BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.2 Saran
1. Bagi Masyarakat
Masyarakat hendaknya paham apa saja tindakan dalam hal pencegahan agar terhindar dari penyakit tuberkulosis, gejala-gejala yang timbul jika seseorang diduga menderita tuberkulosis. Bagi penderita agar selalu memakai masker saat melakukan kontak dengan orang sekitar dan paham cara dan etika batuk yang benar, bagi anggota keluarga yang sehat sebaiknya tidak tidur dalam satu ruangan dengan penderita dan juga memakai masker saat berbicara dengan penderita.
2. Bagi Puskesmas
Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi bahan masukan bagi puskesmas untuk lebih mengoptimalkan investigasi kontak sebagai salah satu upaya mengurangi angka kejadian dan pemutusan rantai penularan khususnya variabel riwayat kontak.
3. Bagi Peneliti Selanjutnya
Diharapkan untuk melakukan penelitian lebih lanjut dan menambahkan variabel bebas yang belum diteliti dalam penelitian ini seperti variabel penyakit komorbid, pemeriksaan langsung oleh peneliti terkait variabel diabetes mellitus, perilaku PHBS, jenis pekerjaan, jenis dinding rumah, ventilasi rumah, pencahayaan rumah, lokasi tempat tinggal, selain itu disarankan juga bagi peneliti selanjutnya memperbesar jumlah sampel pada kelompok kontrol dengan perbandingan kasus dan kontrol (1: 2 atau 1:3).
DAFTAR PUSTAKA
1. WHO. Global Tuberculosis Report 2020. 2021.
2. Iwan Samsugito H. Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan ( Publikasi Artikel Scince dan Art Kesehatan, Bermutu, Unggul, Manfaat dan Inovatif) JKPBK Vol. 1. No. 1 Juni 2018. J Kesehat Pasak Bumi Kalimantan.
2018;1(1):51–71.
3. WHO. Information Note. COVID-19: Considerations for Tuberculosis (TB) Care. in 2020. p. 1–10.
4. Kemenkes. Profile Kesehatan Indonesia Tahun 2020. 2021.
5. Dinkes Jambi. Profil Kesehatan Provinsi Jambi Tahun 2019. 2020.
6. Yosephine MK, Hardy FR, Wenny DM. Faktor yang Memengaruhi Kejadian Tuberkulosis Paru pada Penderita Diabetes Mellitus di Rumah Sakit X Factors that Affect The Incidence of Lung Tuberculosis among Diabetic Patients at “ X ” Hospital. 2021;12:344–51.
7. Sejati, Awaluddin HR. Social Determinants Factors Related. J Hum Care.
2020;5(4):973–9.
8. Izhar MD, Butar MB, Hidayati F, Ruwayda R. Predictors and health-related quality of life with short form-36 for multidrug-resistant tuberculosis patients in Jambi, Indonesia: A case-control study. Clin Epidemiol Glob Heal. 2021;12:100872.
9. Alnur RD. Faktor Risiko Tuberkulosis Paru pada Masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Bambu Apus Kota Tangerang Selatan the Risk Factors of Tuberculosis in Community at the Work Area of Bambu Apus Health Center. 2020.
10. Aditama W, Sitepu FY, Saputra R. Relationship between Physical Condition of House Environment and the Incidence of Pulmonary Tuberculosis , Aceh , Indonesia Relationship between Physical Condition of House Environment and the Incidence of Pulmonary Tuberculosis , Aceh , Indonesia Accordi. Int J Sci Healthc Res. 2019;4:227–31.
11. Ekky Resha Pradita, Suhartono NAYD. Kondisi Faktor Fisik Rumah yang Terkait dengan Tuberkulosis Paru di Puskesmas Bandarharjo Kota Semarang. J Kesehat Masy. 2018;6(6):94–102.
12. Davies P, Lalvani A, Thillai M. Clinical Tuberculosis a Practical Handbook. 2016. xi, 212 pages.
13. Finer KR. Deadly Disease and Epidemics Tuberculosis. Chelsea House Pulishers; 2003. 1-113 p.
14. Joseph Loscalzo. Pulmonary and Critical Care Medicine. Vol. 273, JAMA:
The Journal of the American Medical Association. 2010. 1-593 p.
