80 BAB 6. KEUANGAN DAERAH
BAB 6
KEUANGAN DAERAH
Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sulawesi Tengah sampai dengan triwulan III-2008 tercatat masih relatif rendah, terutama dari sisi belanja daerah. Secara keseluruhan, realisasi belanja daerah Provinsi Sulawesi Tengah mencapai Rp522,94 miliar atau 56,26% dari total anggaran belanja daerah tahun 2008 sebesar Rp929,52 miliar. Realisasi belanja daerah tersebut lebih rendah dibandingkan dengan realisasi pendapatan daerah sehingga APBD Provinsi Sulawesi Tengah sampai dengan triwulan III-2008 masih mengalami surplus sebesar Rp161,36 miliar. Surplus tersebut juga tercermin dari perkembangan DPK milik Pemerintah Daerah di perbankan yang terus meningkat dan cukup besar.
Tabel 6.
Kinerja APBD Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah
(Miliar Rupiah) Realisasi sd. Triwulan III-2008 Uraian APBD 2008 Nominal % Realisasi Pendapatan Daerah
Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dana Perimbangan
Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Sah
929,22 183,05 703,27 42,90 684,30 175,11 501,62 7,57 73,64 95,67 71,33 17,63 Belanja Daerah Belanja Operasi Belanja Modal Belanja Tak Terduga
Transfer Bagi Hasil Pajak ke Kab/Kota
929,52 614,48 245,96 5,00 64,08 522,94 399,70 73,79 0,00 49,45 56,26 65,05 30,00 0,00 77,17 Surplus / (Defisit) (0,30) 161,36
Pembiayaan Daerah (netto) 38,22 0,00 0,00
Sumber : Biro Keuangan Provinsi Sulawesi Tengah
Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa realisasi belanja operasi relatif lebih baik dibandingkan realisasi belanja lainnya. Realisasi belanja operasi sampai dengan akhir triwulan III-2008 telah mencapai Rp399,70 miliar atau 65,05% dari anggaran dan sebagian besar untuk gaji pegawai dan belanja barang, sedangkan realisasi belanja modal masih terbatas yaitu sebesar Rp73,79 miliar atau 30,00% dari anggaran. Dengan sisa waktu satu triwulan, Pemerintah Daerah perlu berupaya keras untuk
BANK INDONESIA PALU
BAB 3. PERKEMBANGAN PERBANKAN
81 BAB 6. KEUANGAN DAERAH
meningkatkan realisasi belanja daerah terutama untuk belanja modal antara lain melalui kegiatan monitoring dan evaluasi terhadap seluruh program dan kegiatan di masing-masing SKPD. Dampak positif dari peningkatan realisasi belanja daerah yaitu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Sampai dengan triwulan III-2008, belanja daerah Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah memberikan kontribusi sebesar 2,78% terhadap PDRB Sulawesi Tengah (atas dasar harga berlaku).
Dari sisi pendapatan daerah, dana perimbangan masih merupakan sumber utama pendapatan daerah di Sulawesi Tengah dengan kontribusi sangat besar. Sebagai informasi, pada tahun 2006 kontribusi dana perimbangan terhadap pendapatan daerah seluruh Pemerintah Daerah di Sulawesi Tengah mencapai 92,45%, sedangkan tahun 2007 kontribusinya sedikit menurun menjadi 90,73%. Dana perimbangan terdiri dari dana bagi hasil pajak, dana bagi hasil sumber daya alam, dana alokasi umum (DAU) dan dana alokasi khusus (DAK).
DAU adalah komponen dana perimbangan terbesar. Pada tahun 2006, kontribusi DAU terhadap pendapatan daerah mencapai 77,78%, dan pada tahun 2007 kontribusinya sedikit menurun menjadi 75,22%. DAU yang diterima Pemerintah Daerah se-Sulawesi Tengah tahun 2008 sebesar Rp4.049,96 miliar atau naik 12,24% dibandingkan DAU tahun 2007 sebesar Rp3.608,22 miliar. Realisasi penyaluran DAU tahun 2008 sampai dengan triwulan III-2008 diperkirakan telah mencapai 83,33% dengan asumsi realisasi setiap bulan mencapai seperduabelas dari besaran DAU (sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan No.04/PMK.07/2008), kecuali penyaluran bulan Oktober 2008 yang dipercepat menjadi minggu keempat September 2008.
