• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAJIAN PUSTAKA

8. Keutamaan Bersih dan Suci Sebelum Shalat

Bersuci ialah membersihkan Badan, pakaian, tempat atau benda-benda lain dari najis atau hadas menurut cara-cara yang ditentukan oleh syari’at Islam. Dengan demikian bersuci ada dua macam yaitu bersuci dari najis dan bersuci dari hadas baik hadas kecil seperti buang air kecil, buang air besar maupun hadas besar seperti junub. Bersuci dari najis berlaku pada badan, pakaian dan tempat, sedangkan bersuci dari hadas khusus pada badan seperti wudhu, mandi dan tayamum sebagai pengganti wudhu atau mandi.

Menurut H. Mudjahid (1997:34) bersuci dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut:

23

a. Membersihkan diri dari kotoran dan najis dengan cara menghilangkannya dari badan, pakaian atau tempat yang terkena najis dengan menggunakan alat-alat bersuci seperti air, tanah dan sebagainya.

b. Membersihkan diri dari hadas kecil dengan wudhu, dan dari hadas besar dengan mandi atau tayamum sebagai pengganti wudhu dan mandi.

c. Membersihkan diri dari yang memburukkan pemandangan seperti menggunting tambut, kuku, Laranganari-ari, Laranganketiak, dan lain sebagainya.

d. Membersihkan gigi dari segala macam kotorannya.

e. Membersihkan diri dari dosa dan kesalahan dan membersihkan jiwa perangai yang keji melalui bertaubat.

B . P e n d id ik a n I s l a m

1. Dasar Pendidikan Islam

Yaitu pedoman untuk diadakannya pendidikan agama Islam. Dasar ini yang mendasifri landasan sumber kekuatan dan keteguhan. Sehingga pendidikan itu mempunyai arah untuk mencapai suatu tujuan dasar pendidikan Islam yaitu Al-Qur’an dan Hadist.

Sebagai pendidik muslim, sudah menjadi kewajiban untuk memikirkan generasi musjim berikutnya akan pentingnya menuntut ilmu pengetahuan, karena dengan jalan memberikan pendidikan berarti sudah memerangi kebodohan sejak dari kanak-kanak hingga ke liang kubur.

Dengan kata lain menuntut ilmu pengetahuan itu sama pentingnya dengan berperang mengusir musuh Islam.

Islam berarti ajaran yang kita imani, memang memerintahkan untuk mengajak kepada jalan yang lurus, baik pada keluarganya maupun orang lain sesuai dengan kemampuannya.

2. Pengertian Pendidikan Agama Islam

Ada beberapa pendapat yang memberikan definisi tentang Pendidikan Agama Islam.

Ahmad D. Marimba mengemukakan bahwa Pendidikan Agama Islam adalah “Bimbingan jasmani dan rohani berdasarkan hukum-hukum agama Islam menuju terbentuknya kepribadian yang utama” .

Oemar Muhammad Al-Toumy Al Syaebany berpendapat bahwa : Pendidikan agama Islam adalah usaha untuk mengubah tingkah laku individu dalam kehidupan pribadinya dan dalam alam sekitarnya melalui proses pendidikan (HM. Arifin, 1987 : 13) Pendidikan Agama Islam adalah suatu usaha berupa bimbingan atau asuhan terhadap anak didik, agar kelak setelah selesai pendidikannya dapat memahami dan mengamalkan Agama Islam serta menjadikannya pandangan hidup

Dari berbagai pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa Pendidikan Agama Islam merupakan usaha membimbing, mengarahkan potensi hidup manusia yang berupa kemampuan. Kemampuan dasar dan kemampuan belajar, sehingga terjadilah perubahan dalam kehidupan pribadinya sebagai makhluk individual dan sosial dalam hubungannya dengan alam sekitar dimana ia hidup. Proses tersebut senantiasa berada

25

dalam nilai-nilai Islam, yaitu nilai-nilai yang melahirkan norma-norma syariah dan akhlak jarimah.

3. Faktor Pendidikan Agama Islam

Dalam melaksanakan pendidikan agama Islam sehari-hari sebetulnya tidak hanya pendidik dan peserta didik yang harus ada, akan tetapi masih ada faktor-faktor lain yang saling kait-mengkait antara satu dengan yang lainnya, timpang salah satu faktor maka sukarlah untuk mencapai tujuan dalam proses pendidikan. Adapun faktor-faktor pendidikan Islam ada lima :

a. Faktor anak didik b. Faktor pendidik c. Faktor tujuan pendidikan d. Faktor alat pendidikan e. Faktor millieu / lingkungan 4. Materi Pendidikan Agama Islam

Tentang ruang lingkup pendidikan agama Islam antara tokoh pendidikan Islam yang satu dengan yang lain sedikit berselisih pendapat. Tetapi pada dasarnya mereka sama dan sepakat tentang ruang lingkup pendidikan Islam itu sendiri. Dan tentang hal ini semuanya merujuk kepada Al-Qur’an Surat Lukman ayat 13, 14, 17, 18, 19.

