Edward III dan Sharkansky menyatakan bahwa kebijakan publik adalah apa yang dikatakan dan dilakukan
B. Pengertian Kebijakan Publik
7. Ketergantungan terhadap Impor dan Utang Luar Negeri
Tingkat ketergantungan yang tinggi dari peme-rintah dan sektor swasta terhadap impor dan utang luar negeri merupakan masalah pembangunan. Impor yang tinggi jelas akan mengurangi cadangan devisa negara. Jika cadangan devisa berkurang, stabilitas
kepentingan yang sama mengikatkan baik secara formal maupun informal ke dalam kelompok kepentingan (interest group) yang dapat mengajukan dan memaksakan kepentingan-kepentingannya kepada pemerintah.
Truman mengartikan kelompok kepentingan sebagai suatu kelompok yang memiliki sikap yang sama yang mengajukan tuntutan-tuntutan terhadap kelompok yang lain dalam masyarakat. Dan kelompok kepentingan itu akan mempunyai arti politis, kalau kelompok kepentingan itu mengajukan tuntutan terhadap suatu lembaga pemerintahan. Kelompok kepentingan semakin mempunyai arti yang penting dalam proses dan kegiatan politik. Dan sebenarnya politik itu adalah merupakan perjuangan diantara kelompok-kelompok untuk mempengaruhi kebijaksanaan negara. Menurut teori kelompok, kebijaksanaan negara itu adalah merupakan pertimbangan yang dicapai sebagai hasil perjuangan kelompok. Untuk menjaga perimbangan tersebut maka tugas atau peranan !"!#$%& '()"#"*& +,+)+-& %$.$./+-"& *(.0"*& 1+./& #$23+,"& diantara kelompok-kelompok tersebut. Sebagaimana yang dikatakan oleh Thomas R. Dye, tugas sistem politik adalah %$.$./+-"&*(.0"*&+.#+2&*$)(%'(*&,$./+.&4+2+5
67& 8$%9:+#& +#:2+.& '$2%+".+.& ,+)+%& '$24+#:2+.& +.#+2& kelompok,
;7& 8$./+#:2&*(%'2(%"&,+.&%$.4"'#+*+.&*$!$"%9+./+.& kepentingan yang berbeda,
()$-&-+2/+<&!$-".//+&!#+.,+2&$=!"$.!"&'+,+&*$!$"%9+./+.& pasar tidak dapat diterapkan. Contoh sehari-hari termasuk polusi pabrik yang merugikan perikanan lokal dan iri hati yang dirasakan saat tetangga bangga menampilkan mobil barunya. Eksternalitas tersebut tidak dikendalikan secara langsung oleh harga. Namun konsumen atau suatu perusahaanlah yang dapat secara langsung dipengaruhi oleh tindakan dari agen lain dalam perekonomian, yaitu, mungkin ada efek eksternal dari tindakan konsumen lain atau perusahaan.
>*!#$2.+)"#+!& 3:/+& ,+'+#& ,",$=."!"*+.& !$9+/+"& 9"+1+& ekonomi atau manfaat yang merupakan produk sampingan dari kegiatan ekonomi tetapi yang dialokasikan di luar sistem pasar. Ini berarti bahwa pembuat eksternalitas tidak memiliki insentif untuk mempertimbangkan biaya eksternal atau manfaat yang dihasilkan. Hal ini sama persis dengan ,$=."!"& 1+./& ,"9$2"*+.& !$9$):%.1+<& 9+-?+& $*!#$2.+)"#+!& adalah biaya ekonomi atau manfaat yang merupakan produk sampingan dari kegiatan ekonomi tetapi yang dialokasikan di luar sistem pasar.
Contoh lain dari eksternalitas adalah orang yang membakar daun ketika tetangganya berusaha piknik di halaman belakang yang menghasilkan eksternalitas, dan seperti pabrik yang memproduksi polusi udara dan yang harus dihirup oleh mereka yang tinggal di dekatnya. Dari contoh tersebut jelas bahwa ada hubungan erat antara hak
BAB VII
EXTERNALITAS
7.1. DEFINISI EKSTERNALITAS
E
ksternalitas digambarkan sebagai efek yang dirasakan oleh seseorang yang ditimbulkan oleh tindakan orang lain. Dalam berbagai literatur ada 9$9$2+'+&,$=."!"&$*!#$2.+)"#+!&,+.&*)+!"=*+!"&,+2"&9$29+/+"& 3$."!& $*!#$2.+)"#+!@& A$=."!"& $*!#$2.+)"#+!& !$4+2+& "%')"!"#& membedakan antara dua kategori yaitu eksternalitas dalam hal hubungan laba dan eksternalitas konsumsi setiap kali tingkat utilitas terpengaruh>*!#$2.+)"#+!& -+,"2& !$#"+'& *+)"& *$!$3+-#$2++.& B:#")"#+!& +#+:& *$:.#:./+.7& 9$9$2+'+& +/$.& $*(.(%"& 1+./& !$4+2+& langsung dipengaruhi oleh tindakan agen lain baik konsumen ataupun produsen di dalam perekonomian. Contohnya saja eksternalitas ada jika produktivitas perikanan dipengaruhi oleh kilang minyak yang berada di hulu sungai yang mencemari air sungai sehingga produktivitas perikanan menjadi turun.