15. Kemenkes. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Tuberkulosis. Kemenkes; 2020. 1-156 p.
16. Ginanjar E, Rachman AM. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi Keenam.
Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. 2014. 1516-1518 p.
17. Perhimpunan Reumatologi Indonesia. Diagnosis dan Pengelolaan Tuberkulosis. Unpad Press; 2021. 1-73 p.
18. Kemenkes. Permenkes RI Tahun 2016 tentang Penanggulangan Tuberkulosis. Kemenkes. 2017. p. 163.
19. Irwan. Epidemiologi Penyakit Menular. Vol. 109, Pengaruh Kualitas Pelayanan… Jurnal EMBA. Yogyakarta: CV. Absolute Media; 2017. 1-117 p.
20. Kemenkes. Infodatin Tuberkulosis Tahun 2018. Tuberkulosis. 2018.
21. Juniyarti, Dewi R. Faktor Risiko Kejadian Tuberkulosis Paru pada Usia Produktif di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Durian. Citizen-Based Mar Debris Collect Train Study Case Pangandaran. 2021;4(4):517–23.
22. Andayani S. Prediksi Kejadian Penyakit Tuberkulosis Paru Berdasarkan Jenis Kelamin. J Keperawatan Muhammadiyah Bengkulu. 2020;8(2):135–
40.
23. Pemerintah P. 60 ayat (4),. 2021;(102501).
24. Indonesia Pr. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. In 2003.
25. Agustina F, Djam’an Saleh Y, Kusnanto H. Determinan kejadian Tuberkulosis Paru BTA (+) di Kabupaten Bandung Barat Determinants of Pulmonary Tuberculosis BTA (+) in the District of West Bandung. J Community Med Public Heal. 2016;32(9):331–8.
26. Darmin, Akbar, Hairil Rusdianto. Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Inobonto.
Indones Journal Health Promot. 2020;3(3):223–8.
27. Hapsari DA, Gayatri RW, Malang UN. Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Tuberkulosis pada Pasien yang Berkunjung ke Puskesmas Dinoyo Kota Malang. Indones J Public Heal. 2020;5(1):35–48.
28. Rosdiana R. Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Tuberkulosis Paru di Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji Makassar. Promot J Kesehat Masy. 2018;8(1):78.
29. Pendapatan SSU dan. Statistik Pendapatan Februari 2020. 2020. 1-175 p.
30. WHO. Definition, Diagnosis, and Classification. WHO. 1999. p. 1–66.
31. WHO. Global Report on Diabetes. 2016.
32. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Tetap Produktif, Cegah dan Atasi Diabetes Mellitus. Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI. 2020.
33. Rau MJ, Huldjannah NM. Analisis Risiko Kejadian Diabetes Melitus pada Pasien TB di Wilayah Kerja Puskesmas Kamonji Kota Palu. J Promot Prev 2021;3(2):1–13.
34. Wang Y, Dou M, Kou T, Liu Y, Lv W, Han L, et al. Risk of Having Pulmonary Tuberculosis in Type 2 Diabetes: A Hospital-Based Matched Case-Control Study. Asia Pac J Clin Nutr. 2021;30(2):303–10.
35. Araia ZZ, Mesfin AB, Mebrahtu AH, Tewelde AG, Osman R, Tuumzghi HA. Diabetes Mellitus and its Associated Factors and Tuberculosis Patients in Maekel Region, Eritrea: Analytical Cross-Sectional Study. Diabetes, Metab Syndr Obes Targets Ther. 2021;14:515–23.
36. Mave V, Gaikwad S, Barthwal M, Chandanwale A, Lokhande R, Kadam D, et al. Diabetes Mellitus and Tuberculosis Treatment Outcomes in Pune, India. Open Forum Infect Dis. 2021;8(4):1–8.
37. Omar N, Wong J, Thu K, Alikhan MF, Chaw L. Prevalence and Associated Factors of Diabetes Mellitus Among Tuberculosis Patients in Brunei Darussalam: A 6-Year Retrospective Cohort Study. Int J Infect Dis 2021;105:267–73.
