekerja menurut Pendidikan
Secara umum terjadi peningkatan penduduk yang bekerja dengan pendidikan tertinggi di atas pendidikan dasar. Penduduk bekerja dengan jenjang pendidikan terakhir SMP meningkat dari 23,41% menjadi 23,52%. Penduduk yang bekerja dengan jenjang pendidikan terakhir SMA meningkat dari 19,03% menjadi 19,50%. Penduduk yang bekerja dengan jenjang pendidikan terakhir SMK meningkat dari 9,18% menjadi 9,39%. Senada dengan jenjang pendidikan lainnya, penduduk yang bekerja dengan jenjang pendidikan terakhir sarjana/ universitas juga meningkat dari 4,89% menjadi 5,21%.
Tabel 5.5. Persentase Penduduk Usia 15 Tahun ke atas yang Bekerja Menurut Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan di Provinsi Sumatera Utara
Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan
Februari 2011 Februari 2012
(Persen) (Persen
SD Kebawah 40,67 39,73
Sekolah Menengah Pertama 23,41 23,52 Sekolah Menengah Atas 19,03 19,50
BAB 5 | Perkembangan Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan
77
Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan
Februari 2011 Februari 2012
(Persen) (Persen
Sekolah Menengah Kejuruan 9,18 9,39
Diploma I/II/III 2,81 2,66
Universitas 4,89 5,21
Jumlah 100,0 100,0
5.2. PERKEMBANGAN KESEJAHTERAAN 5.2.1. Tingkat Penghasilan Masyarakat
Berdasarkan hasil Survei Konsumen yang dilaksanakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah IX, indeks penghasilan saat ini masih berada dalam tren yang menurun. Pada akhir triwulan I-2012 Indeks Penghasilan Saat Ini tercatat sebesar 101,79, menurun dibandingkan triwulan lalu sebesar 103,13. Senada dengan penghasilan saat ini, masyarakat juga memperkirakan akan terjadi penurunan penghasilan 6 bulan yang akan datang. Nilai Indeks Ekspektasi Penghasilan 6 bulan yang akan datang pada akhir triwulan I-2012 sebesar 122.
Grafik 5.1. Indeks Penghasilan dan Indeks Ekspektasi Penghasilan
0,00 20,00 40,00 60,00 80,00 100,00 120,00 140,00 160,00 180,00 1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112 1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112 1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112 1 2 3 2009 2010 2011 2012
Penghasilan saat ini dibandingkan 6 bln yl Ekspektasi penghasilan 6 bulan yad
5.2.2. Nilai Tukar Petani (NTP)
Dari sisi petani, daya beli petani yang tercermin dari NTP juga mengalami penurunan bila dibandingkan dengan triwulan IV-2011. NTP mencerminkan daya tukar produk pertanian dengan barang dan jasa yang diperlukan petani untuk konsumsi rumah tangga dan keperluan dalam menghasilkan produk pertanian. Pada triwulan I-2012, NTP tercatat sebesar 101,79. Kendati NTP tersebut di atas 100, namun pada masa panen awal
78
Perkembangan Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan| BAB 5tahun di sejumlah sentra padi di Sumatera Utara, seharusnya terjadi peningkatan daya beli petani. Hal tersebut sekaligus mengkonfirmasi bahwa selama ini, peningkatan ataupun penurunan harga komoditas pertanian lebih banyak ditentukan dan dinikmati oleh pedagang besar dalam struktur pasarnya.
Grafik 5.2. Nilai Tukar Petani
Untuk periode Maret 2012, NTP Sumut per sub sektor masing-masing tercatat sebesar 100,17 untuk subsektor padi & palawija (NTPP); 110,59 untuk subsektor hortikultura (NTPH); 107,57 untuk subsektor tanaman perkebunan rakyat (NTPR); 102,99 untuk subsektor peternakan (NTPT); dan 96,65 untuk subsektor perikanan (NTN). Ironisnya, di tengah melambungnya harga beras di awal Januari 2011, indeks NTPP hanya 99,94. Indikasi ini mencerminkan peningkatan harga yang tinggi tersebut tidak dinikmati oleh petani, melainkan oleh pedagang atau distributor.