• Tidak ada hasil yang ditemukan

C. Pembahasan

4. Keterlibatan Kerja

Hasil dari penelitian ini menjelaskan bagaimana meaningfulness of work pada wanita kerja yang telah berkeluarga. Meaningfulness of work adalah sebuah pengalaman psikologis mengenai kebermaknaanin seseorang yang bekerja terhadap pekerjaannya. Ada banyak faktor yang membuat seseorang mengalami pengalaman tersebut salah satunya adalah keterlibatan kerja.

Keterlibatan kerja merupakan suatu konstrak yang meneliti sampai sejauh mana karyawan atau pekerja percaya bahwa pekerjaan mereka merupakan pusat dari kehidupan mereka serta mencerminkan kesesuaian antara kebutuhan dengan persepsi mereka bahwa pekerjaan dapat memenuhi kebutuhan hidup (Kanungo, 1982 dalam Rosso dkk, 2010). Semakin seseorang merasa terlibat dengan pekerjaannya maka sulit untuk seseorang tersebut memisahkan diri atau harga diri seseorang dari pekerjaan tersebut dan membuat pekerjaan itu menjadi bermakna (Brown, 1996 dalam Rosso dkk, 2010).

Hal ini sesuai dengan temuan hasil analisa data dari masing-masing subjek dimana subjek merasa dirinya berharga dan berguna ketika bekerja serta kepercayaan dari masing-masing subjek bahwa pekerjaan mereka dapat memenuhi kebutuhan hidupnya.

Subjek NH yang memiliki latar belakang keluarga menengah menganggap bah pekerjaan sangat penting untuk dirinya. Selain itu kondisi saat ini juga NH harus menopang ayahnya yang sudah tidak bekerja lagi. Setelah mengalami masa-masa kegagalan dengan impiannya NH memang berkeinginan kuat untuk menjadi sukses dan bisa membantu kedua orangtua nya dengan bekerja. NH juga merasa dengan bekerja ia bisa menjadi lebih hidup dan merasa berarti.

Hampir sama, subjek AL juga merasa dirinya lebih berharga ketika AL bisa beraktivitas dan bekerja. AL akan sangat merasa bersemangat ketika bisa bekerja berbeda dengan ketika AL tidak melakukan kegiatan apapun seperti saat AL sedang masa cuti. AL justru akan merasa stress, tidak berdaya dan menurunnya self-esteem.

Sedangkan pada subjek EK, bekerja merupakan sebuah kewajiban untuk memenuhi kebutuhan hidup. EK sudah tidak lagi mementingkan apa pun jenis pekerjaan yang terpenting adalah EK bekerja dan memiliki penghasilan.

5. Meaningfulness of Work

Meaningfulness of work merupakan suatu pengalaman subjektif terkait dengan nilai, kepercayaan, sikap serta harapan yang dimiliki oleh individu terhadap pekerjaannya. Menurut Steger dkk (2012) pengalaman meaningfulness of work ini bukan hanya sebagai pekerjaan yang bermakna bagi individu, tetapi juga sebagai pekerjaan yang bersifat signifikan serta positif. Terdapat 7 kategori untuk mengetahui bagaimana dinamika

meaningfulness of work, yaitu authenticity, self-efficacy, sel-esteem, purpose, belongingness, dan transcendence.

Pada kategori authenticity ini lebih melihat keaslian atau otentitas diri yang ada pada diri individu. Dikatakan otentik atau asli ketika ada keselarasan antara persepsi dan perilaku dari individu. Perasaan diri yang otentik atau asli ini membantu individu dalam mempertahankan makna yang ada dalam kehidupan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan perasaan otentitas diri ini dimiliki oleh ke tiga subjek dimana pekerjaan yang mereka lakukan saat ini sesuai dengan minat ataupun prinsip mereka.

Authenticity terbagi menjadi tiga bentuk, bentuk pertama adalah experience of self-concordance yang merupakan konsistensi perilaku yang dimiliki oleh individu terhadap minat dan nilai. Seperti pada subjek EK yang sangat suka membantu orang lain, EK menunjukkan adanya konsistensi membantu orang lain baik melalui pekerjaannya sebagai pekerja sosial dan secara aktif mengikuti berbagai kegiatan sosial yang ada di lingkungannya. Lalu bentuk kedua adalah verifikasi yang merupakan suatu bentuk penegasan pribadi melalui pekerjaan atau biasa disebut sebagai pengesahan identitas. Bentuk ini sangat terlihat pada subjek AL, dimana dengan pribadinya yang menyukai sharing AL memiliki pekerjaan sebagai guru. Pekerjaannya sebagai guru ini membuat AL merasa otentik karena ada keselarasan antara minat dan perilakunya. Bentuk ketiga dari authenticity adalah personal engagement yang merupakan suatu perasaan

tenggelam secara pribadi dan hidup dalam pengalaman kerja. Seperti pada subjek NH yang memiliki personal engagement yang kuat dengan pekerjaannya. NH menjelaskan bahwa sebelum bekerja NH kurang cukup baik dalam berkomunikasi namun karena tuntutan pekerjaannya NH secara bertahap belajar untuk lebih dapat berkomunikasi dengan baik.

