HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN
1) Ketentuan Umum
a) Lesan yang sudah ditembak akan diserahkan kepada petugas pemeriksa. Jika perkenaan mengenai garis lesan (nilai yang lebih tinggi), maka akan diberikan nilai yang lebih tinggi. Apabila ditemukan perkenaan yang meragukan, maka akan diukur.
b) Sahnya perkenaan. Adalah anak peluru yang menembus lesan dengan ketentuan :
(1) perkenaan menyentuh garisperkenaan yang lebih tinggi dihitung pada angka yang besar, dilihat dari lubang dan bakaran anak peluru bukan sobekan; dan
(2) Perkenaan pada X pada Pistol nilai 10,001.
c) Petembak dapat memprotes dan mengajukan keberatan sebelum petembak yang bersangkutan menandatangani kartu/blanko penilaian, jika menurutnya skor yang tercatat tidak benar.
d) Hasil penilaian dari setiap materi/kegiatan akan diberikan kepada setiap kontingen pada pukul 20.00 pada hari yang sama. Setiap protes harus diselesaikan dalam waktu 60 menit (tepatnya batas maksimal pukul 21.00). Apabila pada pukul 21.00 tidak ada yang protes, maka penilaian dianggap sah dan akan ditandatangani oleh Panitia.
e) Jika dapat dibuktikan bahwa perkenaan petembak perorangan melebihi jumlah tembakan yang ditentukan, maka hasil penilaian dikurangi nilai terkecil/tidak ada diskualifikasi.
f) Jika tidak dapat dibuktikan perkenaan petembak perorangan melebihi jumlah tembakan yang ditentukan, maka berlaku peraturan berikut ini:
(1) jika jumlah perkenaan tidak melebihi satu setengah jumlah tembakan yang ditentukan, maka nilai akan disesuaikan dengan cara membatalkan perkenaan pertama pengurangan dengan nilai terkecil sampai dengan jumlah perkenaan sama dengan jumlah tembakan yang ditentukan; dan
(2) jika kelebihan perkenaan melebihi dua kali dari jumlah tembakan yang ditentukan, maka nilai akan dibatalkan dan petembak melaksanakan tembakan ulang. Tembakan ulang ini akan sama dengan tembakan yang ditentukan, termasuk tembak tinjau jika ada ataupun petembak yang lesannya kosong juga diulangi.
g) Jika seorang petembak telah menembakkan lebih dari satu lesan pada saat yang bersamaan dan tidak kelebihan perkenaan pada lesannya tetapi terdapat kelebihan perkenaan pada lesan lainnya, maka kelebihan perkenaan pada lesan tersebut akan dikurangi nilai perkenaan terkecil.
h) Jika seorang petembak memiliki kelebihan tembak tinjau yang diijinkan dalam suatu kegiatan, maka yang bersangkutan tidak akan diberikan munisi tambahan untuk menggantikan munisi yang telah ditembakkan tersebut.
i) Jika melakukan penembakan setelah tanda atau perintah hentikan tembakan/bunyi pluit diberikan, maka tembakan akan dikurangi dari nilai tertinggi.
j) Apabila terjadi kelebihan munisi disebabkan oleh kesalahan sendiri maka akan dikurangi nilai terbesar dan apabila kelebihan munisi disebabkan oleh orang lain dikurangi nilai terkecil.
k) Jika dalam seluruh kegiatan atau rangkaian kegiatan terjadi jumlah perkenaan di lesan melebihi jumlah peluru yang ditembakkan yang diakibatkan oleh kesalahan petembak lain menembak pada sasaran orang lain, maka semua perkenaan akan ditandai seperti biasanya dan berlaku ketentuan atau prosedur pengurangan nilai terkecil sejumlah perkenaan yang ada sedangkan bagi petembak yang salah menembak sasaran orang lain wasjur akan memperingatkan sebanyak tiga kali, apabila masih menembak pada sasaran yang salah maka petembak tersebut akan didiskualifikasi.
l) Keputusan Juri tidak dapat diganggu gugat. 2) Pengurangan Nilai.
