• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Keterbatasan Penelitian

Dalam penelitian ini banyak keterbatasan terutama dari diri peneliti, keterbatasan ini diantaranya:

1. Peneliti hanya melakukan penelitian pada siswa kelas VIII di UPT SPF SMPN 49 Makassar dan hasilnya tidak bisa di generalisasikan ditempat lain.

2. Peneliti hanya mampu melakukan wawancara kepada empat siswa

56

Berdasarkan hasil analisi data penelitian dan pembahasan yang diperoleh maka peneliti menarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Kemampuan pemahaman konsep peserta didik dengan tipe gaya kognitif FD (field dependent) yakni memenuhi dua indikator pemahaman konsep ialah indikator menyajikan gagasan kedalam benntuk matematika dan indikator memberikan contoh dan yang bukan contoh PTLSV. Dan dua indikator yang tidak dipenuhi ialah indikator menyebutkan kembali gagasan PTLSV dan indikator menerapkan konsep kedalam pemecahan masalah matematis.

2. Kemampuan pemahaman konsep siswa dengan tipe gaya kognitif FI (field independent), semua indikator terpenuhi oleh peserta didik yaitu indikator menyampaikan contoh dan yang bukan contoh PTLSV, menyebutkankembali gagasan PTLSV, menyampaikan konsep dengan bentuk matematika, dan menerapkan konsep kedalam pemecahan masalah matematis.

B. Saran

Berdasarkan keterbatasan penelitian ini, maka peneliti memberikan saran sebagai berikut:

1. Untuk guru, suapaya dalam belajar matematika sebaiknya memperhatikan pemahaman konseptual yang dimiliki tiap siswa dalam proses pembelajaran berlangsung.

2. Untuk siswa, setelah menerima materi dari sekolah sebaiknya siswa mengulang-ulang atau belajar kembali pelajaran yang sudah diberikan guru agar mengingat materi yang telah dipelajari sebelumnya.

3. Bagi calon peneliti yang meneruskan penelitian ini, yaitu dengan menambah soal menjadi lebih banyak lagi supaya tujuan penelitian bisa mendapatkan hasil yang lebih baik.

58

Aryadi, dkk. 2017. Pemahaman Konseptual Siswa Pada Materi Pertidaksamaan Linear Satu Variabel Di Sekolah Menengah Pertama, (online)

Dewanti, dkk. 2018. Analisis Pemahaman Konsep Matematika Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Faktorisasi Suku Aljabar Berdasarkan Kesulitan Belajar Faktor Intelektual Siswa Pada Kelas VIII B SMP N 8 Surakarta.

Jurnal Phenomenon, (Online), Vol. 08, No. 1

Jhahro, Kholif Fatujs, dkk. 2018. Pemahaman Konsep Siswa Pada Pemecahan Masalah Soal Geometri Pokok Bahasan Segiempat Ditinjau Dari Gaya Kognitif Reflektif-Impulsif Siswa, (online), Vol. 9, No. 1

Lestari, K.E. dan Yudhanegara, M.R. 2017. Penelitian Pendidikan Matematika.

Bandung: PT Refika Aditama.

Ma’rufi, dkk. 2018. Pemahaman Konsep Geometri Mahasiswa Berdasarkan Gaya Kognitif Mahasiswa. Jurnal penelitian matematika dan pendidikan matematika, (Online), Vol. 1, No. 2

Purwanti, Ramadhani Dewi. dkk. 2016. Pengaruh Pembelajaran Berbatuan Geogebra Terhadap Pemahaman Konsep Matematis Ditinjau Dari Gaya Kognitif. Jurnal Pendidikan Matematika, (Online), Vol. 7, No. 1

Rochmawati, Ayu & Rachmania M. Hariastuti. 2017. Analisis Pemahaman Siswa Pada Pokok Bahasan Garis Dan Sudut Berdasarkan Gaya Kognitif Field Independent Dan Field Dependent. Jurnal Pendidikan Matematika Dan Matematika, (Online), Vol. 1, No. 1

Septiani, Linda & Heni Pujiastuti. 2020. Analisis Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa Sekolah Menengah Pertama Berdasarkan Gaya Kognitif. Media Pendidikan Matematika, (Online), Vol. 8, No. 1

Setiawati, Dwi. dkk. 2019. Pemahaman Konseptual Siswa Dikaji Dari Gaya Kognitif Dalam Materi Pertidaksamaan Linear Satu Variabel Di SMP.

