• Tidak ada hasil yang ditemukan

KETENTUAN UMUM Pasal

Dalam dokumen Case Study District Law OK (Halaman 59-62)

Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan: 1. Daerah adalah Kabupaten Minahasa;

2. Pemerinta h Daerah adalah Pemerintah Kabupaten Minahasa;

3. Kepala Daerah adalah Bupati Minahasa; 4. Dewan Perwakil an Rakyat Daerah sela njutnya

disingkat DPRD adalah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Minahasa;

of Legislation and Form of Draft of Government Regulation and Draft of Presidential Decree (State Gazette of 1999 No. 70);

17. Regional Regulation of Kabupaten Minahasa No. 3 of 1992 on S patia l Master Pl an of K abup aten Mi n a ha sa ( Reg i on a l Ga ze tte o f Ka bu p ate n Minahasa of 1992 No. 3);

18. Regional Regulation of Kabupaten Minahasa No. 2 of 2000 on Village Representatives Body;

19. Regional Regulation of Kabupaten Minahasa No. 3 of 2000 on O rgani zational Structure Of Vill age Government Administration;

20. Regional Regulation of Kabupaten Minahasa No. 6 of 2000 on Village Regulations;

21. Regional Regulation of Kabupaten Minahasa No. 13 of 2000 on Organizational Structure And Works Of Offices At Kabupaten Minahasa;

22. Regional Regulation of Kabupaten Minahasa No. 14 of 2000 on Organizational Structure And Works Of Technical Offices At Kabupaten Minahasa;

23. Regional Regulation of Kabupaten Minahasa No. 15 of 2000 on Organizational Structure And Works Of Kecamatan Administration;

With the approval (of the House of representatives of Kabupaten Minahasa)

DECIDE D To enact:

REGIONAL REGULATION OF MINAHASA REGENCY ON THE COMMUNITY-BASED MANAGEMENT OF COASTAL RESOURCES ESPECIALLY AT MARINE CONSERVATION AREAS WITHIN MINAHASA RE- GENCY

CHA PTER I: GENERAL PROVISIONS

Article 1

In this Regional Regulation:

1. Region is the District of Minahasa;

2. Re g io na l G ove rn men t i s the G ove rn men t o f Minahasa District;

3. Regional Head is the Mayor of Minahasa District;

34

5. Otono mi Dae rah ad ala h kewe nan gan Daer ah O to n om un tu k men g atu r d an men g ur u s ke p en ti ng a n ma sya r aka t se te mpa t me n ur u t p r aka r sa sen d ir i be r da sa rka n asp i ra si masyarakat sesuai dengan peraturan perundang- undan gan;

6. Kecamatan adalah wilayah kerja Camat sebagai perangkat Daerah Kabupaten;

7. Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang tersebar dibebara pa jaga memiliki kewenangan u n tuk me n ga tur d an me ng ur us ke p en tin g an masyarakat setempat berdasarkan asal-usul dan adat istiadat yang diakui dalam sistem Pemerintah- an Nasional dan berada di daerah Kabupaten; 8. Desa Pesisir ada lah d esa dan atau nama l ain

yang memiliki garis pantai;

9. P e me ri nta h De sa a d al a h Huku m Tu a da n Perangkat Desa;

10. Hukum Tu a adalah Kepala Desa menurut Hukum Adat di Minahasa;

11. Badan Perwakilan Desa selanjutnya disebut BPD a d al a h b ad a n pe r waki l an ya ng ter d ir i a ta s pemuka-pemuka masyarakat yang ada di Desa yang berfungsi mengayomi adat istiadat, membuat Peraturan Desa;

12. Peraturan Desa adalah peraturan yang ditetapkan oleh Hukum Tua atas per setujuan BPD dala m rangka pe nyelengg araan otonomi daer ah yang dise rah kan ke pad a p emer inta h d esa se bag ai p e la ksa n aa n d a n p e nj ab a ra n pe ra tu ra n perundang-undangan yang lebih tinggi;

13. Keputusan Hukum Tua adalah semua keputusan yang meru pakan pe laksa naa n da ri Per atur an De sa d an ke bi j aksa na a n Hu ku m Tu a, ya n g menyangkut pemerintahan dan pembangunan di d e sa se p an ja ng ti da k b er te nta ng an d en ga n keputusan umum maupun peraturan perundang- undangan yang berlaku;