Grafik 6.1. Perkembangan DAU di Sulawesi Tengah
3.262,73 3.608,22 4.049,96 -500,00 1.000,00 1.500,00 2.000,00 2.500,00 3.000,00 3.500,00 4.000,00 4.500,00 2006 2007 2008 Sumber : Depkeu M ilia r R p -10,00 20,00 30,00 40,00 50,00 60,00 70,00 80,00 90,00 P e rs e n (% ) DAU (Miliar Rp) Kenaikan (%) 45
BANK INDONESIA PALU
BAB 3. PERKEMBANGAN PERBANKAN
82 BAB 6. KEUANGAN DAERAH
Sementara itu, DAK merupakan komponen dana perimbangan terbesar kedua setelah setelah DAU. Tahun 2006 kontribusi DAK terhadap pendapatan daerah mencapai 6,97%, tahun 2007 kontribusi DAK meningkat menjadi 9,80%, dan tahun 2008 menurun menjadi 3,79%. Tahun 2008, DAK yang dialokasikan ke seluruh daerah di Sulawesi Tengah mencapai Rp578,98 miliar atau naik 23,72% dibandingkan tahun 2007 sebesar Rp467,96 miliar. DAK dialokasikan untuk bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, kelautan dan perikanan, pertanian, prasarana Pemerintahan Daerah serta lingkungan hidup. Namun demikian, dengan adanya Peraturan Menteri Keuangan No.04/PMK.07/2008 tanggal 28 Januari 2008 tentang Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Anggaran Transfer ke Daerah, realisasi DAK untuk Sulawesi Tengah berpotensi lebih rendah daripada DAK yang telah ditetapkan/dialokasikan Pemerintah Pusat. Hal ini disebabkan Pemerintah Pusat telah menetapkan bahwa penyaluran DAK dilakukan dalam empat tahap yaitu :
- Tahap I sebesar 30% dari alokasi DAK, dilaksanakan setelah Perda APBD diterima Dirjen Perimbangan Keuangan, paling cepat disalurkan bulan Februari.
- Tahap II sebesar 30% dari alokasi DAK, dilaksanakan selambat-lambatnya 15 hari kerja setelah laporan penyerapan penggunaan DAK tahap I diterima Dirjen Perimbangan Keuangan.
- Tahap III sebesar 30% dari alokasi DAK, dilaksanakan selambat-lambatnya 15 hari kerja setelah laporan penyerapan penggunaan DAK tahap II diterima Dirjen Perimbangan Keuangan.
- Tahap IV sebesar 10% dari alokasi DAK, dilaksanakan selambat-lambatnya 15 hari kerja setelah laporan penyerapan penggunaan DAK tahap III diterima Dirjen Perimbangan Keuangan.
Berdasarkan data Dirjen Perimbangan Keuangan-Depkeu, dari 10 kabupaten/kota dan 1 provinsi di Sulawesi Tengah yang mendapatkan alokasi
DAK, hanya 6 kabupaten/kota yang telah mendapatkan realisasi DAK tahap I pada bulan Februari 2008 yaitu Kabupaten Banggai Kepulauan, Kabupaten Tolitoli, Kabupaten Donggala, kabupaten Poso, Kota Palu dan Kabupaten Parigi Moutong dengan nilai keseluruhan mencapai Rp101,02 miliar. Berdasarkan peraturan yang ada, daerah lainnya yang tidak mendapatkan penyaluran DAK tahap I berpotensi tidak mendapatkan DAK. Permasalahan yang diperkirakan menjadi kendala dalam
BANK INDONESIA PALU
BAB 3. PERKEMBANGAN PERBANKAN
83 BAB 6. KEUANGAN DAERAH
penyaluran DAK tahun 2008 antara lain Perda APBD belum disahkan dan laporan penggunaan DAK tahun sebelumnya belum disampaikan kepada Pemerintah Pusat.
Grafik 6.2. Perkembangan DAK di Sulawesi Tengah -100.00 200.00 300.00 400.00 500.00 600.00 700.00 2006 2007 2008 Mi lia r R p -20.00 40.00 60.00 80.00 100.00 120.00 140.00 160.00 Sumber : Depkeu Per se n ( % ) DAK (Miliar Rp) Kenaikan (%)
Pada tahun 2008 ini, dana bagi hasil pajak yang akan diterima daerah-daerah di Sulawesi Tengah diperkirakan mencapai Rp303,49 miliar atau naik 18,31% dibandingkan tahun 2007 sekitar Rp256,51 miliar. Dana bagi hasil pajak tersebut sebagian besar berasal dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Sementara itu, dana bagi hasil sumber daya alam yang diterima Sulawesi Tengah tahun 2008 diperkirakan sebesar Rp32,15 miliar atau meningkat 79,92% dibandingkan tahun 2007 sebesar Rp17,87 miliar. Dana bagi hasil sumber daya alam tersebut berasal dari minyak bumi di Kabupaten Morowali sehingga kabupaten tersebut mendapatkan alokasi terbesar yaitu 40% atau sekitar Rp12,86 miliar, sedangkan Pemerintah Provinsi mendapatkan alokasi 20% atau sekitar Rp6,43 miliar dan daerah lainnya mendapatkan masing-masing 4,44% atau sekitar Rp1,43 miliar.
BANK INDONESIA PALU
BAB 3. PERKEMBANGAN PERBANKAN
84