4-jLiL iij .«»" v i Ji-s ij^

c ^ s j i i^ J > }3 © f3 _ ^ f J t J iJ>JJl o!

j^oLc- (3”^

- *

S^l^aJl^jf ^ ;*,M ^^uJI^JJ (Hj jJ'jJj j^C-il j f

<HjL^I U <jh\^ A

j^^j) j j>3«3 JbiiJi J^T <^_>o 'i <111 1^3* l t? <3“^ 'i3

« s

O ^ ’il (j| VJplj tfi^.«a<« >X ya S 3

Artinya : Dan ingatlah ketika Lukman berkata pada anaknya. Hai anakku janganlah engkau menyekutukan Allah, sesungguhnya menyekutukan Allah adalah benar-benar kedholiman yang besar. Dan kami perintahkan pada manusia berbuat baik kepada kedua orang tua ibu dan bapak, ibu yang telah mengandung dalam keadaan lemah dan semakin lemah dan menyapihkan dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaku dan kepada kedua ibu bapakmu hanya kepadaKulah kembali.

Hai anak-anakku dirikanlah sholat dan suruhlah mengerjakan yang baik dan cegahlah perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap yang menimpa kamu. Sesungguhnya hal yang semacam ini hal yang diwajibkan oleh Allah. Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia karena sombong, dan janganlah kamu beijalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. Dan sederhanakanlah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu, sesungguhnya seburuk-buruk suara adalah suara keledai

Dari ayat Al-Qur’an tersebut dapatlah diketahui bahwa ruang lingkup Pendidikan Agama Islam adalah :

27

a. Pendidikan tauhid

Yaitu yang menyangkut tentang keyakinan terhadap Allah. Sebuah pernyataan untuk bersaksi bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah. Kalimat ini merupakan dasar dari Pendidikan Agama Islam, artinya bahwa semua aktivitas pendidikan ditujukan untuk berkeyakinan, bersikap dan berperilaku yang mencerminkan perwujudan keyakinan akan adanya Allah. Tauhid inilah sumber motivasi untuk hidup dengan meraih kebahagiaan hidup dunia dan akhirat.

Yang dimaksud tauhid atau keimanan dalam pengertian bukan hanya sekedar meyakini adanya Allah dan Rasul Muhammad saja melainkan pernyataan ini dimanifestasikan ke dalam sikap dan tingkah laku dengan menjauhi segala larangan-Nya dan menjalankan segala perintah-Nya. Segala aktivitas itu dinamakan dengan ibadah atas sikap penghambaan diri kepada Allah pencipta alam semesta. b. Fikih

Yaitu pengetahuan tentang hukum-hukum Allah yang diturunkan kepada Nabi Allah Muhammad untuk disampaikan kepada manusia sebagai pegangan hidup. Syariah inilah yang mengatur hubungan manusia dengan manusia dan manusia dengan Allah serta manusia dengan makhluk lainnya termasuk alam sekitarnya.

Hal ini penting karena Tauhid haruslah dimanisfestasikan ke dalam perilaku sehari-hari. Bentuk aturan dari manifestasi Tauhid diatur dalam syariah.

c. Ibadah

Sebagaimana syariah, ibadah merupakan menifestasi dari pelaksanaan Tauhid. Sedangkan ibadah adalah pelaksanaan hukum syariah yang menyangkut hubungan manusia dan Allah baik secara langsung maupun tidak langsung.

Hubungan yang langsung meliputi sholat, zakat, puasa, haji. Meskipun ibadah ini mempunyai dimensi sosial artinya kemanfaatan bagi manusia lainnya tetapi yang lebih prinsip disini adalah hubungan langsung dengan Allah.

Ibadah dibagi menjadi dua macam yaitu ibadah mahdloh yaitu ibadah yang dalam pelaksanaanya sesuai dengan syarat dan rukun seperti sholat dan sebagainya. Dan yang kedua yaitu ibadah ghoiru mahdlon yaitu ibadah yang dalam pelaksanaanya tidak terikat oleh syarat dan rukun seperti menolong orang, shodaqoh, infak.

Meskipun demikian ibadah hendaklah merupakan suatu perwujudan sikap penghambaan dan pengabdian seorang makhluk kepada koliqnya.

d. Akhlak

Akhlak atau budi pekerti adalah merupakan rangkaian ruang lingkup pendidikan Agama Islam, karana akhlak, budi pekerti ini

29

merupakan hal yang mengatur baik dan buruk, dan menagtur hubungan antara manusia dengan Allah, manusia dengan alam sekitar.

