• Tidak ada hasil yang ditemukan

Keterbatasan Penelitian

Dalam dokumen Oleh: TRI MAYA APRIYAS (Halaman 111-121)

Time Budget Pressure bagi Auditor

F. Keterbatasan Penelitian

Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan, yaitu sebagai berikut :

1. Penelitian ini hanya meneliti pengaruh tiga variabel bebas yaitu kompetensi, independensi, dan time budget pressure bagi auditor terhadap kualitas audit. Sedangkan dalam penelitian ini menemukan faktor-faktor

lain selain tiga variabel yang telah disebutkan diatas. Hal itu dibuktikan dengan nilai adjusted R square sebesar 0,833 yang berarti ketiga variabel bebas tersebut mempengaruhi kualitas audit sebesar 83,3% dan sisanya sebesar 16,7 dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

2. Penggunaan kuesioner dalam metode pengumpulan data dalam penelitian ini, sehingga data yang dikumpulkan hanya menggambarkan pendapat auditor KAP di Yogyakarta dan peniliti tidak dapat mengontrol jawaban dari responden yang tidak menunjukkan keadaan yang sebenarnya. Data dari kuesioner ini dapat menimbulkan bias karena perbedaan persepsi antara peneliti dengan responden.

3. Responden pada penelitian ini hanya terbatas pada auditor yang bekerja di KAP wilayah Yogyakarta saja. Data yang diperoleh terbatas, dan tidak didukung oleh auditor di wilayah lain.

4. Penyebaran kuesioner penelitian kepada responden yang terbatas jumlahnya menyebabkan jumlah sampel penelitian ini kecil. Hal itu karena penelitian dilakukan pada waktu responden sedang sibuk mengaudit dana pemilu yang menyebabkan beberapa KAP membatasi jumlah kuesioner yang disebar bahkan ada beberapa KAP yang menolak kuesioner dari peneliti.

5. Uji coba instrumen menggunakan sampel terpakai karena jumlah responden yang terbatas. Jika terdapat item pernyataan yang tidak valid

dan tidak reliabel maka peneliti tidak dapat memperbaiki instrumen penelitian sehingga menimbulkan risiko yang tinggi.

97 A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan penelitian yang berjudul

“Pengaruh kompetensi, independensi, dan time budget pressure bagi auditor terhadap kualitas audit (Studi empiris pada kantor akuntan publik di Yogyakarta),” dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Terdapat pengaruh positif kompetensi auditor terhadap kualitas audit. Hal ini dibuktikan dengan dengan nilai thitung 16,094 lebih besar dari ttabel

1,6741 (16,094>1,6741) dan nilai signifikansi yang diperoleh 0,000 (0,000<0,05). Nilai koefisien regresi sebesar 0,873 yang memiliki arah positif yang berarti semakin tinggi kompetensi auditor maka kualitas audit juga semakin tinggi. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,914 dan koefisien determinasi sebesar 0,853 (85,3%) yang berarti kompetensi auditor berpengaruh secara positif terhadap kualitas audit sebesar 85,3%.

2. Terdapat pengaruh positif independensi auditor terhadap kualitas audit.

Hal ini dibuktikan dengan nilai thitung 2,787 lebih besar dari ttabel 1,6741 (2,787>1,6741) dan nilai signifikansi yang diperoleh 0,007 (0,007<0,05).

Nilai koefisien regresi sebesar 0,428 yang memiliki arah positif yang berarti semakin tinggi independensi auditor maka kualitas audit juga semakin tinggi. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,364 dan koefisien

determinasi sebesar 0,132 (13,2%) yang berarti independensi auditor berpengaruh secara positif terhadap kualitas audit sebesar 13,2%.