38. Jufrizal, Hermansyah M. Peran Keluarga sebagai Pengawas Minum Obat (PMO) dengan Tingkat Keberhasilan Pengobatan Penderita Tuberkulosis Paru. J Ilmu Keperawatan. 2016;4(1):25–36.
39. Khairunnisa T, Siagian M, Ginting R. Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Kesembuhan Pasien Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Kabupaten Langkat Tahun 2018. J Kesmas dan Lingkung. 2019;4(1):9–17.
40. Angky Saputra JN. History Of Tuberculosis Contact and Tuberculin Test Result. 2019;1(3).
41. Nawaf F, Aghali M, Mohammed A. International Journal of Infectious Diseases First Insight into Latent Tuberculosis Infection Among Household Contacts of Tuberculosis Patients in Duhok , Iraqi Kurdistan : Using Tuberculin Skin Test and Quantiferon-TB Gold Plus Test. Int J Infect Dis 2020;96:97–104.
42. Pangalo RM, Asrifuddin A, Kapantow NH, Kesehatan F, Universitas M, Ratulangi S. Faktor Risiko Kejadian Tuberculosis Paru di Puskesmas Enemawira Kecamatan Tabukan Utara Kabupaten Kepulauan Sangihe.
2018;7(5).
43. Wulandari D, Rustandi H. Kepadatan Hunian Dan Riwayat Kontak dengan
Penderita TB Paru di Bengkulu Tengah. 1st Pros Semin Nasional. 2019;43–
9.
44. Kemenkes. Peraturan Menteri Kesehatan Indonesia No 1077/Menkes/PER/2011. 2011.
45. Kepmekes. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 829/Menkes/SK/VII/1999 tentang Persyaratan Keseahatan Perumahan.
1999. p. 1–6.
46. Sayidah D, Sri Rahardjo S, Murti B. Risk Factors of Tuberculosis: A New Path Analysis Evidence from Ponorogo, East Java. 2018;104–104.
47. Romadhan S S, Haidah N, Hermiyanti P. Hubungan Kondisi Fisik Rumah dengan Kejadian Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Babana Kabupaten Mamuju Tengah. An-Nadaa J Kesehat Masy. 2019;6(2).
48. Mardianti R, Muslim C, Setyowati N. Hubungan Faktor Kesehatan Lingkungan Rumah Terhadap Kejadian Tuberkulosis Paru. J Penelit Pengelolaan Sumberd Alam dan Lingkung. 2020;9(2):23–31.
49. Fahdhienie F, Agustina A, Ramadhana PV. Analisis Faktor Risiko Terhadap Kejadian Penyakit Tuberkulosis Di Wilayah Kerja Puskesmas Pidie Kabupaten Pidie Tahun 2019. Sel J Penelit Kesehat. 2020;7(2):52–60.
50. Sitoyo S. Dasar Metodologi Penelitian. 2015. 1-109 p.
51. Masturoh I, Anggita N. Metodologi Penelitian Kesehatan. Kemenkes;
2018. 1-307 p.
52. Rinaldi SF, Bagya Mujianto. Metodologi Penelitian dan Statistik. 2017. 1-152 p.
53. Hidayah Nasution N, Suryati, Permayasa N, Habibah N. The Indonesian Journal of Health Determinan Kejadian TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Pijorkoling. Media Publ Promosi Kesehat Indonesia.
2022;5(9):1151–9.
54. Rahim FK, Diniah BN, Wahyuniar L, Susianto S, Puspanegara A, Hamdan H, et al. Karakteristik Individu terhadap Perilaku Pemeriksaan Kesehatan Terduga TBC ke Fasilitas Pelayanan Kesehatan di Jawa Barat. J Ilmu Kesehat Bhakti Husada Heal Sci J. 2020;11(2):235–336.
55. Gubernur. Upah Minimum Kota ( UKM ) Jambi. 2022.
56. Zahrotun N, Puspita YD. Kejadian Tuberkulosis: Studi Kasus di Wilayah Kerja Puskemas. Indones J Public Heal Nutr. 2021;1(1):472–8.
