• Tidak ada hasil yang ditemukan

10 26 KEWASPADAAN UNIVERSAL

Dalam dokumen Sk Payung Abis Lebaran (Halaman 38-49)

Kewaspadaan universal adalah suatu cara untuk mencegah penularan  penyakit dari cairan tubuh yang keluar dari tubuh pasien/penderita penyakit  baik dari pasien ke petugas kesehatan ataupun dari pasien satu ke pasien lain. Untuk mencegah penularan penyakit infeksi baik dari pasien ke petugas ataupun dari pasien ke pasien lain melalui cairan tubuh pasien.

Langkah –  Langkah :

a. Petugas memanggil pasien sesuai nomor urut pada rekam medis pasien

 b. Petugas mengidentifikasi pasien dengan mencocokkan identitas pasien dengan yang tertulis di rekam medis

c. Petugas menganamnesa pasien,menanyakan riwayat penyakitnya d. Petugas mencuci tangan dengan cara 6 langkah mencuci tangan e. Petugas mengenakan APD ( masker,sarung tangan steril)

g. Petugas melakukan tindakan medis ke pasien dengan menggunakan alat-alat yang steril.

h. Selesai melakukan pemeriksaan fisik dan tindakan medis,petugas mendekontaminasikan alat dan bahan habis pakai dengan menggunakan cairan chlorin 0,5 % selama 10 menit

i. Petugas mencuci alat-alat yang sudah didekontaminasi dengan air mengalir  j. Petugas mensterilkan alat yang sudah dicuci

k. Petugas membuang alat dan bahan habis pakai pada tempat sampah medis l. Petugas mencuci tangan dengan cara 6 langkah mencuci tangan.

II.10.27 PEMBERIAN ANASTESI LOKAL DAN SEDASI DI PUSKESMAS Pemberian anestesi lokal adalah tindakan menghilangkan rasa sakit atau nyeri secara lokal tanpa disertai hlangnya kesadaran.

Pemberian anestesi lokal dapat dengan tekhnik:

Anestesi permukaan  adalah pengolesan atau penyemprotan analgetik lokal diatas selaput mukosa seperti mata,hidung,faring.

Anestesi infiltrasi  adalah penyuntikan larutan analgetik lokal langsung diarahkan disekitar tempat lesi,luka atau insisi.cara infiltrasi yang serng digunakan adalah blokade lingkar dan larutan obat disuntikan intradermal atau subcutan.

Anestesi blok  adalah penyuntikan analgetik lokal langsung ke saraf utama atau  pleksus saraf.

Anestesi regional  intravena adalah penyuntikan larutan analgetik lokal intravena.

Obat anestesi lokal/regional adalah obat yang menghambat hantaran saraf bila dikenakan secara lokal.anestesi lokal idealnya adalah yang tidak mengiritasi atau merusak jaringan secara permanen,batas keamanan lebar,mula kerja singkat,masa kerja cukup lama,larut dalam air,stabil dalam larutan,dapat disterilkan tanpa mengalami  perubahan dan efeknya reversibel.

Lidokain (liqnikaon,xylocain) adalah anestesi lokal kuat yang digunakan secara topikal dan suntikan.Efek anestesi lebih kuat,cepat,ekstensif dibanding prokain Bupivakain adalah anestetik golongan amida dengan mula kerja lambat dan masa kerja  panjang.Pemberian anestesi lokal adalah tindakan menghilangkan rasa sakit atau nyeri

secara lokal tanpa disertai hlangnya kesadaran. a. Langkah-langkah

 b. Petugas mengidentifikasi pasien ,mencocokkan identitas pasien dengan rekam medis.

c. Petugas menganamnesa pasien

d. Petugas mencatat anamnesa pasien ke rekam medis

e. Petugas menidurkan pasien di ruang tindakan,memposisikan luka yang akan dilakukan anestesi terlihat kasat mata

f. Petugas memberikan informed consent pada pasien dan keluarga tentang tindakan anestesi yang akan dilakukan

g. Pasien menandatangani lembar informed consent setelah diberi informed consent oleh petugas

h. Petugas mempersiapkan alat dan bahan steril untuk melakukan tindakan anestesi i. Petugas mencuci tangan dengan 6 langkah mencuci tangan

 j. Petugas menggunakan sarung tangan steril

k. Petugas mengambil obat anestesi dengan menggunakan spuit dibantu dengan  petugas lain yang membukakan obat anestesi

l. Petugas memberikan informasi kalau akan segera dilakukan penyuntikan  pembiusan untuk menghilangkan rasa sakit

m. Petugas menyuntikkan obat anestesi lokal langsung ke lesi,luka dan sekitarnya secara blokade lingkar dan obat disuntikan intradermal atau subcutan

n. Petugas menunggu 1-2 menit sampai obat anestesi bereaksi dan pasien sudah tdak merasakan sakit pada luka dan sekitarnya

o. Petugas menanyakan pada pasien dengan memberikan rangsangan nyeri pada sekitar luka apakah masih nyeri atau tidak dan sudah merasa baal/kesemutan pada kulit sekitar luka.

