HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian 1. Siklus 1
1. Keterlaksanaan Pembelajaran
Kegiataan obsevasi terhadap keterlaksanaan pembelajaran siklus I dilakukan oleh observer dalam hal ini guru matematika SMP 2 Alla. Pengamatan ini dilakukan pada setiap pertemuan saat proses pembelaharan berlangsung. Hasil pengamatan terhadap keterlaksaan pembelajaran di siklus 1, disajikan dalam tabel 4.1 berikut:
Tabel 4.1 observasi Keterlaksanaan Pembelajaran Siklus 1
No Aspek Yang Diamali Pertemuan ke-
I II III
A Kegiatan Awal
1 Guru memberikan salam pembuka Ya Ya Ya
2 Guru mengecek kehadiran siswa Ya Ya Ya
3 Guru memotivasi kepada siswa dengan memeberi informasi tentang materi yang akan dipelajari.
33
No Aspek yang diamati Pertemuan ke-
I II III
B Kegiatan Inti
1 Guru membentuk kelompok kelompok
kecil yang terdiri 6-7 orang Ya Ya Ya
2 Guru memberikan materi pelajaran dan ditugaskan untuk membaca serta menyimpulkan materi tersebut dalam masing-masing kelompok
Tidak Ya Ya
3 Guru menumbuhkan kerjasama antar
kelompok Ya Ya Ya
4 Guru menyajikan permasalahan untuk
dipecahkan Ya Ya Ya
5 Guru mengarahkan siswa untuk
memecahkan masalah yang diberikan Ya Ya Ya
6 Guru mendorong siswa untuk
menyampaikan ide atau bertanya Tidak Ya Ya
7 Guru menjawab pertanyaan yang
diajukan oleh siswa Ya Ya Ya
8 Guru bersama peserta didik membuat kesimpulan tentang materi yang telah dipelajari.
Tidak Tidak Ya
C Penutup
1 Guru melakukan penilaian/evaluasi hasil belajaran peserta didik guna mengetahui sejauh mana peserta didik telah menguasai materi yang telah dipelajari.
Ya Ya Ya
2 Guru memberikan PR untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa sesuai kompetensi yang ditentukan
Ya Ya Ya
3 Guru mengajak peserta didik berdoa bersama untuk mengakiri pembelajaran.
Ya Ya Ya
Dari analisis yang ditunjukkan pada tabel 4.1, maka dapat dideskripsikan bahwa pada kegiatan awal ada 5 aspek yang dilaksanakan diantaranya guru memberika salam pembuka, guru mengecek kehadiran siswa, guru memberikan motivasi kepada siswa, guru menyampaikan
tujuan dari pembelajaran akan dipelajari dan guru memberikan gambaran pelajaran yang akan dipelajari. Pada aspek pertama kedua dan ketiga yakni mengucapkan salam, pada pertemuan pertama guru melaksanakan aspek tersebut dengan “baik” karena memenuhi indikatornya yakni mengucapkan salam dengan suara yang lantang sehingga siswa dapat mendegarkan apa yang dikatakan oleh guru. Aspek kedua adalah guru mengecek kehadiran siswa, pada pertemuan pertama, kedua dan ketiga guru melaksanakan degan baik karena siswa mampu memperhatikan guru pada saat absensi berlangsung meskipun masih ada beberapa siswa yang tidak mendengar saat namanya disebut. Pada aspek ke-tiga Guru memotivasi kepada siswa dengan memeberi informasi tentang materi yang akan dipelajari, pada pertemuan pertama guru melaksanakan kurang baik karena guru dalam memberikan motivasi masih sangat kaku dan tidak mendapatkan respon yang berarti oleh peserta didik, pada pertemua kedua dan ketiga guru melaksanakan dengan baik karna menggunakan bahasa yang formal dan mendapatkan respon yang cukup baik oleh peserta didik.