a) Pengurangan nilai sebanyak 5 (lima) poin kepada seorang petembak yang melanggar:
(1) munisi, magazen, tutup telingga, pistol tidak disimpan di atas meja yang telah disiapkan sebelum menembak; dan
(2) posisi petembak yang tidak sesuai dengan ketentuan yang sudah disepakati.
b) Apabila kelebihan peluru/perkenaan, yang diakibatkan oleh petembak sendiri, maka pengurangan dimulai dari angka yang terbesar dan seterusnya sejumlah peluru kelebihannya. Contoh Pistol X, 10, 9, 8 dst.
c) Apabila kelebihan peluru/perkenaan, yang diakibatkan oleh orang lain, maka pengurangan dimulai dari angka yang terkecil dan seterusnya sejumlah peluru kelebihannya.
d) Petembak yang salah sikap akan dikurangi sejumlah peluru/perkenaan yang ditembakkan, pengurangan mulai dari perkenaan tertinggi dan seterusnya secara bergantian.
e) Petembak yang tidak menembak pada titik tembak yang telah ditentukan pengurangan nilai 5 poin.
f) Menunda proses pencatatan nilai. Hukuman diberikan kepada petembak yang dianggap secara sengaja menunda proses pencatatan nilai dikurangi 5 poin.
f. Menembak Senapan.
1) Penilaian perorangan.
a) Lesan yang sudah ditembak akan diserahkan kepada petugas pemeriksa. Jika perkenaan mengenai garis lesan, maka akan diberikan nilai yang lebih tinggi. Apabila ditemukan perkenaan yang meragukan, maka akan diukur.
b) Sahnya perkenaan. Apabila anak peluru yang menembus lesan dengan ketentuan:
(1) sobekannya tidak lebih dari 11 mm untuk kaliber 5,56 mm; (2) perkenaan menyentuh garis dihitung pada angka yang besar; dan
(3) perkenaan pada X dengan nilai 10,001.
c) Apabila penilai merasa ragu-ragu dalam melakukan penilaian terhadap perkenaan pada lesan, maka penilai akan meminta bantuan Perwira netral untuk menentukan atau memutuskan nilai tersebut dengan menggunakan alat kaca pembesar dan alat ukur perkenaan. d) Apabila terjadi kelebihan perkenaan yang diakibatkan oleh petembak itu sendiri, maka penilaiannya dikurangi terlebih dahulu sebanyak jumlah perkenaan mulai dari nilai terbesar.
e) Apabila terjadi kelebihan perkenaan yang diakibatkan oleh petembak lain, maka penilaiannya dikurangi terlebih dahulu sebanyak jumlah perkenaan secara berkelanjutan dimulai dari nilai terkecil kemudian nilai terbesar dan seterusnya.
f) Apabila terjadi kelebihan perkenaan yang diakibatkan setelah waktu penembakan habis, maka penilaiannya dikurangi terlebih dahulu sebanyak jumlah perkenaan dimulai dari nilai terbesar.
g) Penyampaian hasil penilaian perkenaan menembak masing-masing peleton di TB akhir (belum terhitung dengan permasalahan pelanggaran).
h) Tim penilai melaksanakan penilaian dari hasil tembakan masing-masing peleton pada hari ke 1 dan 2 dengan memperhitungkan pelanggaran yang dilakukan oleh peserta lomba pukul 16.00 WIB. i) Penyerahan hasil perlombaan menembak senapan kepada Katim Penilai.
j) Pengumuman hasil lomba dilaksanakan pada malam hari setelah perhitungan nilai selesai pada pukul 20.00 WIB.
k) Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.
2) Penilaian Peleton. Dalam materi menembak senapannilai peleton merupakan penjumlahan dari jumlah perkenaan dan nilai.
a) Perkenaan total peleton adalah jumlah perkenaan peleton dibagi 19 orang.
b) Nilai total peleton adalah jumlah nilai peleton dibagi 19 orang. g. Lintas Medan.
1) Pengambilan waktu dihitung berdasarkan waktu tempuh orang pertama (peluncur) memasuki finish ditambah waktu tempuh orang terakhir memasuki finish (Danton) dibagi 2.