(Online)

Siagiant, Muhammad Daut. 2016. Kemampuan Koneksi Matematik Dalam

Pembelajaran Matematika. Jurnal of Mathematics Education and Scienci, (Online), Vol. 2, No. 1

Suliswanto, dkk. 2020. Profil Pemahaman Konsep Siswa Pada Materi Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel Ditinjau Dari Gaya Kognitif. Jurnal Didaktik Matematika, (Online), Vol. 7, No. 2

Susanto, Herry Agus. 2015. Pemahaman Pemecahan Masalah Berdasar Gaya Kognitif. Yogyakarta: Deepublish.

Ulya, Himmatul. 2015. Hubungan Gaya Kognitif Dengan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa. Jurnal Konseling Gusjigang, (Online), Vol. 1, No. 2

LAMPIRAN A LEMBAR SOAL

DAN KUNCI JAWABAN

1. LEMBAR SOAL

Tes Group Embedded Figure Test (GEFT) Untuk menentukan subjek penelitian

Instrument Group Embedded Figure Test (GEFT)

Nama :...

Kelas/ No. Absen :...

Tempat/tanggal lahir :...

Tanggal (hari ini) :...

PENJELASAN

Tes ini dimaksudkan untuk menguji kemampuan anda dalam menemukan bentuk sederhana yang tersembunyi pada gambar rumit.

Gambar berikut merupakan bentuk yang sederhana dan diberi nama “X”

Bentuk sederhana yang bernama “X” ini tersembunyi di dalam gambar yang lebih rumit di bawah ini.

GROUP EMBEDDED FIGURES TEST

Coba temukan bentuk sederhana “X” tersebut pada gambar rumit dan tebalkan dengan pensil bentuk yang anda temukan tadi. Bentuk yang ditemukan haruslah mempunyai ukuran, perbandingan dan arah yang sama dengan bentuk sederhana

“X”. Jika anda selesai, baliklah halaman ini untuk memeriksa jawaban anda.

Pada halaman berikut ditemukan soal-soal seperti di atas pada setiap halaman.

Anda melihat gambar rumit dan kalimat dibawahnya merupakan perintah untuk menunjukkan bentuk sederhana yang tersembunyi di dalamnya.

Untuk mengerjakan setiap soal, lihat sampul belakang lembar ini untuk melihat bentuk sederhana yang harus ditemukan. Kemudian berilah garis tebal pada bentuk yang sudah ditemukan dalam gambar rumit tersebut.

Perhatikan hal-hal berikut:

1. Soal-soal berikut dibagi menjadi 3 bagian, setiap bagian dikerjakan dalam waktu yang berbeda, rincian waktu masing-masing bagian adalah:

a. Bagian pertama 6 menit, b. Bagian kedua 12 menit, dan

c. Bagian ketiga 12 menit.

2. Lihat kembali bentuk sederhana jika dianggap perlu.

3. Kerjakan soal-soal secara berurutan, jangan melompati sebuah soal kecuali jika anda benar-benar tidak bisa menjawab.

4. Untuk setiap soal, hanya satu saja bentuk yang ditebalkan. Jika Anda melihat lebih dari satu bentuk sederhana yang tersembunyi pada pola gambar yang kompleks (rumit), maka yang perlu ditebali cukup satu saja.

5. Bentuk sederhana yang tersembunyi pada gambar rumit mempunyai ukuran, perbandingan dan arah menghadap yang sama dengan bentuk sederhana pada sampul belakang.

