b = jumlah varians butir
C. Keterbatasan Penelitian
Dalam penelitian ini peneliti memiliki beberapa keterbatasan antara lain: 1. Post-test dilaksanakan pada hari pertama untuk kelas kontrol, dan pada hari
kedua untuk kelas eksperimen sehingga memungkinkan terjadinya pertukaran informasi antara kedua kelas.
2. Waktu penelitian yang terbatas. Hal ini disebabkan oleh adanya Ujian Nasional (UN), sehingga treatment pada peserta didik tertunda.
3. Pelaksanaan treatment hanya dilaksanakan 6 kali, sehingga penggunaan teknik kurang maksimal.
4. Penelitian hanya menggunakan 2 kelas sebagai sampel, yaitu 1 kelas eksperimen dan 1 kelas kontrol yang kurang mewakili keseluruhan populasi. 5. Bersama guru mata pelajaran, peneliti sendiri yang menjadi penilai tes
sehingga terdapat kemungkinan adanya unsur subjektivitas.
6. Peneliti masih pemula dan belum berpengalaman dan harus belajar lebih banyak lagi.
7. Teknik kancing gemerincing memerlukan waktu yang banyak dalam penerapannya di dalam kelas.
99
Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut.
1. Terdapat perbedaan yang signifikan prestasi belajar keterampilan berbicara bahasa Jerman peserta didik kelas XI di SMA Negeri 1 Ngemplak Sleman antara yang diajar menggunakan teknik kancing gemerincing dan yang diajar dengan menggunakan teknik konvensional diperoleh ( 2,126> 2,000) pada taraf signifikansi α=0,05 dan db sebesar 59.
2. Penggunaan teknik kancing gemerincing pada pembelajaran keterampilan berbicara bahasa Jerman peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Ngemplak Sleman lebih efektif daripada teknik konvensional dengan bobot keefektifan sebesar 10,8%.
B.Implikasi
Keberhasilan proses pembelajaran dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain penggunaan teknik. Salah satu teknik yang cocok digunakan pada pembelajaran keterampilan berbicara bahasa Jerman peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Ngemplak Sleman adalah kancing gemerincing. Teknik ini merupakan salah satu teknik yang menitikberatkan pada kerjasama kelompok dan pemerataan kesempatan peserta didik untuk berbicara. Dalam implementasinya, peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang heterogen. Setiap anggota
kelompok tersebut akan mendapatkan kancing sebagai tiket untuk mengemukakan pendapatnya. Jika kancing yang sudah dimiliki habis, peserta didik tidak boleh berbicara lagi sama peserta didik yang lain menghabiskan kancingnya juga. Penggunaan teknik kancing gemerincing ini memungkinkan tidak adanya dominasi dari salah satu anggota kelompok. Sebaliknya peserta didik akan saling bekerjasama untuk menyelesaikan tugas yang diberikan.
Dalam menggunakaan teknik kancing gemerincing, suasana kelas bisa berubah menjadi lebih kondusif, aktif, dan menyenangkan. Hal ini disebabkan semua peserta didik ikut bagian dalam proses pembelajaran. Dengan aktifnya peserta didik maka akan memberikan dampak postif terhadap proses pembelajaran yang dilaksanakan serta prestasi belajar peserta didik. Peserta didik yang aktif akan menjadi lebih berminat dan termotivasi pada bahasa Jerman. Dengan demikian, penggunaan teknik kancing gemerincing dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik.
Kelebihan dari teknik kancing gemerincing untuk mengatasi hambatan pemerataan kerja kelompok. Dalam setiap kelompok, sering ada anggota yang mendominasi kelompok dan aktif berbicara. Sebaliknya, sering ada pula anak yang pasif dan lebih bergantung pada anak yang aktif. Dengan adanya teknik ini, semua anggota kelompok akan mendapatkan kesempatan yang sama dalam menyampaikan pendapatnya serta mendengarkan pendapat anggota lain, sehingga peserta didik dapat saling bekerjasama dalam kelompok. Dengan begitu seluruh anggota kelompok akan saling bertanggung jawab pada kelompoknya masing-masing. Selain itu, dengan teknik ini, seluruh peserta didik dapat berperan serta
dalam proses pembelajaran yang berlangsung. Namun begitu, teknik ini tetap memiliki kekurangan, yaitu memakan waktu yang lama dalam penerapannya. Untuk menyiasati kekurangan tersebut, pendidik dituntut untuk menjaga kelas tetap kondusif dan menyenangkan. Sebelum menerapkan teknik kanicng gemerincing, pendidik sudah membuat kelompok-kelompok kecil dan menyiapkan kancing-kancing yang akan dipergunakan. Dengan begitu pendidik dapat meminimalisir waktu yang ada dan penerapan teknik kancing gemerincing dapat berjalan terkendali.
Berikut ini langkah-langkah penerapan kancing gemerincing: (1) Pendidik menyiapkan kancing-kancing maupun benda-benda kecil yang lainnya, (2) Sebelum memulai tugasnya peserta didik mendapatkan 1 buah kancing atau lebih (jumlah kancing bergantung pada sukar tidaknya tugas yang diberikan), (3) Setiap kali anggota kelompok telah selesai berbicara, ia harus meletakan kancingnya ditengah-tengah meja kelompok, (4) Jika kancing yang dimiliki salah seorang anggota habis, ia tidak boleh berbicara lagi sampai seluruh rekannya menghabiskan kancingnya masing-masing, (5) Jika semua kancing telah habis, sedangkan tugas belum selesai, kelompok boleh mengambil kesepakatan untuk membagi-bagi kancing dan mengulangi prosedurnya.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan membuktikan bahwa teknik kancing gemerincing memberikan kontribusi sebesar 10,8 % untuk meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Jerman peserta didik. Teknik ini dapat menjadi salah satu referensi pendidik untuk meningkatkan prestasi belajar pada pembelajaran keterampilan berbicara bahasa Jerman peserta didik. Apabila
pendidik masih menggunakan teknik konvensional dalam mengajarkan keterampilan berbicara bahasa Jerman, maka pendidik dianjurkan untuk menggunakan teknik kancing gemerincing dalam mengajarkan keterampilan berbicara bahasa Jerman kepada peserta didik sebab teknik ini mampu mengubah suasana kelas menjadi lebih kondusif, aktif dan menyenangkan. Teknik ini juga mampu meningkatkan prestasi belajar peserta didik, menumbuhkan keberanian peserta didik, serta menumbuhkan sikap kerjasama dalam berkelompok.
C. Saran
Berdasarkan dari hasil penelitian yang telah dilakukan guna meningkatkan keterampilan berbicara peserta didik dapat disarankan beberapa hal sebagai berikut.
1. Bagi Pendidik
Pendidik disarankan untuk menggunakan teknik pembelajaran yang lebih baru dan inovatif dalam pembelajaran bahasa Jerman. Dengan demikian suasana kelas akan menjadi lebih aktif, kondusif, dan menyenangkan.
2. Bagi Peserta Didik
Peserta didik disarankan untuk sering berlatih berbicara menggunakan teknik kancing gemerincing, karena teknik ini terbukti dapat membantu peserta didik untuk meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Jerman.
3. Bagi Peneliti Lain
Penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi atau acuan guna mengadakan penelitian selanjutnya.