BAB V. Hasil penelitian dan Pembahasan
5.3 Keterbatasan penelitian
Adanya keterbatasan waktu dalam mengisis kuesioner menyebabkan peneliti kesulitan dalam hal waktu dikarenakan jumlah item yang telalu banyak dan waktu keluarga yang terbatas.
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
6.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil yang diperoleh dalam penelitian ini, maka didapat beberapa kesimpulan yaitu 1). Mayoritas penerimaan keluarga pasien skizofrenia dengan kategori baik sebanyak 24 orang (58.5%) dan kemampuan merawat pasien skizofrenia dengan kategori baik sebanyak 21 orang (51.2%).2). Terdapat hubungan yang signifikan antara penerimaan keluarga dengan kemampuan merawat pasien skizofrenia dilihat dari nilai p value = 0.001 dengan arah hubungan positif dengan kekuatan korelasi (r = 0.510) artinya semakin tinggi penerimaan keluarga maka semakin tinggi kemampuan merawat pasien skizofrenia.
6.2 Saran
6.2.1 Bagi Pendidikan Keperawatan
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi tambahan bagi institusi pendidikan dalam memfasilitasi mahasiswa keperawatan untuk memberikan asuhan keperawatan yang profesional pada pasien dan keluarga.
6.2.2 Bagi Pelayanan Keperawatan
Penelitian ini dapat menjadi acuan dalam meningkatkan pelayanan keperawatan jiwa sebab semakin tinggi penerimaan keluarga maka semakin tinggi
juga kemampuan keluarga untuk merawat pasien skizofrenia dan dapat meningkatkan kemandirian pasien skizofrenia itu sendiri.
6.2.2 Bagi Penelitian Selanjutnya
Penelitian ini dapat menjadi informasi tambahan dan saran untuk peneliti selanjutnya agar dapat mempertimbangkan jumlah item kuesioner dan waktu keluarga .
DAFTAR PUSTAKA
Amir, N. (2013). Buku ajar psikiatri: Skizofrenia (Ed. 2). Jakarta: Badan Penerbit FKUI.
Arfandi, Z, Susilo, E, & Widodo, G, G. (2013) ‘Hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan kemampuan perawatan diri pada anak retardasi mental di SLB Negeri Ungaran’. STIKES Ngudi Ungaran.
Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:
Rineka Cipta.
Bloom, B. (1913-1999). ‘New World Encyclopedia’. Diakses dari http://newworld encyclopedia.org/entry/Benjamin. Tanggal 21 Desember 2016.
BPDANP Kesehatan. (2013). ‘Hasil riskesdas 2013’. Diakses dari http://www.depkes.go.id/resources/download/general/Hasil%20riskesdas%2 02013.pdf. Ttanggal 25 Desember 2016
Efelina. (2010). ‘Etiologi skizofrenia’. Diakses dari https://www.scribd.com/doc/39719027/etologiskizofrenia. Tanggal 19 Juli 2017.
Fadli, S, M., & Mitra. (2013). ‘Pengetahuan dan ekspresi emosi keluarga serta frekuensi kekambuhan penderita skizofrenia’. Jurnal Kesehatan MasyarakatNasional, 7(10), 466-470.
Polit & Back. (2012). Nursing Research Principles and Methods.
Philadelphia, FA: Wolters Kluwer Health/Lippincott Williams & Wilkins.
Hendriyani, W, Handariyati, R., & Sakti, T, M. (2006). ‘Penerimaan keluarga terhadap individu yang mengalami keterbelakangan mental’. Jurnal Insan, 8(2), 100-111.
Hidayat, A. A. (2007). Metode penelitian keperawatan dan teknik analisa data.
Jakarta: Salemba Medika.
Ikmaliyati, R., & Sriningsih. (2012). Penerimaan anak terhadap ibu dengan Skizofrenia (Skripsi, Universitas Mercu Buana, Yogyakarta).
Irwan, M. Fajriansyah, A. Sinuhadji, B. & Indrayana, M. (2008).