3. Terdapat pengaruh negatif time budget pressure bagi auditor terhadap kualitas audit. Hal ini dibuktikan dengan nilai thitung-3,873 lebih kecil dari ttabel -1,6741 (-3,873<-1,6741) dan nilai signifikansi yang diperoleh 0,000 (0,000<0,05). Nilai koefisien regresi sebesar -0,259 yang memiliki arah negatif yang berarti semakin tinggi time budget pressure auditor auditor maka kualitas audit akan semakin menurun. Nilai koefisien korelasi sebesar -0,477 dan koefisien determinasi sebesar 0,227 (22,7%) yang berarti time budget pressure auditor berpengaruh terhadap kualitas audit sebesar 22,7%.

4. Terdapat pengaruh antara kompetensi, independensi, dan time budget pressure bagi auditor terhadap kualitas audit Hal ini dibuktikan dengan nilai Fhitung88,470 lebih besar dari Ftabel2,7939 (88,470 > 2,7939) dan nilai signifikansi yang diperoleh 0,000 (0,000 < 0,05) maka dapat disimpulkan bahwa kompetensi, independensi, dan time budget pressure bagi auditor secara bersama-sama berpengaruh terhadap kualitas audit. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,919 dan nilai adjusted R square sebesar 0,835 (83,5%) yang berarti kompetensi, independensi, dan time budget pressure bagi auditor secara bersama-sama berpengaruh terhadap kualitas audit dan sisanya sebesar 16,7%.

5. Data demografi responden menunjukkan bahwa mayoritas responden merupakan lulusan S1 dengan jabatan junior auditor dan pengalaman

dibidang auditing antara 1 sampai dengan 2 tahun. Walaupun data menunjukkan hal itu, namun tidak mempengaruhi kompetensi auditor tersebut. Penelitian ini didukung oleh penelitian dari Alim dkk (2007) dan Siti Nur Mawar Indah (2010) yang juga menunjukkan data demografi responden seperti dalam penelitian ini namun tidak mempengaruhi kompetensi auditor itu sendiri.

B. Saran

1. Kompetensi merupakan hal yang sangat penting bagi auditor dalam menjalankan tugasnya. Auditor yang berkompeten dapat menemukan kesalahan klien dalam laporan keuangannya. Untuk itu seorang auditor harus meningkatkan kompetensinya yang bisa didapat dalam pendidikan formal maupun melalui pengalaman-pengalaman dalam proses audit.

Auditor junior yang baru saja terjun dalam bidang auditing dapat diikut sertakan dalam penanganan audit yang kompleks agar mereka dapat lebih terbiasa dalam bidang auditing.

2. Sikap independensi auditor merupakan sikap yang tidak bias dalam pengungkapan kesalahan klien. Hal itu sangat perlu dimiliki oleh auditor agar mereka dapat mengungkapkan pendapatnya secara wajar, tanpa ada paksaan dari pihak manapun mengingat pengguna laporan keuangan yang berbeda-beda kepentingan. Independensi harus ditingkatkan dalam diri masing-masing auditor karena pengguna laporan keuangan memberikan kepercayaan yang tinggi kepada auditor dalam mengaudit. Auditor tidak

boleh menerima fee diluar fee yang disepakati agar mereka tidak terpengaruh dalam mengungkapkan pendapatnya.

3. Time pressure yang dihadapi auditor menyebabkan stress individual yang menyebabkan auditor hanya berprioritas kepada anggaran waktu yang telah ditentukan dan hal itu mengurangi perhatian auditor terhadap pengungkapan kesalahan klien yang berakibat buruknya kualitas audit. Hal demikian dapat diminimalisir dengan membuat anggaran waktu yang tidak terlalu ketat dalam proses auditing.

101

Al Haryono Jusup. (2001). Auditing (Pengauditan). Yogyakarta: Bagian Penerbitan STIE YKPN.

Alim dkk. (2007). “Pengaruh Kompetensi dan Independensi Terhadap Kualitas Audit dengan Etika Auditor sebagai Variabel Moderasi.” Simposium Nasional Akuntansi X.

American Accounting Association. (2001). SEC Auditor Independence Requirements. American Accounting Association Accounting Horizons.

