Al-Qur`an adalah kalam Allah yang memiliki banyak sekali keutamaan.
Adapun diantara keutamaan al-Qur`an, yakni:
81Departemen Agama Republik Indonesia, al-Quran dan Terjemahnya,, h. 215.
82Departemen Agama Republik Indonesia, al-Quran dan Terjemahnya, h. 16.
83Departemen Agama Republik Indonesia, al-Quran dan Terjemahnya, h. 67.
a. al-Qur`an adalah petunjuk dan rahmat
Allah swt berfirman dalam QS. al-A`raf/7 : 52:
َْحمَرَو ىًدُى ٍمْلِع ىَلَع ُهاَنْلَّصَف ٍباَتِكِب مُىاَنْ ئِج ْدَقَلَو
Dan sesungguhnya kami telah mendatangkan kitab (al-Qur`an) kepada mereka, yang kami jelaskan atas dasar pengetahuan, sebagai petuntuk dan rahmat bagi orang-orang beriman.84
Dan Allah berfirman dalam QS. al-A`raf/7 : 204 :
َنوَُحمْرُ ت ْمُكَّلَعَل ْاوُتِصنَأَو ُوَل ْاوُعِمَتْساَف ُنآْرُقْلا َئِرُق اَذِإَو )
ٕٓٗ
(
Terjemahnya:
Dan apabila dibacakan al-Qur`an, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.85
b. Al-Qur`an menjadi hujjah (pembela)
Ketika kelak manusia dihadapkan kepada pengadilan Allah, maka tidak akan pembela yang dapat memberikan kita jaminan selain Allah swt. Namun, Allah menjadikan al-Qur`an sebagai pemberi hujjah bagi siapa saja yang senantiasa menjaga al-Qur`an. sebagaimana sabda Rasulullah saw.:
َكْيَلَع ْوَأ َكَل ٌةَّجُح ُنآْرُقْلاَو …
84Departemen Agama Republik Indonesia, Al-Quran dan Terjemahnya, h. 157.
85Departemen Agama Republik Indonesia, Al-Quran dan Terjemahnya, h. 176.
86Muslim bin al-Hajjaj Abu al-Husaini al-Qushairy an-Naisabury, Shahih Muslim Juz 1 (Beirut: Daar Ihya` al-Thirast al-Araby, t.th.), h. 203.
c. Al-Qur`an akan memberi syafaat bagi para pembacanya Rasulullah Saw. bersabda:
َ ي ِتَِْيَ ُوَّنِإَف ،َنآْرُقْلا اوُءَرْ قا ِوِباَحْصَلأ اًعيِفَش ِةَماَيِقْلا َمْو
. )ملسم هاور(
88
Artinya:
Bacalah al-Qur`an, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa`at bagi sahabat-sahabatnya. (HR. Muslim)89
Hadis tersebut menerangkan bahwa orang yang senantiasa menjadikan al-Qur`an sebagai pedoman hidup, membaca, mentadabburi, menghafalkan, mengamalkan, dan mengajarkan, maka Allah akan memberikan kita syafa`at-Nya bersebab kedekatan kita dengan al-Qur`an.
d. Pembaca al-Qur`an, manis dan wangi
Rasulullah saw. Sangat memberikan penghargaan bagi orang-orang yang gemar membaca al-Qur`an.90 Rasulullah saw. memberi permisalan bagi orang-orang yang rajin membaca al-Qur`an ibarat buah yang harum dan manis rasanya.
Rasulullah saw. bersabda:
ِنِمْؤُمْلا ُلَثَمَو ٌبِّيَط اَهُمْعَطَو ٌبِّيَط اَهُيحِر ِةَّجُرْ تُْلأا ُلَثَم َنآْرُقْلا ُأَرْقَ ي يِذَّلا ِنِمْؤُمْلا ُلَثَم ُأَرْقَ ي يِذَّلا ِقِفاَنُمْلا ُلَثَمَو ٌوْلُح اَهُمْعَطَو اََلَ َحيِر َلَ ِةَرْمَّتلا ُلَثَم َنآْرُقْلا ُأَرْقَ ي َلَ يِذَّلا
87Isnawati, Nurlaela, Rahasia Sehat dan Panjang Umur Dengan Sedekah, Silaturrahmi, Dhuha, Taubat, Tahajjud, Baca Al-Qur`an, dan Puasa Senin Kamis, h. 91
88Muslim bin al-Hajjaj Abu al-Husaini al-Qushairy an-Naisabury, Shahih Muslim Juz 2, (Beirut: Daar Ihya` al-Thirast al-Araby, t.th.), h. 553.