2) Waktu yang berlaku untuk penilaian adalah waktu penyelenggara. 3) Penentuan juara:
a) waktu tempuh orang pertama (peluncur) memasuki finish ditambah waktu tempuh orang terakhir memasuki finish (Danton) dibagi dua dan ditambah waktu hukuman/pelanggaran jika ada;
b) bila hasil akhir waktu sama maka akan dilihat waktu orang pertama (peluncur) masuk finish;
c) bila masih sama juga maka dilihat waktu orang terakhir (Danton) masuk finish;
d) bila masih sama juga maka dilihat waktu Bintara yang tercepat masuk finish; dan
e) bila masih terjadi sama juga maka akan diadakan undian. 4) Penambahan waktu akan diberikan jika:
a) Kurang perlengkapan:
(1) 1 Senjata organik (SS1) = 5 Menit.
(2) 1 Senjata pistol = 2 Menit.
(3) 1 Helm = 3 Menit.
(4) 1 Stel pakaian PDL = 2 Menit. (5) 1 Setsepatu PDL = 2 Menit.
(6) 1 Set velples = 2 Menit.
(7) 1 Kopel = 1 Menit.
(8) 1 Sangkur = 1 Menit.
(9) 1 Tali sandang = 1 Menit. (10) 1 Tas magazen (SS1) = 1 Menit. (11) 1 Magazen kosong (SS1) = 1 Menit. (12) 1 Tas magazen pistol = 1 Menit.
(13) 1 Magazen kosong pistol = 1 Menit. (14) 1 Set Ransel = 10 Menit, yang terdiri
dari:
(a) 1 Set sepatu PDL = 3 Menit. (b) 1 Stel pakaian PDL = 2 Menit.
(c) 1 Ponco = 2 Menit.
(d) 1 Handuk besar = 2 Menit. (e) 1 Kaos loreng PDL = 1 Menit. b) Melakukan pelanggaran:
(1) Danton mendahului anggotanya masuk finish tidak paling akhir = 5 Menit.
(2) Celana digulung/dilipat = 1 Menit. (3) Baju digulung/dilipat = 1 Menit. h. BDM (Yongmoodo berpasangan).
1) Hal-hal yang dinilai adalah:
a) seluruh Gerakan dilaksanakan dengan baik dan benar; b) keseragaman pakaian (Dobog);
c) kelurusanbanjar dan saf setiap gerakan; d) kekompakan gerakan; dan
e) semangat. 2) Penilaian.
a) Penilaian menggunakan tabel indeks sesuai materi (Gyeong Ne, Yong ho bob, Gibon ilsu, gibon isu, gibon samsu dan gibon syasu, Bhal chagi, Nakbob, Son gisul dan Mom gisul) yang telah ditentukan (table indeks terlampir).
b) Apabila saat lomba berlangsung ada salah satu peserta lomba BDM yang mengalami cedera dan tidak dapat melanjutkan kegiatan lomba,maka kegiatan dihentikandan waktu juga dihentikan.
c) Peserta yang mengalami cedera dan tidak dapat melanjutkan gerakan berikutnya, boleh digantikan dengan personel cadangan dan waktu dihentikan untuk melaksanakan pergantian perserta, setelah Tim/ peleton lengkap dan dinyatakan siap melanjutkan kegiatan, maka waktu dimulai berjalan kembali sesuai waktu berikutnya sampai dengan selesai, personel yang cidera dilaksanakan pemotongan sesuai indek, Pa, Ba dan Ta yang telah ditentukan.
d) Apabila peserta lomba BDM telah melewati batas waktu yang telah ditentukan maka Timer akan meniup pluit panjang 2x tanda waktu telah habis, saat itu peserta menghentikan gerakan dan Juri tidak memberikan nilai apapun pada gerakan yang tidak dilaksanakan. e) Nilai yang akan diberikan oleh juri dengan menunjukan angka pada tiap-tiap materi lomba BDM yang telah dilaksanakan dalam penilaiannya dengan contoh sebagai berikut:
(1) Nilai Young Hobob:
(a) nilai gerakan 1 s.d 30 poin; (b) nilai kelurusan saf 1 s.d 5 poin;
(d) nilai kekompakan dan semangat 1.s.d 8 poin. (2) Nilai Ap Chagi:
(a) nilai gerakan 1 s.d 10 poin; (b) nilai kelurusan saf 1 s.d 2 poin;
(c) nilai kelurusan banjar 1 s.d 2 poin; dan
(d) nilai kekompakan dan semangat 1.s.d 6 poin.