57. Hartina Sitti, Asrifuddin Afnal K. Puskesmas Girian Weru Kota Bitung Pendahuluan TB Paru yaitu Penyakit yang Disebabkan oleh Bakteri Mycobacterium ( Dinkesprov Sulut , 2018 ). Dat. 2019;8(6):65–73.
58. Pangaribuan S, Khotimah N. Pengetahuan, Suku dan Kepadatan Hunian Sebagai Faktor Risiko Kejadian Tuberkulosis di Puskesmas Malawei Kota Sorong. J Inov Kesehatan. 2020;2(1):27–31.
59. Ruditya DN. Hubungan Antara Karakteristik Penderita TB dengan. J Berk Epidemologi. 2015;122–33.
60. Rahmah, Tunru Y. Hubungan Tingkat Pengetahuan terhadap Keberhasilan Pengobatan Tuberkulosis di Puskesmas Kecamatan Johar Baru Jakarta Pusat Tahun 2016. J Profesi Med J Kedokt dan Kesehat. 2018;12(2):7–12.
61. Yuniar I, Lestari SD. Hubungan Status Gizi Dan Pendapatan terhadap Kejadian Tuberkulosis Paru. J Perawat Indones. 2017;1(1):18.
62. Resta, Harinal Afri dkk. Hubungan Status Sosial Ekonomi dan Status Gizi Terhadap Tingginya Angka Kejadian TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Padang. Semin Nas Syedza Saintika. 2019;1(1):55–60.
63. Prihanti GS, Sulistiyawati, Rahmawati I. Analisa Faktor Kejadian Tuberkulosis Paru. Fak Kedokt Muhammadiyah Malang. 2015;11.
64. Ping, Zakaria I. Prevalence and Risk Factors of Proteinuria in Patients with Type 2 Diabetes Mellitus. Asia-Pacific J Sci Technol. 2021;26(4).
65. Mihardja L, Lolong DB, Ghani L. Prevalensi Diabetes Melitus pada Tuberkulosis dan Masalah Terapi. J Ekol Kesehat. 2016;14(4):350–8.
66. Nasution F, Andilala, Siregar AA. Faktor Risiko Kejadian Diabetes Mellitus. J Ilmu Kesehatan. 2021;9(2):94–102.
67. Dooley KE, Chaisson RE. Tuberculosis and Diabetes Mellitus:
Convergence of Two Epidemics. Lancet Infect Dis. 2009;9(12):737–46.
68. Stevany, Faturrahman S. Analisis Faktor Risiko Kejadian Tuberkulosis di Wilayah Puskemas Kelurahan Cipinang Besar Utara Kota Administrasi Jakarta Timur. J Kesehat Komunitas Indones. 2021;17(2):346–54.
69. Alberta, Tyas, Muafiroh Y. Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Tuberkulosis Paru di Wilayah Puskesmas Pacarkeling Surabaya. J Penelit Kesehat. 2021;19(1):20–5.
70. Mathofani PE, Febriyanti R. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Penyakit Tuberkulosis (TB) Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Serang Kota Tahun 2019. J Ilm Kesehat Masy Media Komun Komunitas Kesehat Masy. 2020;12(1):1–10.
71. Sa’adah N, Prasetyowati I, Bumi C. Hubungan Riwayat Kontak dengan Pasien Tuberkulosis Paru pada Kejadian TB-DM di Wilayah Kerja Puskesmas Kalisat. Media Kesehat Masy Indonesia. 2022;21(3):184–9.
72. Irawati I. Hubungan Kepadatan Hunian dan Sosial Ekonomi dengan Kejadian Penyakit TB Paru di Kelurahan Pecung (Wilayah Kerja
Puskesmas Belakang Padang) Kecamatan Belakang Padang Kota Batam Tahun 2019. Din Lingkung Indonesia. 2020;7(1):8.
73. Arimaswati, S H, Sudiro TY, Ode K La, Indrayani NN. Analisis Faktor Kejadian TB Paru di Kabupaten Buton Tengah. J Nurs Updat. 2022;13(1).