 p. Setelah pasien tidak merasa nyeri petugas membersihkan luka yang terkena kotoran dengan larutan NaCl 0,9 %

q. Petugas melakukan tindakan

II.10.28 IDETIFIKASI PENANGANAN KELUHAN

Identifikasi dan penanganan keluhan adalah proses pengumpulan keluhan dan cara mengatasi keluhan yang ada dari pasien di Puskesmas Kutabumi

a. Pelaksana pelayanan klinis dan petugas pendaftaran menerima keluhan dari pasien,  baik secara langsung, melalui sms, melalui kotak sar an ataupun melalui pengisian

instrumen,

 b.  b. Petugas pelayanan klinis dan petugas pendaftaran mencatat keluhan dari  pelanggan di dalam buku keluhan pelanggan,

c. Petugas pelayanan klinis dan petugas pendaftaran melaporkan keluhan dari pasien kepada coordinator pelayanan klinis,

d. Koordinator pelayanan klinis menerima laporan dari pelaksana pelayanan klinis dan dari petugas pendaftaran,

e. Koordinator pelayanan klinis mengidentifikasi keluhan pasien juga dari kotak saran yang dibuka tiap bulan,

f. Koordinator pelayanan klinis melaporkan semua keluhan yang diperoleh kepada Kepala Puskesmas,

g. Kepala Puskesmas menerima laporan dari koordinator pelayanan klinis,

h. Kepala Puskesmas memberikan instruksi untuk melakukan pembahasan terhadap  penanganan keluhan yang dilaporkan coordinator layanan klinis,

i. Kepala Puskesmas, koordinator layanan klinis dan semua petugas membahas mengenai penanganan keluhan pasien

 j. Kepala Puskesmas, koordinator pelayanan klinis dan semua petugas membuat rencana penanganan terhadap keluhan pasien

k. Koordinator pelayanan klinis mencatat hasil pembahasan penanganan keluhan  pelanggan,

l. Koordinator pelayanan klinis dan semua petugas melaksanakan hasil rencana  penangan terhadap keluhan pelanggan,

m. Koordinator pelayanan klinis mengevaluasi pelaksanaaan keluhan pasien dengan mengidentifikasi keluhan kembali bulan depan.

Pengkajian, pencegahan pengulangan yang tidak perlu adalah proses tindakan  pencegahan berulang yang sudah dilaksanakan,dengan cara memasukan / mencatat

dalam dokumen rekam medis supaya tidak terjadi pengulangan yang tidak perlu. Pelaksana pelayanan dilaksanakan olehsemua petugas.Dilaksanakan setiap h

Langkah - langkah :

n. Petugas pelayanan klinis menerima rekam medis dari petugas pendaftaran, o. Petugas memanggil pasien dan mempersilahkan pasien masuk,

 p. Petugas menganamnesa atau mengkaji keluhan pasien, q. Petugas mengukur tanda –  tanda vital,

r. Petugas menuliskan hasil anamnesa dan tanda –  tanda vital pasien di dalam RM  pasien,

s. Petugas melakukan pemeriksaan fisik terhadap pasien, t. Petugas mengidentifikasi masalah kesehatan pasien,

u. Petugas menjelaskan kepada pasien mengenai masalah kesehatan yang sedang dialami pasien dan menjelaskan mengenai rencana terapi,

v. Petugas melakukan terapi sesuai dengan yang direncanakan,

w. Petugas membuatkan surat rujukan ke ruang pemeriksaan lain jika memerlukan konsultasi unit lain,

x. Petugas menuliskan resep dan meminta pasien untuk menebus resep di apotek Puskesmas,

y. Petugas mencatat semua hasil anamnesa dan tindakan di RM pasien untuk menghindari pengulangan yang tidak perlu

II.10.30 LAYANAN KLINIS YANG MENJAMIN KESINAMBUNGAN LAYANAN

Agar pelayanan klinis yang dilakukan untuk menangani masalah kesehatan pasien dapat dilakukan secara paripurna.

