BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Diagram 4.4 Ketuntasan Keterampilan Berbicara
Ketuntasan Keterampilan Berbicara
Dari diagram diatas dapat disimpulkan bahwa ketuntasan keterampilan berbicara meningkat disetiap siklusnya yaitu pada pra siklus diperoleh persentase 46%, pada siklus I diperoleh peresentase 67% meningkat menjadi 88% pada siklus II. Ketuntasan keterampilan berbicara siswa secara klasikal telah tercapai.
Dengan meningkatnya kemampuan berbicara siswa dapat diartikan bahwa pembelajaran bahasa Indonesia materi menceritakan kegiatan yang dilakukan saat musim hujan dan kemarau dengan menggunakan metode reka cerita gambar pada siswa kelas 3 MI Muhammadiyah 23 Surabaya telah berhasil karena mencapai indikator kinerja yang telah ditentukan, sehingga penelitian dirasa cukup sampai dengan siklus II.
46% 67% 88% 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100%
101
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan rumusan masalah dan hasil penelitian yang telah dibahas pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa:
1. Keterampilan berbicara mata pelajaran bahasa Indonesia materi
menceritakan kegiatan yang dilakukan saat musim hujan dan musim kemarau pada siswa kelas 3 MI Muhammadiyah 23 Tandes Surabaya sebelum diterapkan metode reka cerita gambar masih kurang. Dari daftar nilai bahasa indonesia kelas 3 di MI Muhammadiyah 23 Surabaya, terdapat 11 siswa (46%) dari 24 siswa yang mendapatkan nilai di atas kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang telah ditentukan, yakni 75. Namun, 13 siswa (54%) masih mendapatkan nilai dibawah KKM atau dapat dikatakan belum tuntas. Adapun penyebab dari kurangnya nilai siswa tersebut adalah kepercayaan diri siswa yang masih rendah dan kebiasaan mereka yang masih menggunakan bahasa daerah (bahasa Madura), sehingga mereka masih sulit untuk berbicara dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
2. Penerapan metode reka cerita gambar dalam meningkatkan keterampilan berbicara mata pelajaran bahasa Indonesia materi menceritakan kegiatan yang dilakukan saat musim hujan dan musim kemarau pada siswa kelas 3
102
MI Muhammadiyah 23 Tandes Surabaya dilakukan dengan 2 siklus. Hal ini dikarenakan hasil aktivitas siswa pada siklus I belum tercapai, yakni dengan skor 76,6 (cukup), meskipun aktivitas guru pada siklus I sudah tercapai dengan skor 81,25 (baik). Kekurangan tersebut diperbaiki pada siklus II, hasil aktivitas siswa meningkat menjadi 90 (sangat baik) dan hasil aktivitas guru meningkat menjadi 90,6 (sangat baik).
3. Peningkatan keterampilan berbicara mata pelajaran bahasa indonesia materi menceritakan kegiatan yang dilakukan saat musim hujan dan musim kemarau melalui metode reka cerita gambar pada siswa kelas 3 MI Muhammadiyah 23 Tandes Surabaya mampu meningkatkan keterampilan berbicara siswa. Dapat dilihat dari nilai rata-rata kelas yang meningkat pada setiap siklusnya, yaitu pada siklus I rata-rata kelas yang diperoleh 73,95 (baik) dan pada siklus II meningkat menjadi 85 (sangat baik). Dari data tersebut dapat dilihat adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar siswa yaitu pada siklus I diperoleh persentase 67% dengan kategori sedang dan pada siklus II meningkat menjadi 88% dengan kategori tinggi.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian, adapun saran yang peneliti sampaikan adalah sebagai berikut:
103
Guru sebaiknya membuat inovasi baru dalam proses pembelajaran, sehingga tidak hanya menggunakan metode ceramah yang membuat proses pembelajaran yang monoton dan membosankan. Guru perlu menyajikan pembelajaran dengan metode lain yang bervariasi serta memotivasi siswa dalam proses pembelajaran yang menyenangkan. Seorang guru harus mampu menerapkan metode yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Salah satunya dengan metode reka cerita gambarini bisa menjadi referensi untuk kegiatan pembelajaran yang membuat siswa lebih aktif dalam pembelajaran.