Eksternalitas juga menyatakan hubungan antara agen ekonomi yang terletak diluar sistem harga ekonomi. Tingkat eksternalitas yang dihasilkan tidak dikontrol secara langsung C7& 8$?:3:,*+.& *(%'2(%"D*(%'2(%"& #$2!$9:#& ,+)+%&
bentuk kebijaksanaan negara,
E7& 8$%+*!+*+.& 9$2)+*:.1+& *(%'2(%"D*(%'2(%"& 9+/"& semua pihak.
Kelompok kepentingan yang berpengaruh diharap-kan dapat mempengaruhi perubahan kebijaksanaan negara. Tingkat pengaruh kelompok kepentingan tersebut ditentukan oleh jumlah anggotanya, harta kekayaannya, kekuatan dan kebaikan organisasinya, kepemimpinannya, hubungannya yang erat dengan para pembuat keputusan, kohesi intern para anggotanya, dan sebagainya. Dan aktivitas politik dipandang oleh model ini sebagai hasil perjuangan kelompok, sehingga para pembuat kebijaksanaan Negara secara terus menerus memberikan respons terhadap tekanan-tekanan yang diberikan oleh kelompok tersebut, yaitu dengan melakukan tawar menawar, perjanjian dan kompromi terhadap persaingan tuntutan-tuntutan dari kelompok-kelompok yang berpengaruh.
Sistem politik yang juga merupakan keseluruhan sistem kelompok kepentingan selalu berusaha untuk menciptakan keseimbangan diantara kekuatan yang ada pada sub-sub sistemnya. Dengan adanya kelompok laten yang besar dan kuat selalu berusaha untuk memelihara keseimbangan yang ada dan menjaga kalau ada kelompok-kelompok lain yang akan merusak atau mengancam keseimbangan tersebut. Disamping itu karena adanya anggota-anggota kelompok
yang merangkap menjadi anggota kelompok yang lain, maka hal inipun akan ikut memelihara adanya keseimbangan tadi. Dan juga sistem atau mekanisme “checks and balances” yang berlaku diantara kelompok-kelompok yang bersaing akan ikut berperan juga dalam memelihara keseimbangan perjuangan kelompok-kelompok kepentingan tersebut. Jadi kesimpulannya, kebijaksanaan negara, menurut model ini adalah merupakan keseimbangan yang dicapai dari perjuangan kelompok yang berbeda-beda.
John Erik Lane (1995) dalam Lele (1999) membagi wacana kebijakan publik ke dalam beberapa model pendekatan, yaitu :
67& F$.,$*+#+.&!"#$%&'() yang melihat adanya pengaruh lingkungan terhadap proses kebijakan.
;7& 8(,$)& inkremental yang melihat formulasi kebijakan sebagai kombinasi variabel internal dan eksternal dengan tekanan pada perubahan gradual dari kondisi status quo.
C7& 8(,$)&rasional E7& 8(,$)&garbage can
G7& 8(,$)&collective choice aksentuasinya lebih diberikan pada proses atau mekanisme perumusan kebijakan. B%$.4+*:'&;&,+.&C7
Kebijakan publik yang ideal mempunyai ciri-ciri utama sebagai berikut :
a. Cerdas
Cerdas berarti dapat memecahkan masalah pada inti-nya. Kecerdasan membuat pengambilan keputusan kebijakan publik fokus pada isu kebijakan yang hendak dikelola dalam kebijakan publik daripada popularitasnya sebagai pengambilan keputusan kebijakan.
b. Bijaksana
Bijaksana bararti tidak menghasilkan masalah yang baru yang lebih besar dari masalah yang dipecahkan. Kebijaksanaan membuat pengambil keputusan kebijakan publik tidak menghindarkan diri dari kesalahan yang tidak perlu.
c. Memberi harapan
Memberi harapan pada seluruh warga bahwa mere-ka dapat memasuki hari esok yang lebih baik dari hari ini. Dengan memberi harapan, kebijakan publik berarti membangun kehidupan yang produktif sehingga kebijakan dapat dilaksanakan secara self implementea atau masyarakat secara mandiri termotivasi untuk melaksanakannya.