Tingkah laku atau akhlak seseorang yang dimanifestasikan ke dalam pebuatan. Sikap seseorang mungkin saja tidak digambarkan dalam perbuatan atau tidak tercermin dalam perilaku sehari-hari dengan perkataan lain kemungkinan adanya kontradiksi antara sikap dan tingkah laku. Oleh karena itu meskipun secara teoritis hal ini terjadi tetapi dipandang dari sudut ajaran agama Islam itu tidak boleh terjadi atau kalaupun itu terjadi menurut ajaran agama Islam itu termasuk iman yang rendah.

5. Tuj uan Pendidikan Agama Islam

Tujuan pendidikan agama bukan hanya meningkatkan rasa keagamaan saja. Akan tetapi menggabungkan seluruh aspek manusia. Sebab pendidikan agama Islam merupakan sarana untuk mengembangkan kepribadian setiap manusia.

Pendidikan agama tentunya mempunyai fungsi dan peranan yang paling besar dibandingkan pendidikan pada umumnya, lebih-lebih bila hanya menitik beratkan pada aspek kognitif saja. Pendidikan agama harus mendapatkan perhatian khusus demi mencapai terbentuknya manusia muslim seutuhnya.

Dengan menanamkan rasa keagamaan dalam diri seseorang, diharapkan agar orang tersebut dapat memahami ajaran agama, selanjutnya mengamalkan ajaran agama tersebut dalam kehidupan

sehari-hari, sehingga tercapai akhlak yang mulia atau moral yang tinggi. Hal tersebut menjadi tujuan utama pendidikan Islam. Ini sesuai dengan tujuan Rasulullah yang diutus oleh Allah SWT kepada umat manusia yang tidak lain adalah untuk menyempurnakan akhlak manusia.

Wujud pengamalan agama yang sesungguhnya sangat bermacam- macam jika dilaksanakan seorang dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya yang harus dilakukan oleh anggota lisan saja, seperti: berdo’a, berzikir, memohon ampun kepada Allah.

Yang dilakukan oleh anggota tubuh selain lisan m eliputi:

a. Untuk kemaslahatan sendiri seperti: thaharah, shalat, puasa, zakat. b. Untuk kepentingan warga / famili seperti: nikah, berbakti pada orang

tua, silaturrahmi, meyayangi budak, dan lain-lain. c. Untuk kesejahteraan masyarakat, bangsa dan negara.

Pengertian pengamalan agama Islam yang penulis maksud adalah : tingkat pelaksanaan terhadap isi ajaran Islam yang diwujudkan dalam bentuk tindakan hati (niat), pikiran, ucapan lisan dan perbuatan anggota tubuh yang kesemuanya itu dalam rangka beribadah kepada Allah SWT.

31

Artinya:

“Hai orang-orang yang beriman, masukkanlah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu

C. Praktik Keagamaan

Agama memiliki peran yang amat penting dalam kehidupan umat manusia. Agama menjadi pemandu dalam upaya mewujudkan suatu kehidupan yang bermakna suatu kehidupan yang bermakna, damai dan bermartabat. Menyadari betapa pentingnya peran agama begi kehidupan umat manusia maka internalisasi nilai-nilai agama dalam kehidupan setiap

dimiliki manusia yang mencerminkan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Allah.

Pendidikan agama Islam diberikan dengan mengikuti tuntutan bahwa agama diajarkan kepada manusia untuk mewujudkan manusia yang bertaqwa kedada Allah dan berakhlak mulia, serta bertujuan unutuk menghasilkan manusia yang jujur, adil, berbudi pekerti.etis, saling meghagai, disiplin, harmonis dan produktif, baik personal maupun sosial. Tuntutan ini mendorong dikembangkannya standar kompetensi sesuai dengan jenjang persekolahan yang ditandai dengan ciri-ciri:

1. Lebih menitik beratkan pencapaian kompetensi secara utuh selain penguasaan materi.

2. Mengakomodasikan keragaman kebutuhan dan sumber daya pendidikan yang tersedia.

3. Memberikan kebebasan yang luas kepada pendidik di lapangan untuk megembangkan strategi dan program pembelajaran sesuai

33

perubahan yang muncul dalam pergaulan masyarakat baik lingkup lokal, nasional, maupun global.

Pendidik diharapkan dapat mengembangkan metode sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar. Pencapaian seluruh kompetensi dasar perilaku terpuji dapat dilakukan. Peran semua unsur sekolah, orang tua, siswa, dan masyarakat sangat penting dalam mendukung keberhasilan pencapaian tujuan pendidikan agama Islam.

