• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PERSEMBAHAN

C. Keterbatasan Penelitian

j. Kelahiran sebelum waktunya biasanya memperlambat perkembangan motorik karena tingkat perkembangan motorik pada waktu lahir berada di bawah tigkat perkembangan bayi yang lahir tepat waktunya.

k. Cacat fisik, seperti kebutaan akan memperlambat perkembangan motorik.

l. Dalam perkembangan motorik, perbedaan jenis kelamin, warna kulit dan sosial ekonomi lebih banyak disebabkan oleh perbedaan motivasi dan pelatihan ketimbang anak karena perbedaan bawaan.

Dengan diketahuinya tingkat kemampuan motorik dari siswa KKO kelas X SMA Negeri 2 Kebumen, diharapkan guru/pelatih dapat memberikan aktivitas yang tepat kepada siswa sehingga siswa dapat berkembang maksimal dan diharapkan dapat meraih prestasi yang lebih baik. Jadi semakin sering siswa mengalami aktivitas gerak yang tepat, unsur-unsur kemampuan motorik akan ikut terlatih dan menambah kematangan dalam meakukan aktivitas motoriknya. Maka dari itu perlu diperhatikan dalam proses latihan masing-masing siswa, serta tenaga pelatih yang handal yaitu yang mampu mengembangkan kemampuan motorik siswanya yang benar.

1. Peneliti tidak dapat mengontrol kondisi siswa yang akan mengikuti tes pengukuran tingkat kemampuan motorik sehingga peneliti tidak mengetahui siswa dalam kondisi prima atau tidak.

2. Beberapa siswa mengikuti pertandingan beberapa hari sebelum test dilakukan sehingga siswa dalam kondisi yang tidak prima.

3. Peneliti sulit dalam menentukan hari pengambilan test karena menyesuaikan jadwal siswa yang sering mengikuti pertandingan.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data tingkat kemampuan motorik siswa KKO kelaas X SMA Negeri 2 Kebumen dapat diketahui bahwa terdapat 0 siswa (0%) yang mempunyai tingkat kemampuan motorik sangat tinggi, 9 siswa (25%) yang mempunyai tingkat kemampuan motorik tinggi, 16 siswa (44%) yang mempunyai tingkat kemampuan motorik sedang, 9 siswa (25%) yang mempunyai tingkat kemampuan motorik kurang, 2 siswa (6%) yang mempunyai tingkat kemampuan motorik sangat kurang.

Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa tingkat kemampuan motorik siswa KKO kelas X SMA Negeri 2 Kebumen berada pada kategori sedang dengan jumlah 16 siswa (44%) dari total 36 siswa.

B. Implikasi Hasil Penelitian

Dengan diketahui tingkat kemampuan motorik siswa KKO kelas X SMA Negeri 2 Kebumen rata-rata berada di tingkat sedang dengan jumlah siswa yang memperoleh kategori sedang ada 16 siswa (44%) dari total 36 siswa. Maka dari hasil penelitian ini dapat memberikan gambaran tentang kemampuan motorik siswa KKO kelas X SMA Negeri 2 Kebumen, sehingga dapat digunakan sebagai bahan evaluasi bagi guru atau pelatih yang mendampingi untuk menentukan program latihan siswa yang lebih terukur. Hasil penelitian ini juga dapat memberikan informasi tentang tingkat kemampuan motorik sehingga dapat digunakan sebagai

motivasi agar siswa KKO kelas X SMA Negeri 2 Kebumen terus berlatih dan dapat meningkatkan prestasinya. Sedangkan bagi guru Pendidikan Jasmani, dan para pelatih masing-masing cabang olahraga dapat dijadikan evaluasi keberhasilan terhadap pembelajaran motorik dan latihan yang dilakukan.

C. Saran

Berdasarkan dari hasil penelitian dan kesimpulan diatas, terdapat beberapa saran yang dapat penulis sampaikan, antara lain:

1. Bagi guru Pendidikan Jasmani, supaya dapat menjadikan acuan dalam mengetahui seberapa tingkat kemampuan motorik siswa KKO kelas X dalam memberikan aktivitas olahraga kepada siswanya.