(3) Dan seterusnya. Selanjutnya pencatat nilai akan mencatat angka yang ditunjukan oleh juri di dalam formulir penilaian.
f) Bila peserta lomba tidak melaksanakan salah satu materi maka juri dan pencatat nilai tidak akan memberi poin pada materi tersebut. g) Setelah peserta lomba BDM masuk arena perlombaan dapat diganti personel cadangan hanya karena cidera dan atas rekomendasi tim medis dari panitia.
h) Penilaian Lomba akan dimulai dari penghormatan awal hingga penghormatan akhir.
i) Total nilai maksimal peleton peserta lomba BDM adalah 1000. j) Limit bawah nilai peleton peserta lomba BDM adalah 650.
k) Pemotongan Nilai. Pemotongan nilai dilaksanakan apabila ada pelanggaran-pelanggaran sebagai berikut:
(1) apabila jumlah peserta lomba kurang 1 orang maka akan dilakukan pengurangan 20 poin untuk Pa, 10 poin untuk 1 Ba, 8 poin untuk 1 Ta;
(2) apabila Pakaian yang digunakan bukan dobog akan dilakukan pengurangan 1(satu) poin/orang;
(3) dobog wajib hanya di pasang lambang World Yongmoodo Faderation (WYF) di dada kiri, lambang Federasi Yongmoodo Indonesia ( FYI ) di dada kanan dan lambang merah putih bisa di lengan/pundak kanan atau kiri;
(4) apabila logo WYF, FYI dan lambang merah putih tidak terpasang masing masing akan dilakukan pengurangan 1(satu) poin/atribut;
(5) apabila sabuk yang digunakan bukan sabuk hitam akan dilakukan pengurangan 1(satu) poin/orang;
(6) apabila peserta menggunakan kaos dalam dan atau sejenisnya akan dilakukan pengurangan 1(satu) poin/orang; dan (7) DOBOG yang digunakan adalah DOBOG INDONESIA, apabila DOBOG yang digunakan tidak sama, maka akan dilakukan pengurangan 1(satu) poin/orang.
22. Diskualifikasi/gugur. Peleton dinyatakan diskualifikasi atau gugur apabila: a. Garjas ”A”.
1) Peleton lomba tidak dapat memenuhi persyaratan perlengkapan dan administrasi yang telah ditentukan;
2) tidak hadir pada saat perlombaan setelah ada pemanggilan sebanyak 3 kali dalam waktu 15 menit;
3) mengganti anggota Peleton dengan orang lain yang tidak masuk daftar nominatif peserta lomba Garjas ”A” yang telah diberikan kepada panitia atau mengganti anggota Peleton saat perlombaan berjalan;
4) menerima bantuan menarik/mendorong sesama peserta lomba Garjas ”A”/orang lain, baik disengaja maupun tidak sengaja;
5) tidak memasuki garis finis 1 orang atau lebih dalam Peleton tersebut; 6) perlengkapan/pakaian tidak sesuai dengan Juknis lomba Garjas “A”; dan
7) terdapat nilai mati dengan nilai kurang dari 41. b. Renang Militer.
1) Peleton lomba tidak dapat memenuhi persyaratan perlengkapan dan administrasi yang telah ditentukan;
2) Tidak hadir pada saat perlombaan dimulai setelah dilaksanakan pemanggilan sebanyak 3 kali (15 menit);
3) Mengganti anggota peleton dengan orang lain yang tidak ada dalam daftar atau mengganti saat kegiatan lomba renang militer sedang berjalan; 4) Waktu perorangan melebihi 00:01’29”00 atau nilai di bawah 65; 5) Menggunakan tali lintasan/tepi Kolam sebagai alat bantu;
6) Tidak masuk Finish;
7) Masuk ke lintasan lain dan menghalangi peserta lain; 8) Berjalan dikolam/kaki menyentuh dasar kolam;
9) Tidak menggunakan gaya dada; dan
10) Menggunakan celana dalam atau celana renang yang punya daya apung dan benda lain yang menambah daya apung dalam berenang.
c. Ilmu Medan.