Ruang lingkup pendidikan agama Islam Sekolah Dasar meliputi aspek-aspek sebagai berikut:

1. Al-Qur’an dan Hadits

A . K e a d a a n U m u m S D N e g e r i T r e t e p K e c a m a t a n T r e t e p

1. Sejarah berdirinya SD Negeri Tretep

Berawal dari adanya inisiatif masyarakat Desa Tretep dan sekitarnya untuk mendirikan lembaga pendidikan yaitu sekolah tingkat dasar. Sebagai tokoh masyarakat pendiri adalah Kepala Desa Tretep yang didukung oleh masyrakat sekitarnya, maka berdirilah SD Negeri Tretep Kecamatan Tretep Kabupaten Temanggung, pada tanggal 2 Januari 1949.

Dengan adanya hasil rapat tokoh masyarakat, SD didirikan diatas tanah milik Desa dan dari tanah tersebut dibangunlah 6 ruang dengan biaya dari swadaya masyarakat dan bantuan dari pemerintah Kabupaten Temanggung. Maka berdirilah SD Negeri Tretep yang diresmikan oleh dinas pendidikan setempat.

2. Keadaan SD Negeri Tretep

SD Negeri Tretep terletak dilereng Gunung Prau merupakan merupakan dataran tertinggi di wilayah KecamatanTretep, yaitu Dusun Krajan Desa Tretep. Keadaan sekolah sekarang sudah cukup baik, jika dilihat dari fasilitas disetiap kelas, fasilitas sekolah dan kedisiplinan yang cukup tinggi. Jumlah siswa SD Negeri Tretep kelas I sampai dengan kelas VI adalah 132 anak. Mengenai kebersihan dan kerajinan siswa sudah cukup baik, walaupUn masih ada satu sampai dua anak yang belum

35

terbiasa adalah 132 anak. Mengenai kebersihan menempati lokasi di pedesaan, keserasian untuk seragam sekolah sudah cukup baik dan rapi. 3. Suasana KBM di SD Tretep

Pada umumnya suasana dan lokasi kegiatan belajar mengajar (KBM) Di SD Negeri Tretep cukup tertib dan sesuai dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ). Hubungan murid dengan guru telah terjalin akrab penuh dengan suasana kekeluargaan, hal ini juga berlaku antara sekolah dengan lingkungannya. Selama dalam proses belajar mengajar kedisiplihan guru dan siswa sudah baik

4. Keadaan guru, penjaga dan siswa a. Keadaan guru

Pada bab ini penulis kemukakan personalia guru SD Negeri Tretep tahun pelajaran 2009 / 2010. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut

Tabel 1

Keadaan Guru dan Penjaga SD Negeri Tretep Tahun Pelajaran 2009 /2010

No Nama / NIP Jabatan Pendidikan

Terakhir

NIP. 196208151983042010 5 Lusi Ariningsih, S Pd NIP. 197107082006042025 Guru Kelas IV S 1 6 Margiwati, A Ma Pd NIP. 196911082005012005

Guru Kelas V DII

7 Kasih Anggarini, S.Pd NIP. 195810031979111005 Guru Kelas VI S 1 8 Mulyatno, A Ma NIP. 195805051984051003 Guru PAI D II

9 Kumia Margi Ariyanti, A Ma Pd

GTT D II

10 Ika Rusmiyanti, A Ma Guru Bhs Inggris

D II

11 Murad i Penjaga SMP

b. Keadaan siswa

Menurut data yang penulis peroleh dari bagian administrasi siswa bahwa siswa SD Negeri Tretep tahun pelajaran 2009 / 2010 sejumlah 132 siswa, untuk mengetahui data siswa tersebut secara rinci dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel No. 2

Keadaan Siswa SD Negeri Tretep Tahun Pelajaran 2009 /2010

5. Struktur Organisasi

Struktur organisasi dan personalia pada SDNegeri Tretep dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel No. 3

Struktur Organisasi SD Negeri Tretep Tahun Pelajaran 2009 / 2010

5. Sarana dan prasarana

Proses belajar mengajar akan berhasil jika didukung oleh tersedianya sarana dan prasarana yang memadai. Terpenuhinya sarana

Sarana prasarana yang dim iliki SD N egeri Tretep tercantum dalam tabel b e rik u t:

Tabel No. 4

Sarana dan Prasarana SDNegeri Tretep T ahun 2 0 0 9 /2 0 1 0

No N am a Barang Jum lah

1 Gedung m ilik sendiri 2

2 Ruang kelas 6 3 Ruang kantor 1 4 Ruang perpustakaan 1 5 Ruang UKS 1 6 W C Guru 1 7 W C Ka Sekolah 1 8 W C M urid 6 9 M asjid 1 10 K operasi 1 11 Kom puter 1 15 M esin ketik 1

B. Data Siswa K eias IV SD N egeri Tretep Tahun Pelajaran 2009 / 2010

Dokumen terkait