Aspek ke-empat adalah guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai, pada pertemuan pertama kedua dan ketiga guru melaksanakan dengan baik serta memenuhi indikatornya yakni menggunakan bahasa yang tersusun dengan baik, dan disampaikan dengan suara yang lantang. Aspek terakhir pada kegiatan pembuka adalah Guru
35
memberi gambaran mengenai materi pembelajaran guru melaksanakan degan baik karena memenuhi indikator disampaikan denga terstuktur dengan suara yang lantang namun masih perlu dimaksimalkan karna ada beberapa kegiatan yang tidak disampaikan.
Pada kegiatan inti ada banyak aspek yang harus dilaksanakan, pertama guru membentuk kelompok kecil yang terdiri 6-7 orang, pada pertemuan pertama kedua dan ketiga guru melaksanakan sangat baik karna siswa mendengarkan instruksi guru walaupun beberapa siswa yang masih belum aktif. Aspek kedua adalah guru memberikan materi pelajaran dan ditugaskan untuk membaca serta menyimpulkan materi tersebut dalam masing-masing kelompok, pada pertemuan pertama siswa guru melaksanakan kurang baik karena bahasa yang digunakan tidak terstruktur atau tidak mengikuti isi dari kompetensi yang terlampir di RPP, pada pertemuan ke dua dan ketiga guru melaksanakan degan baik artinya peningkatan ini merupakan hasil dari refksi pada pertemuan-pertemuan sebelumnya yakni bahasa yang digunakan sudah mulai terstruktur dan penyampaiannya sudah mulai jelas. Aspek berikunya adalah guru menumbuhkan kerjasama antar kelompok, pada pertemuan 1 sampai ke 3 guru melaksanakan dengan baik karena sebagain siswa merespon dengan baik apa yang disampaikan guru. Aspek selanjutnya adalah menyajikan permaslahan untuk dipecahkan, pada semua pertemuan guru melaksanakan
dengan maksimal artinya LKPD di setiap kelompok dibagikan. Aspek selanjutnya adalah guru mengarahkan siswa untuk memecahkan masalah yang diberikan, pada pertemuan pertama guru melaksanakan dengan baik karena guru mengarahkan dengan baik akan tetapi masih terjadi sedikit keributan saat arahan dilakukan dan hal ini dimaksimalkan pada pertemuan-pertemuan selanjutnya. Aspek selanjutnya adalah guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk memunculkan ide atau pertanyaan, pada pertemuan pertama guru melaksanakan kurang baik karena dalam mengarahkan kurang tegas segingga memakan waktu yang sangat lama, pada pertemuan berikutnya guru melaksanakan dengan baik artinya siswa diarahkan dengan tegas dan akan tetapi masih memakan waktu yang cukup lama. Aspek selanjutnya adalah guru menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru, pada pertemuan pertama guru masih kurang baik dalam menjawab pertanyaan siswa kurangannya pengalaman membuat siswa kurang memahami jawaban yang diberikan oleh guru, pertemuan ke dua dan tiga guru melaksanaka aspek dengan baik artinya apa yang disampaikan oleh guru, sebagian besar siswa sudah memahami walaupun beberapa siswa kurang tangkap apa yang dikatakan oleh guru.
aspek selanjutnya adalah guru bersama siswa membuat kesimpulan tentang materi yang telah dipelajari, pada pertemuan dan kedua pertama guru belum melaksanakan aspek dengan baik karena guru melaksanakan
37
kurang baik yakni guru belum mampu mengarahkan siswa untuk membuat kesimpulan dengan baik pada pelajaran yang dipelajarinya, pada pertemuan ketiga sebagian besar siswa sudah mampu memberi kesimpulan dengan menggunakan bahasa yang baik.