2. Bagi siswa, setelah mengetahui tingkat kemampuan motorik yang ada, diharapkan untuk para siswa dapat lebih mengembangkan dan meningkatkan kemampuan motoriknya yang sesuai dengan keterampilan yang dimiliki supaya mencapai prestasi yang diharapkan.

3. Bagi sekolah, diharapkan dapat memberikan aktivitas olahraga untuk siswa KKO kelas X yang dapat mengacu dalam meningkatkan prestasi olahraga siswa.

4. Bagi penelitian mendatang, supaya dapatmengadakan pertimbangan penelitian ini dengan menggunakan subyek yang lain, baik dalam kuantitas maupun kualitas. Secara kuantitas dengan menambahkan jumlah subyek yang ada, sedangkan secara kualitas dengan melibatkan tingkatan usia atau kelas yang lain.

DAFTAR PUSTAKA

Motorik, A. P., & Motorik, P. (2008). BAB II TINJAUAN PUSTAKA A.

Perkembangan Motorik 1. 1–40.

Pranowo, A. A. (2012). Kemampuan Motorik Kasar Siswa Kelas IV dan V di Sekolah Dasar Negeri 2 Jetiswetan Pedan Klaten. 9–24.

Gilbert, J. L.; Harte, H. A., & Patrick, C. (2011). Purposeful play leads to school readiness. Dimensions of Early Childhood, 39 (1), 29-37.

Rahyubi, Heri (2012). Teori-teori Belajar dan Aplikasi Pembelajaran Motorik.

Majalengka: Referens.

Nurhasan (2004). Penilaian Pembelajaran Penjas. Jakarta: Depdiknas.

Kreitner, Robert (2014). Perilaku Organisasi. Jakarta: Ssalemba 4. Milman Yusdi.

2010, Pengertian Kemampuan. Blogspot.com/Pengertian Kemampuan.html.

Subkhi, Akhmad (2013). Pengantar Teori dan Organisasi. Jakarta: Prestasi Pustaka Raya.

Yhana Pratiwi dan Kristanto. M (2015). Upaya Meningkatan Kemampuan Motorik Kasar (Keseimbangan Tubuh) Anak Melalui Permainan Tradisional Engklek di Kelompok B Tunas Rimba II Tahun Ajaran 2014/2015. Jurnal Ilmu Keolahragaan. PAUDIA

Anderson David and Magill Richard (2011). Ability and Motor Ability. Motor Learning and Control Concepts and Applications. 52-56. New York: The McGraw Hill Companes.

Sujiono, Bambang (2012). Metode Pengembangan Fisik. Tangerang Selatan:

Univeritas terbuka

Sujiono, Yuliani (2012) Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta Decaprio, Ricahrd (2013) Aplikasi Teori Pembelajaran Motorik di Sekolah.

Yogyakarta: Divapress.

Hurlock, E. B. (1980). Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan, Edisi Kelima. (Terjemahan Istiwidayanti &

Soedjarwo) Jakarta: Erlangga. (Edisi asli diterbitkan tahun 1980 oleh McGraw-Hill,Inc.)

Noorlaila, Iva (2010). Panduan Lengkap mengajar PAUD. Yogyakarta: Pinus Sukamti, Rini Endang (2018). Perkembangan Motorik. Yogyakarta: UNY Press.

Toho & Gusril. (2004). Perkembangan Motorik. Jakarta: Depdikbud.

Yanuar, I. (2010). Kemampuan Motorik Siswa Kelas Atas SD MuhammadiyahTamantirto Kasihan Bantu. Jurnal Ilmu Keolahragaan.

Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.

Nugroho, S. (2005). Status Kemampuan Motorik Umum Siswa Sekolah Sepak Bola di Kabupaten Sleman. Laporan Penelitian Mandiri. Yogyakarta: FIK UNY

Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : Rineka Cipta.