89Yahya bin Abdurrazzaq al-Ghautsani, Kaifa Tahfidzul Qur`an al-Karim, h. V
90Isnawati, Nurlaela, Rahasia Sehat dan Panjang Umur Dengan Sedekah, Silaturrahmi, Dhuha, Taubat, Tahajjud, Baca Al-Qur`an, dan Puasa Senin Kamis, h. 91.
ُقْلا
tidak semerbak, namun rasanya manis. Sedangkan perumpamaan orang munafik yang membaca al-Qur`an adalah laksana buah Raihanah yang baunya harum namun rasanya pahit. Dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca al-Qur`an adalah seperti buah Hanzhalah, baunya tidak wangi dan rasanya juga pahit.92e. Al-Qur`an meliputi segala sesuatu
Dalam buku Dienul Islam, Mamsudi AR menuliskan bahwa menurut pendapat beberapa ulama, diantara isi kandungan al-Qur`an meliputi aqidah, ibadah, janji dan ancaman, peraturan-peraturan dan hukum, serta riwayat dan cerita.93
Jadi, al-Qur`an tidak hanya mencakup satu pokok saja, namun ia bersifat universal dan menyeluruh, mencakup seluruh pokok kehidupan di dunia dan akhirat.
f. Al-Qur`an adalah penyembuh (penawar) Allah berfirman dalam QS. al-Isra/17 : 82:
ًاراَسَخ َّلََإ َينِمِلاَّظلا ُديِزَي َلََو َينِنِمْؤُمْلِّل ٌةَْحمَرَو ءاَفِش َوُى اَم ِنآْرُقْلا َنِم ُلِّزَ نُ نَو )
ٕٛ
(
Terjemahnya:
Dan kami turunkan dari al-Qur`an (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim (al-Qur`an itu) hanya akan menambah kerugian.94
91Muslim bin al-Hajjaj Abu al-Husaini al-Qushairy an-Naisabury, Shahih Muslim Juz 1, h. 194.
92Isnawati, Nurlaela, Rahasia Sehat dan Panjang Umur Dengan Sedekah, Silaturrahmi, Dhuha, Taubat, Tahajjud, Baca Al-Qur`an, dan Puasa Senin Kamis, h. 91.
93Mamsudi AR, Dienul Islam untuk Santri TP al-Qur`an Peket B, h. 26.
Dari ayat tersebut, Sa`ad Riyadh memberi menerangkan bahwa al-Qur`an merupakan penyembuh bagi orang-orang yang dalam hatinya dipenuhi oleh keimanan, sehingga jiwa menerima apa yang ada dalam al-Qur`an, berupa kejernihan, ketenangan dan keamanan.95
Allah berfirman dalam QS. al-A`raf/7 : 204-206:
َنوَُحمْرُ ت ْمُكَّلَعَل ْاوُتِصنَأَو ُوَل ْاوُعِمَتْساَف ُنآْرُقْلا َئِرُق اَذِإَو
Dan apabila dibacakan al-Qur`an, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat. Dan sebutlah (nama) Rabbmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengarkan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai. Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Rabbmu tidaklah merasa enggan menyembah Alah den mereka mentasbihkan-Nya dan hanya kepada-Nyalah mereka bersujud.96
Sa`ad Riyadh menerangkan bahwa al-Qur`an akan menjaga hati dari berbagai penyakit yang akan menimpa seseorang. Sebaimana ia akan membersihkannya ia akan membersihkannya dari berbagai penyakit yang menghinggapinya, seperti hawa nafsu, tamak, hasad, dan sebagainya.97
Maka dari itu, orang yang meyakini kebanaran bahwa al-Qur`an adalah firman Allah serta meyakini bahwa orang yang senantiasa membacanya akan dilindungi dari
94Departemen Agama Republik Indonesia, Al-Quran dan Terjemahnya, h. 290.
