• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ketentuan Dasar Pinjaman Bergulir

Dalam dokumen BAB II TINJAUAN PUSTAKA (Halaman 29-37)

2.6.2. Program Pinjaman Bergulir

2.6.2.1. Ketentuan Dasar Pinjaman Bergulir

Agar pelaksanaan kegiatan pinjaman bergulir dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, perlu dibuat aturan dasar untuk pinjaman bergulir, antara lain mengenai kelayakan lembaga pengelola pinjaman

bergulir, kelayakan peminjam, dana pinjaman, pelayanan pinjaman bergulir dan pendampingannya. Masing-masing aturan dasar tersebut adalah sebagaimana uraian berikut.

1. Kelayakan lembaga pengelola pinjaman bergulir

Lembaga yang langsung mengelola kegiatan pinjaman bergulir adalah Unit Pengelola Keuangan (UPK). Unit Pengelola Keuangan (UPK) adalah salah satu unit pengelola dari 3 unit pengelola yang berada dibawah BKM. Dua unit pengelola lainnya adalah Unit Pengelola Lingkungan (UPL) dan Unit Pengelola Sosial (UPS). Sebelum kegiatan pinjaman bergulir dalam kelurahan yang bersangkutan dimulai, harus dilakukan pengujian kelayakan, baik untuk BKM/UPK, maupun untuk KSM dengan menggunakan instrumen kriteria kelayakan yang sudah disiapkan. Kegiatan pinjaman bergulir dapat dilaksanakan, hanya jika para pelaku tersebut telah memenuhi kriteria kelayakan. Konsultan Manajemen Wilayah (KMW) bertanggung jawab atas pendampingan tercapainya kriteria kelayakan BKM/UPK. Sedangkan fasilitator bersama relawan setempat bertanggung jawab atas pendampingan tercapainya kriteria kelayakan kelompok maupun anggotanya.

a. Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM)

Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) yang akan mengelola kegiatan pinjaman bergulir harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :

a) Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) telah terbentuk secara sah sesuai ketentuan PNPM Mandiri Perkotaan dan memiliki anggaran dasar yang menyatakan bahwa kegiatan pinjaman bergulir akan dijalankan sebagai

salah satu alat penanggulangan kemiskinan di wilayahnya. Dana pinjaman bergulir hanya diperuntukkan untuk kegiatan pinjaman bergulir saja dan tidak dapat dipergunakan untuk dana kegiatan non pinjaman bergulir. b) Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) telah membuat pernyataan bahwa

pendapatan UPK hanya untuk membiayai kegiatan operasional UPK dan tidak dapat dipergunakan untuk membiayai kegiatan lainnya, termasuk biaya BKM dan pengawas. Pengawas hanya bisa dibiayai dari laba bersih tahunan UPK. Laba bersih akhir tahun UPK setelah dikurangi pemupukan modal (minimal 20%) dapat digunakan untuk membiayai kegiatan non UPK.

c) Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) telah mengangkat pengawas UPK (2-3 orang) dan petugas UPK (minimum 2 orang) dan telah memperoleh pelatihan rencana usaha, pinjaman bergulir, pembukuan, pengawasan, pengelolaan ekonomi rumah tangga dan kewirausahaan

d) Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) telah membuat aturan dasar pengelolaan dana pinjaman bergulir yang memuat kriteria KSM dan anggotanya yang boleh menerima pinjaman, besar pinjaman mula-mula, besarnya jasa pinjaman, jangka waktu pinjaman, dan sistem angsuran pinjaman serta ketentuan mengenai tanggung renteng anggota KSM.

e) Jasa yang telah disepakati dan ditetapkan oleh BKM dan pengawas minimal harus cukup untuk menutup seluruh biaya operasional UPK.

b. Unit Pengelola Keuangan

Unit Pengelola Keuangan (UPK) yang akan mengelola dana pinjaman bergulir telah memenuhi kriteria sebagai berikut :

1. Petugas UPK minimal 2 orang dan sudah diangkat oleh BKM dan Pengawas 2. Telah mengikuti pelatihan mengenai pinjaman bergulir, pembukuan,

pengelolaan kas, pengawasan, keorganisasian, rencana usaha, pelatihan ekonomi rumah tangga (PERT) dan kewirausahaan.

3. Telah memiliki uraian tugas masing-masing

4. Telah memahami aturan dasar pengelolaan dana pinjaman bergulir yang memuat kriteria KSM dan anggotanya yang boleh menerima pinjaman, besar pinjaman mula-mula, besarnya jasa pinjaman, jangka waktu pinjaman, dan sistem angsuran pinjaman serta ketentuan mengenai tanggung renteng anggota KSM.

5. Telah memiliki rekening atas nama UPK/BKM bukan atas nama perorangan.

6. Telah memiliki sistem pembukuan yang berlaku di PNPM Mandiri Perkotaan

2. Kelayakan Peminjam

KSM peminjam dan anggotanya sebagai calon peminjam harus memenuhi kriteria kelayakan yang dipersyaratkan untuk mendapat pinjaman bergulir dari UPK. Hanya KSM dan anggota yang memenuhi kriteria kelayakan yang dapat dilayani oleh BKM/UPK. Dengan kata lain, KSM peminjam dan anggotanya yang tidak atau belum memenuhi kriteria kelayakan tidak dapat dilayani dan harus ada

pendampingan terlebih dahulu sampai KSM peminjam tersebut memenuhi kriteria kelayakan sebagai calon peminjam.

a. Kriteria Kelayakan KSM

1. Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) peminjam telah terbentuk dan anggotanya adalah warga miskin yang tercantum dalam daftar keluarga miskin, serta seluruh anggota telah memperoleh pembekalan tentang pembukuan KSM, pinjaman bergulir (persyaratan peminjam, skim pinjaman, tanggung renteng, dan tahapan peminjaman), pelatihan ekonomi rumha tangga (PERT), kewirausahaan serta telah melakukan kegiatan menabung diantara anggota KSM.

2. Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dibentuk hanya untuk tujuan penciptaan peluang usaha dan kesempatan kerja serta peningkatan pendapatan masyarakat miskin

3. Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dibentuk atas dasar kesepakatan anggota-anggotanya secara sukarela, demokratis, partisipatif, transparan dan kesetaraan;

4. Anggota KSM termasuk kategori keluarga miskin sesuai kriteria yang ditetapkan sendiri oleh BKM dan masyarakat.

5. Jumlah anggota KSM minimum 5 orang; 6. Jumlah anggota KSM 30% perempuan

7. Mempunyai pembukuan yang memadai sesuai kebutuhan

8. Semua anggota KSM menyetujui sistem tanggung renteng dan dituangkan secara tertulis dalam pernyataan kesanggupan tanggung renteng.

9. Semua anggota KSM telah memperoleh pelatihan tentang pinjaman bergulir, rencana usaha, kewirausahaan dan pengelolaan ekonomi rumah tangga (PERT) dari fasilitator dan BKM/UPK

b. Kriteria Kelayakan Anggota KSM

1. Anggota KSM adalah warga masyarakat dan memiliki kartu tanda penduduk (KTP) setempat

2. Termasuk dalam katagori keluarga miskin sesuai dengan kriteria yang dikembangkan dan disepakati sendiri oleh masyarakat;

3. Dapat dipercaya dan dapat bekerjasama dengan anggota yang lain.

4. Semua anggota KSM telah mempunyai tabungan minimal 5% dari pinjaman yang diajukan dan bersedia menambah tabungannya minimal 5% selama jangka waktu pinjaman dan tidak akan mengambil tabungan tersebut sebelum pinjamannya lunas.

5. Sanggup menabung secara teratur sesuai kemampuannya, dimana tabungan akan diteruskan ke bank atau lembaga keuangan terdekat, atas nama KSM maupun pribadi.

6. Memiliki motivasi untuk berusaha dan bekerja atau dapat pula memiliki usaha mikro dan bermaksud untuk meningkatkan usaha, pendapatan dan kesejahteraan keluarganya

3. Pelaksanaan Kegiatan Pinjaman Bergulir

Dalam tahapan pemberian pinjaman bergulir, diatur kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan dalam setiap tahapan sebagai berikut :

a) Tahap pengajuan pinjaman

Calon peminjam mempersiapkan segala keperluan yang dipersyaratkan untuk memperoleh pinjaman, baik pelatihan, pembentukan simpanan, maupun kelengkapan dokumen dan pengisian blanko pengajuan pinjaman.

b) Tahap pemeriksaan pinjaman

Petugas UPK memeriksa dokumen pengajuan pinjaman yang diajukan KSM maupun anggotanya baik secara administratif maupun kunjungan lapangan, menganalisis dan membuat usulan/rekomendasi kepada manajer UPK terhadap permohonan pinjaman dimaksud.

Hal-hal yang harus dilakukan petugas pinjaman UPK dalam rangka analisis pinjaman :

1. Mencari informasi dan melakukan analisis pinjaman masing-masing anggota KSM berdasarkan 5 C (character, condition, capacity, capital dan collateral) :

a. Character : karakter atau watak calon peminjam dengan meminta informasi kepada tetangga dan aparat kelurahan setempat

b. Condition : kondisi usaha calon peminjam, apakah baru akan berdiri, atau sudah berjalan. Bertentangan dengan Undang-Undang, kesopanan dan kesusilaan atau tidak. Pesaingnya cukup kuat atau

tidak. Kemungkinan kedepannya mampu bersaing atau tidak. Dengan demikian bisa dilihat kemungkinan kelanjutan usaha tersebut.

c. Capacity : kemampuan usaha dalam memperoleh laba. Bagaimana penjualannya, berapa harga pokoknya, berapa laba/keuntungan yang diperoleh dalam satu siklus usaha. berapa biaya hidup keluarga, berapa keuntungan bersih, berapa persen rencana peningkatan usahanya?

d. Capital : untuk melihat berapa modal yang dimiliki, berapa hutang yang ditanggung, berapa modal bersih yang ada dalam usaha e. Collateral : barang apa yang dijadikan agunan pinjaman, berapa

nilai jual barang tersebut, mudah dijual atau tidak, apa bukti kepemilikannya.

c) Tahapan putusan pinjaman

Manajer UPK memberikan persetujuan atau penolakan atas pengajuan pinjaman yang dilakukan oleh KSM, berdasarkan hasil analisis petugas pinjaman UPK

d) Tahapan realisasi pinjaman

Permohonan pinjaman KSM yang telah disetujui oleh manajer UPK, kemudian disiapkan dokumen untuk pencairan, setelah itu direalisasikan/dicairkan pembayarannya kepada KSM dan anggotanya.

e) Tahapan pembinaan pinjaman

Minimal satu bulan setelah pinjaman direalisasikan, wajib memantau keadaan peminjam, perkembangan usaha dan penggunaan pinjaman, apakah digunakan sesuai dengan tujuan semula.

f) Tahapan pembayaran kembali pinjaman

Agar tidak terjadi penunggakan atau keterlamabatan pembayaran cicilan pinjaman, maka petugas UPK wajib mengingatkan peminjam atas kewajibannya. Dalam melaksanakan tugas ini UPK dapat dibantu oleh relawan, aparat Kelurahan/Desa, tokoh masyrakat maupun pengawas UPK.

Dalam dokumen BAB II TINJAUAN PUSTAKA (Halaman 29-37)

Dokumen terkait