‘Penatalaksanaan skizofrenia’. Fakultas Kedokteran Riau. Riau.
Keliat, B. A. (1996). Peran Serta Keluarga Dalam Perawatan Klien Gangguan
Kembaren, L .(2011) ‘Psikoedukasi keluarga pada psien skizofrenia’. Jurnal Skizofrenia,6.
Liza. (2007). ‘PPDGJ III pedoman diagnostik skizofrenia’. Diakses dari
https://drliza.wordpress.com/2007/12/01/ppdgj-iii-pedoman-dignostik-skizofrenia. Tanggal 19 Juli 2017.
Maslim, R. (2013). Buku Saku Diagnosis Gangguan Jiwa, PPDGJ-III dan DSM 5. Jakarta: Bagian Ilmu kedokteran Jiwa FK-Unika Atmajaya.
Milligan, C. (2004). Caring for older people in New Zealand: Informal carers’experiences of the transition of care from the home to residential care. Research report. Institute for Health Research, Lancaster University.
Moningsih, I. (2002). Penerimaan Orangtua Pada Anak Mental Retardation (Naskah Publikasi), Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma
Prasistiya. (2006). Penelitian yang menggunakan rumus Lameshow. Diakses dari http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/106/jtptunimus-gdl-prasistiya-5254-3-bab3.pdf. Tanggal 17 Februari 2017.
Prayitna, E, Lestari, S, Supriyono, Y. (2014). ‘ Hubungan antara dukungan sosial keluarga dengan penerimaan anak autisme’. Program Studi Psikologi, FISIP Universitas Brawijaya Malang.
Robbins, Stephen, P., & Judge, T.A. (2009). Perilaku organisasi. Buku 2, Jakarta:
Salemba.
Rumah Sakit Jiwa Prof.dr.M.Ildrem Medan. (2016). Data Jumlah Pasien di Unit Rawat Jalan.
Santoso, K, B. Farida, H, D, K. & erlisa, C. (2017). ‘Dukungan keluarga mempengaruhi kepatuhan minum obat pasien skizofrenia’. Nursing News. 2 (2).
Sari, H, Keliat, B, A, Mustikasri, C.D, N, H., & Susanti, H. (2009). Pengaruh family pychoeducation therapy terhadap beban dan kemampuan keluarga dalam merawat klien pasung di kabupaten bireuen NAD (tesis, Universitas Indonesia).
Sembiring, L, W. (2015). Hubungan pengetahuan tentang retardasi mntal dengan penerimaan orang tua di Desa Abang Kecamatan Sulu (Karya Tulis Ilmiah).
Smart, P. (2016). ‘Skizofrenia’. Diakses dari www21.Ha.Org.hk/sub/EMG/files/schizophrenia.pdf?ext=.pdf. Tanggal 18 Juli 2017.
Sudijono, A. (2001). Resensi buku pengantar Eevaluasi pendidikan. Diakses dari fhttps://fitasukiyani.wordpress.com/2016/01/10/resensi-buku-pengantar-evaluasi-pendidikan-anas-sudijono-1/. Tanggal 25 Desember 2016.
Suryaningrum, S & Wardani, I, Y.(2013). ‘Hubungan antara beban kelaurga dengan kemampuan keluarga merawat pasien perilaku kekerasan di poliklinik rumah sakit Marzoeki Mahdi Bogor’. Jurnal Keperawatan Jiwa, 1(2), 148-155.
Suwaji, I & Setiawan, Y. (2014). ‘Hubungan antara penerimaan orangtua dan konsep diri dengan motivasi berprestasi pada anak slowlearner’. Persona Jurnal Psikologi Indonesia, 3(03), 283-288.
Tim penyusun. (1989). Kamus besar bahasa Indonesia. Jakarta: Departemen pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta: Balai Pustaka.
Unsoed. (2016). Penulisan daftar pustaka berdasarkan Harvard format APA style. Diakses dari http://starbpkp.unsoed.ac.id/pdf. Tanggal 20 Desember 2016.