74. Dotulong et al.,. Hubungan Faktor Risiko Umur, Jenis Kelamin dan Kepadatan Hunian dengan Kejadian Penyakit TB Paru di Desa Wori Kecamatan Wori. J Kedokt Komunitas dan Trop. 2015;3(2):57–65.
75. Dewi Y. Hubungan Kualitas Fisik Rumah dengan Kejadian TBC Paru di Wilayah Kerja Puskesmas I Denpasar Selatan Tahun 2018. J Kesehat Lingkung. 2019;9(1):38–55.
76. Suma J, Age SP, Ali IH. Faktor Determinan Lingkungan Fisik Rumah terhadap Kejadian TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Kabila. J Penelit Kesehat Suara Forikes (Journal Heal Res Forikes Voice). 2021;12(4):483–
8.
77. Mariana D, Hairuddin MC. Kepadatan Hunian, Ventilasi dan Pencahayaan terhadap Kejadian TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Binanga Kabupaten Mamuju Sulawesi Barat. J Kesehat Manarang. 2018;3(2):75.
78. Lestari Muslimah DD. Physical Environmental Factors and Its Association with the Existence of Mycobacterium Tuberculosis: A Study in The Working Region of Perak Timur Public Health Center. J Kesehat Lingkung. 2019;11(1):26.
79. Mawardi M, Sambera R, Hamisah I. Studi Hubungan Antara Faktor Lingkungan Fisik Rumah Dengan Penderita TB Paru BTA di Aceh Selatan.
J Serambi Eng. 2019;4(1):406.
80. Putri AN, Zahtamal Z, Zulkifli Z. Hubungan Faktor Lingkungan Fisik, Sosial dan Ekonomi dengan Kejadian Tuberkulosis Paru di Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar. Sehati J Kesehat. 2021;1(1):6–15.
81. Prihartanti D, Subagyo A. Hubungan Lingkungan Fisik Rumah dengan Kejadian TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Mirit Kabupaten Kebumen Tahun 2016. Bul Keslingmas. 2017;36(4):386–92.
LAMPIRAN
Saya yang bertanda tangan dibawah ini:
Nama :
Umur :
Jenis Kelamin :
Alamat :
No. HP :
Telah mendapatkan keterangan secara rinci dan jelas tentang:
Penelitian yang berjudul “Hubungan Karakteristik Individu dan Kondisi Fisik Rumah dengan Kejadian Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Putri Ayu Tahun 2022.” Telah membaca dengan seksama keterangan yang berkenan dengan penelitian ini dan setelah mendapat penjelasan, saya mengerti dan bersedia/tidak bersedia *) untuk menjadi responden dan berpartisipasi dalam penelitian ini dengan penuh kesadaran dan tanpa paksaan. Waktu yang tersita untuk wawancara berkisar antara 10-15 menit, tergantung dari kondisi lapangan.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya tanpa tekanan dan paksaan dari pihak manapun.
Jambi,
Yang membuat pernyataan,
( )
Lampiran 2. Kuesioner Penelitian
KUESIONER PENELITIAN (KASUS) 1. IDENTITAS DAN WAKTU WAWANCARA
1. Nama Enumerator : 2.Tanggal Wawancara :
II. IDENTITAS RESPONDEN 1. Nama Responden
2. Usia ……… Tahun
3. Jenis Kelamin 1.Laki-laki 2.Perempuan
4. Pendidikan 1. Belum/tidak tamat SD 2. SD/ Sederajat
3. SMP/ Sederajat 4. SMA/ Sederajat 5. Diploma
6. Sarjana
7. Lainnya ………
5. Pekerjaan 1. Buruh 2. Wiraswasta 3. Pedagang 4. Petani
5. Pegawai swasta 6. PNS/TNI/POLRI 7. Lainnya ………..
6. Penghasilan Rp.
III. KONDISI FISIK RUMAH
1. Lokasi Pemukiman 1. Industri 2. Jalan raya
3. Perumahan/komplek 4. Perumahan tunggal 5. Perkebunan/sawah 6. Pinggiran sungai/kali (Jawaban boleh lebih dari 1)
2. Luas Rumah ………..M2
3. Dinding Rumah 1. Permanen
2. Semi permanen 3. Bilik/papan
5. Jumlah Penghuni Rumah ………Orang (termasuk penderita)
6. Kelembaban ………%RH
7.Suhu ……….°C
IV. PEMERIKSAAN RIWAYAT DIABETES MELLITUS
1. Riwayat Diabetes 1. DM
2.Tidak DM
V. PEMERIKSAAN RIWAYAT KONTAK 1. Sebelum didiagnosis TB paru, apakah dalam keluarga anda ada yang mengalami gejala TB paru seperti batuk bedahak, batuk darah, nyeri dada yang menahun?