6. Jangan membalik halaman sebelum ada perintah.

JANGAN MEMBALIK HALAMAN SEBELUM ADA PERINTAH

BAGIAN. I

1. Carilah bentuk sederhana yang sesuai dengan bentuk“B”

2. Carilah bentuk sederhana yang sesuai dengan bentuk “G”

3. Carilah bentuk sederhana yang sesuai dengan bentuk “D”

4. Carilah bentuk sederhana yang sesuai dengan bentuk “E”

5. Carilah bentuk sederhana yang sesuai dengan bentuk “C”

6. Carilah bentuk sederhana yang sesuai dengan bentuk “F”

7. Carilah bentuk sederhana yang sesuai dengan bentuk “A”

BAGIAN. II

1. Carilah bentuk sederhana yang sesuai dengan bentuk “G”

2. Carilah bentuk sederhana yang sesuai dengan bentuk “A”

3. Carilah bentuk sederhana yang sesuai dengan bentuk “G”

4. Carilah bentuk sederhana yang sesuai dengan bentuk “E”

5. Carilah bentuk sederhana yang sesuai dengan bentuk “B”

6. Carilah bentuk sederhana yang sesuai dengan bentuk “C”

7. Carilah bentuk sederhana yang sesuai dengan bentuk “E”

8. Carila Carilah bentuk sederhana yang sesuai dengan bentuk “D”

9. Carilah bentuk sederhana yang sesuai dengan bentuk “H”

BAGIAN. III

1. Carilah bentuk sederhana yang sesuai dengan bentuk “F”

2. Carilah bentuk sederhana yang sesuai dengan bentuk “G”

3. Carilah bentuk sederhana yang sesuai dengan bentuk “C”

4. Carilah bentuk sederhana yang sesuai dengan bentuk “E”

5. Carilah bentuk sederhana yang sesuai dengan bentuk “B”

6. Carilah bentuk sederhana yang sesuai dengan bentuk “E”

7. Carilah bentuk sederhana yang sesuai dengan bentuk “A”

8. Carilah bentuk sederhana yang sesuai dengan bentuk “C”

9. Carilah bentuk sederhana yang sesuai dengan bentuk “A”

BENTUK-BENTUK SEDERHANA

LEMBAR SOAL TES KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP

1. Berdoalah terlebih dahulu sebelum mengerjakan soal.

2. Selesaikan soal dibawah ini dengan sungguh-sungguh sesuai dengan kemampuan masing-masing.

3. Baca dan pahami permasalahan dengan cermat dan tepat.

4. Kerjakan secara individu dan tanyakan pada guru/ pengawas apabila terdapat soal yang kurang jelas.

Kerjakan Soal-soal dibawah ini dengan tepat!

1. Tuliskan pendapat anda tentang pertidaksamaan linear satu variabel? Tuliskan bentuk umum dari pertidaksamaan linear satu variabel!

2. Tuliskan :

a. 2 contoh pertidaksamaan linear satu variabel

b. 2 contoh yang bukan merupakan pertidaksamaan linear satu variabel 3. Ubahlah kedalam bentuk pertidaksamaan!

a. Sebuah baju dijual dengan harga tidak lebih dari 100.000 b. Jarak rumah Satria ke pasar lebih dari 3 kilometer

4. Umur Nisa dan Asni masing-masing ( 7𝑥 - 3 ) dan ( 3𝑥 + 5 ). Jika umur Nisa lebih dari umur Asni maka tentukanlah nilai 𝑥?

2. ALTERNATIF JAWABAN

Alternatif jawaban penentuan subjek penelitian Group Embedded Figure Test (GEFT)

BAGIAN. I

BAGIAN. II

BAGIAN. III

Alternatif jawaban soal kemampuan pemahaman konsep

1. Tuliskan pendapat anda tentang pertidaksamaan linear satu variabel? Tuliskan bentuk umum dari pertidaksamaan linear satu variabel.

Jawaban:

Pertidaksamaan linear satu variabel adalah pertidaksamaan yang hanya memiliki satu variabel dan berpangkat satu menggunakan tanda pertidaksamaan <,

>, ≤, dan ≥.

Bentuk umum pertidaksamaan linear satu variabel (PtLSV) bisa dinyatakan sebagai berikut:

a. 2 contoh pertidaksamaan linear satu variabel

b. 2 contoh yang bukan merupakan pertidaksamaan linear satu variabel Alternatif jawaban :

a. 2𝑥 + 3 < 15 5𝑥 − 3 ≤ 12 b. 8 > 5

𝑥 + 𝑦 ≤ 10

3. Ubahlah kedalam bentuk pertidaksamaan!

a. Sebuah baju dijual dengan harga tidak lebih dari 100.000 b. Jarak rumah Satria ke pasar lebih dari 3 kilometer

Alternatif jawaban:

a. Misalkan baju = b b ≤ 100.000

b. Misalkan Jarak rumah Satria ke pasar = s s > 3 kilometer

4. Umur Nisa dan Asni masing-masing ( 7𝑥 - 3 ) dan ( 3𝑥 + 5 ). Jika umur Nisa lebih dari umur Asni maka tentukanlah nilai 𝑥.

