ISU PSIKOLOGI TERKINI
1928. Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu yang berkembang menjadi bahasa perantara
(lingua franca), terus menjadi bahasa nasional, dan bahasa resmi negara. Sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia merupakan bahasa baku, terbuka, dinamis seiring perkembangan masyarakat sebagai dampak pembangunan nasional.
Secara geografis, Indonesia adalah negara yang besar dan luas yang berdasarkan jumlah penduduknya termasuk 4 besar di dunia. Letaknya yang strategis di khatulistiwa menjadikan Indonesia menjadi negara yang subur, kaya akan aneka macam hayati.
Karenanya tidak aneh jika banyak SDM Indonesia yang menonjol, lulus dari Perguruan Tinggi terkenal dunia, menjadi tokoh dan bahkan kemudian
menjadi diaspora. Namun demikian, mengapa hanya beberapa Perguruan Tinggi Indonesia yang memiliki peringkat (ranking) dunia di atas 250, bahkan banyak yang masih di atas 1000? Bahkan hanya 1 (satu) universitas yang masuk pada ranking 10 besar di ASEAN? Mangapa mobilitas Dosen Indonesia tidak selincah dosen di negara maju?
Banyak faktor yang diduga mempengaruhi, salah satunya adanya keterbatasan dan belum diakuinya bahasa Indonesia sebagai Bahasa Internasional.
Ironisnya, bahasa resmi ASEAN adalah Bahasa Inggris. Padahal, dengan penutur lebih dari 199 juta, bahasa Indonesia sebagai rumpun bahasa Austronesia dialek bahasa Melayu adalah satu-satunya dari yang muncul dalam daftar sepuluh bahasa yang paling banyak digunakan di dunia.
Belum diakuinya bahasa Indonesia sebagai bahasa Internasional ini bukan saja mempengaruhi kelincahan fisik para penuturnya, tapi juga komunikasi dan interaksi baik ilmiah-non ilmiah, maupun formal-non formal. Bahkan akan
berpengaruh pada rasa bangga dan nasionalisme warganya. Sejarah menunjukkan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang hebat. Pertanyaan yang diulas solusinya dalam tulisan ini adalah apakah hanya karena persoalan bahasa penghargaan internasional yang seharusnya pantas menjadi hak kita, tidak dapat kita peroleh?
Dapat disimpulkan bahwa gerakan
mengampanyekan Bahasa Indonesia sebagai bahasa ilmiah internasional sangatlah diperlukan. Dari uraian kegiatan di atas maka dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut:
1. Telah adanya pengakuan dari cendekiawan internasional tentang Bahasa Indonesia sebagai bahasa Ilmiah Internasional.
2. Menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Ilmiah Internasional sebagai perantara mencapai tujuan menjadikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Internasional PBB.
3. Menjalin komunikasi dengan berbagai pihak dan peningkatan penggunaan Bahasa Indonesia dalam forum kegiatan Internasional.
4. Secara serius dan terencana perlu adanya kampanye yang terus menerus dan sinergi dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) RI, melalui pertemuan ilmiah, simposium, seminar Internasional berbahasa Indonesia, dan memanfaatkan diaspora sebagai corong perwakilan luar negeri berbahasa Indonesia.
“Mengapa hanya beberapa Perguruan Tinggi Indonesia yang memiliki peringkat (ranking) dunia
di atas 250, bahkan banyak yang masih di atas 1000? Bahkan hanya
1 (satu) universitas yang masuk pada ranking 10 besar di ASEAN?
Kenapa mobilitas Dosen Indonesia tidak selincah dosen di negara maju? Banyak faktor yang diduga mempengaruhi, salah satunya adanya
keterbatasan dan belum diakuinya bahasa Indonesia sebagai Bahasa
Internasional”.
Daftar Acuan
Idham, A. F., Mubarok, A. S., & Pratiwi, I. (2016).
Peran psikologi komunitas dalam mendukung kebijakan kesehatan mental. Fakultas
Psikologi, Universitas Airlangga, Surabaya.
Diakses dari https://www.researchgate.net/
publication/312589521_Peran_Psikologi_
Komunitas_dalam_Mendukung_Kebijakan_
Kesehatan_Mental
Kloos, B., Hill, J., Thomas, E., Wandersman, A., &
Elias, M. J. (2012). Community psychology:
Linking individuals and communities. Nelson Education.
Koentjaraningrat. (1984). Kebudayaan, mentalitas, dan pembangunan. Jakarta: Gramedia.
Koentjoro, (2009). Understanding community.
Materi Kuliah Visiting Professor School of Psychology and Human Development, Faculty of Social Sciences and Humanities, Universiti Kebangsaan Malaysia
(Unpublished).
McClelland, D. C. (1987). Human motivation.
New York: University of Cambridge.
Nugraheni, M. (2018). Jumlah Sekolah
Internasional di Indonesia Terus Bertambah Terutama oleh keluarga lokal dan ekspatriat Asia. Diakses dari https://parenting.dream.
co.id/diy/jumlah-sekolah-internasional-di-indonesia-terus-bertambah-180813l.html pada 13 Agustus 2018.
Rappaport, J. (1981). In praise of paradox: A social policy of empowerment over prevention.
American Journal of Community Psychology, 9, 1–25.
Rappaport, J. (1987). Terms of empowerment/
exemplars of prevention: Toward a theory for community psychology. American Journal of Community Psychology, 15, 121–148.
Setiawan, S. R. D. (2019). RI Peringkat 61 Dunia dalam Kemampuan Berbahasa Inggris, Diakses dari https://money.kompas.com/
read/2019/12/15/085200526/ri-peringkat- 61-dunia-dalam-kemampuan-berbahasa-inggris pada 15 Desember 2019.
