• Tidak ada hasil yang ditemukan

Keterampilan Dasar Pemecahan Masalah dalam Penjelajahan

Sumber: www.supervht.com, 2009

Gambar 9.4 Kecuraman permukaan dapat menyebabkan penjelajah tergelincir.

Meski tidak dapat diubah, sebenarnya kalian dapat mengurangi dampak negatifnya. Misalnya dengan membawa baju hangat dan jaket tebal untuk melindungi diri dari hujan, bila berkemah membawa lampu senter, dan sebagainya.

Untuk menghadapi bahaya-bahaya tersebut, seorang penjelajah paling tidak harus memiliki pengetahuan atau keterampilan dasar untuk memecahkan masalah atau bahaya yang timbul dalam penjelajahan. Berikut ini beberapa diantaranya. 1. Masalah : kelompok kalian tersesat.

Upaya pemecahan masalah:

Mengoordinasi anggota, melihat kemampuan anggota, mengadakan orientasi medan, membuat rencana dan pembagian tugas, berusaha menyambung komunikasi dengan dunia luar, membuat jejak dan perhatian untuk mendapat pertolongan.

2. Masalah : membuat bivak (shelter). Upaya pemecahan masalah:

Membuat bivak (shelter) bertujuan untuk melindungi diri dari angin, panas, hujan, dingin, dan gangguan binatang. Dalam membuat bivak harus memerhatikan hal-hal berikut ini.

a. Hindari daerah aliran air (bila terpaksa, gunakan bivak panggung). b. Di atas bivak tidak ada pohon mati atau rapuh.

c. Bukan sarang nyamuk atau serangga. d. Bahan kuat.

e. Terlindung dari angin.

3. Masalah : perlu mendapatkan air. Upaya pemecahan masalah:

a. Menampung air hujan, dengan cara menampung langsung dengan ponco atau daun yang lebar dan dialirkan ke tempat penampungan. Air ini tidak perlu dimurnikan.

b. Air dari tanaman rambat (rotan) atau bambu. Dengan cara potong setinggi mungkin lalu potong pada bagian dekat tanah, air yang menetes dapat langsung ditampung atau diteteskan ke dalam mulut. Selain rotan, bambu, dan tumbuhan rambat, air juga dapat diperoleh pada bunga (kantong semar), dan lumut.

Sumber: www.supervht.com, 2009

Gambar 9.5 Membuat bivak harus di lokasi yang aman dan terlindung.

c. Air yang diperoleh dari batang pisang. Caranya, tebang batang pohon pisang hingga tersisa bonggolnya. Buatlah lubang air di tengahnya, maka air akan keluar. Biasanya dapat keluar sampai tiga kali pengambilan. d. Air yang diperoleh dari sungai besar, genangan air, serta air yang diperoleh

dengan menggali pasir di pantai. Untuk mendapatkan air di daerah sungai yang kering, caranya dengan menggali lubang di bawah batuan. Air yang diperoleh dengan cara demikian harus dimurnikan terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.

4. Masalah : perlu mendapatkan makanan. Upaya pemecahan masalah:

Dalam kondisi hidup di alam bebas, ada beberapa makanan yang dapat dikonsumsi, tetapi harus memerhatikan beberapa hal berikut ini.

a. Berhati-hati pada tanaman buah yang berwarna mencolok.

b. Hindari buah-buahan yang mengeluarkan getah putih, kecuali sawo dan pepaya.

c. Tanaman yang akan dimakan lebih baik dioleskan dulu pada tangan, lengan, bibir, atau lidah, tunggu sesaat. Apabila terasa aman bisa dimakan. d. Makanan yang dimakan kera bisa dimakan manusia.

Tumbuhan yang dapat dimakan dapat diketahui dari ciri-ciri fisik, misalnya, permukaan daun atau batang tidak berbulu atau berduri, tidak mengeluarkan getah yang sangat lekat, tidak menimbulkan rasa gatal (hal ini dapat dicoba dengan mengoleskan daunnya pada kulit atau bibir), dan tidak berasa pahit (dapat dicoba di ujung lidah).

Berikut ini contoh tumbuhan yang dapat dimakan batangnya. a. Batang pohon pisang (batang bagian dalam yang berwarna putih). b. Bambu yang masih muda (rebung).

c. Batang pohon pakis (batang bagian dalam yang berwarna putih). d. Batang sagu (batang bagian dalam yang berwarna putih).

e. Tebu.

Berikut ini contoh tumbuhan yang dapat dimakan daunnya. a. Selada air.

b. Daun bayam. c. Daun melinjo. d. Daun singkong.

Sumber: Encarta Encyclopedia, 2006.

Gambar 9.6 Selain buahnya, batang pohon pisang juga bisa dimakan.