14. To ko h Masya r aka t a d al ah se se or an g yan g d i pa nd an g me mi l iki p en ge tah ua n yan g lu a s tentang kemasyarakatan dan l ingkun gan p ada u mu mn ya d a n d ih or ma ti o le h ma sya r a kat, pemerintah serta pihak lainnya;

15. Masyaraka t lokal atau masyara kat trad ision al adala h kelompok ora ng atau masyarakat yang mendiami suatu wilayah tertentu dan menjalankan tatanan hukum, sosial dan budaya yang ditetapkan oleh mereka sendiri secara turun-temurun; 16. Subyek Hukum adalah orang pribadi dan / atau

kelompok orang dan / atau badan hukum;

5. Regional autonomy is the authority of Autonomous Areas to regulate and manage in the local commu- nity self-interest following individual initiative based on community aspirations and consistent with the system of legislation;

6. Kecamatan is the working area of the Camat who is part of the administrative body of the District;

7. Village is a unit of community law that is the biggest of several j uri sdictions that po ssess a duty to regulate and manage in the local community self interest based on local customs that are recognized under the system of National Government and that exist in the District;

8. Coastal Village is a village and/or other type of small community that has coastline;

9. Village Government is the village head and the administrative body of the village;

10. Village Head is the village head in accordance with the legal custom of Minahasa;

11. Board of Village Representatives, hereinafter shall be referred to as BPD, is a body of representatives that stands atop the leadership of the community and functions to protect customary law and makes laws of the village;

12. Village regulations are regulations that are decided by the Village Head with agreement of the BPD in a framework of organization of regional autonomy that is transferred to the village to implement;

13. Decision of the Hukum Tua are all decisions that implement village laws and policy of the Village Head that consist of implementation from the vil- lage law and policy that involve the governance and development of the village, consistent with decisions and laws;

14. Community Leader is someone who is viewed to possess broad knowledge of the community and environment and is respected by the community, government and others;

15. Local community or traditional community is a group of people or a community that is located in a certain area and follows a legal arrangement, social and culture that is decided by them alone and passed down from generation to generation;

16. Legal subject is a person and/or group and/or legal body;

terkait yang meliputi perencanaan, perlindungan dan pemanfaatan secara berdaya guna dan berhasil guna bagi masyarakat;

18. Badan Pengelola Pesisir adalah tim yang dibentuk melalu i surat kepu tusan Bup ati yang b ertuga s untuk melakukan koordinasi, monitoring, evaluasi kegiatan serta pembinaan, penegasan peraturan dalam sumberdaya wilayah pesisir di Kabupaten Minahasa;

19. Pengelolaan Pesisir Terpadu adalah suatu proses pengelola an sumberdaya alam pesisir dan jasa l i ng ku ng a n ya n g me n gi n teg r asi ka n a n tar a ke g i ata n pe me ri n tah , d u ni a u sah a da n masyarakat, perencanaan horisontal dan vertikal, ekosistem darat dan laut, ilmu pengetahuan dan manajemen sehingga pengelo laan sumberdaya te r seb ut d ap a t men in gka tka n ke sej ah ter a an masyarakat dan berkelanjutan;

20. P e ng e lo l aa n B er ba si s Masya r aka t a da la h pen ge lol aa n yan g d il akuka n seca ra ber sama antara pemer intah, masyarakat dan pihak lain , dalam merencanakan, melaksanakan, memantau d a n me ng eva lu asi p en ge lo la an sumb e rd aya wilayah pesisir;

21. P a rti si p asi Masya r a kat a da l ah kete r li b ata n ma sya r aka t d a la m ke g ia ta n p e n ge l ol aa n sumberdaya wilayah pesisir;

22. Wila yah P esi sir K ab upa ten Mina ha sa ad al ah ruang kesatuan geografis antara perairan laut dan darat di Kabupaten Minahasa yang berisi berbagai aspek e kolog is, di mana wilaya h da rat a dal ah wilayah yang meliputi seluruh wilayah adminis- tratif yang dipengaru hi oleh laut, sedangkan di bag ia n wi la yah la ut a da la h wi la yah pe ra ir an kabupaten sesuai peraturan yang berlaku; 23. S u mb er da ya Wi l aya h Pe si sir ad al a h u nsu r

lingkungan hidup yang terdir i atas sumberdaya manusia, sumberdaya alam, baik hayati maupun non-h ayati, dan sumberdaya bu atan, termasuk sumberdaya perairan laut, estuari (mulut sungai) mangrove (hutan bakau), terumbu karang, pasir, batu-ba tuan, padan g lamun, pu lau-p ulau kecil, dan tata pemukiman desa;

