5.2.2. Kewajiban Tata Guna Lahan Kota Semarang
Potensi Bagian Wilayah Kota (BWK) Kota Semarang dibagi atas empat wilayah pengembangan dan sepuluh wilayah bagian kota. Wilayah tersebut antara lain:
• Wilayah sentral / pusat kota Semarang
• Memiliki konektivitas tinggi terhadap wilayah lain
• Kondisi tanah baik untuk daerah terbangun
• Pusat pelayanan kegiatan kota
• Terdapat kawasan Kota Lama sebagai kawasan bangunan konservasi
2 II Gajah
Mungkur, Candisari
• Lokasi strategis dalam menghubungkan pusat kota dengan daerah pinggiran kota
• Pusat pendidikan tinggi skala regional
• Kawasan khusus militer skala regional
• Kawasan olahraga rekreasi skala regional
3. III Semarang
Barat, Semarang Utara
• Pusat kegiatan transportasi (bandara A. Yani, pelabuhan laut Tanjung Emas, Stasiun Kereta Api Tawang & Poncol)
• Kawasan rekreasi skala regional (PRPP, museum Ronggowarsito. Pantai Marina dan Kuil Suci)
4. IV Genuk • Lereng landai, sesuai untuk kegiatan
permukiman dan perkotaan lain
• Pengembangan daerah industri
• Dekat dengan pelabuhan laut dan terminal induk
• Terdapat lahan tambak, potensi pengembangan perikanan darat
5. V Gayamsari,
Pedurungan • Kelerengan relatif landai
• Cocok untuk dikembangkan permukiman, pendidikan, kesehatan, perdagangan dan jasa
• Aksebilitas tinggi, dekat Demak
• Dilalui jalur transportasi regional ke Purwodadi
Tabel 5.24. Karakteristik dan Pembobotan Lokasi Sumber: Analisa penyusun
• Berpotensi didirikan terminal
6. VI Tembalang • Pusat kegiatan pendidikan dengan skala regional
• Pengembangan kegiatan permukiman
• Topografi berbukit (potensi view)
• Dilewati jalan arteri primer dan arteri sekunder
• Dekat dengan pusat pengembangan Pedurungan dan Peterongan
7. VII Banyumanik • Pintu gerbang Kota Semarang dari arah Selatan
• Dilewati jalan arteri primer dan arteri sekunder yang merupakan jalur utama Kota Semarang
• Dekat pusat pendidikan kecamatan Tembalang
• Sub terminal Banyumanik menimbulkan potensi kutub pertumbuhan BWK VII Bagian Selatan
• Adanya kawasan rekreasi panorama Kota Semarang bawah
• Topografi berbukit dan iklim sangat potensial sebagai pengembangan kegiatan permukiman 8. VIII
Gunungpati • Sebagai wilayah penyangga kaitannya dengan perlindungan lingkungan
• Wilayah desa-‐kota dengan kegiatan utama pertanian, berpotensi sebagai kawasan produksi bahan pangan
• Adanya pendidikan skala regional
• Berpotensi sebagai kawaban isian untuk suplai air tanah
• Sumber daya pertanian berpotensial mendorong pertumbuhan ekonomi perkotaan
• Potensial untuk pengembangan pariwisata alam dan pariwisata agro
9. IX Mijen • Potensial sebagai wilayah tangkapan dan
simpul distribusi hasil pertanian
• Sebagai wilayah cadangan pengembangan Kota Semarang
• Sesuai untuk pengembangan kegiatan pertanian
• Pengembangan agro bisnis dan agro industri
• Potensial sebagai kawasan isian untuk suplai kebutuhan air tanah
• Potensial untuk pengembangan pariwisata agro
10. X Ngalian, Tugu • Pintu gerbang Kota Semarang dari arah Barat
• Potensi perkembangan kegiatan industri
• Berperan dalam menghubungkan Kota Semarang dengan Boja sebagai interland
Tabel 5.25. Potensi Bagian Wilayah Kota (BWK) Kota Semarang Sumber : (Semarang, 2014)
5.2.3. Kewajiban Tata Guna Lahan Kota Semarang
Perpustakaan sebagai sumber informasi masyarakat kota Semarang, pemilihan tapak dan lokasi merupakan aspek yang penting pada perancangannya. Oleh karena itu diperlukan kriteria pemilihan tapak sebagai berikut:
• Tata guna lahan memperhatikan fungsi kawasan yaitu sesuai dengan kegiatan yang bersifat pendidikan
• Lingkungan dalam lokasi memiliki sarana penunjang, antara lain kawasan perkantoran, pemerintahan dan pendidikan
• Lokasi memiliki kemudahan terhadap aksesibilitasnya, baik menuju maupun keluar lokasi harus mudah diakses dari terminal transportasi darat, laut dan udara. Kemudahan tersebut juga didukung oleh jaringan-‐jaringan jalan yang baik serta memadai.