Utami, T, W, Keliat, B, A, Gayatri, D., & Utami, R. (2011). ‘Peningkatan kemampuan keluarga merawat klien gangguan jiwa melalui kelompok swabantu’. Jurnal Keperawatan Indonesia, 14(1), 37-44.
Wardhani, R, S, P. (2013). Penerimaan keluarga pasien skizofrenia yang menjalani rawat inap (Naskah Publikasi), Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta.
WHO. (2013). Diakses dari www.WHO.int/mediacentre/factsheets/fs397/en/
Tanggal 25 Desember 2016.
Wibisono, S. (2013). Buku ajar psikiatri. (Ed. 2). Jakarta: Badan Penerbit FK UI.
Winkel, W. S. (1996). Psikologi pengajaran. Jakarta: Grasindo. Diakses darihttp://library.um.ac.id/free-contents/printbook2.php/koleksi-digital- perpustakaan-24649.html. Tanggal 25 Desember 2016.
Lampiran 1.
JADWAL PENELITIAN
No Aktivitas Penelitian Sept-2016 Okt-2016 Nov-2016 Des-2016 Jan-2017 Feb-2017 Mar-2017 Apr-2017 Mei-2017 Jun-2017 Jul-2017
Minggu ke 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 PengajuanJudul 2 Menyusun Bab 1 3 Menyusun Bab 2 4 Menyusun Bab 3 5 Menyusun Bab 4 6 Menyusun Kuesioner 7 Menyerahkan Proposal 8 Ujian sidang Proposal 9 Revisi Proposal 10 Uji etik penelitian 11 Uji Reliabilitas
12 Analisis hasil uji reliabilitas
13 Revisi instrumen 14 Pengumpulan data 15 Analisa Data
16 Pengajuan Sidang Skripsi 17 Ujian Sidang Skripsi 18 Perbaikan laporan akhir 19 Mengumpulkan Skripsi
Lampiran 2.
PENJELASAN TENTANG PENELITIAN
Judul Penelitian :“Hubungan Penerimaan Keluarga dengan Kemampuan Merawat Pasien Skizofrenia di RS jiwa Prof. Dr.M.Ildrem Medan”
Peneliti : Halima Rozza Daulay
No.Telepon : 081397609835
Saya Halima Rozza Daulay (Mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara) bermaksud mengadakan penelitian untuk mengetahui Hubungan Penerimaan Keluarga dengan Kemampuan Merawat Pasien Skizofrenia di RS Jiwa prof. Dr.M.Ildrem Medan.
Hasil Penelitian ini akan direkomendasikan sebagai masukan untuk program pelayanan keperawatan kesehatan jiwa.
Peneliti menjamin bahwa penelitian ini tidak akan menimbulkan dampak negatif bagi siapapun. Peneliti berjanji akan menjunjung tinggi hak-hak responden dengan cara : 1) Menjaga kerahasiaan data yang diperoleh, baik dalam proses pengumpulan data, pengolahan data, maupun penyajian hasil penelitian nantinya.2). Menghargai keinginan responden untuk tidak berpartisipasi dalam penelitian ini.
Melalui penjelasan singkat ini, peneliti mengharapkan kesediaan responden. Atas kesediaan dan partisipasinya peneliti mengucapkan Terima kasih.
Lampiran 3.
LEMBAR PERSETUJUAN
Setelah membaca penjelasan penelitian ini dan mendapatkan jawaban atas pertanyaan yang saya ajukan, maka saya mengetahui manfaat dan tujuan penelitian ini, saya mengerti bahwa peneliti menghargai dan menjunjung tinggi hak-hak saya sebagai responden.
Saya menyadari bahwa penelitian ini tidak akan berdampak negatif bagi saya, saya mengerti bahwa keikutsertaan saya dalam penelitian ini sangat besar manfaatnya bagi peningkatan kualitas pelayanan keseshatan jiwa di komunitas.
Persetujuan yang saya tanda tangani menyatakan bahwa saya berpartisipasi dalam penelitian ini.