Wertz, Frederick J., Charmaz, K., McMullen, L. M., Josselson, R., Anderson, R., &
McSpadden, E. (2011). Five ways of doing qualitative analysis: Phenomenological psychology, grounded research. discourse analysis, narrative research and intuitive inquiry. New York, NY: The Guilford Press.
Diakses dari https://www.researchgate.
net/publication/281562724_Five_
Ways_of_Doing_Qualitative_Analysis_
Phenomenological_Psychology_Grounded_
Theory_Discourse_Analysis_Narrative_
Research_and_Intuitive_Inquiry
Yulianingsih, Y. (2020). Bahasa Indonesia masuk daftar paling banyak digunakan di dunia.
Liputan 6 Internasional. 17 September 2020. Diakses dari https://www.liputan6.
com/global/read/4358855/bahasa-indonesia- masuk-daftar-paling-banyak-digunakan-di-dunia
Lampiran
ORGANIZING COMMITTEE
Seminar Internasional Berbahasa Indonesia FDGBI 2020 Steering Committee
1. Prof. Dr. H Syafrinaldi SH, MCL (Universitas Islam Riau, Indonesia) 2. Prof. Stefan Koos (Universitaet der Bundeswehr Munchen, Germany) 3. Prof. Dr. Kamaruddin Mohd Said (The National University of Malaysia)
BAHASA INDONESIA SEBAGAI BAHASA ILMIAH ISU PSIKOLOGI TERKINI
162
PSIKOLOGI INDONESIA VOL.2 NO.2, APRIL 20214. Assoc. Prof. Siriporn Maneechukate (Maejo University, Nong Han, Chiang Mai. Thailand) 5. Dr. Haji Norarfan Bin Haji Zainal (Rektor Univ.Islam Sultan Syarif Ali, Brunei)
General Chair
1. Prof. Dr. H. Yusri Munaf, SH., M.Hum (Universitas Islam Riau, Indonesia) General Co-Chair
1. Dr. Evizal Abdul Kadir, ST., M.Eng (Universitas Islam Riau, Indonesia) Technical Programme Chair
1. Yudhi Arta, S.T, M.Kom (Universitas Islam Riau, Indonesia) Programme Committee
1. Prof. Drs. Koentjoro. MBSc. Ph.D (Universitas Gadjah Mada, Indonesia) 2. Prof. Dr. Ir. Mursalim (Universitas Hasanuddin Makasar, Indonesia) 3. Prof. Dr. Marwan (Universitas Syah Kuala Aceh, Indonesia)
4. Prof. Dr. Ir.Nadjadji Anwar M.Sc (Institute Teknologi 10 Nopember (ITS) Indonesia) 5. Prof. Dr. Ellydar Chaidir., M.Hum (Universitas Islam Riau, Indonesia)
6. Prof. Dr. Hasan Basri Jumin., M.Sc (Universitas Islam Riau, Indonesia) 7. Prof. Dr. Sufian Hamim., M.Si (Universitas Islam Riau, Indonesia) 8. Prof. Dr. Sri Indrastuti., M.Si (Universitas Islam Riau, Indonesia) 9. Prof. Dr. H. Detri Karya., MA (Universitas Islam Riau, Indonesia) 10. Prof. Dr. Seno Himala Putra., M.Pd (Universitas Islam Riau, Indonesia) 11. Prof. Dr. Sugeng Wiyono., MT (Universitas Islam Riau, Indonesia)
12. Prof. Dr. Rizal Rahman Razman (University Kebangsaan Malaysia, Malaysia) 13. Prof. Dr. Roselina binti Ahmad (Univ Kelantan Malaysia, Malaysia)
14. Prof. Dr. dr. Nurpudji Astuti Daud, MPH. (Universitas Hasanuddin d, Indonesia) 15. Prof. dr. Budi Sampurna, DFM., S.H., Sp.F(K), SpKP (Universitas Indonesia, Indonesia) 16. Prof. Dt. Sri Muh Nasir (Malaysia)
17. Prof. Dr. Lasiyo, M.A., M.M. (Universitas Gadjah Mada, Indonesia) 18. Prof. Dr. H. Setya Yuwana, M.A (Universitas Negeri Surabaya, Indonesia)
19. Prof. Dr. Drs. Boerhan Nurgiyantoro, M.Pd (Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia) 20. Ass. Prof. Dr. Fonny Hutagalung (University of Malaya, Malaysia)
21. Prof. Assoc Prof. Ceng Siripon (Thailand)
22. Prof.Ir. Tarkus Suganda, M.Sc.,Ph.D. (Universitas Padjadjaran) 23. Prof Hadi Susilo (Institut Pertanian Bogor)
24. Prof.Dr.Ir. Budimawan, DEA (Universitas Hasanuddin Makasar, Indonesia) 25. Dr. Zulkifli Rusbi S.Ag.,MA (Universitas Islam Riau, Indonesia)
26. Dr. Prima Wahyu Titi Sari., M.Si (Univesitas Islam Riau) Publication and Relationship Chair
1. Panji Rachmat Setiawan, S.Kom., MMSI (Universitas Islam Riau, Indonesia)
2. Ridzqi Akbar Ramadhan, S.Kom., M.Kom., CHFI (Universitas Islam Riau, Indonesia) Financial Chair
1. Dr. Azwirman., S,E., M.Acc, CPA (Universitas Islam Riau, Indonesia)
BAHASA INDONESIA SEBAGAI BAHASA ILMIAH ISU PSIKOLOGI TERKINI
BAHASA INDONESIA SEBAGAI BAHASA ILMIAH ISU PSIKOLOGI TERKINI
PSIKOLOGI INDONESIA VOL.2 NO.2, APRIL 2021
164
LIPUTAN KHUSUS