Kategori ke dua yaitu self-efficacy yang merupakan keyakinan atau kepercayaan diri yang dimiliki oleh individu. Pada kategori ini lebih melihat bagaimana individu merasa yakin dan percaya diri pada kemampuannya dalam menyelesaikan suatu tugas atau pekerjaan. Seperti pada subjek NH dan AL yang memiliki sifat optimis, ditambah juga dengan sifat NH yang tidak menyukai kegagalan membuat keduanya memiliki keyakinan yang kepercayaan diri dalam menyelesaikan tugas-tugasnya. Sedangkan untuk subjek EK, merupakan pribadi yang penuh dengan perhitungan dan sangat berhati-hati dalam membuat suatu keputusan. Namun meski begitu EK juga merupakan sosok individu yang cukup optimis.

Lalu pada kategori ketiga yaitu self-esteem, merupakan evaluasi atau penilaian individu terhadap harga diri yang dimiliki. Rosso (2010) mengatakan bahwa perasaan pencapaian atau penegasan yang dihasilkan dari pengalaman kerja akan membantu individu dalam memenuhi motivasi individu untuk percaya bahwa mereka merupakan individu yang berharga. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, ketiga subjek memiliki sel-esteem yang cukup baik. Hal ini terbukti dengan sifat optimis yang

mereka miliki, persepsi diri yang baik, dan ketiga subjek merupakan individu yang sangat produktif.

Pada kategori keempat adalah purpose yang merupakan suatu tujuan untuk mencapai sesuatu yang bermakna. Wujud dari purpose ini adalah significance of work, yaitu persepsi individu mengenai seberapa penting pekerjaan mereka. Bagi ketiga seubjek pekerjaan adalah hal yang sangat penting bagi mereka. Pekerjaan bagi subjek NH dan EK merupakan suatu hal yang sangat penting untuk memenuhi kebutuhan. Selain itu dengan kondisi NH saat ini yang belum memiliki anak pekerjaan menurut NH juga dianggap sebagai hiburan. Sedangkan pada subjek AL selain untuk memenuhi kebutuhan dengan pekerjaannya saat ini AL ingin mengubah pandangan masyarakat dimana les piano dapat dilakukan oleh semua kalangan.

Pada kategori ke lima adalah belongingness yang merupakan suatu rasa memiliki dimana individu merasa diterima oleh suatu kelompok. Dalam hal ini melihat bagaimana individu merasa diterima oleh kolega mereka. Hal ini seperti yang dirasakan oleh ketiga subjek yang merasa bahwa dirinya diterima oleh koleganya dan memiliki hubungan yang baik. Bahkan ketiga subjek merasa kolega bisa sangat mempengaruhi kinerja mereka.

Lalu pada kategori terakhir yaitu transcendence atau transendensi dimana kebermaknaan dihasilkan dari hubungan atau kontribusi pada sesuatu di luar atau lebih besar dari diri yang berwujud. Seperti pada

subjek NH yang merasa pekerjaannya merupakan salah satu bentuk dari ibadah dan merasa keberhasilannya saat ini tidak diperoleh atas kerja kerasnya sendiri namun juga ada pengaruh dari support rekan kerjanya. Begitu pula dengan subjek AL yang merasa pekerjaannya saat ini merupakan bekal bagi dirinya di akhirat nanti. Oleh karena itu AL juga merasa bahwa pekerjaannya merupakan bentuk pengabdian dan AL menjalaninya dengan ikhlas tanpa memandang berapa fee yang didapatkan. Tidak berbeda jauh dengan kedua subjek sebelumnya, EK juga merasa keinginanya membantu orang lain masih sangat tinggi meskipun dalam prosesnya terdapat masalah atau hambatan. EK pun juga tidak memandang berapa fee yang didapatkan. Selain itu, bagi EK keluarga sangat mempengaruhi kesuksesannya saat ini karena keluarganya sangat menerima dan mendukung semua keputusan EK.

50 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

Dokumen terkait