Andini Ika Setyorini. (2011). “Pengaruh Kompleksitas Audit, Tekanan Anggaran Waktu, dan Pengalaman Auditor terhadap Kualitas Audit dengan Variabel Moderating Pemahaman terhadap Sistem Informasi (Studi Empiris pada Auditor KAP di Semarang).” Skripsi. Universitas Diponegoro Semarang.

Arens, et al. (2008). Auditing dan Jasa Assurance Pendeketan Terintegrasi.

Jakarta : Erlangga.

Armadyani Kusumawati. (2013). “Pengaruh Kompetensi dan Independensi Auditor terhadap Kualitas Audit dengan Undang- Undang No 5 Tahun 2011 tentang Akuntan Publik Sebagai Variabel Moderasi (Studi Empiris pada Auditor Kantor Akuntan Publik di Jawa Timur).” Skripsi. Universitas Brawijaya Malang.

Cristina Sososutikno. (2003). “Hubungan Tekanan Anggaran Waktu dengan Perilaku Disfungsional serta Pengaruhnya terhadap Kualitas Audit.”

Simposium Nasional Akuntansi VI.

Eugene F. Brigham & Joel F. Houston. (2001). Manajemen Keuangan. Buku I.

Edisi 8. Jakarta: Erlangga.

Henry Simamora. (2000). Basis Pengambilan Keputusan Bisnis. Jakarta: Salemba Empat.

Ikatan Akuntan Publik Indonesia. (2011). Standar Profesional Akuntan Publik.

Jakarta: Salemba Empat.

Joko Sulistyo. (2010). 6 Hari Jago SPSS 17. Yogyakarta: Cakrawala.

Imam Ghozali. (2006). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS, Edisi ketiga. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Inten Meutia. (2004). Pengaruh Independensi Auditor Terhadap Manajemen Laba Untuk KAP Big Five dan Non Big Five. Jurnal Riset Akuntansi.

Mulyadi. (2002). Auditing Edisi ke 6. Jakarta: Salemba Empat.

Novita Lisnawati Sihombing. (2011). “Pengaruh Kompetensi dan Independensi terhadap Kualitas Audit (Studi Empiris pada Auditor KAP di Bandung).”

Skrispi. Universitas Negeri Yogyakarta.

Piter Simanjutak.(2008). “Pengaruh Time Budget Pressure dan Resiko Kesalahan terhadap Penurunan Kualitas Audit (Reduced Audit Quality) (Studi Empiris pada Auditor KAP di Jakarta).” Thesis. Universitas Diponegoro Semarang.

Ririn Choiriyah. (2012). “Pengaruh Time Budget Pressure dan Pengalaman Auditor terhadap Kualitas Audit (Studi Empiris pada Auditor KAP di Bali).” Skripsi. Universitas Negeri Yogyakarta.

Rr. Putri Arsika Nirmala. (2013). “Pengaruh Independensi, Pengalaman, Due Professional Care, Akuntabilitas, Kompleksitas Audit, dan Time Budget Pressure terhadap Kualitas Audit (Studi Empiris pada Auditor KAP di Jawa Tengah dan DIY).” Skripsi. Universitas Diponegoro Semarang.

Siti Nur Mawar Indah. (2010). “Pengaruh Kompetensi dan Independensi Auditor Terhadap Kualitas Audit (Studi Empiris Pada Auditor KAP di Semarang).”

Skripsi. Universitas Diponegoro Semarang.

Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung:

Alfabeta.

________. (2010). Statistik untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.

Suharsimi Arikunto. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.

Jakarta: Rineka Cipta.

Sutrisno Hadi. (2004). Analisis Regresi. Yogyakarta: Yayasan Penerbitan Universitas Gadjah Mada.

www.hukumonline.com.

103

Lampiran 1. Kuesioner Penelitian

Dalam dokumen Oleh: TRI MAYA APRIYAS (Halaman 111-121)

Dokumen terkait