LAMPIRAN

Lampiran 1. Pengajuan Judul Proposal Penelitian

Lampiran 2. Kartu Bimbingan

Lampiran 3. Surat Izin Penelitian

Lampiran 4. Surat ijin Dinas Pendidikan Wilayah IX

Lampiran 5. Lembar Disposisi SMA N 2 Kebumen

Lampiran 6. Petunjuk Pelaksanaan Borrow Motor Ability Test

Lampiran 7. Petunjuk Pelaksanaan Borrow Motor Ability Test

Lampiran 8. Petunjuk Pelaksanaan Borrow Motor Ability Test

Lampiran 9. Petunjuk Pelaksanaan Borrow Motor Ability Test

Lampiran 10. Rumus Perhitungan Kategori

RUMUS PERHITUNGAN KATEGORI Mean

Standar Deviasi

= 50,00

= 10,00

Sangat Tinggi : X ≥ M + 1,5 SD

Tinggi : M + 0,5 SD ≤ X ˂ M + 1,5 SD

Sedang : M - 0,5 SD ≤ X ˂ M + 0,5 SD

Kurang : M - 1,5 SD ≤ X ˂ M - 0,5 SD

Sangat Kurang : X ≤ M - 1,5 SD Kategori

Sangat Tinggi : X ≥ 65,00

Tinggi : 55,00 ≤ X ˂ 65,00

Sedang : 45,00 ≤ X ˂ 55,00

Kurang : 35,00 ≤ X ˂ 45,00

Sangat Kurang : X ≤ 35,00

Lampiran 11. Hasil Olah Data

Standing Broard Jump

Lampiran 12. Hasil Olah Data

Soft Ball Throw

Zig-zag Run

Lampiran 13. Hasil Olah Data

Wall Pass

Madecine Ball Put

Lampiran 14.Hasil Olah Data

Lari 60 yard

Lampiran 15. Hasil Olah Data Siswa KKO kelas 10 SMA N 2 Kebumen

No

Standi ng Broad

Jump T-Score Standi ng broad

jump

Soft Ball Throw

T-Score

Soft Ball Throw

Zig-Zag Run

T-Score

Zig-Zag Run

Wall Pass

T-Score

Wall Pass

Medeci ne Ball Put

T-Score Medeci ne Ball Put

Lari 60 yard

T-Score Lari 60

yard

Rata-rata

T-Score

Total

T-Score Kategori

1 227,5 52,83 47,35 57,81 9,65 70,35 18,5 51,74 770 59,22 8,63 47,92 56,64 339,87 Tinggi

2 262,5 61,6 45,6 56,64 11 58,90 17 45,68 705 54,68 8,76 47,00 54,08 324,50 Sedang

3 235 54,71 41,7 54,03 11,35 55,94 17,5 47,7 740 57,12 8,23 50,74 53,37 320,24 Sedang 4 275 64,73 44,9 56,17 10,15 66,11 19,5 55,78 715 55,38 6,64 61,97 60,02 360,14 Tinggi 5 237,5 55,34 42 54,23 11,85 51,70 17 45,68 685 53,28 9,59 41,14 50,23 301,37 Sedang 6 245 57,21 54,6 62,67 12,1 49,58 17 45,68 775 59,57 7,39 56,67 55,23 331,38 Tinggi 7 211 48,7 45,75 56,74 11 58,90 18 49,72 642,5 50,31 8,42 49,40 52,30 313,77 Sedang 8 257,5 60,35 45,08 56,29 12,15 49,15 18,5 51,74 755 58,17 7,45 56,25 55,33 331,95 Tinggi 9 242,5 56,59 45,5 56,57 11,5 54,66 18 49,72 708,5 54,92 7,54 55,61 54,68 328,08 Sedang 10 165 37,18 15,6 36,53 12,35 47,46 15,5 39,61 375 31,63 9,95 38,60 38,50 231,00 Kurang 11 242 56,46 48,25 58,42 12,45 46,61 14,5 35,57 755 58,17 7,68 54,62 51,64 309,85 Sedang 12 279 65,73 46,18 57,03 13,5 37,70 17,5 47,7 860 65,5 7,54 55,61 54,88 329,28 Sedang 13 242,5 56,59 42 54,23 11,5 54,66 19,5 55,78 570 45,25 7,83 53,57 53,35 320,08 Sedang 14 207,5 47,82 16,1 36,87 12,1 49,58 17,5 47,7 575 45,6 9,82 39,52 44,51 267,08 Kurang 15 167,5 37,8 16,45 37,1 12,4 47,03 18 49,72 435 35,82 11,44 28,08 39,26 235,55 Kurang 16 241 56,21 47,75 58,08 11,5 54,66 16,5 43,65 670 52,23 7,9 53,07 52,98 317,91 Sedang 17 272,5 64,1 41,45 53,86 11,75 52,54 21 61,85 935 70,74 7,45 56,25 59,89 359,34 Tinggi 18 216 49,95 45,05 56,27 11,6 53,82 23,5 71,96 697 54,12 9,25 43,54 54,94 329,66 Sedang 19 156 34,92 17,35 37,71 13,75 35,58 16,5 43,65 402,5 33,55 10,14 37,26 37,11 222,67 Kurang