Contoh tumbuhan yang dapat dimakan akar umbinya misalnya, ubi jalar, talas, dan singkong. Contoh tumbuhan yang dapat dimakan buahnya misalnya, nangka, arbei, dan duwet.

Beberapa tumbuhan yang dapat dimakan seluruhnya misalnya jamur merang dan jamur kuping. Tapi ada beberapa jenis jamur yang beracun. Berikut ini ciri-ciri jamur beracun.

a. Mempunyai warna mencolok. b. Baunya tidak sedap.

c. Bila dimasukkan ke dalam nasi, nasi menjadi kuning.

d. Sendok akan menjadi hitam bila dimasukkan ke dalam makanan. e. Bila diraba mudah hancur. f. Berbentuk cawan atau mangkok

pada bagian pokok batangnya. g. Tumbuh dari kotoran hewan. h. Mengeluarkan getah putih.

Selain tumbuhan, berbagai hewan yang ditemukan di alam juga dapat dimakan, misalnya belalang, jangkrik, burung, laron, siput/bekicot, kadal (bagian belakang dan ekor), katak hijau, ular (sepertiga bagian tubuh tengahnya), dan binatang besar lainnya. Ada beberapa ciri binatang yang tidak dapat dimakan, misalnya:

a. binatang yang mengandung bisa: lipan dan kalajengking. b. binatang yang mengandung racun: penyu laut.

c. binatang yang mengandung bau yang khas: sigung. 5. Masalah : membuat api

Upaya pemecahan masalah:

a. Dengan menggunakan lensa/kaca pembesar.

Fokuskan sinar pada suatu titik yang diletakkan pada bahan yang mudah terbakar.

b. Menggesekkan kayu dengan kayu.

Menggesek-gesekkan dua buah batang kayu hingga panas, lalu dekatkan dengan bahan penyala, hingga terbakar.

c. Busur dan gurdi

Buatlah busur yang kuat dengan mempergunakan tali sepatu atau parasut. Gurdikan kayu keras pada kayu lain sehingga terlihat asap dan sediakan bahan penyala agar mudah terbakar. Bahan penyala yang baik adalah sabut kelapa atau daun aren.

Gambar 9.7 Beberapa jenis jamur ada yang beracun sehingga tidak bisa dimakan.

Setelah mempelajari materi pada bab ini, siswa diharapkan dapat: 1. memiliki keterampilan dasar penyelamatan di alam bebas, dan 2. mempraktikkan keterampilan dasar penyelamatan di alam bebas. Tujuan Pembelajaran

Penyelamatan adalah tindakan yang sangat diperlukan dalam kegiatan terutama dalam penjelajahan di alam bebas, seperti di gunung ataupun hutan. Seorang pecinta alam harus memiliki keterampilan dasar penyelamatan diri sendiri maupun orang lain. Demikian pun bagi seorang penjelajah alam juga harus dapat menghindari bahaya, untuk itu maka diperlukan beberapa hal yang menjadi tanggung jawab pribadi. Berikut ini diantaranya.

1. Rencanakan perjalanan dengan peta. 2. Jangan tergesa-gesa melakukan sesuatu.

3. Tetaplah dalam regu dan jangan sampai terpisah. 4. Lengkapi diri untuk menjaga situasi terburuk.

5. Beri waktu yang cukup pada diri sendiri untuk bergerak tenang dan jangan membuang waktu.

6. Jangan melakukan tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri ataupun orang lain.

7. Perhatikan cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu.

8. Jika belum berpengalaman jangan melakukan perjalanan tanpa pendamping. 9. Jika tersesat jangan panik, tetap rundingkan jalan yang terbaik.

10. Tinggalkan pesan kapan kita akan pergi dan kembali.

Keterampilan dasar penyelamatan dan mempertahankan hidup (survival) sangat penting dikuasai oleh setiap penjelajah. Timbulnya kebutuhan survival

karena adanya usaha manusia untuk keluar dari kesulitan yang dihadapi. Kesulitan- kesulitan tersebut antara lain:

1. keadaan alam (cuaca dan medan),

2. keadaan makhluk hidup di sekitar kita (binatang dan tumbuhan), dan 3. keadaan diri sendiri (mental, fisik, dan kesehatan).

Keselamatan di alam bebas sangat penting dilakukan, sering kali kita melihat bahaya pada saat melakukan kegiatan hiking atau kegiatan luar kelas lainnya. Oleh sebab itu kita harus mengetahui dan mahir mempraktikkan secara langsung penyelamatan penjelajahan di pegunungan.

Adapun langkah-langkah penyelamatan itu dilakukan sesuai dengan jenis kecelakaan yang menimpa teman kita. Berikut ini langkah-langkah penyelamatan sesuai dengan jenis kecelakaan yang terjadi.