Langkah - langkah

a. Petugas menerima rekam medis pasien dari petugas pendaftaran,  b. Petugas memanggil pasien masuk ke ruang periksa,

d. Petugas melakukan pemeriksaan fisik, e. Petugas merumuskan diagnosa pasien, f. Petugas menyusun rencana asuhan pasien,

g. Petugas berkolaborasi dengan tim kesehatan lain sesuai masalah kesehatan pasien,

h. Petugas memberitahukan pasien mengenai layanan yang akan diberikan untuk mengatasi masalah kesehatan pasien,

i. Petugas meyakinkan bahwa pasien memahami penjelasan petugas,

 j. Petugas mengidentifikasi persetujuan atau penolakan pasien terhadap tindakan yang akan dilakukan,

k. Petugas melakukan tindakan untuk mengatasi masalah kesehatan pasien sesuai rencana asuhan,

l. Petugas melakukan evaluasi formatif terhadap tindakan yang dilakukan, m. Petugas menyusun rencana tindak lanjut bila masalah kesehatan pasien

 belum teratasi,

n. Petugas memberi pesan pada pasien untuk melakukan kunjungan ulang (control) sesuai kriteria waktu yang ditentukan,

o. Petugas mendokumentasikan hasil kegiatan di dalam rekam medis pasien.

II.10.31 HAK PASIEN MENOLAK ATAU TIDAK MELANJUTKAN PENGOBATAN

Hak menolak atau tidak melanjutkan pengobatan adalah kegiatan menjelaskan kepada pasien mengenai haknya dalam memutuskan pengobatan yang akan dilakukan terhadap dirinya, pasien berhak memutuskan menerima atau menolak melakukan pengobatan serta berhak menghentikan pengobatan saat  pengobatan berlangsung.

Langkah –  langkah hak penolakan pasien untuk tidak melanjutkan pengobatan : a. Dokter memeriksa pasien

 b. Dokter merumuskan diagnosa pasien c. Dokter memberikan advis pada petugas

e. Petugas memberitahu tentang penyakit pasien serta rencana asuhan yang akan dilaksanakan

f. Petugas memberitahu bahwa pasien harus dirujuk bagi pasien yang tidak bisa ditangani di Puskesmas

g. Petugas memberitahu pasien atau keluarga tentang hak untuk menolak atau tidak melanjutkan pengobatan

h. Petugas menyiapkan lembar persetujuan atau penolakan terhadap tindakan medis yang akan dilakukan (Form Persetujuan/Penolakan)

i. Petugas menjelaskan isi Form Persetujuan/Penolakan

 j. Petugas menyakinkan bahwa pasien atau keluarga paham dengan penjelasan tersebut

k. Petugas memberikan kesempatan kepada pasien atau keluarga untuk mengambil keputusan berkenaan dengan kelanjutan pengobatan pasien

l. Petugas memberitahukan pasien dan keluarga tentang konsekwensi atau hal yang terjadi berkaitan dengan penolakan tersebut dan Puskesmas tidak  bertanggungjawab

m. Petugas menganjurkan pasien untuk menandatanganin Form Penolakan

n. Petugas membubuhkan tanda tangan pada Form Penolakan yang telah di tandatangani pasien dan saksi

o. Petugas memberikan informasi tentang pengobatan alternative lainnya  p. Petugas mendokumentasikan hasil kegiatan

II.10.30 PEMBERIAN EDUKASI BILA KELUARGA MENYEDIAKAN MAKANAN

Pemberian Edukasi adalah merupakan pemberian materi- materi edukasi gizi kepada pasien dan atau keluarga berkaitan dengan kondisi kesehatan pasien dan  penyediaan makanan pasien. Untuk memberikan informasi tentang hal- hal yang harus diperhatikan pasien dan atau keluarga terkait gizi berhubungan dengan kondisi kesehatan pasien. Sebagai pedoman dalam pemberian edukasi tentang gizi bila keluarga menyediakan makanan.

Langkah –  langkah :

a. Pelajari masalah gizi pasien yang tertulis dalam rekam medic atau formulir hasil skrining gizi atau formulir konsul gizi sesuai permintaan dan hasil wawancara dengan pasien dan atau keluarga

 b. Tentukan diagnosa gizi pasien

c. Tulis identitas pasien, diagnose gizi, rencana intervensi gizi dalam formulir asuhan gizi pasien rawat jalan, poned ataupun rawat inap

d. Hitung dan susun kebutuhan gizinya terjemahkan dalam pembagian makanan dan tuliskan dalam leaflet diet

e. Gunakan masker pada pasien yang dapat menularkan infeksi lewat udara f. Jelaskan dan diskusikan pelaksanaan diet dengan pasien dan atau keluarga g. Berikan penjelasan makanan yang boleh dan tidak boleh dimakan

h. Buat evaluasi hasil konsultasi dengan memberikan pertanyaan kepada  pasien dan atau keluarga.

i. Lakukan pencataan pemberian edukasi direkam medic yang ditanda tangani  pasien.