• Lokasi perpustakaan merupakan wilayah yang berada di pusat kota yang dapat menunjang pengembangan dan pembangunan kota
Untuk kebutuhan luas lahan atau tapak harus disesuaikan dengan program ruang yang direncanakan dan disesuaikan dnegan koefisien dasar bangunan (KDB) sesuai dengan daerah tapak atau lokasi dan juga kontur lahan yang ada. Mengacu pada kriteria yang ada maka dilakukan perbandingan diantara tapak-‐tapak yang akan dipilih, sebagai berikut:
1. Tapak Alternatif I
Berada di jalan Pemuda, Kota Semarang yang merupakan bagian dari kecamatan Semarang Tengah, dengan luas + 12.900 m2, dengan batas-‐batas tapak yang tersedia, sebagai berikut:
Sebelah Utara : Jalan Pemuda Sebelah Timur : Paragon City Mall Sebelah Selatan : Permukiman warga
Sebelah Barat : Dinas Pendidikan Prov. Jawa Tengah
Kondisi fisik : merupakan lokasi parkir mall Paragon City yang berada di sebelahnya
Luas lahan : + 12.900 m2
Peraturan : KDB 60%, ketinggian bangunan maksimal 3 lantai dengan KLB 1,8
Gambar 5.1. Lokasi Tapak Alternatif I Sumber : Google Earth
Tata guna lahan : perdagangan dan jasa, perkantoran, pendidikan, pelayanan umum
Kontur : relatif datar Pencapaian :
• Dari arah jalan Pemuda, terdapat angkutan umum yang dapat melewati lokasi tapak alternatif I
• Berada di area yang merupakan jalan protokol kota Semarang
Lokasi :
• Lingkungan mendukung karena merupakan salah satu daerah dengan kunjungan yang cukup padat
• Dekat dengan lokasi beberapa sekolah
• Dekat dengan lokasi perniagaan atau mall
• Dekat dengan lokasi pemerintahan kota
• Fasilitas umum serta utilitas memadai
2. Tapak Alternatif II
Berada di jalan Simpang Lima Kota Semarang, yang merupakan pusat kota Semarang
Sebelah Utara : Simpang Lima
Sebelah Timur : Jalan Semarang-‐Purwodadi Sebelah Selatan : Hotel Louis Kienne
Sebelah Barat : Jalan Erlangga
Kondisi fisik : merupakan lokasi ruko perniagaan Luas lahan : + 10.558 m2
Peraturan : KDB 60%, ketinggian bangunan maksimal 3 lantai dengan KLB 1,8
Tata guna lahan : perdagangan dan jasa, perkantoran, pendidikan, pelayanan umum
Kontur : relatif datar Pencapaian :
• Terdapat angkutan umum yang dapat melewati lokasi tapak
Gambar 5.2. Lokasi Tapak Alternatif II Sumber : Google Earth
• Berada di area yang merupakan pusat Kota Semarang Lokasi :
• Lingkungan mendukung karena merupakan salah satu daerah dengan kunjungan yang cukup padat
• Dekat dengan lokasi beberapa sekolah
• Dekat dengan lokasi perniagaan atau mall
• Fasilitas umum serta utilitas memadai
3. Tapak Alternatif III
Berada di jalan Ngesrep Timur V kecamatan Tembalang Kota Semarang
Sebelah Utara : Jalan Ngesrep
Sebelah Timur : Jalan Sumurboto dan rumah-‐rumah warga Sebelah Selatan : Jalan Sumurboto dan rumah-‐rumah warga Sebelah Barat : rumah-‐rumah warga
Kondisi fisik : merupakan lokasi kantor Kecamatan Tembalang dan Kantor Arsip kota Semarang