1) Peleton lomba tidak dapat memenuhi persyaratan perlengkapan dan administrasi yang telah ditentukan;
2) Tidak hadir saat dimulainya lomba ilmu medan (mulai masuk DP) setelah dipanggil 3 kali dengan interval 2 menit;
3) Mengganti personel dengan anggota lain yang tidak ada dalam daftar nominatif peleton atau mengganti anggota saat lomba ilmu medan sedang berlangsung;
4) Menerima bantuan dalam bentuk apapun secara langsung dari orang lain yang bukan anggota peleton yang sedang mengikuti lomba ilmu medan; dan
5) Batas limit nilai teori dan aplikasi 650, limit waktu maksimal aplikasi 05:00’00”.
d. HTF.
1) Peleton lomba tidak dapat memenuhi persyaratan perlengkapan dan administrasi yang telah ditentukan;
2) Tidak hadir pada saat di DP setelah ditunggu 15 menit dan diadakan pemanggilan selama (3 kali pemanggilan);
3) Peserta mengganti anggota dengan orang lain yang tidak ada dalam data Peletonnya atau melakukan penggantian saat perlombaan dilaksanakan/sedang berlangsung;
4) Menerima bantuan dalam bentuk apapun secara langsung dari orang lain bukan anggota Peletonnya lomba HTF;
5) Apabila peserta melebihi batas limit waktu tempuh yang telah ditentukan;
6) Peserta mengambil jalan pintas/memotong route lomba lintas medan; 7) Peserta merubah/menghilangkan tanda anak panah yang telah terpasang dalam route lomba HTF;
8) Supporter dari kontingen (Kotama) yang dapat mengganggu kontingen/tim lain, dengan cara menarik, mendorong, melempar, memukul, menghalangi, berpura-pura memberi bantuan dengan maksud tertentu; dan 9) Hasil akhir melebihi batas limit waktu tempuh yang telah ditentukan yaitu 02:12’00”00.
e. Menembak Pistol.
1) Danton tidak mengikuti kegiatan menembak pistol;
2) Terlambat mendaftarkan diri maksimum 30 menit setelah jadwal yang telah ditentukan;
3) Petembak yang dalam gilirannya dipanggil maksimal 3X interval 5 menit tidak hadir;
4) Penggantian personel/petembak tidak seijin panitia;
5) Tidak memenuhi persyaratan administrasi dan perlengkapan yang telah ditentukan saat pemeriksaan;
6) Terjadi ledakan/letusan saat menunggu giliran/pemeriksaan picu atau digaris tembak;
7) Menembak atau gerakan yang membahayakan sebelum aba-aba yang diberikan pibak;
8) Menembak sasaran yang bukan sasarannya dengan sengaja misalnya lajur 3 menembak sasaran lajur 2;
9) Petembak dengan sengaja melebihi jumlah peluru saat akan atau pada saat menembak;
10) Petembak dengan sengaja melaksanakan kegiatan menjatuhkan/membantingkan senjata di lapangan tembak, senjata kosong maupun berisi;
11) Mengisi senjata atau menggunakan senjata sebelum aba-aba oleh Pibak diberikan peringatan apabilah diabaikan akan didiskualifikasi;
12) Melanggar ketentuan/peraturan yang membahayakan panitia, petembak lain maupun lingkungan sekitarnya, contoh saat mengatasi gangguan laras senjata mengarah ke petembak lain/personel lainnya;
13) Selain petugas tidak diperbolehkan berada di garis nol, kecuali Pa Netral;
14) Apabila ada anggota Kontingen lain yang masuk ke daerah netral akan mendapat teguran sampai 3 kali. Teguran ke4 akan medapatkan pengurangan nilai dan teguran ke 5 diskualifikasi;
15) Tindakan yang membahayakan dan tindakan yang tidak sportif. Setiap