Medan, ……… 2017 Responden,
………
Lampiran 4.
Petunjuk pengisian :
1. Bacalah dengan teliti pertanyaan berikut ini 2. Isilah jawaban pada tempat yang tersedia
3. Apabila pertanyaan berupa pilihan, cukup dijawab dengan memberikan tanda (√) pada tempat yang tersedia
Nomor Responden : ……… (diisi peneliti)
Tanggal : ……….
Alamat :………..
A. Data Demografi Responden
1. Usia : ………tahun 7. Lama klien terdiagnosa skizofrenia : ……… tahun
8. Lama merawat klien : ……… tahun
KEMAMPUAN KELUARGA
1. Isilah pernyataan dibawah ini dengan memberikan tanda check list (√) pada jawaban yang sesuai dengan pilihan anda : STS = Sangat Tidak Setuju, TS = Tidak Setuju, S = Setuju, dan SS = Sangat Setuju
Petunjuk Pengisisan :
2. Setiap soal hanya berisi satu jawaban
No. Pernyataan STS TS S SS
1. Kesehatan jiwa adalah suatu kondisi mental yang sejahtera
2. Ciri-ciri sehat jiwa adalah bersikap positif terhadap diri sendiri dan mampu menghadapi stress yang terjadi sepanjang hidup
3. Gangguan jiwa adalah perubahan fungsi fisik dan jiwa yang menyebabkan gangguan sehingga menimbulkan hambatan dalam melaksanakan peran social
4. Penyebab gangguan jiwa adalah pola asuh yang salah dalam keluarga
5. Tanda-tanda orang yang menarik diri adalah tidak mau bergaul dengan orang lain
6. Tanda-tanda orang yang kurang perawatan diri adalah menolak untuk mandi
7. Gejala orang yang mengalami gangguan jiwa adalah marah-marah tanpa ada penyebab
8. Gejala orang yang mengalami gangguan jiwa adalah sering mendengar suara-suara 9. Keluarga mengalami sulit tidur bila ada
anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa
10. Cara merawat anggota keluarga yang senang menyendiri adalah tidak
mengganggu anggota keluarga di kamar 11. Cara merawat anggota keluarga yang
sering bicara sendiri adalah sering menyapa anggota keluarga
12. Cara merawat pasien adalah sering dilibatkan dalam aktivitas di rumah
13. Cara merawat anggota keluarga yang sering merasa minder adalah memberikan pujian setelah melakukan suatu kegiatan 14. Cara merawat anggota keluarga yang
tidak mau mandi adalah memandikan 15. Keluarga harus memberikan obat keapda
pasien sesuai dengan waktu pemberian 16. Keluarga harus memberikan obat kepada
pasien sesuai dengan dosis obat
17. Pasien mampu melakukan kegiatan rutin sehari-hari
18. Pasien mampu bergaul dengan orang lain 19. Gangguan jiwa tidak dapat disembuhkan 20. Jika pasien mengalami kekambuhan harus
segera dibawa ke puskesmas
21. Saya mengajak pasien mengobrol dengan saya
22. Saya mengajak pasien mengobrol dengan anggota keluarga yang lain
23. Saya mengajak pasien ngobrol dengan orang lain
24. Saya mengingatkan pasien tentang jadwal kontrol ke puskesmas
25. Saya melibatkan pasien dalam kegiatan keluarga
26. Saya mengajarkan cara mandi pada pasien
27. Saya mengajarkan cara berpakaian pada
pasien
28. Saya mengajarkan cara menyisir rambut pada pasien
29. Saya mengajarkan cara menggosok gigi pada pasien
30. Saya mengajarkan cara menyiapkan makan sebelum makan pada pasien
31. Saya mengajarkan cara mencuci piring setelah makan pada pasien
32. Saya melibatkan pasien untuk merapikan rumah
33. Saya melibatkan pasien untuk berbelanja ke warung
34. Saya membiarkan saja jika pasien menyendiri di kamar
35. Saya membiarkan saja jika paien tidak mau mengerjakan pekerjaan sehari-hari di rumah
36. Saya mengajarkan pasien untuk membuat jadwal kegiatan sehari-hari