Pada kegiatan penutup ada 3 aspek yang harus dilaksnakan yakni aspek pertama yaitu guru melakukan penilaian/evaluasi hasil belajar peserta didik guna mengetahui sejauh mana peserta didik telah menguasai materi yang telah dipelajari, pada pertemuan pertama guru melaksanakan degan baik dan pertemuan kedua dan ketiga guru mendapatkan skor maksimal, namun perlu ditingkatkan. Aspek selanjutnya adalah guru memberikan PR untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa sesui kompetensi yang ditetapkan artinya guru melaksanakan aspek ini dengan baik. Dan aspek terakhirnya adalah guru mengajak peserta didik berdoa bersama untuk mengakhiri kegiatan pembelajaran, pada setiap pertemuan guru melaksanakan dengan baik akan tetapi masih perlu dimaksimalkan karna ada beberapa siswa yang belum tertip dalam melakasanakan doa bersama
2. Aktivitas siswa
Observasi aktivitas siswa ini di isi oleh observer lain dan dibantu oleh peneliti. Adapun hasil observasi siswa kelas VII A SMP Negeri 2 Alla pada satu dipaparkan pada tabel 4.2 berikut ini:
Tabel 4.2 Observasi Aktivitas Siswa Siklus I
No Komponen Yang Diamati
Jumlah siswa
Siswa yang memperhatikan arahan dan pembahasan guru pada saat pembelajaran berlangsung
20 23 19 20.67 79.5%
3
Siswa berpendapat mengenai masalah yang dipaparkan
4 4 5 4.33 16.65%
4
Siswa yang mengajukan pertanyaan mengenai
Siswa yang memaparkan hasil diskusinya di depan
8 Siswa menyimpulkan materi
yang diajarkan 3 3 3 3 11.53%
9 Siswa mampu
menggunakan beragam cara, 20 23 19 20.67 79.5%
39
ide dalam penyelesaian permasalahan
Siswa memberikan gagasan baru unik dalam saat berpendapat.
1 2 2 1.67 6.4%
Berdasarkan tabel 4.2 diiperoleh data mengenai aktivitas belajar yang dilakukan oleh siswa selama siklus 1 berlangsung bahwa siswa yang hadir pada saat proses pembelajaran berlangsung adalah 93,6% dengan jumlah siswa yang hadir pada pertemuan pertama 24 oran karna 1 siswa sakit dan 1 tanpa keterangan atau alpa, pertemuan kedua 26 orang, pada pertemuan ketiga 23 orang, karna 2 siswa izin dan 1 siswa sakit sehingga rata-rata dari siswa yang hadir pada 3 pertemuan awal adalah 24,3. Siswa yang memperhatikan arahan dan pembahasan guru saat pembelajaran berlangsung 79,5,%, pada pertemuan pertama berjumlah 20, pertemuan kedua ada 23, pertemuan ketiga ada 19 orang, hal ini terjadi karna siswa yang tempat duduknya paling belakang kurang memperhatikan arahan dari guru, sehingga rata-rata dari aktivitas ini mencapai 20,7. Siswa yang berpendapat mengenai masalah yang dipaparkan 16,65%, dengan pertemuan pertama dan kedua sebanyak 4 orang siswa saja, pertemuan ketiga meningkat menjadi 5 orang sehingga siswa yang mengeluarkan pendapat hanya mencapai jumlah rata-rata 4,33. Siswa yang mengajukan pertanyaan mengenai materi/permasalahan yang belum dipahami
memliki pesentase mencapai 11,5% pada pertemuan pertama dan kedua hanya 2 orang siswa yang bertanya, pertemuan ke tiga 5 orang, berdasarkan analisis jumlah siswa yang bertanya tergantung dari bagaimana cara guru menjelaskan saat penjelasan guru baik mudah dipahami maka pertanyan yang datang hanya sedikit demikian pula sebaliknya, sehingga rata-rata dari aktivitas ini adalah 11,5. Siswa aktif dalam diskusi kelompok sebanyak 66,65% pada pertemuan pertama 16 siswa, kedua dan ketiga 18 sehingga rata-rata 12,33. Berdasarkan hasil analisis siswa yang aktif pada saat diskusi adalah 2 atau 3 oarang perwakilan dari setiap kelompok saja, sehingga rata-rata yang dicapai sebesar 12,33. Siswa yang memaparkan hasil diskusinya di depan kelas sebanyak 23,8%, dengan setaip pertemuannya ada 6 oarang siswa yang memaparkan mereka adalah perwakilan dari setiap kelompok, sehingga siswa memaparkan hasil diskusi rata-ratanya mencapai 14,0. Siswa yang antusias dalam pengumpulan informasi dari materi sebanyak 28,2%, pada pertemuan pertama sebanyak 6 oarang, pertemuan kedua 7 orang dan pertemuan ketiga 9 orang, karna biasanya siswa yang antusia berkisar 1 atau 2 oarang dari setiap kelompok, sehingg rata-rata aktivitas siswa ini adalah 7,3. Siswa menyimpulkan materi yang diajarkan 11,53% , pada setiap pertemuan ada 3 siswa masing2 kelompok, sehingga rata-rata dari aktivitas ini adalah 3. Siswa mampu menggunakan beragam cara, ide dalam penyelesaian permasalahan memiliki persentase 79,5% pada pertemuan pertama 20 orang, pertemuan ke
41
dua 23 dan pertemuan ke tiga 19 orang, berdasarkan analisis siswa yang mampu menjawab secara beragam di identifikasi dari hasil latihan siswa setelah diberikan masalah yang lebih kompleks, sehingga rata-rata dari aktivitas ini adalah 20,7. Siswa mampu menyelesaikan permasalahan mencapai 76,92% dengan jumlah siswa pada setiap pertemuan sebanyak 20 orang, sama dengan aktivitas sebelumnya, aktivitas ini pun di identifikasi dengan melihat hasil latihan yang diberikan, sehingga dari keseluruhan pertemuan rata-ratanya adalah 20 . Siswa memberikan gagasan baru unik dalam saat berpendapat sebanyak 6,4% , dengan jumlah siswa yang memberikan ide baru pada pertemuan pertama 1, pertemuan kedua ada 2orang dan pertemuan ketiga sebanyak 2 orang, sehingga rata-ratanya dalah 1,7.
3. Tes Kemampuan Penalaran Matematis
Tes kemampuan penalaran matematis ini dibuatlam soal tes uraian, dan dilaksanakan pada pertemuan ke-empat dari pelaksanaan penelitian di kelas VII A SMP Negeri 2 Alla Kabupaten Enrekang. Adapun tabel 4.3 adalah skor hasil tes masing-masing siswa pada indikator kemampuan Penalaran
Matematis:
Tabel 4.3 Hasil Tes Kemampuan Penalaran Matematis Masing-Masing Siswa Pada Indikator Kemampuan Penalaran Matematis Di Siklus
No Nama Siswa P Soal no 1. Soal no 2 Nilai
/ L
Skor Indikator Skor indikator Akhir
K.
Skor indikator Skor indikator
K.
43
25 Rahmania Suci P 4 3 3 2 1 65
26 Siti Hanria P 4 4 2 2 2 70
RATA-RATA 3.27 3 2 2.12 1.73
Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa indikator yang memiliki nilai rata-rata terendah adalah indikator menarik kesimpulan. Jika skor setiap indikator pada siklus 1 dirata-ratakan, maka akan menunjukkan keretcapaian pada indikator ditunjukkan oleh tabel 4.4 berikut
Tabel 4.4 Ketercapaian Indikator Kemampuan Penalaran Matematis Siklus I
Kemampuan memberikan alasan
terhadap kebenaran solusi 4 2 50%
Kemampuan menarik kesimpulan 4 1.73 43%
Kemampuan memeriksa kesahihan
suatu argumen 4 3.27 82%
Kemampuan menentukan pola 4 2.12 53%
Adapun data skor hasil tes kemampuan Penalaran Matematis secara keseluruhan akan dipaparkan pada tabel 4.5, sebagai berikut
Tabel 4.5 Statistika Skor Hasil Tes Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Kelas VII A SMP Negeri 2 Alla pada Siklus I
Statistik Nilai Statistik
jumlah siswa 26
Skor ideal 100
Skor tertinggi 90
Skor trendah 30
Skor rata-rata 60.57
Median 65
Modus 30
Standar deviasi 18.01815
Variansi 324.6538