Jawaban:

LAMPIRAN B

PEDOMAN WAWANCARA

PEDOMAN WAWANCARA SETELAH PELAKSANAAN TES TERTULIS Sekolah : UPT SPF SMPN 49 Makassar

Mata Pelajaran : Matematika

Materi : Pertidaksamaan Linear Satu Variabel Kelas : VIII

A. Tujuan Wawancara

1. Mengkonfirmasi jawaban siswa dalam menyelesaikan soal kemampuan pemahaman konsep.

2. Mengetahui kemampuan pemahaman konsep siswa yang akan diujikan dengan materi pertidaksamaan linear satu variabel.

B. Jenis Wawancara

Jenis wawancara yang digunakan peneliti adalah wawancara tidak terstruktur. Yakni, proses wawancara yang tidak tersusun secara sistematis dan tidak harus sama dengan pedoman wawancara yang telah disusun, atau dengan kata lain wawancara ini dapat berkembang setelah kita berada dilapangan.

C. Pelaksanaan

Wawancara dilakukan setelah pengerjaan tes tertulis, peneliti menentukan waktu dan tempat yang telah disepakati bersama siswa yang akan diwawancarai terkait sejumlah soal yang telah dikerjakan. Adapun garis besar pertanyaan yang telah disusun sebagai berikut:

Beberapa pertanyaan tersebut bisa bertambah dan berkembang sesuai dengan jawaban subjek pada saat wawancara berlangsung

No Indikator Pertanyaan

No.

Soal 1 Kemampuan menyatakan ulang

sebuah konsep

1. Apakah anda paham maksud dari soal?

2. Coba anda jelaskan!

3. Dapatkah anda menyebutkan kembali jawaban anda?

1

2 Kemampuan memberi contoh dan bukan contoh dari konsep

1. Apakah anda dapat menuliskan contoh yang termasuk pertidaksamaan linear satu variabel dan yang bukan merupakan

pertidaksamaan linear satu variabel?

2

3 Kemampuan menyajikan konsep dalam berbagai bentuk

representasi matematika

1. Apakah soalnya sulit dipahami?

2. Dapatkah anda menyebutkan kembali pemisalan yang anda gunakan?

3

4 Kemampuan mengaplikasikan konsep atau algoritma ke dalam pemecahan masalah

1. Apakah anda menyelesaikan soal dengan langkah-langkah yang tepat?

2. Bagaimana langkah-langkah penyelesaian yang anda lakukan?

4

LAMPIRAN C

LEMBAR JAWABAN SUBJEK

LEMBAR JAWABAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA SUBJEK S1FD

SUBJEK S2FD

SUBJEK S1FI

SUBJEK S2FI

LAMPIRAN D TRANSKIP HASIL

WAWANCARA

TRANSKIP HASIL WAWANCARA SOAL PERTAMA SUBJEK S1FD

P : paham jki soalnya dek?

S1FD : paham ji kak.

P : apa yang ditanyakan dari soal?

S1FD : na minta apa yang ditau tentang pertidaksamaan linear satu variabel dan tuliskan bentuk umumnya.

P : jadi apa jawabanta ?

S1FD : Pertidaksamaan linear satu variabel adalah cara untuk memudahkan kita dalam soal cerita, kita bisa mengganti angka dengan huruf yang bisa kita pilih contohnya x.

SUBJEK S2FD P : paham jki soalnya dek?

S2FD : Iyee kak.

P : apa yang ditanyakan dari soal?

S2FD : apa yang ditau tentang pertidaksamaan linear satu variabel sama diminta tuliskan bentuk umum pertidaksamaan linear satu variabel kak.

P : jadi apa jawabanta ?

S2FD : Pertidaksamaan linear satu variabel adalah menggunakan tanda lebih kecil, lebih besar, lebih kecil sama dengan, lebih besar sama dengan. Bentuk umumnya ax + b < c, ax + b > c,

S1FI : apa yang diketahui tentang pertidaksamaan linear satu variabel dan tuliskan bentuk umumnya.

P : jadi apa jawabanta ?

S1FI : Pertidaksamaan linear satu variabel mempunyai satu variabel contohnya x. Bentuk umumnya ax + b < c, ax + b > c, ax + b ≤ c, ax + b ≥ c

P : kenapa dilembar jawaban ta tidak ditulis bentuk umumnya?