95Sa`ad Riyadh, Kaifa Nuhbibul Qur`an li Abnaina, terj. Nila Nur Fajariyah, Mendidik Anak Cinta al-Qur`an (Cet. I; Solo: Insan Kamil, 2007), h. 118.
96Departemen Agama Republik Indonesia, Al-Quran dan Terjemahnya, h. 176.
97Sa`ad Riyadh, Kaifa Nuhbibul Qur`an li Abnaina, h. 119.
segala macam penyakit baik fisik maupun penyakit hati, maka insya Allah, Allah akan enantiasa melindungi setiap hambanya yang meyakini akan kebenaran firman-Nya.
g. Al-Qur`an mudah untuk dijadikan pengingat (zikr)
Allah swt. telah memudahkan al-Qur`an dijadikan pengingat (zikr). Allah swt.
berfirman dalam QS. al-Qamar/54 : 17:
ٍرِكَّدُّم نِم ْلَهَ ف ِرْكِّذلِل َنآْرُقْلا َنَْرَّسَي ْدَقَلَو )
ٔٚ
(
Terjemahnya:
Dan sungguh, telah kami mudahkan al-Qur`an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?98
Ayat tersebut diulang dalam Qur`an sebanyak empat kali dalam surah al-Qamar untuk mengukuhkan bahwa Allah telah memudahkan al-Qur`an untuk dibaca, dihafal, dan difahami maknanya, serta dihayati kandungannyabagi orang yang mau mengingat dan mengambil pelajaran.
Pada ayat tersebut terdapat anjuran untuk memperbanyak membaca al-Qur`an, menghafalkannya, sebagaimana Allah telh menjadikan orang yang ahli al-Qur`an sebagai “keluarga Allah” dan orang istimewa di sisi-Nya.99
h. Al-Qur`an memberikan ketenangan jiwa
98Departemen Agama Republik Indonesia, Al-Quran dan Terjemahnya, h. 529.
99Yahya Abdul Fattah az-Zawawi, Khairu Ma`in fi Hifzhil Qur`an al-Karim, terj. Khoirun Niat Shalih, Metode Praktis Cepat Hafal Al-Qur`an (Cet. I; Solo: Pustaka Iltizam, 2013), h. 14.
Sa`ad Riyadh menuliskan, diantara bukti bahwa al-Qur`an merupakan pedoman hidup adalah ia akan memberikan ketenangan bagi setiap orang.100
Allah berfirman dalam QS. al-An`am/6 : 82:
َو ُنْمَلأا ُمَُلَ َكِئ َلْوُأ ٍمْلُظِب مُهَ ناَيمِإ ْاوُسِبْلَ ي َْلََو ْاوُنَمآ َنيِذَّلا
Orang-orang yangberiman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.101
Setiap manusia membutuhkan kebahagiaan. Tidak akan ada kebahagiaan bagi manusia tanpa adanya ketenangan jiwa, dan tidak ada ketenangan jiwa tanpa ada ketenangan hati.102
Allah swt. berfirman dalam QS. ar-Ra`d/13 : 28:
ا ِرْكِذِب َلََأ ِّللَّا ِرْكِذِب مُهُ بوُلُ ق ُّنِئَمْطَتَو ْاوُنَمآ َنيِذَّلا
mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati mereka menjadi tentram.103Membaca al-Qur`an merupakan salah satu ibadah yang menjadikan seorang hamba senantiasa mengingat Allah. Orang-orang yang senantiasa membaca al-Qur`an, maka insya Allah hatinya akan senantiasa merasakan ketenangan.
4. Sebab-Sebab dapat Meningkatkan Kemampuan Menghafal al-Qur`an
100Sa`ad Riyadh, Kaifa Nuhbibul Qur`an li Abnaina, h. 120.
101Departemen Agama Republik Indonesia, h. 138.
102Sa`ad Riyadh, Kaifa Nuhbibul Qur`an li Abnaina, h. 121.
103Departemen Agama Republik Indonesia, Al-Quran dan Terjemahnya, h. 252.