2. Bagi Sekolah
Lembaga pendidikan atau sekolah hendaknya memberikan dukungan pada guru untuk mengembangkan metode pembelajaran yang diterapkan. Dukungan dapat dilakukan dengan melengkapi fasilitas pembelajaran yang diperlukan oleh guru dan siswa selama proses pembelajaran baik di dalam maupun di luar kelas.
DAFTAR PUSTAKA
Alek & Achmad H.P. 2010. Bahasa Indonesia Untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Kencana Prenada Media Grup.
Alfin, Jauharoti. 2009. Keterampilan Dasar Berbahasa. Surabaya: Pustaka Intelektual.
Anggraini, Riska Setia. 2016. Peningkatan keterampilan berbicara bahasa Indonesia materi bercerita tentang peristiwa yang pernah dialami melalui
strategi pembelajaran Time Token di kelas III MI NU Salafiyah
Gresik.Surabaya: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Universitas Islam Negeri Sunan Ampel.
Arifin, Zainal. 2011. Evaluasi Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Arikunto, Suharsimi. 1996. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi
Aksara.
Basrowi dan Suwandi. 2008. Prosedur Penelitian Tindakan Kelas. Bogor: Ghalia Indonesia.
Cahyanti, Rini Dwi. 2014. Materi Mengenal Musim.
http://dokumen.tips/education/materi-mengenal-musim-ipa-sekolah-dasar- kelas-3.html.
Hurlock, Elizabeth B. 1980. Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan
Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Iskandarwassid dan Dadang Sunendar. 2011. Strategi Pembelajaran Bahasa. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Karwati, Euis. 2014. Manajemen Kelas (Classroom Manangement). Bandung: Alfabeta.
Kunandar. 2008. Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai
Pengembang Profesi Guru. Jakarta: Raja Grafindo Persada
Kunandar. 2013. Penilaian Autentik (Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik
Berdasarkan Kurikulum 2013). Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Mahasaiswa Universitas Lambung mangkurat Banjarmasin. 2013. Pengertian Keterampilan Berbicara.http://keterampilanberbicarakimia13.blogspot.co.id. Moleong, Lexy J. 2014. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya.
Narbuko, Cholid. Ahmadi, abu. 2009. Metodologi Penelitian. Jakarta: Bumi Aksara.
Nurgiyantoro, Burhan. 2001. Penilaian dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra. Yogyakarta: BPFE.
Peraturan Menteri Agama No.22 Tahun 2006
Permatasari, Ajeng Rizki. 2015. Metode Reka Cerita Gambar Terhadap Keterampilan Menulis Permulaan Siswa Tunagrahita. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya.
Purwanto, Ngalim. 2008. Prinsip- Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran.
Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Sabri, Ahmad. 2005. Strategi Belajar Mengajar Microteaching. Jakarta: Quantum Teaching.
Sanjaya, Wina. 2010. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group.
Smith, Jonathan A. 2006. Psikologi Kualitatif Pedoman Prakrtis Metode
Penelitian. Bandung: Nusa Media.
Solchan. 2008. Pendidikan Bahasa Indonesia di SD. Jakarta: Penerbit Universitas Terbuka.
Sugiono. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Tarigan, Henry Guntur. 2008. Berbicara Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa.
Bandung: Angkasa.
Thoha, Chabib. 2009. Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Tim LAPIS PGMI. 2008. Modul Evaluasi Pembelajaran. Surabaya: LAPIS
Widodo, Rochmad. 2009. Model Pembelajaran Reka Cerita Gambar.
http://wyw1d.wordpress.com.
Wulandari, Wiwin. 2016. Peningkatan keterampilan berbica pada mata pelajaran bahasa Indonesia dengan metode reka cerita gambarbagi siswa kelas III SD Ma’ariَ YPM Wonocolo Taman Sidoarjo. Surabaya: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Universitas Islam Negeri Sunan Ampel.
Zulela. 2012. Pembelajaran Bahasa Indonesia Apresisasi Sastra di Sekolah