1. Ya 2. Tidak
2. Jika ya, apakah anda tinggal serumah dengan penderita tersebut?
1. Ya 2. Tidak 3. Sebelum didiagnosis TB paru apakah anda
mempunyai teman atau tetangga yang mengalami gejala tuberkulosis paru seperti batuk berdahak, batuk darah, nyeri dada yang menahun?
1. Ya 2. Tidak
4. Apakah anda pernah berhubungan langsung seperti bertemu tatap muka dan berbicara dengan jarak yang dekat dalam waktu yang sering atau lama dengan penderita?
1. Ya 2. Tidak
KUESIONER PENELITIAN (KONTROL) I. IDENTITAS DAN WAKTU WAWANCARA
1. Nama Enumerator : 2. Tanggal Wawncara :
II. IDENTITAS RESPONDEN 1. Nama Responden
2. Usia ……… Tahun
3. Jenis Kelamin 1. Laki-laki 2. Perempuan
4. Pendidikan 1. Belum/tidak tamat SD 2. SD/ Sederajat
3. SMP/ Sederajat 4. SMA/ Sederajat 5. Diploma
6. Sarjana
7. Lainnya ………
5. Pekerjaan 1. Buruh 2. Wiraswasta 3. Pedagang 4. Petani
5. Pegawai swasta 6. PNS/TNI/POLRI 7. Lainnya ………..
6. Penghasilan Rp.
III. KONDISI FISIK RUMAH
1. Lokasi Pemukiman 1. Industri 2. Jalan raya
3. Perumahan/komplek 4. Perumahan tunggal 5. Perkebunan/sawah 6. Pinggiran sungai/kali
(Jawaban boleh lebih dari 1)
2. Luas Rumah ………..M2
3. Dinding Rumah 1. Permanen 2. Semi permanen 3. Bilik/papan
5. Jumlah Penghuni Rumah ………Orang (termasuk penderita)
6. Kelembaban ………%RH
7.Suhu ……….°C
IV. PEMERIKSAAN RIWAYAT DIABETES MELLITUS
1. Riwayat Diabetes Mellitus 1.DM
2.Tidak DM
V. PEMERIKSAAN RIWAYAT KONTAK 1. Apakah anda mempunyai keluarga, teman atau tetangga yang mengalami gejala TB paru seperti batuk berdahak, batuk darah, nyeri dada yang menahun?
1. Ya 2. Tidak
2. Apakah anda tinggal serumah dengan penderita tersebut?
1.Ya 2. Tidak 3. Apakah anda pernah berhubungan langsung
seperti bertemu tatap muka dan berbicara dengan jarak yang dekat dalam waktu yang sering atau lama dengan penderita?