Luas lahan : + 11.200 m2
Peraturan : KDB 40%; KLB 0,8; GSB 23M;
Tata guna lahan : perdagangan dan jasa, perkantoran, pendidikan, pelayanan umum
Kontur : sedikit berkontur Pencapaian :
• Terdapat angkutan umum yang dapat melewati lokasi tapak
• Berada di area yang merupakan pusat pendidikan tinggi Kota Semarang
• Berada di lingkungan pendidikan Lokasi :
• Lingkungan mendukung karena merupakan salah satu daerah dengan kunjungan yang cukup padat
• Dekat dengan lokasi beberapa sekolah dan perguruan tinggi
• Fasilitas umum serta utilitas memadai
Gambar 5.3. Lokasi Tapak Alternatif III Sumber : Google Earth
Pertimbangan Keterangan Skor/ nilai Alternatif I
Pencapaian Akses mudah dari jalan Pemuda
menggunakan angkutan umum 3
Citra Bangunan Sesuai karena bangunan yang ada disekitarnya memiliki arsitektur yang
modern 3
Fasilitas Pendukung Dekat dengan kawasan pendidikan, dekat dengan kawasan perkantoran
Kota Semarang 4
Jumlah 10
Alternatif II
Pencapaian mudah dicapai karena merupakan pusat kota yang dilewati banyak
angkutan umum 3
Citra Bangunan Sesuai karena bangunan yang ada disekitarnya memiliki arsitektur yang
modern 3
Fasilitas Pendukung
dekat dengan bangunan pendidikan, tetapi lumayan jauh dengan bangunan pemerintah kota. Namun dekat dengan bangunan pemerintah daerah
3
Jumlah 9
Alternatif III
Pencapaian mudah dicapai dengan kendaraan
umum 3
Citra Bangunan
Sesuai karena merupakan bangunan pelayanan umum yang dibutuhkan oleh
masyarakat sekitar serta mahasiswa 5
Fasilitas Bangunan
dekat dengan fasilitas pendidikan baik sekolah maupun perguruan tinggi, merupakan lokasi asli arsip kota Semarang
Berdasarkan penilaian diatas, maka diputuskan bahwa tapak terpilih sebagai perencanaan dan perancangan Semarang Central Library adalah tapak 3 yang berada di jalan Sudharto dengan luasan + 11.200 m2. Yang berada di sekitaran jalan Pemuda dengan lokasi yang strategis karena memiliki akses yang mudah serta memiliki beberapa faktor pendukung berupa keberadaan maall, hotel, perkantoran pemerintah, dan beberapa sekolah negeri maupun swasta.
Menurut Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 14 Tahun 2001 bahwa jalan Sudharto merupakan jalan kolektor sekunder, maka bedasarkan Peraturan Daerah no 6 Tahun 2004 tentang Rencana Detail Tata Ruang Kota (RTRDK) Kota Semarang pasal 33 bahwa Koefisien Lantai Bangunan (KLB) di daerah Tembalang untuk bangunan pelayanan umum adalah 0,8 dengan maksimal 2 lantai. Serta
Tabel 5.26. Pembobotan Lokasi dan Tapak Sumber : Analisa Penyusun
berdasarkan pasal 30 ditetapkan bahwa KDB area Simpang Lima bagian bangunan pelayanan umum adalah 40%.
Dengan memperhatikan peraturan bangunan seperti KDB, KLB, ketinggian maksimal serta GSB bangunan, maka luas lantai yang boleh terbangun adalah:
KDB x luas lahan = 60% x 10.558 m2 = 4.480 m2