37. Saya memberikan pujian bila pasien melakukan sesuatu yang baik
38. Saya melakukan pekerjaan yang saya senangi untuk mengatasi stress dalam merawat pasien
39. Saya malakukan tarik nafas dalam untuk mengatasi stress dalam merawat pasien 40. Saya berbicara dengan orang lain untuk
mengatasi stress dalam merawat pasien
PENERIMAAN KELUARGA
1. Isilah pernyataan dibawah ini dengan member tanda checklist (√) pada jawaban yang sesuai dengan pilihan anda
2. Setiap soal hanya berisi satu jawaban
No. Pernyataan Tidak
Pernah
Kadang-kadang Sering Selalu 1. Berusaha mencari tahu tentang penyakit 2. Menemani berobat sesuai jadwal
pengobatan
3. mengingatkan minum obat secara
teratur
4. Mempersiapkan pekerjaan untuk masa
depan
5. Berupaya membantu memenuhi
kebutuhan
6. Memperhatikan keluhan
7. Memberikan perhatian penuh pada
penyembuhan
8. Berusaha tidak berkata kasar
9. Berusaha untuk mengikuti
perkembangan dari hari ke hari
10. Mengajarkan untuk menyapa orang lain 11.
Memberi semangat pada pasien bahwa gejala penyakit yang dirasakan dapat
diatasi
12. Melatih mengontrol gejala penyakit
13. Berusaha usaha bersikap hangat pada
pasien
14. Mengajak diskusi tentang kegiatan yang
dilakukan sehari-hari
15. Mencoba menggali masalah yang
dihadapi dan menawarkan solusi
16. Berusaha memberi contoh yang baik
17. Mengajarkan cara menjaga kebersihan
diri
18. Mengajak pasien untuk beribadah
19. Menyesuaikan diri dengan kondisi
pasien
20. Mencoba menerima keadaan pasien
dengan tenang
21.
Lakukan apa saja agar pasien cepat sembuh
22. Tidak memaksakan kehendak pada
23. Memberi kesempatan pada pasien untuk
memilih kegiatan yang disukainya
24. Menerima segala kekurangan dan
kelebihan
Lampiran 5.
Lampiran 6.
Lampiran 7.
Lampiran 8.
Perhitungan Validititas CVI (Conten Validity Index) dengan standar valid 0.8 CVI=
No
Number of item expert agreement rated 3 or 4 Total number of item
Skala Penerimaan Keluarga
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Ahli 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1
No 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24
Ahli 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Ahli 2 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1
No 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24
Ahli 2 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Ahli 3 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1
No 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24
Ahli 3 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1
CVI = 20 = 0,833 24
Lampiran 9.
Lampiran 10
Lampiran 11.
Lampiran 12
P7 P8 P9 P10 P11 P12 P13 P14 P15 P16 P17 P18 P19 P20
P21 P22 P23 P24 SKOR P1 P2 P3 P4 P5 P6 P7 P8 P9
P10 P11 P12 P13 P14 P15 P16 P17 P18 P19 P20 P21 P22 P23
P24 P25 P26 P27 P28 P29 P30 P31 P32 P33 P34 P35 P36 P37
P38 P39 P40 HASIL
Lampiran 13.
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Nama : Halima Rozza Daulay Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Alamat : Paran Batu, Padang Lawas Sibuhuan No. Hp : 081397609835
Nama Ayah : H. Abdul Halim Daulay, B.A Nama Ibu : Hj. Rosida Hutasuhut, B.A Pendidikan :
1. Tahun 2001 – 2007 : SD Negeri Paran Batu
2. Tahun 2007 – 2010 : MTs.S Alhakimiyah Paringgonan 3. Tahun 2010 – 2013 : MAN Sibuhuan
4. Tahun 2013 – Sekarang : Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara