• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

3.7. Keterbatasan Penelitian

Keterbatasan penelitian, antara lain, terkait dengan luasnya cakupan konsep modal sosial, sehingga peneliti harus melakukan beberapa penyempitan dan pembahasan agar sesuai dengan kemampuan. Kesulitan menemui para informan juga dirasakan menjadi kendala, karena sebagian besar anggota koperasi biasanya beraktifitas di luar kantor. Namun hal tersebut tidak sampai menganggu kegiatan penelitian.

BAB IV

DESKRIPSI DAN INTERPRETASI DATA

4.1. PROFIL KOPERASI SYARI’AH

4.1.1. Sejarah Berdirinya Koperasi Syari’ah Berkah Mandiri (KSBM)

Koperasi Syari’ah lahir sebagai salah satu solusi alternatif dikalangan masyarakat muslim karena adanya pertentangan mengenai bunga atau riba. Dalam operasinya, koperasi syari’ah tidak menggunakan sistem bunga atau riba dalam pembagian keuntungan, tetapi menggunakan sistem bagi hasil yang berdasarkan keadilan. Jadi, koperasi syariah hadir dalam rangka penerapan ekonomi syariat islam. Selain koperasi syariah dapat membantu masyarakat muslim terbebas dari praktek bunga atau riba yang dilakukan oleh bank-bank konvensional, kehadiran koperasi syariah diharapkan juga mampu memberikan kesejahteraan kepada masyarakat.

Koperasi syari’ah Berkah Mandiri adalah lembaga keuangan syariah yang juga bergerak dalam bidang perdagangan yang sistem operasionalnya kepada prinsip-prinsip syariah islam. Koperasi ini didirikan dan dikelola oleh mahasiswa dan alumni USU dari berbagai fakultas. Ide untuk mendirikan koperasi syariah ini pertama kali muncul setelah adanya acara diskusi dengan tema kewirausahaan muslim yang diadakan oleh departemen ekonomi KAMMI Komisariat USU pada tanggal 16 Januari 2006. Sebagai pembicara acara tersebut adalah Bapak Junaidi Parapat, SE dari lembaga konsultan Microfin Indonesia wilayah Sumatera Utara. Ketika itu diskusi tersebut dihadiri oleh Pengurus departemen ekonomi KAMMI

Komisariat USU. Kesadaran dan kepahaman akan pentingnya penerapan ekonomi syariah islam membuat mereka mulai berpikir untuk merealisasikan semua ide yang baru sampai pada tahap pemikiran saja. Dengan memanfaatkan jaringan organisasi yang ada di departemen ekonomi KAMMI Komisariat USU, akhirnya mereka berhasil mengajak teman-teman mahasiswa di departemen tersebut untuk membuat koperasi syariah, teknisnya yaitu dengan memasukkan ke dalam program kerja. Dengan dukungan organisasi tersebut dan dukungan beberapa mahasiswa yang punya ketertarikan yang sama akhirnya mereka sepakat untuk mendirikan koperasi syariah. KSBM didirikan pada tanggal 31 Maret 2006 yaitu di mesjid dakwah USU oleh mahasiswa dan alumni USU yang terdiri dari 38 orang. Mereka inilah sebagai pendiri KSBM. Ketika itu, langsung diangkat pengurus dengan susunan sebagai berikut :

Ketua : Suyadi (Mahasiswa FISIP USU jurusan Sosiologi angkatan 2004)

Sekretaris : M. Nafis Qurtubi (Mahasiswa Fakultas Ekonomi USU jurusan D3 Keuangan angkatan 2004).

Bendahara : Rena Kinnara (Mahasiswi Fakultas Psikologi USU angkatan 2005) Menurut peraturan yang ada untuk mendirikan sebuah koperasi yang ideal selain harus ada minimal 20 orang anggota pendiri juga harus ada modal awal sebesar Rp. 15.000.000,-. Maka muncullah kesepakatan diantara 38 mahasiswa pendiri tersebut untuk bersama-sama menanggung modal itu. Dan disepakati modal awal setiap pendiri adalah sebesar Rp. 442.000,- yang sistem pembayaran dapat dicicil maksimal 20 bulan.

Dengan semangat dan optimisme yang tinggi pengurus KSBM kemudian merumuskan berbagai program kerja diantaranya adalah merumuskan anggaran dasar/anggaran rumah tangga, peraturan khusus, Anggaran Pendapatan dan Belanja Koperasi (APBK), persiapan legalitas dan lain-lain. Sehingga pada tanggal 1 Mei 2006 KSBM mulai beroperasi untuk menghimpun dana. Dalam menjalankan operasinya pengurus membuka posko untuk melayani transaksi yaitu di musholla FISIP USU.

Seiring dengan perjalanannya KSBM terus melakukan perubahan-perubahan dalam hal perbaikan sistem, sehingga sampai akhir bulan Mei 2007 tercatat sebanyak 3 kali telah melakukan musyawarah anggota. Salah satu hasil musyawarah anggota tersebut adalah terjadinya pergantian pengurus. Dimana pada bulan Juli 2006 sekretaris mengundurkan diri dan digantikan oleh Ibnu Tawakkal. Kemudian pada bulan November 2006 bendahara pun mengundurkan diri dan digantikan oleh Sofyana.

Melihat semakin berkembangannya KSBM yang mengakibatkan tugas dan kinerja pengurus semakin besar, maka pengurus dengan bijak mengangkat pengelola dalam rangka membantu segala tugas dan kinerjanya. Dalam perjalanannya pergantian pengelola pun sering terjadi. Hal ini dipengaruhi berbagai faktor. Namun, mulai Februari 2007 pengurus mendapatkan para pengelola yang berkompeten dan semangat untuk berkiprah di KSBM. Pengelola dipimpin oleh seorang manajer yang bernama Hadi Syaputra. Mereka muncul membawa perubahan, dimana setiap kinerjanya mereka menunjukkan hasil yang baik. Jumlah pengelola adalah 7 orang.

Dengan melihat perubahan yang terjadi tersebut, pengurus pun berinisiatif untuk segera mengurus badan hukum KSBM. Walaupun dalam proses legalitas tersebut terjadi berbagai kendala, tapi akhirnya KSBM berhasil mendapat badan hukum dengan Nomor Badan Hukum : 518.503/110/BH/II/KUK/2007 dengan tingkat I (provinsi) Sumatera Utara.

Dengan keluarnya badan hukum tersebut maka KSBM semakin melebarkan sayapnya. Pada tanggal 17 Februari 2008 dibukalah kantor di Pajak USU No. 17 yang sekaligus dijadikan kios perdagangan. Alasan pemilihan lokasi ini karena ingin memberikan pelayanan yang lebih baik bagi nasabah potensial yaitu para mahasiswa, karena daerah ini berada dalam kampus USU, tetapi bukan berarti KSBM untuk para mahasiswa melainkan untuk masyrakat umum juga.

Tahun demi tahun KSBM telah mengalami perkembangan yang cukup pesat. Sampai sekarang masih terus beroperasi melayani para nasabahnya dan telah mengalami asset yang cukup menggembirakan. Sampai akhir 0ktober 2009 anggota KSBM telah berjumlah 182 orang. Semoga perjalanan panjang yang telah banyak mengeluarkan pengorbanan dapat terus dilanjutkan oleh generasi berikutnya.

4.1.2. Struktur Organisasi

Koperasi Syari’ah Berkah Mandiri (KSBM) mempunyai struktur organisasi yang terdiri dari Pengurus, Pengawas, Pengawas Syari’ah dan Pengelola. Struktur tersebut dapat digambarkan sebagai berikut :

4.1.3. Visi dan Misi

4.1.3.1. Visi

Visi KSBM adalah menjadi salah satu wadah perekonomian bagi angota khususnya dan umat Islam umumnya yang secara profesional dan amanah dengan semangat Ukhuwah Islamiyah dan berlandaskan syariat Islam.

4.1.3.2. Misi

Misi KSBM yaitu :

1. Meningkatkan taraf hidup anggota KSBM pada khususnya dan umat Islam

pada umumnya, baik di bidang ekonomi , pendidikan dan keagamaan.

2. Menjalin rasa persaudaraan dan persahabatan antara anggota KSBM

dengan semangat Ukhuwah Islamiyah

3. Senantiasa memperbaharui diri selaras dengan aspirasi umat islam,

teknologi serta administrasi dibidang perekonomian sesuai syariat Islam. PENGAWAS

SYARI’AH

PENGURUS PENGAWAS

ADMINISTRASI DAN KEUANGAN

PENGELOLA usaha simpan pinjan PENGELOLA usaha perdagangan PENGELOLA usaha privat less PENGELOLA usaha cattering

4.1.4. Produk dan Jasa KSBM

4.1.4.1. Produk Penghimpunan Dana

Penghimpunan dana adalah usaha KSBM untuk mengumpulkan dana dari berbagai sumber, baik dari anggota maupun dari pihak lain. Produk-produk penghimpunan dana KSBM yaitu :

1. Tabungan Mudharabah

a. Setoran awal minimal Rp. 50.000,selanjutnya minimal Rp.5000, - b. Nisbah bagi hasil 25 % untuk mitra

2. Investasi SPP Mahasiswa dan Pelajar/ Pendidikan a. Setoran awal minimal Rp.100.000,-

b. Nisbah bagi hasil 30 % untuk mitra 3. Investasi Walimah / Nikah

a. Setoran awal minimal Rp.100.000,- b. Nisbah bagi hasil 30 % untuk mitra 4. Investasi Haji

a. Setoran awal minimal Rp.100.000,- b. Nisbah bagi hasil 30 % untuk mitra 5. Investasi Berjangka Mudharabah

a. Setoran awal minimal Rp. 500.000,- b. Nisbah bagi hasil untuk mitra :

- Berjangka 6 bulan = 35 % - Berjangka 9 bulan = 40 % - Berjangka 12 bulan = 45 %

4.1.4.2. Produk / Usaha Penyaluran Dana

Dana yang telah terhimpun akan dikelola ke berbagai jenis usaha untuk mendapatkan laba / keuntungan .Jenis usaha tersebut saat ini antara lain : 1. Pembiayaan / Simpan Pinjam Syariah

a. Pembiayaan Mudharabah (bagi hasil)

b. Pembiayaan Musyarakah

c. Murabahah (jual beli) d. Ijarah (sewa)

e. Qardh (pinjaman)

f. Qardhul Hasan (dana kebajikan yang berasal dari zakat, infak, sadaqah) 2. Usaha Perdagangan

Didirikan sejak tanggal 17 februari 2008. Lokasi Usaha di pajak USU No. 17 Kampus USU. Jenis barang yang dijual yaitu Pulsa (distributor), Kartu Perdana, buku- buku ,Acessories, Parfum, dan lain-lain.

3. Privat Less

Didirikan pada tanggal 22 november 2008. Alamat usaha ini di jln Setia nomor 9, Tanjung Rejo.

4. Cattering Service

Merupakan usaha yang bergerak di bidang makanan, yang siap melayani pemesanan makanan individu serta pesanan dalam segala acara – acara. Usaha ini didirikan pada tanggal 09 januari 2009. Kantor pelayanan di jln Setia No 9 Tanjung rejo. Alamat produksi Jalan Setia gang pertama no 5, Tanjung rejo, Medan.

5. Rental Mobil

Adalah usaha jasa sewa menyewa mobil, yang telah bekerjasama dengan berbagai pihak pemilik mobil. Didirikan tanggal 04 januari 2009. Kantor pelayanan di jalan Setia No 9, tanjung rejo - Medan.

4.1.5. Keanggotaan

Keanggotaan KSBM bersifat sukarela dan terbuka bagi semua masyarakat Islam. Persyaratan menjadi anggota KSBM yaitu :

1. Persyaratan Administrasi

- Mengisi Formulir, Foto Copy KTP dan Pas Photo

2. Persyaratan Material

- Telah melunasi simpanan pokok dan simpanan wajib

- Simpanan pokok Rp. 200.000,-

- Simpanan Wajib Rp. 20.000 / bulan

3. Persyaratan Kegiatan

- Telah mengikuti pendidikan koperasi minimal 3 (tiga) kali,yang diadakan oleh Pengurus KSBM.