II.10.32 ASUHAN GIZI

Adalah serangkaian kegiatan yang terorganisir / terstruktur yang memungkinkan untuk mengindentifikasi penyediaan asuhan gizi untuk memenuhi kebutuhan gizi pasien. Agar setiap pasi en dapat terpenuhi kebutuhan zat gizinya secara optimal.

Langkah –  langkah :

a. Petugas gizi mempersilahkan pasien yang datang ke ruangan konseling gizi untuk masuk dan duduk di tempat yang telah disediakan

 b. Petugas gizi melakukan pengkajian status gizi pasien meli puti tinggi badan,  berat badan, umur,kebiasaan makan, serta riwayat gizi, alergi makanan c. Petugas gizi menentukan kebutuhan gizi sesuai dengan status gizi dan

 penyakit yang diderita pasien.

d. Petugas gizi menentukan macam dan jenis diet sesuai dengan status gizi dan  penyakitnya serta cara pemberian makanan kepada pasien.

e. Petugas gizi melakukan konseling gizi kepada pasien dan keluarganya f. Petugas gizi melakukan pemantauan, monitoring, evaluasi serta tindak

lanjut terapi gizi dengan menyarankan kepada pasien untuk melakukan kunjungan ulang dan bila diperlukan petugas gizi melakukan kunjungan ke rumah pasien

II.10.33 PEMULANGAN PASIEN DAN TINDAK LANJUT PASIEN

Pemulangan pasien dan tindak lanjut pasien adalah kegiatan mempersiapkan pasien pulang meliputi perawatan selama di tumah, informasi  perubahan pola hidup, obat untuk diteruskan di rumah dan tindak lanjut pasien untuk periksa kembali ke Puskesmas atau perlunya pemeriksaan lain/ dirujuk ke fasilitas pelayanan yang lebih tinggi

Langkah-langkah

1. Dokter menyatakan bahwa pasien sudah saatnya bisa meninggalkan puskesmas  baik karena sembuh, harus dirujuk ataupun karena sudah meninggal,

2. Petugas memberikan informasi kepada pasien jika psien sadar bahwa pasien bisa meninggalkan puskesmas baik karena sembuh atau harus dirujuk,

3. Petugas memberikan informasi kepada keluarga bahwa pasien sudah bisa pulang karena sembuh, harus dirujuk ataupun memberikan informasi pada pasien dan atau keluarga tentang beberapa alternative tindakan/ penanganan setelah proses  pemulangan,

4. Petugas membicarakan dengan keluarga tentang proses pemulangan termasuk transportasi,

5. Petugas mempersiapkan lembar informed consent untuk ditandatangani pasien atau keluarga,

6. Petugas mempersiapkan proses pemulangan,

7. Petugas membuat surat rujukan dan form umpan balik rujukan untuk pasien yang dirujuk,

8. Petugas mempersiapkan alat –  alat yang perlu disertakan dalam proses pemulangan, 9. Petugas mempersiapkan transportasi yang akan digunakan,

10. Petugas menganjurkan pada pasien untuk control pada waktu yang sudah ditentukan bila perlu,

11. Petugas menganjurkan pada pasien untuk menyerahkan surat umpan balik rujukan dari rumah sakit ke puskesmas pada pasien yang dirujuk.

II.10.34 TINDAK LANJUT TERHADAP UMPAN BALIK DARI FASILITAS RUJUK

Umpan balik adalah upaya mengumpulkan informasi berupa komentar positif atau negatif dari pemberi pelayanan yang bertujuan menggali informasi inter nal atau eksternal untuk memperbaiki kinerja pemberi pelayanan.

Langkah –  langkah :

a. Pasien datang ke petugas kesehatan dengan memberikan umpan balik yang diberikan dari sarana kesehatan rujukan.

 b. Petugas memeriksa umpan balik ;

Apabila pasien masih perlu dilakukan pengobatan, pemeriksaan atau tindakan lanjutan ke sarana kesehatan rujukan maka petugas memberikan kembali rujukan yang baru dengan diagnosa yang sesuai dengan umpan balik kepada pasien;

Apabila pasien cukup dilanjutkan pengobatan di Puskesmas, maka  petugas melanjutkan pengobatan nya di Puskesmas;

II.10.35 ALTERNATIF PENANGANAN PASIEN YANG MEMERLUKAN RUJUKAN

Jika pasien tidak mungkin dirujuk, puskesmas wajib memberikan alternatif  pelayanan. Alternatif penanganan yang diberikan digunakan dengan memperhatikan lingkaran dinamis proses keperawatan dan kemandirian pasien atau keluarga . Untuk  menjamin kesinambungan pelayanan pasien dengan menawarkan alternatif  penanganan pada pasien yang memerlukan rujukan tapi tidak dapat dilakukan.