24. K e ter ga n tun ga n pe ma nfa ata n p ad a wi l aya h pesisir adalah suatu kegiatan dan pemanfaatan ya n g me mp un yai h ub u ng an kh usu s d en ga n sumberda ya wilayah p esisir yang dila kukan di wilayah pesisir untuk hasil pemanfaatan; 25. Pulau adalah daerah daratan yang terbentuk secara

alamiah yang berada di atas permukaan air;

with other associated p artie s; is comprised o f planning, protection and use; and provides efficient and productive use for the community;

18. Coastal Mana geme nt Bo dy is a team for med through a decision letter from the Regent that has a duty to perform coordination, monitoring, evalua- tion activities along with establishment and adop- tion of regulations about the coastal resources of Kabupaten Minahasa;

19. Integrated Coastal Management is a process of managing the natural coastal resources and impor- tant surrounding that integrate among activities of government, global efforts and communities; plan horizontally and vertically; ecosystem of land and sea; science of knowledge and management such that the management of these resources raises community welfare and sustainability;

20. Community Based Management is management that brings together government, communities and others in planning, implementation, monitoring and evaluation of management of coastal resources;

21. Community Participation is community involvement in the management of coastal resources;

22. Coastal Area of Kabupaten Minahasa is the geo- graphic area between the waters of the sea and land of Kabupaten Minahasa, that contains various ecological aspects, where the land area comprises the entire administrative area that is influenced by the ocean, while the water area shall be those des- ignated as belonging to the jurisdiction of the Dis- trict according to the prevailing laws;

23. Coastal Area Resources area elements of the liv- ing environment that consist of: human and natural resources, biological and non-biological resources and resource products; including resources of the waters of the sea, estuaries, mangrove, coral reefs, sand, rock, laum field , small islands and system of coastal communities;

24. Coastal-dependent benefits are certain activities and benefits that possess a special connection with the resources of the coast and that are conducted in the coastal area in order to produce benefits;

25. Island is an area of land that is naturally formed above sea level;

36

26. Laut adalah ruang wilayah lautan yang merupakan kesatuan geografis beserta segenap unsur terkait padanya yang b atas dan sistemnya ditentukan berdasarkan aspek fungsional;

27. Pantai ad alah lu asan tanah termasuk sedimen yang membentang di sepanjang tepian laut yang merupakan perbatasan pertemuan antara dara t dan laut, terdiri dari sempadan pantai dan pesisir; 28. Gari s pan tai a dal ah g ari s yang d ibe ntuk ol eh perp otong an g aris a ir re nda h de ngan dar atan pantai yang dipakai untuk menetapkan titik terluar di pantai wilayah laut;

29. Garis sempadan pantai adalah garis batas yang diukur dari air laut pasang tertinggi kearah daratan mengikuti lekukan pantai dan atau disesuaikan dengan topografi setempat;

30. Daerah Perlindungan Laut dan atau nama lain adalah daerah pesisir dan laut yang dapat meliputi terumbu karang, hutan bakau, lamun, atau habitat lainnya secara sendiri atau bersama-sama yang dipilih dan ditetapkan untuk ditutup secara per- manen dari kegiatan perikanan dan pengambilan biota laut yang dikelola oleh masyarakat setempat serta ditetapkan dalam peraturan desa;

31. Ke s e pak a ta n Ma s ya ra ka t De s a a d a la h kesepakatan antar masyarakat dan atau dengan piha k lain yan g di tuangkan dal am suatu sura t kesepakatan bersama, yang ditanda tangani oleh pemerin tah desa, tokoh-tokoh masyarakat dan agama, serta saksi-saksi;

32. Pusat Informasi Pesisir (PIP) adalah sarana yang dise dia kan ole h P emer inta h K abu pa ten ya ng d i ja d ika n se ba g ai te mpa t b e ker j a, b e l aj ar, mengol ah serta p enyeb aran informasi ten tang berbagai hal yang berhubungan dengan wilayah pesisir bagi semua pihak, termasuk mengumpul dan me nyimpan semua pe ratur an p eru ndan g- undangan, informasi ilmu pengetahuan, maupun h a si l pe n el iti a n ya ng b e rh u bu ng a n d en ga n pengelolaan sumberdaya di wilayah pesisir.

BAB II RUANG LINGKUP

Dalam dokumen Case Study District Law OK (Halaman 59-62)

Dokumen terkait