Keuntungan menjadi anggota KSBM :

1. Anggota sebagai pemilik KSBM

2. Mendapatkan SHU (Sisa Hasil Usaha) KSBM

3. Mendapatkan peluang pembiayaan / pinjaman

4. Menjadi mitra bisnis KSBM

4.1.6. Lokasi

Koperasi syariah Berkah Mandiri (KSBM) terletak di jln Setia No. 9, kelurahan tanjung rejo, kecamatan Medan Sunggal, Medan. Alasan pemilihan Koperasi Syariah ini menjadi tempat penelitian adalah dengan melihat bahwa KSBM adalah satu satunya Koperasi Syariah yang didirikan dan dikelola oleh Mahasiswa dan Alumni Kampus tingkat Provinsi yang beroperasi di Medan.

4.1.7. Karakteristik Anggota KSBM

Jumlah anggota di KSBM sampai saat ini adalah 182 orang, yang terdiri dari pengurus sebanyak 4 orang, pengawas sebanyak 4 orang , pengelola sebanyak 12 orang, anggota sebanyak 162 orang . Tabel 4.1 memperlihatkan jumlah anggota KSBM.

Tabel 4.1

Jumlah anggota KSBM

No Jenis Frekuensi Persentase

1 Pengurus 4 2,2 2 Pengawas 4 2,2 3 Pengelola 12 6,6 4 Anggota 162 89 Jumlah total 182 100 % Sumber : KSBM, 2009

Dari table 4.1 tergambar jumlah anggota KSBM, yang berjumlah 182 orang dengan jumlah pengurus sebanyak 4 orang, pengawas 4 orang, pengelola 12 orang dan anggota sebanyak 162 orang. Dari table tersebut terlihat bahwa anggota yang bergabung dengan KSBM sebagai anggota biasa (tidak turut dalam struktur kepengurusan) lebih banyak dengan persentase 89 % dari pada anggota yang turut dalam struktur kepengurusan (pengurus,pengawas,pengelola) yakni 11 %.

Tabel 4.2

Jumlah Anggota Berdasarkan Jenis Kelamin

No Jenis Kelamin Frekuensi Persentase

1 Laji - Laki 85 46,7

2 Perempuan 97 53,3

Jumlah Total 182 100 %

Sumber : KSBM, 2009

Dari tabel 4.2 menggambarkan jumlah anggota KSBM berdasarkan jenis kelamin, dimana jumlah anggota laki – laki yakni 85 orang (46,7 %) sedangkan yang perempuan berjumlah 97 orang (53,3 %).

Tabel 4.3

Jumlah Anggota Berdasarkan Usia

No Usia Frekuensi Persentase

1 15 – 20 tahun 3 1,6 2 21 – 25 tahun 115 63,2 3 26 - 31 tahun 47 25,8 4 ≥ 32 tahun 17 9,3 Total 182 100 % Sumber : KSBM, 2009

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa anggota KSBM mayoritas adalah kaum muda yang tergolong dalam usia produktif.

Tabel 4.4

Jumlah Anggota Berdasarkan Pendidikan

Dari jumlah responden berdasarkan tingkat pendidikannya dapat disimpulkan bahwa responden yang paling banyak dalam penelitian ini adalah anggota yang tingkat pendidikannya masih kuliah (mahasiswa). Kemudian disusul oleh anggota dengan tingkat pendidikan tamatan perguruan tinggi. Ini

No Tingkat Pendidikan Frekuensi Persentase

1. SLTA 3 1,6

2. Mahasiswa 105 57,7

3. Tamatan Perguruan Tinggi 74 40,7

Jumlah Total 182 100 %

menandakan bahwa anggota KSBM sudah memiliki tingkat pendidikan yang cukup baik.