Berdasarkan tabel 4.5 diperoleh bahwa skor rata-rata dari nilai yang diperoleh siswa dalam penelitian ini, untuk mengetahui kemampuan Penalaran Matematis yang dicapai siswa kelas VII A SMP Negeri 2 Alla Kabupaten Enrekang pada siklus I setelah pemberian tindakan berupa penerapan Pendekatan Open Ended adalah 60.57 yakni dengan menjumlahkan semua nilai siswa dan dibagi banyanya siswa dan standar daviasinya adalah 18.01815, nilai standar daviasi digunakan untuk menunjukkan nilai sebaran data pada sebuah sampel data dan seberapa dekat setiap titik data individu dengan garis nilai rata-rata; dengan perolehan skor tertinggi adalah 90 dan untuk skor terendah adalah 30 dari kriteria skor ideal tertinggi yang mungkin apabila siswa menjawab semua dengan benar adalah 100 dengan jumlah siswa keseluruhan adalah 26; sedangkan untuk memperoleh nilai tengah (Median), yakni dengan mengurutkan semua data nilai siswa dari terendah ke tertinggi kemudian kita cari nilai yang berada ditengah-tengah urutan, jika banyanya nilai ganjil maka medianya adalah nilai yang ditengan-tengan, tetapi jika banyaknya nilai genap maka mediannya adalah dua nilai siswa ditengah dijumlah dan dibagi 2, sehingga pada penelitian ini mediannya adalah 65; untuk pendapatkan nilai modus dari data nilai siswa diatas, yakni dengan melihat nilai
45
siswa yang sering muncul yakni 30. Ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan siswa kelas VII A SMP Negeri 2 Alla yang dijadikan sampel penelitian, memiliki kemapuan penalaran yang berada pada kategori sedang.
Apabila skor hasil tes Kemampuan Penalaran Matematis siswa dikelompokkan ke dalam 5 kategori, maka diperoleh distribusi frekuensi yang disajikan pada tabel 4.5:
Tabel 4.6 Distribusi Frekuensi Dan Persentase Skor Hasil Tes Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Kelas VII A SMP Negeri 2 Alla Pada Siklus I
Interval Kategori Frekuensi Persentase
0 – 54 Sangat rendah 7 26.92%
55 – 64 Rendah 5 19.23%
65 – 74 Sedang 7 26.92%
75 84 Tinggi 4 15.38%
85 – 100 Sangat tinggi 3 11.53%
Jumlah 26 100%
Tabel. 4.7 Distribusi Frekuensi dan persentase ketuntasan hasil tes kemampuan Penalaran Matematis siswa VII A SMP Negeri 2 Alla pada siklus I
Skor Kategori Frekuensi Persentase
0 – 64 Tidak tuntas 12 46.15%
65-100 Tuntas 14 53.84%
Berdasarkan tabel 4.7 menunjukkan bahwa setelah diterapkan pendekatan Open Ended pada siklus I persentase ketuntasan hasil tes kemampuan Penalaran Matematis siswa kelas VII A SMP Negeri 1 Alla sebesar 53.84% atau 14 orang dari 26 orang siswa termasuk dalam kategori tuntas. Dari hasil distribusi diatas pula menunjukkan masih terdapat 46.15% atau 11 orang dari jumlah keseluruhan siswa yang berada pada kategori tidak tuntas. Atau dapat disimpul bahwa pada siklus I indikator keberhasilan yang ingin dicapai belum terpenuhi.
c. Tahap Refleksi
Pada tahap ini, kemampuan guru dalam mengelola pembelajara sudah baik, Namun masih ada beberapa aspek yang perlu ditingkatkan demi mengoptimalkan pembelajaran yang dilakukan serta untuk lebih mengembangkan kemampuan Penalaran Matematis siswa.
Secara umum, penjelasan tentang hasil temuan untuk aspek-aspek yang perlu dikembangkan selama siklus I berlangsung ditunjukkan oleh tabel 4.8 berikut:
Tabel 4.8 Hasil Refleksi Selama Proses Siklus I No. Refleksi Hasil Temuan Solusi
Guru harus menggunakan bahasa yang baik dan benar tidak serta suara yang lantang sehingga siswa dapat mengerti apa yang dijelaskan
47 mengarahkan siswa, akan tetapi tegas yang dimaksud tidak menekan siswa dan tidak membuat suasana memberikan tanggapan dan petanyaan baik kepada guru maupun pada kelompok lain yang memaparkan penyelesaiaanya saat diskusi. Salah satu hal yang harus dilakukan oleh guru adalah memaksimalkan keterlaksanaan pembelajaran yang mendukung pengembangan aktivitas siswa.