S1FI : Lupa kak, buru-buru .

SUBJEK S2FI P : paham jki soalnya dek?

S2FI : paham kak.

P : apa yang ditanyakan dari soal?

S2FI : pengertian pertidaksamaan linear satu variabel dan tuliskan bentuk umumnya.

P : jadi apa jawabanta ?

S2FI : Pertidaksamaan linear satu variabel adalah pertidaksamaan yang mempunyai satu variabel, contohnya 3𝑥 + 7 > 9− 2 . Bentuk umumnya ax + b < a, ax + b > a, ax + b ≤ a, ax + b ≥ a

TRANSKIP HASIL WAWANCARA SOAL KEDUA SUBJEK S1FD P : paham jki soalnya dek?

S1FD : Paham kak.

P : Pada bagian a coba sebutkan 2 contoh yang termasuk pertidaksamaan linear satu variabel dek?

S1FD : 5𝑥 + 1 > 4𝑥 − 5, yang kedua 5𝑥 + 1 < −5𝑥 + 5

P : Coba yang bagian b dek, sebutkan yang bukan merupakan pertidaksamaan linear satu variabel?

S1FD : 5𝑥 + b𝑦 > 8𝑥 + 𝑏𝑦, 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑘𝑒𝑑𝑢𝑎 5𝑥 + 1 < 8𝑥 + 5y

P : kenapa bisa bukan pertidaksamaan linear satu variabel itu dek?

S1FD : karena dua variabelnya kak x dan y.

SUBJEK S2FD P : paham jki soalnya dek?

S2FD : iyee kak.

P : Pada bagian a coba sebutkan 2 contoh yang termasuk pertidaksamaan linear satu variabel dek?

S2FD : 2𝑥 + 5 ≥ 0, yang kedua 2𝑥 + 5 ≤ 0

P : Coba yang bagian b dek, sebutkan yang bukan merupakan pertidaksamaan linear satu variabel?

S2FD : 2𝑥 + 5 = 0, yang kedua 2𝑥 + 5 = 0

P : kenapa bisa bukan pertidaksamaan linear satu variabel itu dek?

S2FD : karena pakai tanda sama dengan kak (=) .

SUBJEK S1FI P : paham jki soalnya dek?

S1FI : iyee kak.

P : Pada bagian a coba sebutkan 2 contoh yang termasuk pertidaksamaan linear satu variabel dek?

S1FI : −2𝑥 + 3 > 3, yang kedua −5𝑥 + 4 ≤ 10

P : Coba yang bagian b dek, sebutkan yang bukan merupakan pertidaksamaan linear satu variabel?

S1FI : −2𝑥 + 3 = 0, yang kedua −5𝑥 + 4 = 0

P : kenapa bisa bukan pertidaksamaan linear satu variabel itu dek?

S1FI : karena pakai tanda sama dengan kak (=) .

SUBJEK S2FI P : paham jki soalnya dek?

S2FI : iyee kak.

P : Pada bagian a coba sebutkan 2 contoh yang termasuk pertidaksamaan linear satu variabel dek?

S2FI : 5𝑥 − 2 > 9 − 3, yang kedua 8𝑥 + 5 ≤ 10 + 2

P : Coba yang bagian b dek, sebutkan yang bukan merupakan pertidaksamaan linear satu variabel?

S2FI : 6𝑥 − 5𝑎 + 3𝑦, yang kedua 2𝑎 + 2𝑏 + 7𝑥

P : kenapa bisa bukan pertidaksamaan linear satu variabel itu dek?

S2FI : karena tiga variabelnya kak .

TRANSKIP HASIL WAWANCARA SOAL KETIGA SUBJEK S1FD P : paham jki soalnya dek?

S1FD : Paham kak.

P : Pada bagian a coba sebutkan bentuk matematikanya dek?

S1FD : 𝑥 ≤ 100.000 kak

P : Kenapa dilembar jawaban ta >100 dek?

S1FD : Iyee buru-buru ka kak jadi tidak ku perhatikan tandanya P : Coba yang bagian b sebutjan bentuk matematikanya dek?

S1FD : 𝑠 > 3 kak

SUBJEK S2FD P : paham jki soalnya dek?

S2FD : Paham kak.