Tabel 4.5

Jumlah Anggota Berdasarkan Jenis Pekerjaan

No Pekerjaan Jumlah (orang ) Persentase

1 Pegawai Negeri Sipil (PNS) 11 6

2 Pegawai Swasta 35 19,2

3 Wiraswasta 80 44

4 Tidak / Belum Bekerja 56 30,8

Jumlah Anggota 182 100 %

Sumber : KSBM, 2009

Adapun karakteristik anggota KSBM berdasarkan jenis pekerjaan adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS), pegawai swasta, wiraswasta, dan ada yang belum bekerja. Anggota yang beriwaswasta merupakan anggota yang jumlahnya paling banyak yaitu 80 orang (44 %). Diikuti oleh anggota yang belum / tidak bekerja yaitu sebanyak 56 orang (30,8 %). Hal ini menunjukkan mata pencaharian yang relatif digeluti anggota KSBM adalah wiraswasta.

4.1.8. Perkembangan KSBM

4.1.8.1. Perkembangan Anggota

Dari temuan data di lapangan, perkembangan jumlah anggota KSBM dapat dilihat dari tabel di bawah ini.

Tabel 4.6

Tahun Jumlah Anggota

2006 38

2007 47

2008 90

2009 182

Sumber : KSBM, 2009

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa jumlah anggota KSBM terus mengalami pertumbuhan. Pertumbuhan tersebut rata-rata sampai mencapai 90 % per tahun. Pertumbuhan yang paling signifikan terjadi ditahun 2009 yaitu sampai mencapai 100 % lebih.

4.1.8.2. Perkembangan Usaha

Dari hasil wawancara dan temuan data di lapangan, perkembangan usaha KSBM dapat digambarkan sebagai berikut :

Tabel 4.7

Tahun Jenis Usaha Jumlah (Rp) Jumlah (orang)

2006 1. Pembiayaan 7.486.549 7 2007 1. Pembiayaan 27.540.842 27 2008 1. Pembiayaan 2. Perdagangan 3. Privat less 35.058.463 18.702.971 1.570.000 49 - 18 2009 1. Pembiayaan 2. Perdagangan 3. Privat Less 4. Cattering Service 5. Rental Mobil 51.500.000 22.323.740 2.700.000 2.300.000 - 55 - 33 51 - Sumber : KSBM, 2009

Perkembangan usaha KSBM dari tahun ketahun mengalami peningkatan, baik dari segi jumlah aset setiap jenis usaha maupun jumlah nasabah / klient. Selain itu jenis usaha KSBM juga mengalami pertambahan hampir setiap tahunnya. Pada tahun 2006 dan 2007, KSBM hanya memiliki satu jenis usaha yaitu usaha simpan pinjam syariah / pembiayaan. Kemudian di tahun 2008, KSBM telah memiliki 3 jenis usaha yaitu pembiayaan, perdagangan dan privat less yang semua usaha tersebut mengalami pertumbuhan. Di tahun 2009, usaha KSBM bertambah lagi menjadi 4 jenis usaha,yaitu pembiayaan, perdagangan, peirvat less, cattering servise,rental mobil yang semua usaha tersebut mengalami pertumbuhan dari tahun sebelumnya.

4.1.8.3. Perkembangan Modal

Dari temuan data di lapangan, perkembangan modal KSBM dapat dilihat

dari table berikut ini :

Tabel 4.8

Tahun Jumlah Modal (Rp)

2006 15..000.000

2007 29.450.000

2008 60.399.393

2009 91.313.559

Sumber : KSBM, 2009

Perkembangan modal KSBM dari tahun ke tahun terus mengalami pertumbuhan. Modal awal yang dimiliki KSBM di tahun 2006 yaitu Rp.15 juta, namun diakhir tahun 2009 telah mencapai Rp.91.313.559.

Dari hasil wawancara dan temuan data dilapangan, modal KSBM bersumber dari simpanan anggota, yaitu simpanan pokok, simpanan wajib, dan simpanan khusus. Selain itu KSBM juga menghimpun dana tabungan dan investasi dari anggota khususnya. Sumber dana yang bersifat pinjaman dari pihak eksternal sampai saat ini belum ada baik dari pihak perbankan, pemerintah ataupun swasta. Modal yang dihimpun KSBM adalah swadaya dari anggota KSBM.

4.2. PROFIL INFORMAN

Dokumen terkait