Salah satu cara yang yang dapat dilakukan adalah mendorong siswa untuk mengeluarkan pendapatnya serta mendorong siswa untuk meningkatkan pengetahuan serta pengalamannya baik dengan melihat dari internet maupun membaca dari buku sehingga mereka mampu mengintegrasikan pengetahuan tersebut dengan masalah yang dihadapi, sehingga diharapkan dapat memunculkan ide/gagasan yang baru/unik
No. Refleksi Hasil Temuan Solusi 3. Hasil tes
Kemampuan Penalaan Matematis
Salah satu
Indikator kemampuan
Berpikir kreatif yakni menarik kesimpulan.
Memperbanyak soal latihan
2. Siklus II
a. Tahap perencanaan
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada tahap perencanaan adalah sebagai berikut:
1. Menyusun pemetaan SK, KD, dan Indikator sebagai acuan dalam menyusun silabus pembelajaran.
2. Menyusun silabus pembelajaran sebagai acuan dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
3. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sebagai acuan dalam pelaksanaan pembelajaran.
49
4. Menyusun pemetaan kebutuhan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) sebagai acuan dalam menyusun Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).
5. Menyusun Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) sebagai media yang akan digunakan dalam proses pembelajaran.
6. Menyusun soal tes pemahaman konsep (uji kompetensi I) yang akan ujikan pada akhir siklus.
7. Menyusun format observasi untuk mengamati kondisi pembelajaran di kelas ketika pelaksanaan tindakan berlangsung.
Adapun desain pembelajaran yang direncanakan sama pada siklus 1 hanya penerapan saja yang perlu ditingkatkan
b. Tahap Tindakan/Pelaksanaan (Action) Observasi dan Evaluasi 1. Tahap tindakan
Tahap tindakan pada siklus II, sama dengan tahap-tahap yang dilaksankan pada siklus I, adapun yang berubah adalah cara penerapannya yang perlu ditingkatkan dengan berpedoman pada hasil refleksi yang telah dibuat.
2. Keterlaksanaan pembelajaran
Kegiataan obsevasi terhadap keterlaksanaan pembelajaran siklus II dilakukan oleh observer dalam hal ini guru matematika SMP N 2 ALLA.
Pengamatan ini dilakukan pada setiap pertemuan saat proses pembelaharan berlangsung. Hasil pengamatan terhadap keterlaksaan pembelajaran di siklus II, disajikan dalam tabel 4.9 berikut:
Tabel 4.9 Observasi Keterlaksanaan Pembelajaran Siklus II
No Aspek Yang Diamali Pertemuan ke-
I II III
No Aspek Yang Diamati Peremaun ke-
I II III
5 Guru memberi gambaran mengenai
materi pembelajaran Ya Ya Ya
2 Guru memberikan materi pelajaran dan ditugaskan untuk membaca serta menyimpulkan materi tersebut dalam masing-masing kelompok
Ya Ya Ya
3 Guru menumbuhkan kerjasama
antar kelompok Ya Ya Ya
4 Guru menyajikan permasalahan
untuk dipecahkan Ya Ya Ya
5 Guru mengarahkan siswa untuk memecahkan masalah yang diberikan
Ya Ya Ya
6 Guru mendorong siswa untuk Ya Ya Ya
51
menyampaikan ide atau bertanya 7 Guru menjawab pertanyaan yang
diajukan oleh siswa Ya Ya Ya
8 Guru bersama peserta didik membuat kesimpulan tentang materi yang telah dipelajari.
Ya Ya Ya
C Penutup
1 Guru melakukan penilaian/evaluasi hasil belajaran peserta didik guna mengetahui sejauh mana peserta didik telah menguasai materi yang telah dipelajari.