P : Pada bagian a coba sebutkan bentuk matematikanya dek?

S2FD : 𝑥 ≤ 100.000 kak

P : Coba yang bagian b sebutkan bentuk matematikanya dek?

S2FD : 𝑥 > 3 𝑘𝑖𝑙𝑜𝑚𝑒𝑡𝑒𝑟 kak

P : Kenapa dilembar jawaban ta menggunakan tanda ≥ dek?

S2FD : Iye salah itu kak, baru ku perhatikan baik-baik soalnya harusnya pakai tanda > kak

SUBJEK S1FI P : paham jki soalnya dek?

S1FI : iya kak.

P : Pada bagian a coba sebutkan bentuk matematikanya dek?

S1FI : 𝑥 ≤ 100.000 kak

P : Kenapa dilembar jawaban ta menggunakan tanda < dek?

S1FI : seharusnya ≤ disitu kak karena tidak lebih dari 100.000 kak P : Coba yang bagian b sebutkan bentuk matematikanya dek?

S1FI : 𝑠 > 3 kak

SUBJEK S2FI P : paham jki soalnya dek?

S2FI : Iyee kak.

P : Pada bagian a coba sebutkan bentuk matematikanya dek?

S2FI : 𝑥 ≤ 100.000 kak

P : Kenapa menggunakan tanda ≤ dek?

S2FI : Karena tidak boleh lebih dari 100.000 kak berarti masuk Juga 100.000 nya kak

P : Coba yang bagian b sebutkan bentuk matematikanya dek?

S2FI : 𝑠 > 3 kak

TRANSKIP HASIL WAWANCARA SOAL KEEMPAT SUBJEK S1FD

P : mengerti jki soalnya dek?

S1FD : iyee kak.

P : apa yang ditanyakan dari soal dek ? S1FD : Nilai x nya kak.

P : kenapa dilembar jawaban ta pakai tanda ≥ disitu dek?

S1FD : karena disoalnya kak umur nisa lebih dari umur asni P : Terus kenapa ada tanda sama dengannya disitu dek?

S1FD : Nda kutau ki kak

P : kenapa dilembar jawaban ta pakai tanda > disitu dek?

S2FD : karena disoalnya kak umur nisa lebih dari umur asni

P : kenapa menggunakan tanda > disitu dek?

S1FI : karena disoalnya kak umur nisa lebih dari umur asni P : Jadi berapa nilai x nya dek?

S1FI : 𝑥 > 2 kak P : Yakin jki dek? S1FI : iyee kak.

SUBJEK S2FI P : mengerti jki soalnya dek?

S2FI : iyee kak.

P : apa yang ditanyakan dari soal dek ? S2FI : Nilai x nya kak.

P : kenapa menggunakan tanda > disitu dek?

S2FI : karena disoalnya kak umur nisa lebih dari umur asni P : Jadi berapa nilai x nya dek?

S2FI : 𝑥 > 2 kak P : Yakin jki dek? S2FI : iyee kak.

LAMPIRAN E

DOKUMENTASI

Membawa surat izin penelitian

Pemberian tes Group Embedded Figure Test (GEFT)

Pemberian tes kemampuan pemahaman konsep

Wawancara kepada setiap subjek

Subjek S1FD Subjek S2FD

Subjek S1FI Subjek S2FI

LAMPIRAN F

PERSURATAN

RIWAYAT HIDUP

Nisa Amaliah, lahir di Mamuju pada tanggal 17 Januari 1999.

Anak kedua dari dua bersaudara, pasangan dari Sukirman S.Pd dan Rajmah. Penulis masuk sekolah dasar ke SD INPRES TOMMO III pada tahun 2005 dan tamat pada tahun 2011. Pada tahun yang sama masuk ke SMP Negeri 4 TOMMO dan tamat pada tahun 2014. Pada tahun yang sama masuk ke SMA Negeri 1 Kahu dan tamat pada tahun 2017. Kemudian pada tahun 2017 penulis melanjutkan ke Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) pada Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Strata satu (S1). Kemudian di tahun 2021 penulis menyusun skripsi ini dengan judul ”Analisis Kemampuan Pemahaman Konsep Pertidaksamaan Linear Satu Variabel Ditinjau dari Gaya Kognitif Siswa UPT SPF SMPN 49 Makassar”.

Dokumen terkait