Langkah-langkah :

a. Petugas menerima rekammedis dari petugas pendaftaran

 b. Petugas memanggil pasien masuk kedalam ruang pemeriksaan c. Petugas melakukan anamnesa

d. Petugas melakukan pemeriksaan fisik

e. Petugas mengidentifikasi maslah kesehatan yang terjadi pada pasie n

f. Petugas memberikan informasi kepada pasien mengenai kondisi kesehatan yang dialami pasien

g. Petugas menjelaskan bahwa masalah kesehatan pasien tidak mampu ditangani di puskesmas

h. Jika pasien menolak menandatangani surat penolakan rujukan

i. Petugas menjelaskan alternative penaganan yang diberikan jika rujukan tidak mungkin dilakukan dengan memperhatikan lingkaran dinamis proses keperawatan, dan kemandirian pasien/keluarga

 j. Petugas menjelaskan bahwa pasien harus dirujuk kefasilitas kesehatan yang lebih tinggi/mampu mengatasi masalah pasien

i. Petugas mendokumentasikan kegiatan dalam rekammedis

II.10.36 PEMULANGAN PASIEN DAN TINDAK LANJUT

Pemulangan pasien dan tindak lanjut pasien adalah kegiatan mempersiapkan pasien pulang meliputi perawatan selama di rumah, informasi perubahan pola hidup, obat untuk diteruskan di rumah seperti cara minum obat, memandikan bayi, merawat tali pusat, memandikan bayi dan kapan control ulang ke puskesmas. Dokter yang menangani bertanggung  jawab untuk melaksanakan proses pemulangan/rujukan pasien sesuai dengan

kriteria pemulangan pasien.

Langkah - langkah :

a. Petugas menyatakan bahwa pasien sudah saatnya bisa meninggalkan  puskesmas sesuai dengan kriteria pemulangan pasien,

 b. Petugas memberikan informasi kepada pasien bahwa pasien bisa meninggalkan puskesmas

c. Petugas memberikan informasi kepada keluarga bahwa pasien sudah bisa  pulang karena sembuh, dan informasi perawatan yang harus dilakukan

dirumah

d. Petugas membicarakan dengan keluarga tentang proses pemulangan serta  jadwal control ulang

e. Petugas menyediakan Resume klinis/resume keluar dan form persetujuan untuk ditandatangani,

g. Petugas mendokumentasikan kegiatan di rekam medis pasien

II.10.37 EVALUASI TERHADAP PROSEDUR PENYAMPAIAN INFORMASI Evaluasi terhadap kejelasan informasi yang disampaikan petugas pelayanan klinis adalah penilaian terhadap kejelasan informasi petugas pelayanan klinis yang diterima oleh pasien selama pelayanan klinis

Langkah-langkah

a. Penanggung jawab pelayanan klinis menyiapkan instrumen evaluasi kejelasan informasi yang disampaikan,

 b. Penanggung jawab pelayanan klinis menentukan sasaran kegiatan, yaitu pasien yang diberikan pendidikan kesehatan,

c. Penanggung jawab pelayanan klinis membagikan instrument evaluasi kepada  petugas di tiap –  tiap poli,

d. Petugas memberikan informasi sesuai dengan rencana asuhan,

e. Petugas member kesempatan kepada pasien untuk menanyakan informasi yang kurang dimengerti,

f. Petugas meminta pasien yang diberi informasi mengulangi informasi yang diberikan,

g. Petugas mengisi instrument evaluasi terhadap penyampaian informasi, h. Petugas mengakhiri penjelasan,

i. Petugas mendokumentasikan kegiatan,

 j. Petugas menyerahkan instrument yang telah diisi kepada penanggung jawab  pelayanan klinis,

k. Penanggung jawab pelayanan klinis merekap hasil evaluasi,

l. Penanggung jawab layanan klinis melaporkan hasil kepada Puskesmas,

II.10.38 IDENTIFIKASI KEBUTUHAN PASIEN SELAMA PROSES RUJUKAN, ANTARA LAIN TRANPORTASI RUJUKAN

Dalam dokumen Sk Payung Abis Lebaran (Halaman 38-49)

Dokumen terkait