Ya Ya Ya
2 Guru memberikan PR untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa sesuai kompetensi yang ditentukan
Ya Ya Ya
3 Guru mengajak peserta didik berdoa bersama untuk mengakiri pembelajaran.
Ya Ya Ya
Dari analisis yang ditunjukkan pada tabel 4.9, maka dapat dideskripsikan bahwa pada kegiatan awal ada 5 aspek yang dilaksanakan diantaranya guru mengucapkan salam pembuka, guru mengecek kehadiran siswa, guru memotivasi siswa dengan memberi informasi mengenai materi yang akan dipelajari, guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan guru memberi gambaran mengenai materi pembelajaran. Pada aspek pertama yakni mengucapkan salam, pada pertemuan pertama, kedua dan ketiga guru melaksanakan aspek dengan baik karena memenuhi indikator bersuara lantang serta dengan ekspresi yang bersemangat atau pada aspek mengucapkan salam atau dilaksankan dengan sangat baik. Aspek kedua adalah guru mengecek kehadiran siswa, pada setiap pertemuan guru melaksanakan dengan sangat baik karna seluruh siswa menjawab saat aspek
ini dilaksankan. Pada aspek ketiga guru memotivasi siswa pada pertemuaan pertama dan kedua guru melaksanakan dengan baik karena guru mampu berbicara dengan bahasa yang baik dan hampir keseluruhan siswa mendengarkan dan pada pertemuan ketiga guru memaksimalkannya dengan menggunakan bahasa yang baik serta suara yang lantang sehingga murit dapat mendengar apa yang di bicarakan guru. Aspek ke-empat adalah guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai, pada setiap pertemuan guru melaksanakan aspek dengan baik serta memenuhi indikatornya yakni menggunakan bahasa yang tersusun dengan baik. Aspek terakhir pada kegiatan pembuka adalah guru menyampaikan rencana kegiatan yang akan dilakukan, pada setiap pertemuan guru melaksanakan aspek dengan baik karena memenuhi indikator disampaikan denga terstuktur dengan suara yang lantang dan menyampaikan dengan bahasa yang tersusun, menggunkan suara yang lantang serta menyampaikan semua kegiatan-kegiatannya.
Keterlaksanakan, pertama guru membentuk kelompok kecil yang terdiri 6-7 orang, pada pertemuan pertama guru memperoleh skor 3 yakni dilaksanakan sangat baik karna siswa mendengarkan instruksi guru walaupun beberapa siswa yang masih belum aktif , pada pertemuan kedua dan ketiga memperoleh skor 4 artinya guru melaksanakan kegiatan ini dengan sangat baik karena instruksi yang dilakukan guru didengar oleh siswa dan siswa sebagian besar antusias melaksanakannya, pada aspek ini guru memperoleh skor rata-rata 3,67 atau
53
dilakukan dengan sangat baik. Aspek kedua adalah guru memberikan materi pelajaran dan ditugaskan untuk membaca serta menyimpulkan materi tersebut dalam masing-masing kelompok, pada pertemuan pertama dan kedua guru memperoleh skor 3 atau dilaksanakan baik karena bahasa yang digunakan terstruktur atau sudah mengikuti isi dari kompetensi yang terlampir di RPP, pada pertemuan ketiga guru memperoleh skor 4 artinya peningkatan ini merupakan hasil dari refksi pada pertemuan-pertemuan sebelumnya yakni bahasa yang digunakan sudah mulai terstruktur dan penyampaiannya sudah mulai jelas, skor rata-rata pada aspek ini adalah 3.33 atau dilaksanakan dengan baik. Aspek ketiga
dilakukan dengan sangat baik. Aspek kedua adalah guru memberikan materi pelajaran dan ditugaskan untuk membaca serta menyimpulkan materi tersebut dalam masing-masing kelompok, pada pertemuan pertama dan kedua guru memperoleh skor 3 atau dilaksanakan baik karena bahasa yang digunakan terstruktur atau sudah mengikuti isi dari kompetensi yang terlampir di RPP, pada pertemuan ketiga guru memperoleh skor 4 artinya peningkatan ini merupakan hasil dari refksi pada pertemuan-pertemuan sebelumnya yakni bahasa yang digunakan sudah mulai terstruktur dan penyampaiannya sudah mulai jelas, skor rata-rata pada aspek ini adalah 3.33 atau dilaksanakan dengan baik. Aspek ketiga