1. Ya 2. Tidak
4. Apakah anda pernah berada dalam satu ruangan seperti kamar tidur, satu kelas, satu kantor dengan penderita?
1.Ya 2. Tidak
Lampiran 3. Surat Izin Uji Validitas
Lampiran 4. Surat Izin Turun Penelitian
Lampiran 5. Dokumentasi
Lampiran 6. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Hasil Uji Validitas
Item Pertanyaan Kasus Nilai R Hitung
Nilai R
Tabel Keterangan
Item 1 0,828
0,553 Valid
Item 2 0,828
Item 3 0,715
Item4 0,715
Item Pertanyaan Kontrol Nilai R Hitung
Nilai R
Tabel Keterangan
Item 1 0,671
0,553 Valid
Item 2 0,767
Item 3 0,589
Item 4 0,709
Hasil Uji Reliabilitas Reliabilitas Nilai Cronbach
Alpha Keterangan
Kasus 0,776 Reliabel
Kontrol 0,600 Reliabel
Lampiran 7. Output Hasil Olah Data SPSS Output Analisis Univariat
Penyakit Tuberkulosis
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid TB Paru 33 50.0 50.0 50.0
Suspek 33 50.0 50.0 100.0
Total 66 100.0 100.0
Jenis Kelamin Responden
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Laki-laki 39 59.1 59.1 59.1
Perempuan 27 40.9 40.9 100.0
Total 66 100.0 100.0
Umur Responden
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid 16-31 th 14 21.2 21.2 21.2
32-47 th 32 48.5 48.5 69.7
48-63 th 20 30.3 30.3 100.0
Total 66 100.0 100.0
Pekerjaan Responden
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid IRT 19 28.8 28.8 28.8
Buruh/Petani 19 28.8 28.8 57.6
Pedagang/Wiraswasta 10 15.2 15.2 72.7
PNS/TNI/Polri 2 3.0 3.0 75.8
Lainnya(Pensiun,Honorer,Karyawa n,Nelayan
16 24.2 24.2 100.0
Total 66 100.0 100.0
Tingkat Pendidikan Responden
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Rendah 45 68.2 68.2 68.2
Tinggi 21 31.8 31.8 100.0
Total 66 100.0 100.0
Tingkat Pendapatan Responden
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Kurang(<Rp.2.972.192) 58 87.9 87.9 87.9
Cukup(>Rp.2.972.192) 8 12.1 12.1 100.0
Total 66 100.0 100.0
Riwayat DM Responden
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Ada DM 7 10.6 10.6 10.6
Tidak DM 59 89.4 89.4 100.0
Total 66 100.0 100.0
Riwayat Contact Responden
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent
Valid Ada Riwayat Contact 25 37.9 37.9 37.9
Tidak ada Riwayat Contact 41 62.1 62.1 100.0
Total 66 100.0 100.0
Kepadatan Hunian Responden
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid Tidak Memenuhi Syarat (<10m/
orang)
36 54.5 54.5 54.5
Memenuhi Syarat (> 10m/ orang) 30 45.5 45.5 100.0
Total 66 100.0 100.0
Kelembaban Rumah Responden
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid Tidak Memenuhi Syarat (<40% dan
>60%)
47 71.2 71.2 71.2
Memenuhi Syarat (40%-60%) 19 28.8 28.8 100.0
Total 66 100.0 100.0
Suhu Rumah Responden
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid Tidak Memenuhi Syarat (<18C dan
>30C)
29 43.9 43.9 43.9
Memenuhi Syarat (18C-30C) 37 56.1 56.1 100.0
Total 66 100.0 100.0
Output Analisis Bivariat
Output Analisis Multivariat
Variabel Tingkat Pendidikan
Omnibus Tests of Model Coefficients
Chi-square df Sig.
Step 1 Step 5.797 1 .016
Block 5.797 1 .016
Model 5.797 1 .016
Variabel Riwayat Kontak
Omnibus Tests of Model Coefficients
Chi-square Df Sig.
Step 1 Step 5.306 1 .021
Block 5.306 1 .021
Model 5.306 1 .021
Variabel Kepadatan Hunian
Omnibus Tests of Model Coefficients
Chi-square df Sig.
Step 1 Step 6.213 1 .013
Block 6.213 1 .013
Model 6.213 1 .013
Variabel Kelembaban Rumah Omnibus Tests of Model Coefficients
Chi-square df Sig.
Step 1 Step 6.173 1 .013
Block 6.173 1 .013
Model 6.173 1 .013
Variabel Suhu Rumah
Omnibus Tests of Model Coefficients
Chi-square df Sig.
Step 1 Step 5.051 1 .025
Block 5.051 1 .025
Model 5.051 1 .025
Model Awal Analisis Multivariat
Model Kedua Setelah Variabel Suhu Rumah Dikeluarkan
Model Ketiga Setelah Variabel Kelembaban Dikeluarkan
Model Keempat Setelah Variabel Kepadatan Hunian Dikeluarkan