20 256 59,97 55,5 63,27 10,85 60,18 24 73,98 717,5 55,55 8,25 50,60 60,59 363,55 Tinggi 21 195 44,69 20,75 39,99 13,15 40,67 19 53,76 602,5 47,52 10,14 37,26 43,98 263,89 Kurang 22 205 47,2 42,38 54,48 10,4 63,99 23 69,94 657,5 51,36 8,14 51,38 56,39 338,35 Tinggi 23 263,5 61,85 79 79,02 11,5 54,66 20,5 59,83 747,5 57,65 6,65 61,90 62,49 374,91 Tinggi 24 241 56,21 38,5 51,88 10,8 60,60 18,5 51,74 755 58,17 6,59 62,32 56,82 340,92 Tinggi 25 182,5 41,56 15,75 36,64 13,9 34,31 11,5 23,44 390 32,68 11,85 25,18 32,30 193,81 Sangat Kurang 26 138,5 30,54 24,38 42,42 15,4 21,59 15,5 39,61 467,5 38,09 11,72 26,10 33,06 198,35

Sangat Kurang 27 182 41,44 31,6 47,26 12,65 44,91 17,5 47,7 560 44,55 9,13 44,39 45,04 270,25 Sedang 28 235 54,71 39,75 52,72 12 50,42 20,5 59,83 770 59,22 8,24 50,67 54,60 327,57 Sedang 29 162,5 36,55 17,5 37,81 13,5 37,70 16 41,63 432,5 35,65 10,5 34,71 37,34 224,06 Kurang 30 153 34,17 16,5 37,14 14,15 32,19 17 45,68 467 38,06 10,4 35,42 37,11 222,66 Kurang 31 222 51,45 38,5 51,88 12,1 49,58 17,5 47,7 675 52,58 8,1 51,66 50,81 304,85 Sedang 32 210,5 48,57 24,92 42,78 10,7 61,45 18,5 51,74 735 56,77 8,17 51,16 52,08 312,47 Sedang 33 183,5 41,81 21,15 40,25 11,75 52,54 20,5 59,83 687,5 53,46 8,45 49,19 49,51 297,08 Sedang 34 243,5 56,84 31,25 47,02 12,5 46,18 16 41,63 650 50,84 6,79 60,91 50,57 303,42 Sedang 35 153,5 34,3 18,6 38,55 12,75 44,06 18 49,72 449 36,8 9,3 43,19 41,10 246,62 Kurang 36 173,5 39,31 20,25 39,65 12,15 49,15 16 41,63 435 35,82 10,35 35,77 40,22 241,34 Kurang St.

Dev 39,37 10,00 14,71 10,00 1,18 10,00 2,44 10,00 141,18 10,00 1,42 10,00 10,00 60,00 Me

an 211,42 50,00 35,13 50,00 11,76 50,00 17,65 50,00 624,60 50,00 8,54 50,00 50,00 300,00

Lampiran 16. Dokumentasi

Penjelasan oleh guru olahraga

Lampiran 17.D okumentasi

Penjelasan Teknis Pelaksanaan Tes Kemampuan Motorik

Lampiran 18. Dokumentasi

Standing Broad Jump Test

Wall Pass Test

Lampiran 19. Dokumentasi

Medicine Ball Put Test

Dokumen terkait